Tsunami di Banten Merupakan Salah Satu Kejadian Luar Biasa

0
918

0Shares
0

Banten, KampusDesa–Indonesia kembali dilanda duka, peristiwa tsunami di Banten dan Lampung pada Sabtu malam (22/12/2018). Bertepatan pada hari ibu sekaligus acara Haul Akbar di Caringin, Banten.

Badan Meteorologi, Kloimatologi dan Geofisika (BMKG) membenarkan bahwa tsunami telah menerjang beberapa wilayah pantai di Selat Sunda. Tsunami terjadi pada pukul 21.27 WIB.

Para jamaah berdatangan dari berbagai penjuru

Seperti undangan yang diundang, banyak jamaah yang sudah berangkat dari hari sabtu menuju tempat lokasi Haul Akbar. Ada banyak jamaah yang menjauhi pinggir pantai Caringin, berbagai jamaah dari penjuru daerah terpencar. Sebagian ke tempat makam Syekh Mansyurudin, kabupaten Pandeglang, Banten. Sebagian lagi di makam Syekh Maulana Yusuf, Kota Serang, Banten.

Setelah mengetahui tenda dan sekitar tempat lokasi menjadi tersembunyi. Meski demikian, makam Waliyullah Asnawi Caringin tidak rusak sedikit pun. Pertanyaan mulai muncul. Apakah acara Haul Akbar tetap berlangsung? Menurut salah satu jamaah dari Bekasi, “Syekh Rohimuddin dan KH Nasrullah mengatakan untuk tetap melakukan haul kecil-kecilan, dihimbau bagi semua warga Banten untuk dapat hadir di pantai Caringin.”

Semua hasil, acara haul yang berjalan dengan sederhana dan dihadiri jamaah yang tidak terlalu banyak. Tidak hanya itu, salah satu dari KHM Djahari turut memberikan komentar atas kejadian minggu lalu, “Allah itu Maha Baik, tidak ingin satu daerah lebih banyak maksiatnya daripada ibadahnya.

Allah tidak ingin membatalkan acara Haul Akbar tahun ini, tetapi Allah ingin menunjukkan sebetulnya Allah murka, wong tempat kelahiran para Jawara Banten, pahlawan yang ikut serta dalam memerdekakan Indonesia, kok mengambil tempat maksiat.

Itu layak, masih untung bukan layak gempa. Ini termasuk kejadian luar biasa karena tsunami tidak didahului gemba bumi.Jadi, ini mah Allah sedang mengusir orang-orang yang baru kembali tahun di Banten, agar tidak terjadi maksiat yang merajalela, dan memulihkan keimanan para jamaah yang hadir, tetap aktif di lokasi acara atau pergi sendiri. Padahal sudah jelas kalau mati tidak bisa dilepaskan. ”Ujarnya sambil tersenyum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here