Sabtu, Mei 2, 2026
Beranda blog Halaman 8

Rembug Komunitas; Gusdurian Malang Tawarkan Peluang Menjadi Aktifis Penggerak

0

Kampusdesa.or.id–Pandemi membawa pelajaran penting bagi Gusdurian Muda Malang. Yakni, redupnya peran penggerak karena mereka kembali ke barak, tetapi mengaktifasi Gusdurian Peduli sebagai pilihan gerak di waktu pandemi. Bahkan para penggerak lama merasa gelisah untuk mengaktifasi kembali para penggerak baru karena Garuda Malang pernah berjaya mewarnai jaringan Gusdurian Nasional. Rembug Komunitas dipilih untuk mengurai kegelisahan yang ada agar segera menemukan gerak baru.

Rembug Komunitas akhirnya berhasil diselenggarakan di Perpustakaan Anak Bangsa Kecamatan Jabung Kab. Malang  di bawah kepemilikan Eko Cahyono, salah satu jejaring Gusdurian Malang, pada Sabtu, 7 Januari 2023 mulai pukul 10 pagi hingga 16:30 sore. Hadir di tempat ini para senior Gusdurian Malang dan para penggerak lama yang pernah menjadi aktifis utama di gerakan Gusdurian sebelum pandemi. Forum rembug ini difasilitasi Bahru Thohir, mewakili Sekretariat Gusdurian Nasional. Bahru adalah kader penggerak yang matang dan berproses di Gusdurian Malang. Setelah lulus dan melanjutkan studi S-2 di Yogyakarta, potensinya dilirik Seknas dan dijadikan sebagai sebagian orang kunci di Seknas Gusdurian.

Baca juga: 40 days of Kanjuruhan Tragedy and Interfaith Prayers

Forum rembug dikelola dengan beberapa metode diskusi kelompok yang sering digunakan pada pelatihan-pelatihan penggerak dan kepemimpinan di Gusdurian Nasional. Beberapa metod yang digunakan antara lain udar asumsi, analisis kondisi komunitas menggunakan teknik teori U (iceberg analysis), dan teknik model kanvas.

Teknik tersebut menghasilkan beberapa penyegaran berpikir dan semangat baru. Pertama, problematika sebelum pandemi yang menyisakan redupnya komunikasi penggerak membutuhkan level komunitas intensif bagi para penggerak lama yang masih ada di Malang. Para penggerak lama butuh turun gunung untuk mengaktifkan sensor gerakan.

Kedua, mengumpulkan orang-orang yang pernah terhubung selama ini melalui teknik Haul dan local meeting. Situasi kini menjadi media mengaktifkan sensor para pecinta Gusdurian yang beberapa kali sudah terhubung di masa pandemi agar mereka rekat dengan situasi baru. Haul dan local meeting yang hendak diselenggarakan dijadikan sebagai proses optimalisasi dan promosi agar orang baru yang beberapa kali terhubung lebih yakin menjadi bagian dari Gusdurian aktif.

Ketiga, upaya yang lahir dari udar asumsi dan menemukan pilihan peremajaan aktifis penggerak Garuda. Sedemikian disaat locat meeting, Garuda Malang memiliki sumberdaya penggerak pemula baru yang sedikit terpantik dalam kepedulian gerak untuk regenarsi.

Peluang Menjadi Penggerak Garuda

Bagaimana saya bisa masuk Garuda Malang?

Anda dapat mengenal lebih dekat Gusdurian Muda Malang dengan hadir sebagai bagian partisipan Haul. Ikuti media sosial Garuda Malang untuk tahu tanggal Haul di Malang ya. Boleh langsung datang ya, tidak harus Anda menerima undangan kami. Publikasi di media sosial Garuda sudah menjadi undangan resmi. Kalau pingin lebih cepat berkomunikasi, Anda boleh kok DM ke instagram atau WA ke narahubung yang biasa tertera di flyer. Pokoknya tidak ada syarat lain kecuali Anda ingin bergabung.

Baca juga: Dari Ambon Menjadi Indonesia, Suara dari Kana Kopi

Apa ada syarat yang perlu disediakan?

Ealah, tidak ada syarat apa-apa kawan. Garuda Malang terbuka terhadap siapapun. Kami memiliki prinsip kesetaraan. Jadi tidak ada syarat bermacam-macam untuk bergabung. Apalagi harus mendaftar dengan mengisi form dan macam data pendukung. Garuda Malang adalah komunitas kultural yang diakui sebagai kelompok penggerak jaringan Gusdurian nasional. Kami belajar untuk saling memanusiakan diantara kita sehingga hubungan kami bersifat kultural dan tanpa membeda-bedakan.

Apa yang akan saya dapatkan kalau bergabung di Gusdurian Muda Malang?

Wow, so banyak deh. Anda akan diberi kesempatan belajar mengelola gerakan secara bersama-sama. Jika belum banyak pengalaman, Anda pasti akan ditemani secara enjoy dengan para pendahulu yang sudah sering bergerak. Hanya kemauan syaratnya, sedangkan ketrampilan bergerak, kami akan membersamai anda berproses. Kami pun akan mulai membelajari Anda bagaimana menjadi aktifis dengan berbagai isu, termasuk menjadi sukarelawan Gusdurian Peduli untuk penanggulangan bencana. Akan ada beberapa pelatihan yang disediakan, baik lokal dan nasional dengan konten seru dan baru lo.

Memang, apa bedanya dengan organisasi masyarakat atau mahasiswa?

He… he…. Gusdurian Muda Malang, bergerak pada basis nilai, bukan identitas kelompok sehingga tidak ada doktrinasi ideologi. Basis nilai dimaknai sebagai gerakan organik yang mengedepankan nilai (diantaranya 9 Nilai Gus Dur). Sedangkan dimensi rupa-rupa identitas orang tidak menjadi ukuran utama. Singkatnya, kami tidak melihat siapa Anda, tetapi nilai-nilai utama yang dipahamilah yang menjadi tujuan juang dan kerekatan relasi. So. Kami sudah terbiasa berhubung dengan keragaman dari masing-masing orang.

Gusdurian Muda Malang Menunggu Anda diajak belajar menjadi penggerak, sebuah modal masa depan bagaimana Anda dapat menjadi aktifis utuh dengan basis nilai, bukan ideologi organisasi sebagaimana yang umumnya ada. Latar belakang agama, suku, golongan, dan lainnya tidak dilihat karena Gusdurian melintasi identitas orang, alias boleh saja Anda meski beda agama, suku, budaya, gender, atau golongan.

Kalau bingung, hubungan saya saja deh di media sosial saya (facebook, instagram, atau whatsapp).

Metode Pemberdayaan Imamah; Mengubah dari Sense of Budgeting ke Sense of Benefit

0

Kampusdesa.or.id–Siti Nur Imamah menjadi katalisator penghijauan kelor (moringa oleifera) Nganjuk. Saat pemerintah Nganjuk mengalami beberapa kendala melakukan penghijauan dengan anggaran daerah, justru Ibu ini menjadi antitesis dan merobohkan mitologisasi bahwa pemberdayaan dan penghijauan tidak melulu soal penganggaran, tapi tentang mentalitas. Imamah mempunyai metode penghijauan dengan teknik pemberdayaan, yakni mengubah dari sense of budgeting ke sense of benefit.

Ketika pemerintah melakukan kelorisasi lahan sebagai pengganti pertanian perbukitan yang digunakan masyarakat, ada ruang kepemilikan yang menyisakan kehilangan. Masyarakat telah kehilangan penghasilan, sementara kelor tidak menjadi pilihan bagi mereka. Kata Imamah, ya ujung-ujungnya dirusak oleh masyarakat.

Tujuan menyelamatkan lahan akhirnya tidak menghasilkan tumbuhnya perubahan bagi orang yang sudah terbiasa dan nyaman serta kehidupannya tergantung dari olah lahan asal. Budget (anggaran) yang ratusan juta belum juga menjadi jawaban dan pilihan kelorisasi sebagai penghasilan seksis bagi masyarakat.

Tujuan baik masih ala pemilik kebijakan dan kepentingan pemerintah. Tujuan baik menghilangkan akses, bahkan kebutuhan ekonomi sebagai anchor perilaku olah lahan yang sudah bertahun-tahun menjadi penopang hajat masyarakat pengolah hutan tersingkir. Ujung-ujungnya, kepentingan baik pemerintah berhadap-hadapan dengan kebutuhan bertahan masyarakat.

Kasus ini mengingatkan pada sebuah hikmah, niat baik yang disampaikan dengan saluran yang tidak tepat bisa menjadi keburukan.

Kesenjangan hak dan kewajiban meroket menjadi perlawanan. Kasus ini mengingatkan pada sebuah hikmah, niat baik yang disampaikan dengan saluran yang tidak tepat bisa menjadi keburukan. Begitu juga kaidah ushul fiqh yang menyataka, mendahulukan kebaikan tetapi berakibat kerusakan bukan pilihan dalam membuat keputusan. Namun, menunda kebaikan yang utama, atau membela kemadhorotan yang ringan tetapi tidak merusak segala-galanya, justru menjadi strategi utama dalam mengambil keputusan. Kaidah itu secara teks berbunyi, “Jika ada beberapa kemaslahatan bertabrakan, maka maslahat yang lebih besar (lebih tinggi) harus didahulukan. Dan jika ada beberapa mafsadah (bahaya, kerusakan) bertabrakan, maka yang dipilih adalah mafsadah yang paling ringan.”

Baca juga: Sehat dengan Hemat Menggunakan VCO Buatan Sendiri

Sense of budgeting (kepentingan pemberian anggaran) untuk penghijauan kelor telah mengabaikan anchor (jangkar) motiv hak ekonomi, meskipun menyelamatkan hutan. Sebaliknya, pendanaan (budgeting) itu tidak menjadi jawaban pengganti bagi kepentingan ekonomi warga. Ini yang menjadi kebiasaan panjang dan alasan bagi masyarakat mengolah lahan.

Mentalitas ini belum menjadi penjamin dialektika kepastian dalam proses penghijauan. Penghijauan tidak sebanding dengan keuntungan sehingga bagi masyarakat tetap menjadi imajinasi kepentingan yang tidak membela nalar pragmatis keuntungan pengolahan lahan. Tentunya budgeting memang sangat dibutuhkan, tetapi tidak menyentuh nalar dialektis pragmatis bagi masyarakat yang diajak berpindah menghijaukan lahan dengan tanaman kelor. Sama seperti diberi bantuan ternak, setelah selesai serah terima, ternaknya dijual untuk kebutuhan mendesak warga. 

Analisis Pragmatis Keuntungan (Sense of Benefit)

Penghijauan tidak bisa dilepaskan dari nilai pragmatis masyarakat di sekitar hutan. Apalagi masyarakat ini sebelumnya adalah petani yang memanfaatkan lahan hutan sebagai sumber utama penghidupan mereka. Imamah memberikan pendekatan yang berbeda dengan pemerintah. Kalau tujuan utama pemerintah tanpa melakukan pendekatan pragmatis terhadap masyarakat di sekitar hutan, Imamah mengambil hati masyarakat dengan melibatkan mereka sekaligus memberikan pendampingan terhadap hasil tanam baru sebagai pengganti komoditas ekonomis masyarakat di sekitar hutan.

Imamah kemudian mengorganisir masyarakat dan membagi wilayah hutan yang dihijaukan dengan daun kelor untuk dibagi agar hasil kelolanya nanti juga dapat dipanen warga.

Imamah tidak mengesampingkan cara pandang pragmatis masyarakat. Dia menegaskan bahwa tanaman kelor akan sama dapat diambil manfaatnya guna mengganti sumber penghidupan ekonomi masyarakat. Imamah kemudian mengorganisir masyarakat dan membagi wilayah hutan yang dihijaukan dengan daun kelor untuk dibagi agar hasil kelolanya nanti juga dapat dipanen warga.

Perbedaan pendekatan Imamah terletak di penguatan nilai pragmatis dari kelor ketimbang penghijauan itu sendiri sehingga dia tidak berhenti hanya pada penanaman tetapi berusaha melakukan penguatan sense of benefit. Perlu persuasi (bujuk rayu) dan asertifitas (ketegasan), bahkan marah-marah bisa jadi senjata Imamah untuk meyakinkan petani. Imamah memiliki pendekatan meninggalkan gaya budgeting yang tidak mengenali tujuan masyarakat. Jika tujuan masyarakat adalah adanya pengganti kecukupan ekonomi maka bagi Imamah, sense of benefit menjadi visi dan mimpi bersama bagi masyarakat sekitar hutan. Cara ini dapat meningkatkan simpati masyarakat, meski nilai ekonomisnya juga belum nampak jelas. Namun Imamah tidak berhenti di posisi masyarakat yakin dan mau menanam pohon kelor. Sisi pengetahuan tidak cukup menjadi alat perubahan. Bukti profit adalah fakta yang harus dibuktikan.

