Infinity Education: Wajah Baru Pendidikan di Era 4.0

0
235

0Shares
0

Revolusi industri yang berdampak multidimensi pada kehidupan perlu mendapat perhatian serius dari lembaga pendidikan. Pengabaian terhadapnya akan membuat lembaga pendidikan tercerabut dari ruang kontekstual yang justru menjadi garapannya. Lembaga pendidikan mau tidak mau harus mengelaborasi secara kreatif fenomena yang berciri utama kemudahan, kecepatan, dan keluwesan ini. Dengan kata lain, lembaga pendidikan hari ini harus mau mendisrupsi diri dan menembus batasnya sendiri.

Kampusdesa.or.id-Perkembangan teknologi dewasa ini telah terjadi dengan begitu cepat. Hal tersebut bisa kita lihat dalam berbagai bidang, dalam industri otomotif misalnya, seiring dengan maraknya kampanye teknologi ramah lingkungan hampir semua perusahaan otomotif berusaha mendesain kendaraan yang berbahan bakar energi matahari yang dipelopori oleh peruhaan dari Amerika yaitu Tesla.

Inovasi lainnya juga terjadi pada telepon seluler, bisa kita saksikan di layar televisi atau media lainnya, hampir setiap minggu bahkan mungkin setiap hari, perusahaan telepon seluler mengiklankan produk-produk barunya dengan tawaran fitur yang lebih canggih dan merangsang konsumen untuk selalu membelinya.

Kecepatan yang dahsyat juga terjadi pada perkembangan software aplikasi yang menjadi penopang perkembangan hardware seperti yang diceritakan dalam paragraf sebelumnya. Cara sederhana untuk mengetahui kecepatan perkembangan tersebut, marilah kita sama-sama sekarang membuka fitur Playstore atau IOS pada smartphone kita masing-masing. Di sana bisa kita saksikan beraneka ragam aplikasi dengan berbagai macam kegunaan yang menjadi kebutuhan kita atau bahkan tidak pernah sempat kita pikirkan kegunaannya. Ketika aplikasi tersebut sudah diinstal pada maka kita bisa melakukan apa saja yang menjadi keinginan atau kebutuhan kita dengan jari pada layar smartphone.

“Dengan hanya menekan aplikasi pada layar smartphone, maka makanan yang kita inginkan akan hadir ke hadapan kita dengan bantuan ojek online”

Perkembangan teknologi telah mendisrupsi kehidupan manusia sekarang. Dahulu, ketika kita mau membeli makanan, maka kita harus keluar rumah dan pergi ke warung untuk mendapatkan makanan yang kita inginkan. Akan tetapi hal tersebut tidak terjadi sekarang, dengan hanya menekan aplikasi pada layar smartphone maka makanan yang kita inginkan akan hadir ke hadapan kita dengan bantuan ojek online.

Dahulu, untuk mendapatkan berita kita yang terjadi pada hari ini, kita harus masih menunggu besok hari untuk bisa membaca berita tersebut pada surat kabar, atau minimal menunggu tayangan pada layar televisi. Akan tetapi, sekarang dengan menginstall aplikasi kanal berita tertentu pada smartphone, kita bisa mendapatkan informasi dengan cepat dari berbagai kanal berita yang ada sesuai selera.

“Setiap orang bisa mengakses apapun yang dinginkan, melakukan apapun sesuai selera dengan gawai yang mereka punya”

Kehidupan sekarang menjadi semakin simpel, cepat dan tidak terbatas. Setiap orang bisa mengakses apapun yang dinginkan, melakukan apapun sesuai selera dengan gawai yang mereka punya. Perubahan yang sedemikian cepat tersebut tentu memiliki dampak baik langsung maupun tidak langsung yang bersifat positif maupun tidak langsung pada masyarakat kita. Lembaga pendidikan memiliki peran yang sangat strategis untuk bisa meminimalisir atau bahkan mencegah dampak negatif dari penggunaan teknologi pada masyarakat.

Institusi Pendidikan 4.0

Lembaga pendidikan memiliki peran yang tidak ringan dan sangat strategis dalam situasi dan kondisi terkini. Memasuki tahun politik 2019 seringkali kita jumpai berita, kabar dan informasi yang tidak benar (Hoax) yang menjadi viral di media sosial berupa isu keagamaan, sosial dan lain sebagainya. Disitulah letak kerentanan terjadinya salah faham bahkan konflik sosial apabila tidak ada penyeimbang yang memiliki penguasaan konten serta yang familiar dengan teknologi.

“Lembaga pendidikan harus didesain sedemikian rupa agar memiliki akselerasi yang cepat serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman”

Dengan asumsi yang terbangun diatas, menjadi sebuah keniscayaan lembaga pendidikan harus berbenah secepatnya dalam beberapa aspek. Pertama, penguatan kelembagaan, hal tersebut merupakan aspek yang fundamental untuk menjadikan lembaga sehat secara institusional. Lembaga pendidikan harus didesain sedemikian rupa agar memiliki akselerasi yang cepat serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Kurikulum juga penting harus terfokus pada kondisi peserta didik yang dinamis dan memiliki konten yang relevan dengan kebutuhan pengguna”

Kedua, reorientasi kurikulum, kurikulum lembaga pendidikan harus didesain untuk bisa berkembang dan fleksibel dan membuka peluang seluasnya-luasnya untuk setiap saat dilakukan perubahan sesuai perkembangan zaman. Selain itu, kurikulum juga penting harus terfokus pada kondisi peserta didik yang dinamis dan memiliki konten yang relevan dengan kebutuhan pengguna.

Ketiga, melek literasi, menghadapi revolusi industri 4.0 agar lulusan bisa kompetitif perlu penyiapan agar lulusan tidak hanya melek dengan literasi lama terkait dengan membaca, menulis dan berhitung. Akan tetapi dibutuhkan literasi baru (Aoun, MIT, 2017) menyangkut kemampuan untuk membaca, analisis dan menggunakan informasi (big data) di dunia digital, lalu kemampuan untuk memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi seperti coding, artificial intelegence, & Engineering Principles (Literasi Teknologi) dan yang terakhir yaitu pemahaman tentang nilai-nilai humanities, komunikasi dan desain (Literasi Manusia).

Ikhtiar untuk mewujudkan lembaga pendidikan yang ideal seperti yang digambarkan di atas, tentu membutuhkan kerja keras, fokus, fikiran terbuka dan istiqomah berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemangku kebijakan pendidikan, pengajar, peserta didik serta masyarakat pengguna lulusan. Dengan begitu lembaga pendidikan akan memiliki peran optimal dan mampu menembus batas (infinix) di era revolusi industri 4.0. Wallahua’lam