Rabu, September 2, 2026
BerandaIlmu PengetahuanPsikologiStudent Style Centered Learning, Benarkah Menjadi Metode Belajar Menyenangkan?

Student Style Centered Learning, Benarkah Menjadi Metode Belajar Menyenangkan?

Kampusdesa.or.id–Kita mengenal metode pembelajaran sebagai cara atau strategi sistematis yang guru gunakan untuk menyampaikan materi dan memudahkan siswa mencapai tujuan belajar. Metode pembelajaran yang umum guru atau tutor lakukan antara lain metode ceramah, diskusi, demonstrasi, simulasi, serta tanya jawab. Manakah di antara metode-metode tersebut yang terbaik?

Perdebatan tentang metode terbaik pernah terjadi di sebuah grup diskusi pendidikan. Seorang partisipan mengklaim mempunyai metode paling efektif untuk mengajarkan Calistung (membaca, menulis, dan berhitung) bagi anak tipikal maupun anak berkebutuhan khusus. Namun, anggota lain menyangkal pendapat tersebut.

Baca juga: Minum Anti-Aging atau Belajar Menua Saja

Beliau berpendapat bahwa tidak ada satu metode pun yang dapat mengakomodasi semua anak dengan gaya belajar yang bermacam-macam. Metode pembelajaran untuk anak kinestetik tentu berbeda dengan anak auditori atau anak visual.

“Tidak ada satu metode pun yang dapat mengakomodasi semua anak dengan gaya belajar yang bermacam-macam.”

Pentingnya Observasi dan Konsep Student Style Centered Learning

Dengan beragamnya gaya belajar anak tersebut, pendamping belajar anak berkebutuhan khusus harus melakukan observasi terlebih dahulu sebelum memulai kegiatan belajar. Langkah ini bertujuan untuk mengetahui strength (kelebihan) dan weakness (kelemahan) anak, ketertarikan anak, serta gaya belajarnya.

Observasi juga penting untuk mengetahui cara memotivasi anak sesuai dengan kondisi dan karakternya agar mereka tetap semangat belajar. Sebab, pada umumnya Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mempunyai rentang fokus yang pendek dan cenderung moody.

“Pendamping belajar anak berkebutuhan khusus harus melakukan observasi terlebih dahulu sebelum memulai kegiatan belajar.”

Berkaitan dengan motivasi, Edward Deci dan Richard Ryan mengemukakan Self-Determination Theory tentang “Membangun Anak yang Termotivasi dari dalam Diri”. Tiga kebutuhan psikologis dasar mesti terpenuhi untuk menumbuhkan motivasi intrinsik.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Teman Tuli

Kebutuhan tersebut meliputi Autonomy (kendali atas proses belajar), Competence (rasa percaya diri melalui tantangan yang sesuai), dan Relatedness (merasa diterima dan dihargai). Perasaan diterima ini sangat penting untuk menumbuhkan motivasi belajar anak meskipun fokusnya sering teralihkan.

“Perasaan diterima sangat penting untuk menumbuhkan motivasi belajar anak meskipun fokusnya sering teralihkan.”

Bertolak dari pemaparan tersebut, lahirlah Student Style Centered Learning (Pembelajaran yang berpusat pada gaya belajar anak). Metode pembelajaran interaktif ini melibatkan siswa secara aktif untuk meningkatkan keterlibatan anak berkebutuhan khusus dalam proses belajar.

Pendamping memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih sendiri media pembelajaran sesuai ketertarikannya agar anak merasa diterima dan dipahami. Hindari memaksa anak untuk selalu patuh pada pendamping belajar agar anak tidak mogok atau menolak belajar.

“Student Style Centered Learning memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih sendiri media pembelajaran sesuai ketertarikannya.”

Aspek-Aspek Penting dalam Observasi Anak Berkebutuhan Khusus

Sebelum memulai proses pembelajaran, guru atau tutor belajar wajib melakukan observasi terlebih dahulu. Pengamatan yang mendalam meliputi kemampuan kognitif anak, yaitu daya ingat, pemahaman materi, serta cara anak memecahkan masalah sederhana.

Baca juga: 6 Jenis Konsentrasi yang Mempengaruhi Keberhasilan Belajar Anak

Selanjutnya, pendamping mengamati kemampuan komunikasi dan bahasa anak. Hal ini mencakup kemampuan anak dalam memahami perintah, merespons interaksi, serta cara mereka menyampaikan keinginan secara jelas.

“Pengamatan yang mendalam meliputi kemampuan kognitif, komunikasi, motorik, hingga emosi anak sebelum pembelajaran dimulai.”

Aspek motorik kasar dan halus juga menjadi fokus pengamatan pendamping belajar. Pendamping mengamati gerakan tubuh, keseimbangan, serta koordinasi tangan anak saat memegang alat tulis atau benda lainnya.

Selain motorik, pendamping perlu mengamati perilaku dan emosi anak. Ini mencakup suasana hati, tingkat fokus, kemandirian, reaksi saat menghadapi perubahan, hingga kemampuan berinteraksi sosial dengan teman sebaya. Observasi dapat dilakukan melalui interaksi langsung dan wawancara dengan orang tua.

“Pendamping perlu mencatat semua hasil pengamatan dalam daftar periksa (checklist) agar tidak ada aspek perkembangan anak yang terlewat.”

Penerapan Student Style Centered Learning pada Contoh Kasus Putri

Mari kita lihat penerapan Student Style Centered Learning (SSCL) pada contoh kasus Putri (bukan nama sebenarnya), seorang siswa kelas 4 yang belum bisa membaca. Putri sudah hafal huruf latin tetapi masih bingung membedakan b, d, dan p, serta mengalami kesulitan artikulasi pada kata-kata yang rumit.

Selain kendala akademis, Putri menyimpan pengalaman traumatik seperti kehilangan ayah dan pernah mengalami perundungan. Kendati demikian, Putri memiliki strength (kelebihan) berupa fokus yang lama pada hal yang disukainya, komunikatif, serta memiliki gaya belajar visual yang kuat.

“Anak berkebutuhan khusus umumnya lebih mudah memahami konsep pembelajaran apabila menggunakan media atau benda nyata.”

Saat Putri menolak kartu membaca dan meminta menggambar bendera, guru dapat mengambil kendali melalui kesepakatan belajar yang ramah. Guru mengizinkan Putri menggambar terlebih dahulu, lalu memberi keterangan kata pada gambar tersebut untuk dibaca bersama.

Untuk materi berhitung, pendamping dapat menggunakan alat meronce atau kancing baju ukuran jumbo sebagai benda nyata. Metode SSCL ini terbukti meningkatkan motivasi dan membuat anak menikmati proses belajar, meski menuntut kreativitas dan kepekaan tinggi dari pendamping.

“Metode SSCL dapat membuat anak menikmati proses belajar dan memudahkan pencapaian target pembelajaran.”

Siti Fatimah
Siti Fatimah
Kreator digital, Writer, Nasa seller
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments