Pembinaan Kepegawaian oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep

0
73

Jum’at (28/06) telah dilaksanakan pembinaan kepegawaian yang dihadiri oleh para kepala sekolah SDN dan SMPN se-Kawedanan Barat Daya. Bambang Irianto selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep memberikan beberapa wejangan mengenai program baru yang hendak diterapkan, di antaranya adalah digital school dan smart school yang diharapkan mampu menjadi solusi dari berbagai permasalahan yang ada di dunia pendidikan.

KampusDesa–Agenda anjangsana oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep yang baru, yaitu Bapak Drs. Bambang Irianto, M.Si. bersama dengan para Kepala Sekolah SDN dan SMPN se-Kawedanan Barat Daya meliputi: Kecamatan Ambunten, Rubaru, Dasuk dan Pasongsongan ditempatkan di aula SMPN 1 Ambunten.
Pak Bambang sapaan akrabnya, menuturkan baru sekitar dua bulan mengomandani Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Sumenep. Acara tersebut berlangsung sekitar satu jam setengah yang diisi dengan temu-kenal sekaligus pembinaan kepegawaian. Kegiatan diselenggarakan pada ba’da Jumat, tepatnya jam dua sore, 28 Juni 2019.

Guru adalah salah satu komponen terselenggaranya pendidikan secara optimal.

Menurutnya, guru adalah salah satu komponen terselenggaranya pendidikan secara optimal. Guru ASN dalam fungsinya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat hendaknya bekerja secara lebih aktif, kreatif dan inovatif. Persoalan pendidikan adalah permasalahan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945. Sebab itu seluruh personalia yang terlibat dan stakeholder yang berkepentingan hendaknya saling bersinergi dalam membangun dunia pendidikan ke arah yang lebih maju.
Kedisiplinan dan tanggung jawab personalia, khususnya ASN harus lebih dimantapkan penerapannya. Perlu adanya koneksi keterlibatan dan tanggung jawab secara beranting antara guru dengan kepala sekolah, kepala sekolah dengan pengawas sekolah, demikian juga dengan jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. PPDB tahun pelajaran 2019-2020 dengan sistem zonasi yang didasarkan atas Permendikbud Nomor 1 tahun 2019, yang kemudian secara teknis diperjelas dengan Peraturan Bupati Sumenep Nomor 25 tahun 2019. Bahwa persoalan yang mungkin mencuat harus sesegera dicarikan solusinya dengan bijaksana. Jikalau kemudian membuncah sudah tak terbendung, maka akan terasa negatifnya.
“Setelah melihat antusiasme kehadiran kepala sekolah merupakan fakta yang tampak luar menunjukkan adanya kekompakan serta mencerminkan kebaikan yang harus dipacu terus-menerus.” Jelas Bambang.

Digital School berisi media dan strategi pembelajaran secara full.

Program Digital School yang digagas Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep merupakan bagian dari salah satu program inovasi pendidikan. Program tersebut menjadi jawaban terhadap efek keberterimaan globalisasi teknologi informasi. Yang pada gilirannya akan lebih memacu program literasi sekolah, di antaranya. Ketika program digital school berjalan dengan efektif, maka tentu akan menjadi identitas peningkatan mutu pendidikan. Menurutnya, dalam hal tersebut dibutuhkan kerjasama elemen sistem yaitu manusia dan sistem digital. Digital School berisi media dan strategi pembelajaran secara full. Termasuk di dalamnya strategi penilaian melalui pemanfaatan digital offline. Program ini tidak membutuhkan data internet, tapi dapat berkoneksi antara guru dengan siswa dan atau antar sekolah.
Smart School adalah program kedua dinas pendidikan dalam upaya menguatkan dan meningkatkan grade sekolah. Harapnya, sekolah negeri tidak boleh kalah dengan swasta yang sudah bersiap memanfaatkan android atau komputer dalam penilaian, salah satunya. Program lain yang mulai didesain yaitu Sekolah Unggulan. Untuk lembaga SMP, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep menunjuk SMPN 3 Sumenep sebagai pilot project sekolah unggulan. Desainnya mengacu pada Pesantrenisasi Sekolah atau Islamisasi Sekolah dengan format yang positif. Ada asrama, ada program tahfidzul Quran, dan kajian kitabiyah ala-ala pesantren.
Khusus pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) anggaran tahun 2020 akan ada perubahan pola, yaitu bagi sekolah yang lebih siap dalam penggunaan riil dan laporan pertanggungjawabannya akan dapat mencairkan dana BOS lebih awal. Sertifikasi guru, hendaknya terdapat kesesuaian dengan peningkatan mutu. Guru harus sudah melek IT. Sehingga ada kesesuaian dengan Program Dinas Pendidikan, khususnya inovasi pendidikan. Pada sesi tanya jawab, Bapak Bambang Irianto menanggapinya terhadap beberapa pertanyaan dari 3 penanya sebagai berikut. Bahwa masalah kekurangan PNS di banyak sekolah adalah masalah Dinas Pendidikan Kabupaten. Pemerintah daerah salah satunya menjawabnya dengan program kegiatan rekrutmen guru melalui jalur PPPK. Pemerataan guru mulai dilakukan dengan kegiatan mutasi guru dengan prinsip berkeadilan.

Tumbuhkan kepedulian masyarakat melalui program sekolah yang menyentuh masyarakat  sehingga tumbuh rasa cinta kepada sekolah.

Zonasi PPDB bermasalah lebih disebabkan keinginan wali murid untuk menyekolahkan putranya ke sekolah yang dianggapnya favorit. Oleh sebab itu penting dilakukan oleh sekolah untuk mengadakan pendekatan komunikasi yang persuasif dengan warga masyarakat. Tumbuhkan kepedulian masyarakat melalui program sekolah yang menyentuh masyarakat  sehingga tumbuh rasa cinta kepada sekolah. Ditanyakan tentang disinyalir adanya 2 sinar matahari di tubuh Dinas Pendidikan Kabupaten, menurutnya tetap akan memberlakukan kebijakan satu pintu sehingga program berjalan efektif.
Digital School untuk sementara diterapkan di sepuluh sekolah, khusus SMP. Sedangkan SD minimal satu sekolah akan ditunjuk sebagai sekolah rujukan. Program ini tidak membutuhkan media internet atau offline. Tujuannya untuk memproteksi pembelajaran dapat berlangsung efektif tanpa gangguan efek negatif internet. Dan hanya menggunakan 1 server sehingga mudah terpantau oleh Dinas Pendidikan Kabupaten. Yàng perkembangannya akan diuji kompetensi, apakah layak untuk dikembangkan pada seluruh sekolah pada tahun-tahun ke depan.
Editor: Faatihatul Ghaybiyyah