• Call: +62 858-5656-9150
  • E-mail: [email protected]
Education Blog
  • Home
  • Artikel
    6 Jenis Konsentrasi yang Mempengaruhi Keberhasilan Belajar Anak

    6 Jenis Konsentrasi yang Mempengaruhi Keberhasilan Belajar Anak

    Semua Orang Adalah Guru Bagi Siswa Merdeka Belajar

    Semua Orang Adalah Guru Bagi Siswa Merdeka Belajar

    Media Sosial dalam Pembelajaran: Masih Relevankah Penolakan?

    Media Sosial dalam Pembelajaran: Masih Relevankah Penolakan?

    Mental Passenger, Problem Laten Dunia Pendidikan Kita

    Mental Passenger, Problem Laten Dunia Pendidikan Kita

    Pandemi COVID-19 Mampu Membangun Percaya Diri dalam Melaksanakan Belajar Dari Rumah

    Pandemi COVID-19 Mampu Membangun Percaya Diri dalam Melaksanakan Belajar Dari Rumah

    Korupsi Merajalela, Pendidikan Harus Bagaimana?

    Korupsi Merajalela, Pendidikan Harus Bagaimana?

    Peran Pemuda dalam Mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

    Peran Pemuda dalam Mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

    Menanya Ulang Tujuan Pendidikan Modern

    Menanya Ulang Tujuan Pendidikan Modern

    Mengenali Emotional Burnout dan Tips Untuk Mengatasinya

    Mengenali Emotional Burnout dan Tips Untuk Mengatasinya

    Trending Tags

    • Opini
      • Psikologi Hari Ini
      • Pendidikan Hari Ini
      • Refleksi
      • Gubuk Sastra
      • Sepak Bola
  • Agenda
  • Hari ini
  • Profil Kami
No Result
View All Result
Kampus Desa Indonesia
No Result
View All Result
Home Produk

Islam Jalan Hidup, Bukan Gaya Hidup

Abdul Rouf Hanif by Abdul Rouf Hanif
March 24, 2022
in Produk
201 13
0
Islam Jalan Hidup, Bukan Gaya Hidup
Share on FacebookShare on Twitter

Modernitas berikut anak turunnya seperti globalisasi dan digitalisasi telah berdampak serius pada keberislaman kita. Hari ini, di era digital ini, Islam tak lagi dimaknai sebagai jalan hidup, yang dengannya kita menemukan kedamaian dan jalan pulang kembali kepada-Nya. Islam hari ini telah bergeser menjadi sebuah komoditi. Akibatnya, Islam lebih akarab dimaknai sebagai lifestyle saja. Kesalehan kemudian hanya diukur dari tampilan fisik yang serba syar’i.

Kampusdesa.or.i-“Jika kau bukan anak raja & ulama’ besar, maka menulislah.!“ pesan Hujjatul Islam Al-Ghozaly. Kesadaran untuk berkarya merupakan fitrah manusia. Apapun bentuk karyanya sebagai representasi bahwa ia pernah hidup di dunia serta memberi makna.

Borobudur, Candi Prambanan, Negara Kertagama, Pararaton dan ragam literatur klasik merupakan bukti pernah ada manusia-manusia hebat dalam bidangnya masing-masing di Nusantara. Peninggalan peradaban merupakan warisan penting bagi generasi ke generasi.

Apa yang kita lakukan hari ini laksana simpul peradaban yang menghubungkan dari masa ke masa. Peradaban yang dibangun atas karya manusia-manusia yang bisa dikembangkan dan diambil hikmahnya.

“Di era digital sekarang, banyak kerasahan yang perlu direnungi dan dituliskan. Pergeseran zaman membawa pengaruh manusia serta keberagamaanya”

Termasuk karya tulis. Karya tulis merupakan cermin zaman, wajah dari sebuah era. Di era digital sekarang, banyak kerasahan yang perlu direnungi dan dituliskan. Pergeseran zaman membawa pengaruh manusia serta keberagamaanya. Trend perkembangan islam yang simbolis menjadi wabah baru bagi gen-milenial.

Kapitalisme berwajah agama juga menjadi transformasi dimana butuh kewarasan di dalamnya. Substansi terpinggirkan oleh formalitas dan cover. Sebut saja fenomena obral label halal untul produk-produk yang non-konsumtif. Seperti kulkas, kacamata, pampers, dan kerudung menjadi lelucon yang perlu diceritakan pada anak cucu nanti.

“Zaman dimana Islam lebih dijadikan gaya hidup (Hijrah, fashion islami, syariatisasi dan sebagainya), bukan sebagai jalan hidup”

Buku ini saya tulis dari endapan kerasahan-keresahan atas fenomena & problematika keislaman di era digital, milenial seperti sekarang ini. Zaman dimana Islam lebih dijadikan gaya hidup (Hijrah, fashion islami, syariatisasi dan sebagainya), bukan sebagai jalan hidup.