Perilaku Transaksional

Pengalaman itu memberikan pemahaman bahwa perubahan bukan tentang mengedepankan pola pikir (mindset). Perubahan dimulai dengan menunjukkan proses keuntungan sebagai bukti yang nyata dan obyektif untuk mendapatkan hasil baru dan langsung segera tergambar. Fakta keuntungan yang realistis dan terjangkau adalah proses penting dalam membuat penawaran perubahan.

Sebaik pengetahuan yang kita sodorkan, baik dalam seminar, dan pelatihan tidak akan digubris oleh masyarakat. Masyarakat alot karena memang mereka tumbuh dalam kemapanan hajat ekonomi yang sudah mendarah daging. Ini tidak mudah dibalik dengan abagadabra. Kenyataan tersebut sudah menjadi motif laten (mengkristal) dalam pengalaman mereka. Untuk memantik perubahan, mereka mesti membutuhkan pengalaman baru sebagai contoh tunggal yang terukur secara material. Pengalaman inilah yang kemudian diikuti dengan pertumbuhan dan penguatan inspirasi bagi perubahan kelompok masyarakat tertentu.

Kita bisa membuat pemetakan penilaian cepat untuk menemukan orang-orang yang memang bisa menerima niat baru kita menjadi sekutu handal. Jumlah mereka tidak harus banyak. Cukup orang-orang yang memang memiliki kemauan baik, orang yang mudah belajar hal baru.

Baca juga: Bunga Kenanga berpadu VCO Bermanfaat untuk Kecantikan Kulit dan Rambut

So. Cari orang yang dapat menjadi agen yang mau mencoba praktik baik tersebut. Cara ini akan lebih mudah ajakan kita untuk diterima dan diikuti. Kita bisa membuat pemetakan penilaian cepat untuk menemukan orang-orang yang memang bisa menerima niat baru kita menjadi sekutu handal. Jumlah mereka tidak harus banyak. Cukup orang-orang yang memang benar-benar memiliki kemauan baik, orang yang mudah belajar hal baru, dan cenderung lebih dapat mengikuti orang lain. Cara yang bisa dilakukan seperti mengamati anggota masyarakat yang punya perilaku positif menyimpang (positive deviance), dan sering-sering mengajak mereka untuk berbicara santai dengan memanfaatkan media kongkow bebas. Ciri ini penting agar ide perubahan dapat tempat di hati masyarakat.

Moringa Oleifera Nganjuk

Setahu penulis, produk disamping adalah hasil mutakhir dari proses panjang pemberdayaan yang dilakukan oleh Siti Nur Imamah. Silahkan jika ingin belajar pemberdayaan dari Imamah, anda bisa menghubungi facebook atau instagramnya.

Kita bisa kemudian berkolaborasi (bekerjasama) dengan orang ini meskipun tidak sampai puluhan orang. Mentok kita bisa pilih aktor tersebut hanya lima orang atau bahkan satupun tidak masalah. Bagi kita yang penting ada contoh baik terlebih dahulu. Seperti yang pernah disampaikan oleh Imamah, kadang aparat desa tidak dilibatkan untuk program pemberdayaan, justru masyarakat atau sejumlah perangkat desa yang kooperatif saja yang akan dia dorong dan diajak melakukan inisiatif perubahan tersebut.

Ketika mereka sudah saling percaya dan membuat sekutu kecil-kecilan. Mereka adalah agen yang menjadi contoh baik yang perlu semakin banyak untuk dikondisikan di desa yang ada. Jika ada yang sudah berhasil, perluas jangkauan inspirasi tersebut lebih luas pada orang-orang yang lebih terbuka dan memiliki inisiatif baik. Perubahan masyarakat tidak serta merta dapat digerakkan menggunakan formalisme birokrasi. Mereka membutuhkan sentuhan personal dan kolektif (komunitas) untuk memahami spirit perubahannya.

Baca juga: Perempuan di Balik Sekolah Rakyat dan Wisata Desa Petung Ulung Nganjuk

Nah, gerak pemberdayaan yang dilakukan oleh Imamah adalah dengan memantik tumbuhnya inspirasi pada level keuntungan finansial. Setidaknya masyarakat yang menjadi sekutu perubahan segera didorong untuk berpikir ke arah yang pragmatis dalam bentuk pembuktian uji-coba keuntungan. Dia kemudian berusaha untuk mendorong proses produksi dalam bentuk olahan hasil pertanian kelor menjadi komoditas pangan sehat. Mereka diajak membuat berbagai varians kelor yang familier dengan nilai produksi.

Ini menjadi salah satu teknik menjangkau perilaku transaksional yang beroirentasi pada dampak yang realistik, meskipun tidak serta merta melahirkan keuntungan finansial secara langsung. Model ini memberikan gambaran kepada pelaku perubahan tentang kelayakan pendapatan yang paling memungkinkan atas hasil produksi sehingga mereka memiliki keyakinan untuk melihat bahwa sesuatu yang baru menjadi komoditas pilihan, yakni berupa inovasi produk, modifikasi produk, atau mempunyai nilai tambah.

Imamah menggunakan pendekatan bukan pada pencerahan mengenai kepentingan penghijauan, meskipun itu sangat penting bagi kelangsungan hutan dan hidup manusia secara umum. Imamah berusaha menyandingkan dengan kebutuhan dasar dan kelayakan keuntungan finansial dalam bentuk komoditas alternatif. Strategi ini menjadi lebih meyakinkan para pelaku perubahan karena mereka mendapatkan umpan balik keuntungan langsung secara ekonomi.

Semangat tersebut tidak hanya berfokus pada nilai utama tentang penghijauan dan kesadaran kesukarelawanan, namun diikuti oleh penguatan keuntungan dasar dalam bentuk pilihan komoditas alternatif.

Masyarakat didekatkan dengan habituasi kebutuhan dan perilaku suksesnya melalui model membangun kesadaran penghijauan sekaligus menjembataninya dengan mendapatkan komoditas alternatif. Semangat tersebut tidak hanya berfokus pada nilai utama tentang penghijauan dan kesadaran kesukarelawanan, namun diikuti oleh penguatan keuntungan dasar dalam bentuk pilihan komoditas alternatif. Masyarakat tidak hanya diberi kesempatan untuk menyadari tentang pengetahuan akan penghijauan. Mereka pun didorong melengkapi kebutuhan dasar ekonomi atas perilaku baru. Perilaku baru ini yang kemudian melengkapi kepercayaan masyarakat bahwa sesuatu yang baik pada nilai utama penghijauan pun dapat disinambungkan dengan penambahan nilai finansial bagi pelaku perubahan.

