Gelombang Inspirasi, Menumbuhkan Perubahan Pelaku Pendidikan

Tulisan ini disenarai dari Jurnalis Kampus Desa Network Yuli Wusthol, Nurul Aini, dan Suci Aristanti

0
564
Nafik Palil, fasilitator dan sekaligus narasumber, termasuk pencetus Ojo Leren Dadi Wong Apik (OLDWA), memfasilitasi kelompok menejemen untuk menulis succes story

0Shares
0

Para guru dari penjuru Jawa Timur tumplek bleg di Jombang. Mereka ingin mengembangkan diri dan mencari secercah inspirasi untuk perubahan pendidikan yang lebih baik. Perubahan tidak selalu menunggu kebijakan. Jikalau kita bisa lakukan, kita hanya butuh belajar dari orang lain dan berkolaborasi. Nah, Konvensi Pendidikan VII membantu para pelaku pendidikan untuk saling berbagi inspirasi agar mereka memiliki kisah-kisah positif bagaimana menjadi seorang pendidik dengan jiwa inovasi tiada henti.

Jombang, Kampus Desa–Mengalirnya refleksi Pendidikan di akhir tahun telah menyelimuti segenap peserta yang telah menghadiri Konvensi Pendidikan Indonesia VII. Meskipun dalam nuansa liburan, acara ini tetap dipadati oleh peserta dari beragam latar profesi dan daerah, bahkan Bupati Jombang turut serta mengapresiasi hadir dalam acara ini yang di selenggarakan di PAUD/PG/TK Ar-Rahman Jombang Kota Jombang Sabtu, 22 Desember 2018.

Berlatar belakang dengan asas Kemanusiaan yang adil dan beradab yang merupakan salah satu bunyi butir pancasila. Nilai sila ke dua tersebut bukanlah sebuah semboyan yang diujarkan lewat lisan saja, namun sebagai tanggung jawab dalam prinsip bernegara. Hal ini dibuktikan semakin banyaknya lembaga maupun komunitas sosial kemanusiaan yang mewarnai negeri ini.

Para peserta, narasumber dan fasilitator Konvensi Pendidikan VII berpose bersama merayakan kesuksesan

OLDWA (Ojo Leren Dadi Wong Apik) melalui Konvensi Pendidikan Indonesia yang bergerak sejak Bulan Desember tahun 2013, hingga kini menebarkan harumnya semangat pendidikan yang memanusiakan untuk mengawal generasi bangsa Indonesia dalam menyongsong era teknologi dan Bonus Demografi. Semakin hari Konvensi Pendidikan Indonesia memberikan gelombang yang menjulang semangat para, orang tua, pendidik dan praktisi untuk berperan serta dalam inovasi, kreatifitas pendidikan yang memberikan rasa kenyamanan dan hasil generasi yang maksimal.

Pendidikan yang paling utama terletak pada lingkungan terdekat terutama kedua orang tua, selain itu memaksimalkan pendidikan di usia platinum rentang pendidikan usia dini sampai sekolah dasar merupakan hal penting yang perlu diperhatikan oleh orang tua, pendidik maupun praktisi yang menaunginya,” Munjidah, Bupati Jombang

Bupati Jombang ikut serta memberikan selayang pandang mengenai pendidikan. Beliau menegaskan bahwa pendidikan yang paling utama terletak pada lingkungan terdekat terutama kedua orang tua, selain itu memaksimalkan pendidikan di usia platinum rentang pendidikan usia dini sampai sekolah dasar merupakan hal penting yang perlu diperhatikan oleh orang tua, pendidik maupun praktisi yang menaunginya.

Senandung rasa terimakasih dan harapan besar pendidikan kedepan memiliki lebih banyak inovasi nan kreatif. Sebagaimana tujuan utama OLDWA untuk saling berjabat tangan dan memberikan semangat untuk terus mengembangkan pendidikan, tutur kentar Budhojo selaku Ketua OLDWA, Isa Anshori Sekretaris Dewan pendidikan Jawa Timur, dan bapak Suroto dalam menyambut peserta Konvensi Pendidikan Indonesia.

Ulasan Inspiratif mengenai Inklusi oleh Bapak Dr. Mudjito mantan PLB Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta dosen FISIP UNESA, bapak Wahyu Nugroho selaku Staf Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Timur, Ibu Rachmi Aida Ketua LPA Blitar, Mr.   Nafik Palil Yuniro, CEO The Naff A Creative and Fun School. Bapak Lukman Hakim Founder Sekolah Dolan Malang, mengawali tabur inspiratif mengenai pendidikan saat ini baik formal, informal, dan non-formal. Tabur Inspiratif ini memberikan jejak peminatan dalam mendalami keilmuan pendidikan oleh peserta Konvensi Pendidikan Indonesia.

Uniknya dalam komisi ini memberikan semangat peserta untuk mengingat success story dalam kehidupan maupun lingkup kerja yang saat ini digemari sehingga yang awalnya merasa berbenah masih saja belum tercapai, maka dengan mengingat kesuksesan yang pernah diraihnya, membuat simpul inovasi dan kreatifitas dalam dirinya untuk terus bergerak mewujudkan yang lebih baik.

Mohammad Mahpur sedang memberi panduan sesi workshop success story untuk peserta Konvensi Pendidikan VII. Amit sewu membelakangi Founder Sekolah The Naff (Nafik Palil)

Menyelami pendidikan sesuai dengan passion dalam konvensi ini di bagi dalam komisi-komisi yang di fasilitatori oleh Dr. Moh. Mahpur, M.Si Rektor Kampus Desa Networker. Komisi ini di bagi atas empat peminatan dengan masing-masing fasilitator. Uniknya dalam komisi ini memberikan semangat peserta untuk mengingat success story dalam kehidupan maupun lingkup kerja yang saat ini digemari sehingga yang awalnya merasa berbenah masih saja belum tercapai, maka dengan mengingat kesuksesan yang pernah diraihnya, membuat simpul inovasi dan kreatifitas dalam dirinya untuk terus bergerak mewujudkan yang lebih baik.

Komisi Manajemen pendidikan formal difasilitatori oleh Mr. Nafik Yuniro yang menggagas 5 langkah membangun Lembaga WOW dalam manajemen pendidikan yang nantinya akan ada 11buku hasil dari praktik manajemen yang sudah dipaparkan. Komisi Non-Formal oleh Lukman Hakim memberikan suntikan untuk menggali bakat dari kesuksesan peserta yang akhirnya akan dibukukan menjadi antalogi persembahan konvensi VIII nanti, hal ini juga bisa diaplikasikan kepada peserta didiknya.

Selain itu masih ada Cak mustofa yag menfasilitatori Komisi pendidikan berbasis masyarakat yang mengangkat keunikan dari masing-masing daerah berangkat dari keterbatasan untuk dimaksimalkan bahkan bisa menjadikan sosok sosiopreneurship dalam berkarya. Dan komisi Inklusi penanganan anak berkebutuhan khusus oleh ibu Rachmi Aida, Bapak Mudjito, dan pendidikan inklusif timeless oriented learning oleh Bapak Kentar Budhojo.

Komisi-Komisi yang di bentuk mewadahi ruang gerak pendidik dan praktisi dalam membangun revolusi pendidikan. Revolusi pendidikan yang di maksud berangkat dari refleksi pendidikan Indonesia untuk menghadapi era teknologi dan Bonus Demografi. Mengenai Inovasi dari revolusi pendidikan disampaikan oleh Dr. Ananto Kusuma Seta Ph.D staf ahli inovasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Diskusi renyah bersama Dr. Ananto membuat peserta dan praktisi terhipnotis oleh waktu.

Diskusi yang membekas bersama Dr.Ananto untuk dijadikan oleh-oleh, terutama diskusi yang di ajukan oleh Kentar Budhojo dan Mr. Nafik Palil Yuniro. Dalam intisari diskusi tersebut menyatakan mengenai inovasi, kreatifitas oleh pendidik, praktisi bahkan orang tua dan lingkungan sekitar pendidik yang ikut serta dalam membangun pendidikan yang mencerahkan tidak ada habisnya, namun masih tersekat oleh batas-batas konsep yang telah diberikan pemerintah.

Dr. Ananto memberikan harapan penuh pasti dengan memberikan semangat dan terus mendukung segala inovasi dan kreatifitas para pendidik dan praktisi untuk membangun pendidikan era abad 21 yang memanusiakan dalam menghadapi peradaban dengan satu kata ‘LANJUTKAN” segala inovasi dan kreatifitas yang sudah dibangun, beliau akan membantu berjuang dalam inovasi konsep yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Tiada terasa waktu berdentang pukul 17.00 gelombang inspirasi yang terus mengalir segera diakhiri dengan bungkus beragam oleh-oleh motivasi, success story yang akan terbit menjadi maha karya peserta konvensi. Selain itu hasil dari konvensi ini bisa menjadi pijakan kebijakan pendidikan di Nusantara khususnya di Jawa Timur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here