“Jika engkau ingin menjajah suatu negara; jauhkan generasi dari tradisi leluhurnya dan hancurkan literatur dan peradaban bangsa tersebut.”

Mudah-mudahan melalui karya sederhana ini anak-cucuku nanti dapat belajar, mengambil kebijaksanaan dan dapat merajut simpul peradaban dengan karya agar tiada terputus. Napoleon Bonaparte pernah mengatakan; “jika engkau ingin menjajah suatu negara; jauhkan generasi dari tradisi leluhurnya dan hancurkan literatur dan peradaban bangsa tersebut.”

Semoga dapat terbit dengan baik dan membawa manfaat.

Tags: Bukuislam moderatIslam Nusantarapembaruan islam
Previous Post

Merdeka Belajar, Sudah Siapkah Guru Kita?

Next Post

Diskusi Mengatasi Kemiskinan dan Riwayat Alat Bantu Pemerintah

Abdul Rouf Hanif

Abdul Rouf Hanif

RelatedPosts

Saatnya Menggeser Teori Parenting Impor dalam Psikologi
Opini

Saatnya Menggeser Teori Parenting Impor dalam Psikologi

by Mohammad Mahpur
March 27, 2022
0
208

Sebutan seorang ibu ideologis sebenarnya tidak bermaksud melebih-lebihkan. Saya hanya ingin memastikan saja bahwa sosok guru, kolega yang kehadirannya tepat...

Read more
Interaksionisme Simbolik; Antara Lonte dan Merdeka Belajar
Produk

Interaksionisme Simbolik; Antara Lonte dan Merdeka Belajar

by Mohammad Mahpur
March 27, 2022
0
201

METODE PENELITIAN KUALITATIF ITU BANYAK MACAMNYA, SALAH SATUNYA ADALAH INTERAKSIONISME SIMBOLIK. BERIKUT PETIKAN YANG MENJADI KATA KUNCI DARI MAKNA INTERAKSIONISME...

Read more
Menalar Covid-19: Ragam Gagasan Menyikapi Pandemi
Produk

Menalar Covid-19: Ragam Gagasan Menyikapi Pandemi

by Kampus Desa Indonesia
March 28, 2022
0
207

Pandemi Covid-19 masih belum juga reda. Terbaru, terjadi lonjakan ugal-ugalan. Fasilitas medis belum memadai dibarengi dengan petugas kesehatan yang kian...

Read more

Discussion about this post

Archive Artikel

Most commented

Gagalnya Makalah sebagai Tugas Kuliah

Balewiyata-Unisma; Situs Toleransi Gereja-Pesantren di Malang

Waspadai Kandungan Boraks atau Garam Kuning

Balewiyata dan Gus Dur; Situs Toleransi Malang yang Perlu Dirawat

Rembug Komunitas; Gusdurian Malang Tawarkan Peluang Menjadi Aktifis Penggerak

Metode Pemberdayaan Imamah; Mengubah dari Sense of Budgeting ke Sense of Benefit

Kampus Desa Indonesia

Kampus Desa Indonesia

Jl. Raya Candi VI-C Gang Pukesmas No. 4 RT 09 RW 06 Karangbesuki, Sukun, Kota Malang

SK Menkumham No. AHU-01356.AH.02.01 Tahun 2016

Tags

Agenda (36) Aktual (7) Desa Giat (2) Desa Unggul (3) Dokter Rakyat (45) Gubuk Sastra (10) Hari ini (3) Indonesia Menulis COVID 19 (82) Kearifan Lokal (8) Kelas Ekoprinting (3) Kelas Motivasi (1) Kita Belajar Menulis (66) Kopipedia (5) Kuliah Desa (10) kuliah hari ini (2) Kuliah Terbuka (133) Layanan (9) Lifestyle (1) Magang (1) Ngaji Tani (18) Opini (317) Pendidikan Hari Ini (73) Produk (27) Psikologi Hari Ini (126) Refleksi (27) Sepak Bola (6) Uncategorized (147) Wacana (1) World (1)

Recent News

Gagalnya Makalah sebagai Tugas Kuliah

Gagalnya Makalah sebagai Tugas Kuliah

March 27, 2023
Balewiyata-Unisma; Situs Toleransi Gereja-Pesantren di Malang

Balewiyata-Unisma; Situs Toleransi Gereja-Pesantren di Malang

March 8, 2023

© 2022 Kampusdesa.or.id - Designed with 💕 RuangBit.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
    • Opini
      • Psikologi Hari Ini
      • Pendidikan Hari Ini
      • Refleksi
      • Gubuk Sastra
      • Sepak Bola
  • Agenda
  • Hari ini
  • Profil Kami

© 2022 Kampusdesa.or.id - Designed with 💕 RuangBit.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In