Di sinilah Imamah juga membangun transformasi pelaku perubahan (masyarakat) dengan meningkatkan perubahan habit (pembiasaan sukses masyarakat) melalui skenario komoditas yang layak di pasar daerah. Oleh karena itu, Imamah dan pelaku perubahan penghijauan kelor mendorong lahirnya produk olahan hasil kelor dalam berbagai brand lokal dengan tema makanan super (super food).

Membangun transaksi dengan model auto-benefit secara nyata dan langsung  

Imamah memiliki pendekatan yang lebih seimbang antara proses produksi dengan sayap pasar. Dia memiliki kemampuan mendampingi proses tanam sekaligus proses penjualannya. Dia memastikan produk yang diolah dapat dibawa ke konsumen. Proses ini dia lakukan sedemikian rupa agar kelor mulai dikenal. Dia juga mengurus pengemasan dan menawarkan aneka olahan kelor. Ada berbagai jenis kue kombinasi daun kelor, dan bubuk minuman daun kelor.

Strategi nunut jalur barang yang sudah laku merupakan teknik menjangkau kelangsungan pasar.

Imamah menunjukkan bukti kasat mata jika produksi kelor ini ada pembelinya. Kelor yang dikombinasi dengan kue juga memberikan peluang bagaimana Imamah mempengaruhi para penjual kue untuk menerima kreasi kombinasi kue kelor. Cara ini menjadi pilihan agar proses pasar kelor tidak harus dikemas mandiri dengan jenis kelor saja. Kelor yang dikombinasi dengan kue lama sebenarnya keuntungannya terletak pada injeksi alur pasar kelor yang nebeng dengan jalur pasar kue lama. Strategi nunut jalur barang yang sudah laku merupakan teknik menjangkau kelangsungan pasar. Dengan begini masyarakat melihat bukti pasar kelor secara nyata dan bernilai ekonomis. Selain itu Imamah juga menawarkan ke beberapa kenalan dan jaringannya untuk mengonsumsi kelor dari produk tersebut. Imamah memiliki inisiatif kuat sebagai sales untuk membuka jalur pasar.

Baca juga: Perempuan Seharusnya Bisa Keluar dari Budaya Patriarki

Transaksi auto-benefit ini terlihat nyata dan langsung bisa dibuktikan, atau bernilai imbal balik bagi kelompok produsen. Tanpa adanya perlakuan pasar yang gigih sebagaimana yang dilakukan Imamah, perubahan perilaku baru tidak mudah didorong menciptakan pembiasaan baru. Strategi keberuntungan dengan demikian perlu direalisasikan dalam contoh-contoh kecil akses pasar dan nilai dari komoditas kelor tersebut, meskipun nilai ini masih kecil di tahap awal sebagai uji komoditas baru.

Kepercayaan pragmatis, teknik menginisiasi pemberdayaan ekonomi warga

Memberdayakan masyarakat, khususnya dalam mengenalkan komoditas baru, yang terpenting didahulukan adalah akses komoditas yang kasat mata dapat diperdagangkan dan laku di pasaran. Cara ini dapat mengubah keyakinan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap komoditas baru. Jikalau dalam perspektif budgeting (penganggaran pemerintah), unsur produksi dalam berbagai pembiayaan pelatihan dan proses produksi menjadi pilihan formal. Sementara setelah semua itu dilakukan, masyarakat tidak memiliki akses pasar. Cara ini menciptakan kemandekan pemberdayaan karena keuntungan pragmatis atas nilai pasar komoditas baru tidak terjamah. Perlu ditegaskan, nilai hilir sebagai bukti pragmatis komoditas baru menjadi kunci mengubah kepercayaan dan kenyamanan lama ke kesadaran baru melalui uji nyata pasar produk.

Outlook Industri Jasa Keuangan Syariah Tahun 2022: Antara Peluang dan Tantangan

0

*Ditulis Oleh:
Siti Wiana Arti (Mahasiswi Prodi Ekonomi Syariah IAI TABAH Lamongan)

Kampusdesa.or.id–Industri jasa keuangan syariah di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya prinsip-prinsip syariah dalam kehidupan sehari-hari, permintaan akan produk dan layanan keuangan syariah pun semakin meningkat. Tahun 2022 menjadi tahun yang menarik untuk mengamati perkembangan industri ini, di tengah berbagai peluang dan tantangan yang ada.

Peluang Pertumbuhan yang Menjanjikan

Industri jasa keuangan syariah di Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang sangat menjanjikan. Salah satu faktor pendorong utama adalah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya prinsip-prinsip syariah. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan kelas menengah, semakin banyak masyarakat yang mencari produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan nilai-nilai agama. Hal ini membuka peluang besar bagi industri untuk memperluas basis nasabah dan meningkatkan pangsa pasar.

Salah satu peluang terbesar bagi industri jasa keuangan syariah adalah meningkatnya jumlah penduduk muslim di Indonesia. Hal ini berpotensi meningkatkan pangsa pasar produk dan layanan syariah. Selain itu, dukungan pemerintah melalui berbagai regulasi dan insentif juga mendorong pertumbuhan industri ini. Digitalisasi yang semakin masif juga membuka peluang baru untuk mengembangkan produk dan layanan keuangan syariah yang lebih inovatif dan mudah diakses.

Selain itu, digitalisasi yang semakin pesat juga menjadi katalisator pertumbuhan. Adopsi teknologi digital telah mengubah lanskap industri keuangan secara signifikan. Dengan memanfaatkan teknologi finansial (fintech), lembaga keuangan syariah dapat mengembangkan produk dan layanan yang lebih inovatif dan terjangkau. Misalnya, pengembangan platform digital untuk pembiayaan UMKM syariah, atau layanan perbankan digital yang berbasis syariah. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk mengakses layanan keuangan syariah dengan lebih mudah dan cepat.

