Bio Hand Sanitizer Herbal dengan Bahan Alami

0
1000
Dari kiri : Khoirul Hidayat, ST., MT., IPM dan Dr. Mohammad Fuad FM, STP., M.Si, berada di Laboratorium Teknologi Industri Pertanian Universitas Trunojoyo Madura

0Shares
0

Kampusdesa, Bangkalan–Dosen dan Peneliti Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang terdiri dari Dr. Mohammad Fuad FM, STP., M.Si, Khoirul Hidayat, ST., MT., IPM, Miftakhul Efendi, STP., Safina Istighfarin, ST, Firman Arief Soejana, ST, dan Nadya Ulfa, ST memproduksi Bio Hand Sanitizer  berbahan baku tumbuhan, diantaranya mimba, kemangi, dan lerak.

Bahan-bahan tumbuhan menjadi pilihan karena mudah didapatkan di lingkungan sekitar. Selain itu daun mimba (Azadirachta indica A. Juss) mengandung senyawa β-sitosterol, hyperoside, nimbolide, quercetin, quercitrin, rutin, azadirachtin, dan nimbine. Daun mimba juga di gunakan sebagai repelan, obat penyakit kulit, hipertensi, diabetes, anthelmintika, ulkus peptik, dan antifungsi. Selain itu bersifat antibakteri dan antiviral.

Kemudian daun kemangi (Ocimum xcitriodorum) memiliki kandungan antibakteri dan dapat menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri, di antaranya Listeria monocytogenesStaphylococcus aureusEscherecia Coli, Pseudomonas aeruginosa.

Buah lerak mengandung saponin yang menghasilkan busa dan berfungsi sebagai bahan pencuci.

Dari tiga bahan baku tersebut, mampu menghasilkan cairan antiseptik pembunuh bakteri di tangan. Pengembangan cairan antiseptik ini, guna mengatasi kelangkaan di pasaran karena merebaknya wabah Virus Corona (Covid-19).

Untuk sementara waktu, tingkat produksi masih skala laboratorium. Secara ilmiah Bio Hand Sanitizer sudah diuji di laboratorium. Hasilnya, produk ini sudah memenuhi standart medis karena mampu membunuh bakteri. Namun, belum bisa diproduksi massal karena terkendala perizinan dan terbatasnya perlatan yang dimiliki.

Proses pembuatan bio hand sanitizer dimulai dari proses penyortiran daun mimba, daun kemangi dan buah lerak yang masih segar. Penyortiran berfungsi untuk memisahkan daun yang kualitasnya baik dan kualitasnya buruk.

Selanjutnya dilakukan proses pencucian menggunakan air bersih. Pencucian berfungsi untuk menghilangkan kotoran yang terdapat pada bahan baku. Daun mimba dan kemangi yang sudah dicuci, kemudian dilakukan proses penimbangan dan dilanjutkan proses pencampuran. Dilanjutkan proses penghalusan dengan penambahan air.

Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura sedang memraktikan pembuatan Hand Sanitizer herbal di laboratorium Teknologi Hasil PertanianProses filtrasi atau penyaringan dilakukan untuk memisahkan zat padat dari cairannya dengan menggunakan alat berpori (penyaring). Alat filtrasi yang digunakan yaitu pompa vakum yang berfungsi sebagai gaya pendorong agar proses filtrasi menjadi lebih cepat.

Baca juga:

Hasil filtrasi daun kemangi dan daun mimba ditambahkan dengan cairan lerak. Setelah semua tercampur, selanjutnya dilakukan proses pengemasan pada ruangan khusus yang bersih menggunakan sinar UV. Pengemasan dengan bantuan sinar UV berfungsi untuk meminimalisir kontaminasi mikroba pada produk akhir.

Setelah semua dilakukan dengan baik, jadilah Bio Hand Sanitizer tersebut dan siap digunakan.

Sejumlah manfaat produk bio hand sanitizer antara lain dapat digunakan untuk beberapa fungsi:

  1. Dapat membunuh kuman dengan cepat, termasuk kuman E. Coli dan S. Aureus.
  2. Mengandung Vitamin E yang berfungsi untuk melembabkan kulit
  3. Mengandung antioksidan yang dapat digunakan untuk menghindari paparan sinar matahari.
  4. Mengandung saponin sebagai emulsifier untuk meluluhkan kotoran
  • Demikian tulisan ini dibuat dari hasil penelitian dari sejumlah dosen dan tim dari Universitas Trunojoyo
  • Khoirul Hidayat dan Tim. Peneliti dari Program Studi Teknologi Industri Universitas Trunojoyo Madura