Senin, Januari 5, 2026
spot_img
BerandaBerita InspiratifUNICEF Dorong Penguatan Muatan Pemberdayaan dalam Pendidikan Kesetaraan Paket C

UNICEF Dorong Penguatan Muatan Pemberdayaan dalam Pendidikan Kesetaraan Paket C

Kampusdesa.or.id–Pendidikan Kesetaraan Paket C merupakan jalur pendidikan nonformal yang diselenggarakan untuk memberikan layanan pembelajaran setara Sekolah Menengah Atas bagi masyarakat yang menempuh pendidikan di luar sistem formal. Keberadaan Paket C selama ini menjadi bagian penting dalam upaya memperluas akses pendidikan, khususnya bagi murid yang memiliki pengalaman belajar dan latar belakang sosial yang beragam. Dalam konteks tersebut, Pendidikan Kesetaraan tidak hanya berfungsi sebagai sarana memperoleh ijazah, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang berperan dalam membangun kapasitas murid.

Seiring dengan perkembangan kebijakan pendidikan, perhatian terhadap kualitas pembelajaran di Pendidikan Kesetaraan terus diperkuat. Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah penguatan Muatan Pemberdayaan sebagai bagian dari kurikulum Paket C. Muatan ini diarahkan untuk mendukung murid dalam mengembangkan keterampilan, membangun kepercayaan diri, serta memahami peran mereka dalam kehidupan sosial. Pendekatan ini menempatkan pembelajaran tidak hanya sebagai proses akademik, tetapi juga sebagai proses pengembangan diri murid.

Pendidikan Kesetaraan dan UNICEF
Upaya penguatan Muatan Pemberdayaan tersebut mendapat dukungan dari United Nations Children’s Fund atau UNICEF Indonesia yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. UNICEF mendukung pengembangan dan penyempurnaan Modul Pemberdayaan Remaja untuk Pendidikan Kesetaraan Paket C sebagai bagian dari program peningkatan kualitas pendidikan nonformal. Dukungan ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan, salah satunya pelaksanaan lokakarya konsultatif untuk meninjau dan menyempurnakan modul pembelajaran.

Sebagai bagian dari proses tersebut, UNICEF Indonesia menyelenggarakan Lokakarya Konsultatif dan Uji Keterbacaan Modul Pemberdayaan Remaja untuk Pendidikan Kesetaraan Paket C pada 16 sampai 17 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Swiss Belhotel Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten. Lokakarya ini melibatkan unsur pemerintah, akademisi, pendidik, serta perwakilan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dan Sanggar Kegiatan Belajar dari berbagai wilayah.

Baca juga: Pasar Ramadhan PKBM Bestari, Modal Memberdayakan Peserta Didik

Dalam kerangka acuan kegiatan yang disusun UNICEF, Pendidikan Kesetaraan dipandang sebagai jalur pembelajaran yang dirancang fleksibel untuk menjangkau murid yang melanjutkan pendidikan di luar sistem formal. Murid Paket C memiliki latar belakang usia, pengalaman belajar, dan kondisi sosial yang berbeda. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang agar mudah dipahami, relevan dengan kehidupan sehari hari, serta dapat diterapkan dalam berbagai konteks pembelajaran pendidikan nonformal.

Muatan Pemberdayaan dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Melalui muatan ini, murid diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, mengekspresikan gagasan, serta terlibat dalam pembelajaran yang mendorong pemecahan masalah. Pembelajaran diarahkan agar murid tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat aktif dalam proses belajar melalui diskusi, kerja kelompok, dan refleksi pengalaman. Pendekatan ini memberi ruang bagi murid untuk memahami diri dan lingkungannya.

Muatan Pemberdayaan dan Kebijakan Nasional

Pengembangan Muatan Pemberdayaan selaras dengan kebijakan nasional sebagaimana tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Nomor 46 Tahun 2025. Dalam bagian Capaian Pembelajaran Muatan Pemberdayaan, Pendidikan Kesetaraan diarahkan untuk membentuk lulusan yang memiliki kemampuan mengelola diri, bekerja sama, serta berperan dalam lingkungan sosial. Capaian pembelajaran tersebut menjadi rujukan dalam penyusunan modul dan pelaksanaan pembelajaran Paket C.