Tantangan yang Menghambat Pertumbuhan

Industri jasa keuangan syariah di Indonesia, meski memiliki potensi besar, masih menghadapi sejumlah tantangan yang menghambat pertumbuhannya. Salah satu tantangan utama adalah rendahnya literasi keuangan syariah di kalangan masyarakat. Banyak masyarakat yang belum memahami secara mendalam prinsip-prinsip dasar keuangan syariah, sehingga kesulitan membedakan produk-produk syariah dengan konvensional. Selain itu, persepsi negatif terhadap produk keuangan syariah juga menjadi kendala. Terkadang, masyarakat masih beranggapan bahwa produk syariah memiliki tingkat keuntungan yang lebih rendah dibandingkan produk konvensional. Hal ini menyebabkan minat masyarakat untuk beralih ke produk syariah masih relatif rendah.

Selain tantangan di atas, industri jasa keuangan syariah juga dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten di bidang keuangan syariah. Jumlah tenaga kerja yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk mengelola produk dan layanan syariah masih terbatas. Persaingan dengan lembaga keuangan konvensional juga menjadi tantangan yang signifikan. Lembaga keuangan konvensional telah memiliki jaringan yang luas dan basis nasabah yang besar, sehingga sulit bagi lembaga keuangan syariah untuk merebut pangsa pasar. Terakhir, kompleksitas regulasi dan standar akuntansi syariah juga menjadi kendala dalam pengembangan produk dan layanan baru.

Untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada, industri jasa keuangan syariah perlu terus berinovasi dalam mengembangkan produk dan layanan. Beberapa contoh inovasi yang dapat dilakukan antara lain pengembangan produk keuangan syariah berbasis digital, seperti fintech syariah, serta penyesuaian produk-produk eksisting dengan kebutuhan pasar yang terus berubah.

Baca juga:
1. Peran BUMDes Sebagai Sarana Kemandirian Ekonomi Desa
2. Belajar dari Petani Milenial, Penggerak Ekonomi Pedesaan
3. Kampung Organik dan Ekonomi Biru

Adapun, peran pemerintah dan regulator sangat penting dalam mendukung pertumbuhan industri jasa keuangan syariah. Pemerintah perlu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan industri ini, seperti melalui penyederhanaan regulasi, pemberian insentif, dan peningkatan literasi keuangan syariah. Regulator juga perlu memastikan bahwa produk dan layanan keuangan syariah yang ditawarkan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Maka dari itu industri jasa keuangan syariah di Indonesia memiliki prospek yang cerah di masa depan. Namun, untuk mencapai potensi penuhnya, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, regulator, pelaku industri, dan masyarakat. Dengan terus berinovasi dan mengatasi berbagai tantangan yang ada, industri jasa keuangan syariah dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional.

Era Berperilaku Baik dalam Dunia Pendidikan

0

Kampusdesa.or.id — Pernahkan kita mendengar larangan begini, “jangan sering absen mengajar, nanti diiri guru yang lain!” Larangan ini sering  diperdengarkan pimpinan atau pengawas dalam rangka menertibkan guru-guru yang kurang baik dalam melaksanakan tugasnya di sekolah. Era berperilaku baik dalam pendidikan menjadi kebutuhan massif dalam meningkatkan mutu merdeka belajar.

Masuk akal, bisa diterima larangan ini. Namun sadarkah kita bahwa himbauan yang menyandarkan perilaku buruk guru, karena ulah guru yang lain, tidak berdampak sama sekali. Guru berperilaku baik atau berperilaku buruk, dampak manfaat dan ruginya, guru tersebut yang merasakan. Tidak ada sangkut pautnya dengan guru yang baik-baik saja kerjanya atau guru yang semrawut kinerjanya. Tidak percaya? Coba tengok di lingkungan sekolah atau madrasah kita masing-masing.

BACA JUGA:
Masih Relevankah Mata Pelajaran Sekolah Di Tengah Keajaiban Mbah Google!

Dalam suatu sekolah atau madrasah ada guru yang istiqamah masuk kelas tepat waktu dan meninggalkan kelas tepat waktu tidak terpengaruh oleh kinerja guru yang seenaknya saja dalam menghargai waktu saat  masuk dan keluar kelas dalam tugas mengajarnya. Ini fakta.

Dalam suatu sekolah atau madrasah ada guru yang istiqomah tidak sungkan dan tidak malu datang telat,  tidak terpengaruh oleh kinerja guru yang  konsisten dalam menjaga amanah  mendidik anak bangsa. Ia tidak sadar bahwa dirinya adalah pribadi yang digugu dan ditiru. Ini fakta.

Motivasi guru yang menjaga Istiqomah berkinerja baik sebenarnya bukan karena ingin mendapatkan penghargaan dari sekolah atau madrasah. Mereka istikamah bekerja baik karena bekerja baik adalah kebutuhan mereka. Guru melaksanakan pembelajaran yang baik, peduli dengan siswa-siswanya, menemani mereka saat salat jamaah, mendisplinkan dengan ungkapan dan tindakan yang baik, meskipun tidak mendapatkan penghargaan dari sekolah atau madrasah, karena ia merasa berkinerja baik adalah kebutuhan, maka mereka tetap lakukan.

Untungnya bagi guru yang berkinerja baik keduanya tidak menjadikan sebab dan akibat.

Tidak banyak sekolah atau madrasah yang memberlakukan apresiasi itu lebih penting daripada hukuman. Untungnya bagi guru yang berkinerja baik keduanya tidak menjadikan sebab dan akibat. Diberi apresiasi “Alhamdulillah” , tidak diberi apresiasi “ya sudahlah”, ikhlas melaksanakan tugas “lillahi ta’ala.” Ya memang cukup disayangkan, malah kadang-kadang kinerja buruk lebih disoroti daripada kinerja baik. 

Merdeka Belajar, Guru Berkarya

Di era Kurikulum Merdeka melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM) ini, guru lebih fokus berkarya untuk kepentingan pendidikan bagi siswanya dan siswa serta guru di luar tempat tugasnya. Guru sama sekali tidak peduli apakah teman sesama guru ini lelet dalam bertugas, sembrono dalam menjaga amanah dari masyarakat karena mereka sekolah di tempat tugasnya, sembrono menjaga amanah pemerintah padahal sudah dapat tunjangan profesi.

Guru era Kurikulum Merdeka tidak sempat memikirkan atau menggunjing bahkan iri hati dengan kinerja buruk sejawatnya. Mereka fokus bagaimana bisa survive menjadi guru berkinerja baik melalui karya yang dibuat, guru yang selalu update dalam melaksanakan tugasnya. 

