Review Singkat Karya Lengkap Nurcholish Madjid

0
174

0Shares
0

Memuat karya Nurcholish dari tahun 1987 hingga 2004. Melingkupi khazanah intelektual Islam, Islam kemodernan dan keindonesiaan, Islam doktrin dan peradaban, Islam kerakyatan dan keindonesiaan.

Kampusdesa.or.id-Karya Lengkap Nurcholish Madjid: Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemodernan. Demikian judul buku monumental tersebut. Buku setebal lebih dari 5.000 halaman. Tepatnya, 5.031 halaman. Dengan sampulnya. Diterbitkan oleh Nurcholish Madjid Society (NMS) pada Agustus 2020.

Buku itu disunting oleh guru saya, Dr. Budhy Munawwar- Rachman. Memuat karya lengkap Nurcholish Madjid. Salah seorang pemikir muslim progresif Indonesia.

Luar biasa. Di atas normal. Buku monumental itu memuat semua buku karya Nurcholish Madjid. Bukan resume atau ringkasan. Tapi karya asli Nurcholish yang diketik ulang.

Memuat karya Nurcholish dari tahun 1987 hingga 2004. Melingkupi khazanah intelektual Islam, Islam kemodernan dan keindonesiaan, Islam doktrin dan peradaban, Islam kerakyatan dan keindonesiaan.

Kontekstualisasi doktrin Islam dalam sejarah, pintu-pintu menuju Tuhan, Islam agama kemanusiaan, Islam agama peradaban, kaki langit peradaban Islam, tradisi Islam, masyarakat religius, bilik-bilik pesantren.

Juga dialog keterbukaan, tiga puluh sajian ruhani, cita-cita politik Islam, cendekiawan dan religiusitas, perjalanan religius umrah dan haji, pesan-pesan takwa, fatsoen, dan Indonesia kita.

Mungkin, perlu empat atau lima hari untuk membaca habis buku itu. Untungnya, dulu saya sudah pernah mencicil membaca pikiran brilian Nurcholish Madjid.

Jadi, dihadapkan dengan buku itu, saya hanya perlu menajamkan pemahaman dengan membaca ulang di beberapa bagian.

Dan sangat beruntung. Buku karya lengkap ini diberi pengantar oleh sang penyunting. Yaitu Dr. Budhy Munawwar-Rachman. Saya kerap menyapanya Pak Budhy.

Pengantar itu sangat membantu pembaca. Utamanya bagi yang ingin mendalami karya agung Nurcholish Madjid. Ibarat sebuah peta pemandu. Atau petunjuk penerbangan. Memberikan kita panduan di belantara pemikiran agung Nurcholish Madjid.

Bagi saya, Nurcholish Madjid, dengan pikiran-pikiran briliannya yang tertuang dalam karya-karyanya itu adalah babak baru bagi perkembangan pemikiran Islam di Indonesia.

Dan faktanya memang begitu. Nurcholish adalah salah satu motoris pembaharuan Islam di Indoneisa. Utamanya antara tahun-tahun 1970 dan 1980-an.

Isu-isu yang diusung Nurcholish adalah isu-isu seperti sekularisasi, demokrasi, civil society, hak asasi manusia dan pluralisme. Isu-isu yang cukup maju untuk pemikiran Islam Indonnesia di era itu.

Isu-Isu itu didetail dengan sangat baik oleh Nurcholish. Itu yang membuat citra keislaman, kemodernan, keindonesiaan identik dengan Nurcholish.

Nurcholish adalah intelektual Muslim progresif yang hendak meramu keislaman, kemodernan, dan keindonesiaan. Meramu ketiganya menjadi sebuah warisan peradaban universal.

Dialektika keislaman, kemodernan, dan keindonesiaan itu, bisa dirangkum menjadi satu konsep. Yaitu Islam inklusif. Istilah yang cukup singkat dan mudah diingat. Namun sangat luas cakupan dan tafsirannya.

Warisan pemikiran Islam inklusif itu, yang kemudian dikembangkan oleh para intelektual kenamaan seperti pemikiran Fakhry Ali, Azyumardi Azra, Kurniawan Zulkarnain, Bahtiar Effendy, Komaruddin Hidayat, M. Syafi’i Anwar, Hadimulyo, atau Zacky Siradj. Yang diskusinya selalu meramaikan geliat pemikiran di Indonesia.

Dalam pengantar karya lengkap jebolan University of Chicago itu, Budhy Munawwar membagi pemikiran sang maestro menjadi dua. Yaitu periode I. Tahun 1965 hingga 1978. Tahun-tahun ini disebut dengan Tahap keislaman-keindonesiaan. Kemudian, periode II. tahun 1984 hingga 2005. Tahun-tahun ini disebut tahap keislaman-kemodernan.

Sementara, antara 1978 hingga 1984, menurut Budhy Munawwar adalah masa transisi. Pada tahun-tahun ini, Nurcholish menempuh studi dan menulis disertasi di University of Chicago.

Terlepas dari pro dan kontra, pikiran-pikiran Nurcholish adalah monumen pikiran brilian dari seorang pemikir Muslim progresif, yang mampu mendobrak kebekuan pemikiran Islam di Indonesia.

Meskipun sang maestro telah tiada, buku Karya Lengkap Nurcholish Madjid adalah warisan yang sangat berharga. Utamanya bagi Muslim Indonesia. Juga bagi Indonesia sendiri.

Dan kita patut berterima kasih pada Dr. Budhy Munawwar- Rachman, yang telah bersedia mendedikasikan dirinya untuk menyunting manuskrip monumental itu.