Pentingnya Keseimbangan antara Ilmu Pengetahuan dan Agama

0
2557

0Shares
0

Mengejar sekolah favorit yang menggila menjangkiti sebagian orang tua. Orang tua menjadi lebih bangga dan sebagian menjadi gaya hidup bagi mereka. Tetapi, bagaimana ketika obsesi tersebut luput menimbang pentingnya pendidikan agama bagi anak. Sebaiknya, pendidikan agama bisa diseimbangkan dengan menyediakan layanan pada anak-anak untuk tetap bisa mengakses pendidikan agama. Pendidikan ini bisa diperoleh di sekitar rumah seperti mengirim anak pergi ke TPQ, Diniyah, Pesantren atau homeschooling agama.

Kampus Desa–Membangun jati diri anak untuk menjadi pribadi yang mandiri di kemudian hari penting dilakukan. Selain memiliki ilmu pengetahuan teknologi, anak juga harus memiliki ilmu agama. Hal itu dimaksudkan agar dalam kemandirian yang dimaksud, anak tidak mengalami ketimpangan kepribadian dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Oleh karena itu pendidikan umum dan agama harus disejajarkan. Sehingga dengan adanya kesetaraan pendidikan, kepribadian dan perilaku anak tidak akan timpang.

Saat ini pengaruh dunia global sangat rentan merusak moral dan karakter anak muda. Untuk itu dimasa muda mereka harus membekali mereka tidak hanya ilmu pengetahuan akademik saja, namun juga ilmu agama.

Anak-anak mereka berlomba bersekolah di sekolah terbaik, membeli buku pelajaran umum demi menunjang belajar anak. Namun, ketika menyangkut pendidikan agama, terkadang orang tua bahkan tabu untuk untuk menjelaskannya.

Banyak orang tua hanya  fokus untuk memberikan ilmu pengetahuan umum saja, namun mereka mengesampingkan ilmu pengetahuan agama. Anak-anak mereka berlomba bersekolah di sekolah terbaik, membeli buku pelajaran umum demi menunjang belajar anak. Namun, ketika menyangkut pendidikan agama, terkadang orang tua bahkan tabu untuk untuk menjelaskannya.

Di era globalisasi sekarang ini, dimana informasi tak lagi terbatas pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tak terbatas, membuat para peserta didik akan lebih mudah dalam mendapatkan konten-konten yang belum seharusnya mereka konsumsi. Tanpa adanya pendidikan agama yang diberikan oleh pendidik, baik para guru hingga orang tua, sang anak akan terus bereksplorasi dalam mencari tahu hal-hal baru.

Pendidikan karakter juga dapat digembleng dengan ilmu-ilmu agama, utamanya di pesantren-pesantren, TPQ dan madrasah diniyah.

Pendidikan agama sangatlah penting, agar anak-anak bisa membedakan mana yang baik, dan mana yang tidak baik untuk mereka konsumsi. Di mana, konten-konten berbau pornografi yang dapat diperoleh dengan mudah, hingga penggunaan narkoba, dapat dihindari apabila dilandasi pendidikan agama yang kuat. Selain itu pendidikan karakter juga dapat digembleng dengan ilmu-ilmu agama, utamanya di pesantren-pesantren, TPQ dan madrasah diniyah.

Pendidikan dapat tercipta secara optimal melalui kolaborasi dari orang tua dan guru, sehingga tercipta harmoni yang sempurna antara rumah dan sekolah.

Pendidikan dapat tercipta secara optimal melalui kolaborasi dari orang tua dan guru, sehingga tercipta harmoni yang sempurna antara rumah dan sekolah. Ini merupakan suatu proses yang dapat membantu anak-anak untuk mengenal diri mereka sendiri dan komunitas di mana mereka berada.

Orang tua memiliki peran vital dalam hal ini. Taat beragama atau tidaknya seorang anak banyak dipengaruhi oleh contoh dan cara orang tua saat menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan keluarganya. Sedangkan untuk bidang ilmu pengetahuan umum, dengan selalu berada disisi sang anak, orang tua dapat mendukung pola pembelajarannya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here