Menimbang Pentingnya Jaga Jarak di Tengah Wabah Pandemi

0
434
Physical distancing-Covid 19 (credit picture: Sensor Lab, FB group)

0Shares
0

Pentingnya jaga jarak fisik dari orang lain bertujuan untuk mencegah virus agar tidak berpindah dari satu inang ke inang yang lain. Langkah ini menjadi hal sangat penting agar menghambat peluang menginfeksi banyak orang secara cepat. Perlu diketahui penerapan phsycal distancing ini tidak berarti bahwa secara sosial harus memutuskan hubungan dari orang yang dicintai atau dari keluarga. Setiap orang tetap dapat terkoneksi dengan online atau dalam jaringan (daring).

Kampusdesa.or.id–Wabah virus corona di dunia grafiknya masih naik dan kurvanya pun tambah lebar setiap hari. Akibatnya virus corona menjadi pandemi dunia. Indonesia termasuk salah satu negara yang terdampak virus corona. Data per tanggal 27 Maret 2020, jumlah warga Indonesia terkena kasus positif Covid-19 tembus angka 1000 pasien.

Untuk mencegah penyebaran virus ini beberapa negara menerapkan hal yang berbeda. Ada pemerintah yang mengambil langkah lockdown, seperti Tiongkok, Italia, Irlandia, Denmark, Spanyol, Perancis, Malaysia, India, sebagian deaerah di Amerika dan Indonesia serta ada pula yang mengambil langkah social distancing atau physical distancing.

Bagi yang belum tahu apa sih bedanya lockdown dan social distancing? Di sini saya ulas kembali mengingat beberapa masih bingung membedakan dan informasi yang sampai di tengah masyarakat sedikit rantau. Tidak heran jika sebagian masih tampak kurang paham.

Secara harfiah, lockdown berarti mengunci. Dalam praktiknya, lockdown dilakukan atas kebijakan pemerintah pusat untuk mengkarantina suatu wilayah, serta membatasi bahkan bisa melarang keluar masuk manusia ke dalam area tertentu. Hal ini seperti yang dilakukan oleh pemerintah Tiongkok untuk Kota Wuhan. Saat sebuah kota dinyatakan lockdown, maka pergerakan masyarakat akan sangat terbatas. Bahkan, tidak ada aktivitas bisnis yang berjalan kecuali tempat-tempat krusial seperti supermarket, apotek, rumah sakit, SPBU, bank, dan layanan lainnya yang sangat dibutuhkan.

Tujuan utama dari lockdown adalah untuk mencegah penyebaran penyakit ke wilayah di luar kota tersebut. Namun beberapa pengamat ekonomi menilai, Jakarta tidak siap untuk menetapkan lockdown karena Jakarta masih menjadi pusat perekonomian Indonesia. Meski demikian beberapa kota di Indonesia pemerintah daerah nya memberlakukan local lockdown Diantaranya Tegal, Tasikmalaya, Papua, Bandung, dan beberapa kota kecuali berada di daerah yang tidak termasuk zona merah di Indonesia.

Lantas banyak yang mendesak pemerintah Indonesia agar segera menrapkan lockdown sebelum terlambat. Akan tetapi pemerintah pusat tidak menerapkan lockdown. Presiden Jokowi mengaku sudah mempelajari dan memiliki analisis dampak dari lockdown setiap negara, hasilnya Indonesia tidak perlu menerapkan hal yang sama. Sehingga lebih memilih menerapkan social distancing (menjaga jarak) dan work from home (kerja dari rumah).

Sedangkan social distancing adalah pembatasan jarak dan meminimalisir kontak dengan orang lain agar terhindar dari penularan virus dari dan ke satu sama lain. Belakangan ini istilah social distancing diubah oleh WHO menjadi physical distancing, yaitu tetap boleh melakukan aktivitas namun dalam kondisi terbatas.

Sejak Jumat (20/3/2020) WHO resmi mengganti frasa social distancing menjadi physical distancing. Alasannya, penggantian frasa ini untuk mengklarifikasi bahwa terdapat perintah tetap tinggal di rumah guna mencegah penyebaran virus corona. Kendati begitu, hal ini tidak berarti bahwa seseorang memutus kontak dengan orang lain secara sosial. Penggunaan frasa physical distancing diharapkan dapat memperjelas imbauan WHO, yaitu lebih kepada menjaga jarak fisik untuk memastikan penyakit tidak menyebar.

Lalu seberapa penting langkah jaga jarak fisik (physical distancing) ini? Masih ingatkah dua Minggu lalu, beredar video animasi hasil saduran dari sebuah artikel The Washington Post yang dinarasikan oleh Edward Suhadi di Instagram @Ceritera_id. Dalam video tersebut menggambarkan perubahan kurva naik dan menurun dipengaruhi oleh virus tidak menemukan inangnya tatkala manusia melakukan jaga jarak (istilah di video tersebut masih memakai istilah social distancing). Itu adalah cara wabah penyakit bisa berhenti sehingga kurva nya menjadi landau tidak ada peningkatan.

Tanda kutip png 2 » PNG ImageGerakan stay home adalah menjadi salah satu langkah menjaga agar kita dan orang lain tidak tertular. Jika tidak ada keperluan penting dan mendesak tidak usah keluar rumah apalgi mendatangi kerumunan.

Sederhananya kita bisa membuat rentetan batang korek api, ketika satu terbakar pasti akan membakar korek api lain yang berada didekatnya. Kecuali ada satu korek api yang kita jauhkan dari barisan pasti nyala api tidak bisa terus menyambar yang lainnya. Dia akan berhenti di korek api yang terakhir. Begitu juga filosofi permainan menata domino. Ketika satu ditumbangkan akan jatuh menyambung ke domino lain yang berada di dekatnya.

Contoh lain penyebaran virus corona ini yaitu seperti zombie. Jika pernah melihat film zobie, perhatikan mekanismenya penularannya. Semula hanya ada satu zombie, kemudian berubah menjadi banyak ketika virusnya saling mengenfeksi kepada orang normal.  Virus akan menginfeksi dan mereplikasi (memperbanyak diri) begitu seterusnya ketika menemukan tempat hidup yang baru.

Pentingnya jaga jarak fisik dari orang lain bertujuan untuk mencegah virus agar tidak berpindah dari satu inang ke inang yang lain. Langkah ini menjadi hal sangat penting agar menghambat peluang menginfeksi banyak orang secara cepat. Perlu diketahui penerapan phsycal distancing ini tidak berarti bahwa secara sosial harus memutuskan hubungan dari orang yang dicintai atau dari keluarga. Setiap orang tetap dapat terkoneksi dengan online atau dalam jaringan (daring).

Jangan khawatir, selain media sosial, sekarang sangat banyak aplikasi penunjang untuk bekerja dari rumah, seperti rapat online pakai Zoom, Google Hangout, Webex, Skype, dan lain sebagainya.  Bagi pelajar dan mahasiswa bisa memakai aplikasi Ruangguru, Zenius, Sekolahmu, Quipper, dan Edmodo. Semua fasilitas tersebut bisa diakses secara mudah dan gratis. Dengan demikian, segala kegiatan bisa dikerjakan dari rumah dan tidak ada yang terganggu meskipun dilanda wabah virus corona.

Selamat #WFH!