Nah, kini semakin gamblang, bahwa motivasi guru berkinerja baik karena bekerja dengan baik adalah kebutuhan bukan tuntutan. Semoga tidak berlaku bagi guru yang berkinerja buruk, bahwa bekerja dengan kualitas buruk adalah kebutuhan. Kita do’akan mereka segera kembali ke jalan yang  benar. 

Sehat dengan Hemat Menggunakan VCO Buatan Sendiri

Kampusdesa.or.id–Tidak perlu menunggu sakit untuk hidup sehat. Pernyataan seperti ini mudah diucapkan, tetapi berat untuk dilakukan bagi sebagian orang. Bagaimana tidak? Untuk hidup sehat, terkadang kita perlu mempersiapkan pengeluaran ekstra untuk membeli kebutuhan tambahan, seperti buah, sayur atau suplemen makanan alami lainnya untuk mendukung kebutuhan hidup sehat kita. Salah satunya adalah minyak kelapa murni yang dikenal dengan Virgin Coconut Oil atau cukup popular dengan sebutan VCO. Jika kita ingin sehat dengan hemat, para pembaca dapat menggunakan VCO buatan sendiri.

Minyak VCO ini dikenal banyak memiliki manfaat. Selain untuk kecantikan yang disuka oleh kaum hawa, minyak ini memiliki sejuta manfaat untuk kesehatan seperti meningkatkan kadar HDL (kolestrol baik), mencegah penyakit liver, mendorong pembakaran lemak, dan masih banyak manfaat lainnya. VCO dapat kita produksi sendiri agar tubuh kita dapat menerima nutrisi yang sehat dengan hemat. Apalagi VCO dapat diproduksi secara mandiri di rumah dengan bahan yang mudah diperoleh di sekitar kita.

Konsumsi makanan berlemak golongan lemak jenuh seperti daging ayam potong, sangat meningkatkan risiko sakit ini. Sebaliknya konsumsi lemak tak jenuh seperti dari biji-bijian dan minyak kelapa (VCO) sangat menyehatkan dan menyembuhkan sakit jenis ini.

Menurut Ma, Z. F., & Lee, Y. Y. (2016) dalam Jurnal Natural Product Communications, dia menjelaskan bahwa VCO sangat baik dalam menekan risiko penyakit kardiovaskular yaitu penyakit yang berkaitan dengan gangguan jantung dan pembuluh darah. Penyakit ini dikenal menjadi pembunuh nomor satu dunia. Pengobatan penyakit ini tergolong mahal, karena itu mencegah melalui pengaturan pola makan adalah cara yang sangat cerdas. Konsumsi makanan berlemak golongan lemak jenuh seperti daging ayam potong, sangat meningkatkan resiko sakit ini. Sebaliknya konsumsi lemak tak jenuh seperti dari biji-bijian dan minyak kelapa (VCO) sangat menyehatkan dan menyembuhkan sakit jenis ini.

BACA JUGA:
Bunga Kenanga berpadu VCO Bermanfaat untuk Kecantikan Kulit dan Rambut

Namun, sayang disayang, harga minyak VCO di apotek terkadang dibanderol dengan harga yang lumayan mahal. Untuk minyak VCO dengan isi 120 ml, harga berkisar antara Rp. 20.000,- sampai Rp. 25.000,- rupiah. Di online shop, mungkin nampak lebih murah, tetapi belum terhitung dengan ongkos kirimnya.

Untuk menyiasati hal tersebut, maka ada baiknya jika kita membuat minyak VCO sendiri. Selain murah, ternyata cara membuatnya pun mudah. Tidak perlu banyak peralatan yang digunakan, juga tidak perlu pemanasan, karena VCO akan berkurang kasiatnya saat dipanaskan. Dengan cara ini , stok minyak VCO akan melimpah dirumah. Berikut adalah cara membuat minyak VCO sendiri.

Teknik Membuat VCO dengan Tangan Sendiri

Berikut ini beberapa teknik sederhana yang dapat anda lakukan secara mandiri sehingga anda mendapatkan VCO yang sehat dengan hemat.

Memeras kelapa untuk mendapatkan santan. Pertama kita persiapkan bahan utama yaitu kelapa tua. Saya, pertama kali membuat VCO dari tiga butir kelapa yang saya parutkan sekalian di penjualnya. Sebelum diparut, kelapa dikupas terlebih dahulu dan tidak perlu terlalu bersih dalam mengupasnya. Langkah berikutnya adalah memeras kelapa parut. Dalam memeras santan, bisa ditambahkan dengan sedikit air agar sari santannya keluar semua. Bisa juga santan diperas dengan menggunakan kain sehingga tidak perlu menambahkan air sama sekali. Setelah santan diperas, saring sekali lagi santan yang sudah dihasilkan agar benar-benar bersih tidak ada ampas kelapa yang tertinggal didalam santan.

BACA JUGA:
Pereda Demam Anak Tanpa Obat dari Dokter 

Media plastik penampung santan. Setelah mendapatkan santan kental, langkah berikutnya adalah memasukkan santan kental ke dalam kantong plastik. Kemudian ikat plastik dengan baik, agar tidak ada udara yang masuk atau berpotensi untuk tumpah. Selanjutnya, ambil wadah yang agak tinggi; bisa mangkok atau toples tanpa tutup, dan masukkan plastik yang berisi santan tersebut ke dalam wadah mangkok atau toples. Diamkan selama 4 jam atau bisa lebih dari 4 jam dalam suhu ruang. Sambil menunggu, bisa digunakan untuk aktifitas lainnya. Setelah didiamkan selama 4 jam, santan akan terlihat terpisah menjadi dua lapis, yaitu lapisan air dibagian bawah plastik dan lapisan sari santan kental pada lapisan atas. Potong ujung plastik untuk mengeluarkan airnya untuk dibuang.

Media plastik yang lebih kecil. Langkah selanjutnya adalah memindahkan santan yang sudah benar-benar kental tanpa air tadi kedalam plastik yang lebih kecil, ikat kembali dengan erat, kemudian diamkan dan simpan dalam suhu ruang selama 4 jam atau lebih. Setelah 4 jam, akan terlihat lapisan minyak kelapa yang bening yang terpisah dengan ampas santan.

Suling minyak dengan sedotan. Untuk memisahkan antara minyak dan ampasnya, suling minyak dengan menggunakan sedotan yang diruncingkan. Tusukkan sedotan tersebut ke bagian lapisan minyak bawah dan siapkan wadah dibawah ujung sedotan tempat minyak mengalir. Hati-hati dalam proses penyulingan ini. Usahakan agar ampas santan tidak masuk ke lubang sedotan agar dapat menghasilkan minyak VCO yang benar-benar bersih. Bila ada ampas yang tidak bisa dihindari ikut kedalam hasil penyulingan, minyak VCO hasil penyulingan tadi dapat disaring dengan menggunakan tisu agar mendapatkan hasil minyak yang benar-benar bening.

Dalam proses pembuatan minyak VCO dari 3 butir kelapa, saya mendapatkan kurang lebih 300ml lebih minyak VCO dengan harga kelapa Rp. 6.000,- sampai dengan Rp. 8.000,- perbutir. Artinya, kita bisa lebih menghemat biaya dengan cara yang mudah dan sederhana untuk menjaga kesehatan keluarga kita.

Selamat mencoba!

Bunga Kenanga berpadu VCO Bermanfaat untuk Kecantikan Kulit dan Rambut

Kampusdesa.or.id–Bunga Kenanga sangat dikenal di masyarakat Indonesia. Masyarakat luas menggunakannya sebagai tabur bunga di makam atau digunakan saat tabur kematian. Bunga kenanga disebut dalam bahas Latin cananga odorata atau dikenal di Asia Tenggara sebagai Ylang-ylang. Banyak jurnal riset menyebutkan, bunga ini merupakan salah satu tanaman yang istimewa karena dimanfaatkan secara besar-besaran untuk minyak atsirinya yang merupakan bahan baku penting untuk industri wewangian, industri kosmetik dan industri makanan, termasuk kecantikan kulit dan rambut.

Minyak esensial atau minyak kenanga digunakan dalam aromaterapi dan diyakini efektif dalam mengobati depresi, tekanan darah tinggi, dan kecemasan.

Secara tradisional bunga kenanga digunakan untuk mengobati malaria, penyakit perut, asma, asam urat, dan rematik. Minyak esensial atau minyak kenanga digunakan dalam aromaterapi dan diyakini efektif dalam mengobati depresi, tekanan darah tinggi, dan kecemasan. Siapa sangka bunga kenangan yang kita kenal sebagai kelengkapan ziarah kubur ternyata mempunyai berbagai manfaat kesehatan yang banyak/

Di Indonesia, minyak kenanga juga dapat digunakan untuk meningkatkan keharmonisan bersama pasangan.

Studi terbaru menunjukkan berbagai macam bioaktivitas dari bunga kenanga, antara lain antimikroba, antiinflamasi, anti serangga, antidiabetes, dan antifertilitas. Bunga kenanga tidak hanya merupakan bahan baku penting untuk industri parfum tetapi juga dianggap sebagai tanaman prospektif yang berguna untuk pertanian dan obat-obatan. Di Indonesia, minyak kenanga digunakan untuk meningkatkan keharmonisan bersama pasangan. Bunga kenanga juga untuk mengobati depresi, kegelisahan, dan hipertensi.

Baca juga: 6 Jenis Konsentrasi yang Mempengaruhi Keberhasilan Belajar Anak

Penggunaan secara tradisional telah dilaporkan digunakan untuk meningkatkan aroma minyak kelapa yang digunakan untuk pijat oleh masyarakat Polinesia. Di Jawa dan juga Vietnam, bunga kenanga digunakan untuk mengobati malaria. Di Vietnam bunga kenanga yang ditumbuk digunakan untuk mengobati asma. Masyarakat Kepulauan Mariana Utara, memanfaatkan bunga dan kulit kayunya untuk radang paru-paru dan sakit perut. Di India, bunga kenanga, digunakan untuk mengobati ketombe, mengobati sakit kepala, radang mata dan asam urat. Papua Nugini memanfaatkan rebusan kulit kayu kenanga untuk mengobati asam urat.

Memadukan Bunga Kenanga dengan VCO

Setelah mengenal manfaat bunga kenanga, yuk kita kenali bunga ini bersinergi dengan VCO (Virgin Coconut Oil).

VCO (Virgin Coconut Oil) merupakan minyak kelapa murni yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan seperti antifungi, antibakteri, antivirus. VCO banyak digunakan sebagai bahan utama di industri farmasi, makanan, dan kosmetika. VCO yang kaya manfaat sering dikombinasikan sebagai pelarut tanaman lainnya yang juga kaya manfaat.

Baca juga: Melanjutkan Ramadhan, Menjadi Sehat dan Sembuh dengan Rawfood

VCO yang digunakan mengekstrak sari kenanga akan mempunyai banyak keunggulan, karena tidak menggunakan pelarut kimia. Umumnya proses ekstraksi menggunakan pelarut yang berasal dari minyak bumi, seperti pelarut nheksan dan petroleum eter. Hal ini tentu tidak sehat karena residunya dan uap dari pelarut ini mempunyai toksisitas tinggi sehingga tidak ramah terhadap lingkungan.

Keuntungan VCO sebagai pelarut bahan alami yaitu mudah diuraikan oleh lingkungan dan juga berasal dari bahan yang terbarukan

Keuntungan lainnya dari penggunaan VCO sebagai pelarut bahan alami yaitu mudah diuraikan oleh lingkungan dan juga berasal dari bahan yang terbarukan. Penambahan bunga kenanga pada VCO, juga memperbaiki sifat dari VCO antara lain, melindungi VCO dari ketengikan. Hal ini disebabkan kandungan antioksidan bunga kenanga, akan menghambat proses oksidasi penyebab ketengikan dari VCO.

VCO aman dikonsumsi, hal ini sangat efisin karena proses ekstraksi dengan VCO menjadi lebih sederhana, yaitu tidak diperlukan proses pemisahan pelarut. Hal yang berbeda tentunya jika digunakan pelarut yang mudah menguap dan tidak edible seperti nheksan, yang memerlukan tahapan pemisahan nheksan dari produk sediaan. Selain itu penggunakan VCO sebagai pelarut akan meningkatkan kinerja pelarutan dan mencegah terjadinya kerusakan komponen antioksidan yang terdapat didalam bunga kenanga.

Bagaimana membuat minyak kenanga dan VCO

Sediakan minyak VCO-kenanga. Siapkan sebanyak 20-30 kuntum bunga kenanga yang telah dikeringkan, ditambahkan dengan 200 ml VCO. Campuran dimasukkan dalam wadah tertutup, campuran dikukus dengan api kecil selama 4 jam. Pastikan wadah tertutup rapat agar tidak ada bagian uap air yang masuk kedalam campuran VCO-kenanga. Angkat dan dinginkan pada suhu ruang.

Aroma bunga kenanga akan tercium dalam minyak. VCO yang awalnya putih jernih, berubah warna menjadi kuning agak hijau yang menandakan sari bunga kenanga telah terekstrak kedalam VCO. Nah minyak VCO-kenanga sudah dapat digunakan tanpa memisahkan bagian kuntum bunga kering dari bagian minyak.

Minyak ini dapat dimanfaatkan untuk merawat rambut, mengolesi kulit yang gatal, ataupun untuk merawat kehalusan dan kelembapan kulit.

Selamat mencoba.

Bahan bacaan

Pramitha, D. A. I., Suantari, P. A., Gmelina, P. D., Suradnyana, I. G. M., & Yuda, P. E. S. K. (2022b). Kualitas minyak oles yang diproduksi dari virgin coconut oil (vco) dan bunga cengkeh dengan variasi suhu pemanasan. Jurnal Kimia, 149. https://doi.org/10.24843/JCHEM.2022.v16.i02.p04

Tan, L. T. H., Lee, L. H., Yin, W. F., Chan, C. K., Abdul Kadir, H., Chan, K. G., & Goh, B. H. (2015b). Traditional Uses, Phytochemistry, and Bioactivities of Cananga odorata (Ylang-Ylang). Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2015, 1–30. https://doi.org/10.1155/2015/896314

Yara-Varón, E., Li, Y., Balcells, M., Canela-Garayoa, R., Fabiano-Tixier, A.-S., & Chemat, F. (2017). Vegetable Oils as Alternative Solvents for Green Oleo-Extraction, Purification and Formulation of Food and Natural Products. Molecules, 22(9), 1474. https://doi.org/10.3390/molecules22091474

40 days of Kanjuruhan Tragedy and Interfaith Prayers

0

Kampusdesa.or.id–It’s been 40 days since the Kanjuruhan tragedy killed 132 football supporters. Everyone is certainly grieving and does not forget that that day became a national disaster for Indonesia. On the 40th day, several interfaith communities prayed to show concern and spiritual support for the victims who died. Gusdurian Malang used this moment to gather to pray in an interfaith manner.

In addition, interfaith prayer strengthens the families of victims, injured supporters, and trauma survivors. Prayers tonight will unite us to rise to get justice and learn together. Violence in any form is not permitted to resolve the issue.

Read also: Gusdurian, Dialog Lintas Agama dan Lintas Negara

Gusdurian, MDGS Bunga Lely Parish No. 17, Lowokwaru, Malang City, Malang City Religious Harmony Forum held a prayer together to commemorate 40 days of the Kanjuruhan tragedy on Thursday, November 10, 2022. Also present at the prayer commemorating 40 days of the Kanjuruhan tragedy were the Catholic priests of Malang diocese, Lowokwaru sub-district head, Dandim , interfaith leaders, sisters, and interfaith congregations. Their memories and hopes are the same. The community gets a bright spot for the incident and immediately gets the certainty of justice. They don’t want to be forgotten.

Cross-faith empathy

The series of interfaith prayers also coincided with the commemoration of Heroes’ Day. Several agendas were well presented, starting with music performances, poetry musicals, and religious lectures. The interfaith prayer and the commemoration of Hero’s Day are important events to remember and declare that the people of Malang are facing justice for the incident.

Romo Fajar Soekarno, as the representative of the Lowokwaru Bishop’s Parish stated, “This prayer forum is important to mobilize Gusdurian’s concern for mental impacts for the people of Malang.” This event should not be forgotten even though it is not lamenting that society has become fragile and reactive. On this Hero’s Day, Gusdurian and interfaith people try to strengthen the people of Malang to rise up and find new solutions for the world of Arema football.

Read also: Gusdurian Malang dan Tantangan Relationship Management

In addition, several artistic performances and poetry musicals were used as media to refuse to forget. Through their songs, they respond critically to the tragedy of Kanjuruhan. Through poetry, refusing to forget is conveyed artistically so that it is not expressed negatively but can encourage empathetic concern for many people.

The 40 days of the Kanjuruhan tragedy and Hero’s Day were enlivened by religious lectures on tolerance by KH. Irwandiato. Kanjuruan can be a lesson between destiny and police vigilance. It’s regrettable because it happened. But Arema must be optimistic that Malang football can still rise. This kyai, who has been a student of many religious leaders in Malang, also emphasized that tolerance is a force for mutual care and acceptance of different faiths and beliefs in the truth of each religion.

Praying together for 40 days of the Kanjuruhan tragedy manifests concern, a sense of fate, and rising in harmony and religious diversity in the city of Malang. Together, the City of Malang, can rise without the barriers of religious differences.

Pengumuman Hasil Seleksi Peserta “Kelas Editor Kampus Desa Indonesia 2022”

0

[ PENGUMUMAN HASIL SELEKSI PESERTA KELAS EDITOR KAMPUS DESA INDONESIA 2022 ]

Berdasarkan hasil seleksi administrasi dari sekian banyak pendaftar pada Kelas Editor Kampus Desa Indonesia 2022 ini, berikut kami sampaikan nama-nama terpilih yang mendapatkan kesempatan untuk belajar bersama kami.

  1. Irma Patriana
  2. Thomas Edison Kabu
  3. Ria Setiaji
  4. M. Ihsan Rosidi
  5. Wahyu Ramadhan
  6. Dito Anurogo
  7. Zezen Zainul Ali
  8. Alam Syarizal
  9. M. Kholilur Rohman
  10. Riyan Salomo Parapat
  11. Lain Miftahu Suad
  12. Rizky Igustian Permana
  13. Aditya Mutiara Dewi
  14. Hery Setyawan
  15. Ali Sodikin
  16. Yansa Alif Mulya
  17. Handiana Muthoharoh
  18. Ahmad Sholakhudin
  19. Puspitasari Megahana
  20. Harlina Yunianti
  21. Rama Gonibala
  22. Mei Lusyana
  23. Fajar Setiawan
  24. Sirly Ma’rifah
  25. Vina Wasilatil Rahmah
  26. Fatimatul Muzzdmainah

SELAMAT KEPADA TEMAN-TEMAN YANG TELAH LOLOS SELEKSI.

Sebagai informasi awal, kelas akan dilaksanakan secara sinkronus dan asinkoronus. Silakan bergabung pada grup whatsapp dengan link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

https://chat.whatsapp.com/KHg6unxkClfFJYT65UA44k

Terimakasih,

Tertanda,
Panitia Seleksi.