Lokakarya Konsultatif dan Uji Keterbacaan yang difasilitasi UNICEF menjadi forum untuk menelaah kesesuaian Modul Pemberdayaan Remaja dengan capaian pembelajaran tersebut. Dalam kegiatan ini, peserta melakukan kajian terhadap struktur modul, alur pembelajaran, kegiatan inti, serta bentuk penilaian. Aspek keterbacaan bahasa dan kemudahan penggunaan juga menjadi perhatian agar modul dapat digunakan secara efektif oleh pendidik di lapangan.

Selain itu, proses lokakarya juga menelaah kesesuaian modul dengan kerangka kurikulum Paket C serta kebutuhan murid Pendidikan Kesetaraan. Diskusi dilakukan untuk memastikan bahwa modul mampu mendukung pembelajaran yang inklusif dan dapat diakses oleh murid dengan latar belakang yang beragam. Dengan demikian, modul diharapkan dapat menjadi panduan pembelajaran yang aplikatif dan relevan.

Baca juga: Menjaga Tradisi dan Budaya tanpa Melukai Keimanan

Bagi pendidik, Modul Pemberdayaan Remaja berfungsi sebagai acuan dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran Muatan Pemberdayaan. Modul ini membantu pendidik menyusun kegiatan belajar yang terarah, namun tetap memberi ruang penyesuaian sesuai dengan kondisi murid dan satuan pendidikan. Pendekatan ini mendukung pembelajaran yang partisipatif dan mendorong keterlibatan aktif murid.
Penguatan Muatan Pemberdayaan juga mencerminkan upaya peningkatan kualitas Pendidikan Kesetaraan secara berkelanjutan. Pendidikan nonformal diposisikan sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki peran penting dalam menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan formal. Oleh karena itu, peningkatan mutu pembelajaran menjadi perhatian dalam pengembangan Pendidikan Kesetaraan Paket C.

Paket C tidak hanya dipahami sebagai jalur alternatif untuk memperoleh ijazah setara SMA, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang mendukung pengembangan kapasitas dan kemandirian murid.

Melalui dukungan UNICEF, Pendidikan Kesetaraan Paket C diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang relevan dan bermakna bagi murid. Paket C tidak hanya dipahami sebagai jalur alternatif untuk memperoleh ijazah setara SMA, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang mendukung pengembangan kapasitas dan kemandirian murid. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat peran Pendidikan Kesetaraan dalam mendukung pembelajaran sepanjang hayat.

Penyelenggaraan Lokakarya Konsultatif dan Uji Keterbacaan Modul Pemberdayaan Remaja menunjukkan komitmen bersama antara UNICEF dan pemerintah dalam memastikan kualitas pembelajaran pendidikan nonformal. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam proses ini menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi kebijakan di tingkat satuan pendidikan.

Dengan penguatan Muatan Pemberdayaan, Pendidikan Kesetaraan Paket C diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga mendukung pengembangan diri murid. Pendekatan ini memperkaya makna belajar dan memperkuat posisi pendidikan nonformal sebagai bagian penting dalam pembangunan pendidikan nasional.

Astatik Bestari
Astatik Bestari
Pendiri PKBM Bestari Jombang. Praktisi pendidikan formal, nonformal, dan informal. Peserta, fasilitator, dan narasumber kegiatan yang diselenggarakan direktorat di lingkungan Kemdikdasmen. Ketua 2 DPP ASTINA & Ketua bidang Peningkatan Mutu PTK di DPW FKPKBM Jatim, dan anggota bidang Pendidikan Nonformal dan Informal di LP Ma'arif PCNU Jombang. Kontributor di berbagai media, penggerak literasi masyarakat, dan pegiat pendidikan berbasis komunitas.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments