Ragam Reaksi Warga Indonesia perihal Virus Corona

0
373

0Shares
0

Selasa (02/03), presiden Jokowi mengumumkan bahwa ada 2 orang Indonesia yang positif terjangkit virus Corona. Hal ini membuat netizen +62 mengeluarkan banyak komentar. Bukan hanya itu, reaksi negara berflower ini juga bermacam-macam. Lalu, apa sajakah reaksi orang Indonesia terkait berita virus Corona yang semakin marak diperbincangkan?

Kampusdesa.or.id-Sejak akhir bulan Februari kemarin, berita jamaah umroh yang dipulangkan ke Indonesia mulai menyebar, ditambah keesokan harinya muncul surat edaran dari kedutaan Arab Saudi yang menghentikan sementara lalu lalang di wilayah kerajaannya, baik yang sedang berwisata, menunaikan ibadah, atau urusan lainnya. Semua itu dilakukan dalam rangka melakukan perlindungan, pengamanan, pencegahan, pengendalian, dan pemusnahan virus Corona.

Sebab, sebelum memasuki kota Mekkah, para jamaah melakukan pemeriksaan kesehatan sehingga ditemukan jamaah yang mengalami tanda gejala pengidap virus Corona. Meskipun belum dinyatakan positif, namun kedutaan Arab Saudi langsung mengambil keputusan untuk memulangkan seluruh jamaah umroh ke negaranya masing-masing. Untuk lebih tertib dan terhormat, akhirnya Raja Arab Saudi menyebarkan surat edaran tersebut. Hal ini tentu menyebabkan kerugian besar bagi penyedia jasa travel haji dan umroh, khususnya dari Indonesia.

Mau tidak mau, terpaksa atau tidak, beberapa pihak travel mengembalikan sebagian uang yang sudah masuk kepada jamaah yang sudah siap berangkat umroh.

Setelah keputusan dan surat edaran keluar, ternyata negara lain seperti Turki pun melakukan tindakan yang sama. Sementara, banyak sekali paket umroh plus (bonus singgah ke negara Turki). Mau tidak mau, terpaksa atau tidak, beberapa pihak travel mengembalikan sebagian uang yang sudah masuk kepada jamaah yang sudah siap berangkat umroh. Tetapi, lain halnya dengan jamaah umroh yang telah tiba di Jeddah atau Madinah atau jamaah umroh yang mengalami penjadwalan ulang (reschedule) keberangkatan umroh.

Selasa (02/03), presiden Jokowi mengumumkan bahwa ada 2 orang Indonesia yang positif terjangkit virus Corona. Kejujuran dan kenyataan pahit ini membuat para Tenaga Kerja Kesehatan (TENAKES) risau, apalagi ada yang melakukan kontak dengan 2 orang terjangkit virus tersebut dalam 24 jam terakhir diantara 72 orang dalam tempat karantina, salah satunya seorang dokter. Hal ini membuat tugas dan kewajibannya menangani pasien, mengalami kesulitan hingga harus medelegasikan tugasnya kepada sesama rekan sejawat. Lalu, apa sajakah reaksi orang Indonesia terkait berita virus Corona yang semakin marak diperbincangkan? Langsung saja, cekidot.

  1. Memborong masker

Sudah terlalu banyak pemaparan informasi penyakit dari virus Corona sehingga banyak yang berusaha mencegahnya dengan memakai masker. Hal ini menyebabkan harga Masker melonjak drastis. Dari 20 ribu/box menjadi 400 ribu/box. Luar biasa, bukan? Parahnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan masker sebenarnya dipakai untuk orang sakit. Orang yang sehat tidak perlu ikut-ikutan memborong masker. WHO sendiri menyatakan masker tidak ada gunanya untuk mencegah penularan virus Corona. “Masker itu dipakai orang sakit agar tidak menulari orang sehat,” katanya kepada wartawan, Sabtu (15/2/2020).

