Haruskah Kakak Menjadi Role Model Adiknya ?

0
1732

0Shares
0

Sebagai orang yang terlahir lebih dulu memang akan terdapat banyak tanggung jawab yang harus dilakukannya bahkan semenjak ia masih anak-anak. Memiliki tugas mengasuh yang lebih muda dan mendapat kepercayaan untuk menggantikan dalam hal mengasuh adik ketika orangtua tidak ada. Perubahan perilaku orang tua pada seorang kakak yang pada dasarnya juga belum siap untuk menerima tangggung jawab baru inilah yang secara tidak langung sering dianggap beban oleh kakak.

kampus desa — Kenapa menjadi yang lebih tua itu adalah beban? kenapa kalau menjadi kakak pasti ada tuntutan? dan kenapa menjadi yang lebih tua itu adalah panutan?. Dalam hati kecil seorang kakak pasti pernah mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan ini.

Menjadi seorang kakak adalah beban bagi sebagian besar orang. kenapa beban? karena menjadi kakak banyak yang harus dilebih-lebihkan dari seorang adik. Meskipun hanya tarpaut beda umur tidak lebih dari satu tahun, “adalah beban ketika seorang kakak dituntut harus lebih paham, lebih mengerti dan lebih segalanya dari adiknya. adalah beban ketika semua masalah adik adalah kakak yang menanggung”.

Sebagian orang tua memang bersikap demikian, kakak adalah panutan adik, dan adik harus mencontoh seorang kakak.

Yang sering kita lihat atau bahkan alami sendiri, ketika ada kakak adik bertengkar di rumah yang kena marah pertama adalah kakak, padahal adik yang menggoda. Ketika adik menangis saat bermain, yang tertuduh adalah kakak, meskipun bukan kakak yang membuatnya menangis. Sebagian orang tua memang bersikap demikian, mereka menanamkan bahwa kakak adalah panutan adik, dan adik harus mencontoh seorang kakak.

Bagi seorang kakak, kehadiran seorang adik saja sudah merupakan pengalaman yang dapat menjadi krisis berat baginya, karena ia harus rela untuk merelakan kasih sayang dan perhatian yang terbagi kepada adik. Karena inilah kehadiran adik menjadi pemicu peberontakan yang dilakukan oleh kakak.

kalau kalian juga seorang kakak, akankah kalian juga pernah mengalami hal ini?  di salahkan ketika ada pekerjaan yang tidak sesuai, kena marah kalau adik terluka atau dihukum ibu ketika tidak dapat mengajarkan adik untuk melakukan sesuatu dengan baik.

“Yang lebih tua harus bisa memberikan contoh yang baik bagi adiknya” (kata-kata ini seakan menjadi pedoman yang harus dipegang dan dilaksanakan secara paksa oleh para kakak), Kodratnya memang begitu. Anak akan mendapatkan perannya di rumah sesuai dengan urutan dalam posisi atau berdasarkan jenis kelaminnya. Hal ini akan menjadi baik ketika peran seorang anak di dalam sebuah keluarga sesuai dengan kemampuan dan keputusan bersama, namun akan menjadi sebuah masalah jika peran yang di dapatkan oleh anak benar-benar tidak diinginkan oleh anak. Lebih tepatnya memaksa anak untuk berperan, dan kebanyakan, paksaan ini terbebankan pada yang lebih tua.

Bisa jadi perilaku-perilaku yang seharusnya tidak muncul akan muncul jauh lebih parah di luar keiginan orangtua. Tuntutan-tuntutan yang semakin besar pada seorang kakak untuk selalu memberikan yang terbaik pada adiknya akan terbaikan begitu saja, di ganti dengan perilaku pemberontakan yang semakin menjadi-jadi.

Orang tua selalu menanamkan harapan anak yang lebih tua menjadi role model bagi anak yang lebih muda. Namun, ketika harapan ini tidak di dukung baik oleh orang tua, maka yang terjadi adalah hubungan saudara yang menjadi buruk dan tidak nyaman.

Kita mengenalnya sebagai sibling rivalry, yaitu suatu sikap kompetisi, kecemburuan dan kebencian antara saudara kandung yang sering kali muncul saat hadirnya saudara yang lebih muda (Shaffer, 2002). Kecemburuan karena Ibu akan selalu membela adik dan menyalahkan kakak ketika mereka bertengkar, ibu akan memberikan lebih banyak waktuya pada adik dibandingkan pada kakak, inilah yang membuat kakak merasa tersaingi dalam hal pemberian kasih sayang.

Baca juga:

sibling rivalry ini akan menjadi semakin buruk ketika sikap orangtua yang kurang mengendalikan peran diantara saudara kandung pada anak-anaknya. Bisa jadi rasa benci, cemburunya akan merubahnya menjadi sikap yang nakal, mengejek adik, bertengkar dan sering menggangu adik. Namun, ketika hubungan antara saudara kandung ini mendapat arahan yang baik dan positif yaitu sikap orangtua yang mampu untuk memberikan batasan sikap antara kakak dengan adik ini akan membantu seorang kakak maupun adik dalam kemampuannya menyelesaikan konflik  dan masalah sosial dengan baik, relasi pertemanannya yang baik dan perasaan akan harga diri yang tinggi.

Tidak menjadi sebuah beban bagi kakak ketika dia diajarkan untuk bertanggung jawab yang baik pada adiknya, namun problem buruk akan bermunculan ketika kakak tidak mendapatkan arahan dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai kakak, yang pada dasarnya dia sendiri juga belum mampu mengarahkan sikapnya sendiri.

Tidak menjadi sebuah beban bagi kakak ketika dia di ajarkan untuk bertanggung jawab yang baik pada adiknya, namun problem buruk akan bermunculan ketika kakak tidak mendapatkan arahan dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai kakak, yang pada dasarnya dia sendiri juga belum mampu mengarahkan sikapnya sendiri. Seorang kakak harus mulai belajar menerima ketika semua tuntutan terbebankan padanya karena memang seseorang akan selalu dijadikan contoh karena dia telah mengalami masa yang belum dialami oleh yang lebih muda, sehingga ini yang menyebabkan persepsi yang tua harus lebih paham dan mengerti dari yang muda.

Baca Juga :

Kakak juga telah mengalami masa perkembangan baik secara fisik, kognitif maupun psikomotor yang lebih dahulu dibandingkan dengan seorang adik, sehingga inilah anggapan kakak harus menjadi contoh yang baik bagi adik-adiknya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here