  1. Menyetok sembako berlebihan

Ternyata, sebagian besar ibu rumah tangga yang memang jarang keluar rumah memutuskan untuk membeli persediaan sembako lebih banyak dari biasanya, agar tidak keluar rumah lagi. Munculnya kejadian ini semakin menyulitkan perbedaan antara sikap malas dan pinter alasan.

  1. Membeli hand sanitizer

Salah satu upaya pencegahan berikutnya adalah cuci tangan. Ada yang merasa khawatir bila sedang bepergian, lalu jauh dari tempat air mengalir, sehingga memilih sedia hand sanitizer untuk dibawa kemana-mana. Tidak menjadi masalah memakai hand sanitizer, asalkan tidak dipakai terus menerus. Sebab, mencuci tangan dengan air mengalir sangat dianjurkan dan ampun membunuh virus Corona.

  1. Sibuk dengan urusannya sendiri

Ternyata, tidak semuanya memiliki respon yang sama terkait virus Corona. Ada yang masih terus jualan online, berbisnis, atau mengisi seminar dan kajian. Kaya enggak terjadi apa-apa, padahal Indonesia sedang geger karena virus Corona. Tapi, tidak menutup kemungkinan kalau orang yang tipe ini adalah orang yang berpikir jauh. Mengapa? Tentu dengan adanya kenaikan harga masker, bisa saja orang tipe ini sudah berpikir bahwa selanjutnya barang sembako mulai kehabisan stok, akibatnya permintaan meningkat dan harga ikutan meningkat.

  1. Berserah

Ada loh yang justru semakin meningkatkan ibadahnya, wudhunya, do’anya, dan sedekahnya. Lebih kece lagi menjaga banget kesucian wudhunya, taqwanya dan tawakalnya hingga mencapai level tak tertandingi. Semuanya diserahkan kepada Allah SWT, bahkan kejadian virus Corona ini dijadikan wasilah untuk terus bedekatan dengan Sang Pencipta. Sungguh, tak ada suatu penyakit tanpa ada obatnya.

  1. Stress berat

Orang tipe ini, hanya bisa berkata negatif dan terus menerus bertanya, “Duh, gimana ya? Nanti gimana ni. Ah, lagian Indonesia gimana sih, kurang ketat keamanannya.”

Bisa dibilang hanya memperkeruh suasana hati dan pikiran. Seolah menjadi orang yang paling stress dan depresi menghadapi virus Corona. Enaknya diabaikan aja atau iyain aja biar cepet.

  1. Menggadaikan barang menjadi emas logam mulia.

Ini orang yang pikirannya bener-bener jauh. Katanya, “Setelah semua harga melonjak tinggi naik drastis, kemungkinan nilai rupiah semakin menurun. Akibatnya terjadi revolusi seperti tahun 1998, yang bernilai hanyalah dinar dan dirham / emas dan logam mulia.”

Belum sampai otak ini mencerna apa yang dipikirkannya.

  1. Membagikan setiap pesan masuk dari WhatsApp

Padahal ia sendiri belum membaca pesan tersebut, tapi langsung membagikan ke orang lain. Ketika ada yang minta klarifikasinya, orang tersebut malah kebingungan. Entah sebuah hobby atau memang pribadinya seperti itu. Mungkinkah mencari sensasi?

  1. Meratapi nasib BCL

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwasannya, suami dari Bunga Citra Lestari meninggal dunia pada tanggal 18 Februari 2020. Kini, status ibu beranak satu itu menjadi janda. Tentu saja para BCLicious saat ini kembali dihebohkan oleh kehadiran BCL di atas panggung Indonesian Idol tadi malam (02/02/20). Menjadi kebanggan tersendiri bagi mereka karena BCL telah bangkit dari keterpurukannya. Namun, kembali terisak saat Judika menyanyikan lagu single terbarunya.

Editor : Faatihatul Ghaybiyyah