Kemeriahan Suasana Bimtek Literasi di Jakarta

0
76
Foto bareng bersama Gol A Gong

Kampus Desa, Jakarta (8-14 April 2019) – Bimbingan Teknis Instruktur Literasi Baca-Tulis Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Hotel Grand Cempaka, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada tanggal 8-14 April 2019 berlangsung seru dan meriah. Sejumlah 120 orang guru, penyuluh Bahasa Indonesia, serta penggiat literasi dari berbagai komunitas dari 34 provinsi di Indonesia terlihat bersemangat hingga hari terakhir. Mereka tetap setia mengikuti kegiatan hingga usai.

Keberanekaragaman Peserta

Berbagai instansi dan komunitas literasi yang terpilih mengikuti ini berasal dari berbagai penjuru negeri. Sebutlah mulai dari Aceh (SMAN 1 Takengon, Literasi Aceh, Balai Bahasa Aceh), Sumatra Utara (SMAN 7 Binjai, TBM Ridha, Balai Bahasa Sumatra Utara), Sumatra Barat (SMPN 2 Panti, Ruang Baca dan Kreativitas Tanah Ombak, Balai Bahasa Sumatra Barat), Sumatra Selatan (Komunitas Moma Kumbang, MA Ar-Riyadh Palembang,  Balai Bahasa Sumatra Selatan), Bangka Belitung (SDN 1 Pangkalpinang, Dewan Kesenian Belitung, Kantor Bahasa Bangka Belitung), Bengkulu (SMPN 3 Kabawetan, Komunitas Ayo Menulis Bengkulu, Kantor Bahasa Bengkulu), Riau (SMPN 8 Pekanbaru, Forum Lingkar Pena Wilayah Riau, Balai Bahasa Riau), Kepulauan Riau (SDN Nomor 011 Candi, Forum Literasi Kundur, FTBM Kepulauan Riau), Jambi (Komunitas Sembah Jambi, SMPN 26 Muarojambi, Kantor Bahasa Jambi), Lampung (Komunitas Tanggamus Membaca, SMPN 1 Sekampung Udik, Kantor Bahasa Lampung), DKI Jakarta (SMKN 51 Jakarta, SMKN 27 Jakarta, SMKN 30 Jakarta, SMAN 12 Jakarta, SMPN 231 Jakarta, SMAN 97 Jakarta, SMPN 205 Jakarta, SMPN 16 Jakarta, SMAN 3 Jakarta, SMAN 99 Jakarta, Forum Penulis Bacaan Anak, TBM Kampung Buku, Yayasan Pustaka Kelana, Rumah Baca Zhaffa, Rumah Baca Cahaya Ilmu, Taman Literasi Jaringan Anak, TBM Deni Rumah Baca, Taman Bacaan Anak Cerah, Fun Garden of Literacy, Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra), Banten (SMP Al Irsyad Banten, LP2T Rumah Pena, TBM Kedai Proses), Jawa Barat (SMKN 1 Cianjur, Komunitas Ngejah Garut, Balai Bahasa Jawa Barat), Jawa Tengah (MA Salafiyah, Bumiayu Creative City Forum atau BCCF, Balai Bahasa Jawa Tengah), Jawa Timur (SDN 2 Girimoyo, SMPN 1 Klabang, Sanggar Baca Lesanpura atau Sabaro), Daerah Istimewa Yogyakarta (MTS Negeri 9 Bantul, Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga, Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta), Bali (SMAN Bali Mandara, Desa Belajar, Balai Bahasa Bali), Kalimantan Utara (SDN 009 Tarakan, SMAN 1 Tarakan, TBM Baloy Aksara), Kalimantan Tengah (MIN 1 Palangka Raya, Rumah Baca Bahijau, Balai Bahasa Kalimantan Tengah), Kalimantan Timur (SMKN 11 Samarinda, Muda Mengajar, Kantor Bahasa Kalimantan Timur), Kalimantan Barat (SMAN 9 Pontianak, Balai Bahasa Kalimantan Barat, Klub Menulis Pena Merah), Kalimantan Selatan (SPK SMAN Banua, Forum Lingkar Pena Cabang Banjarbaru, Balai Bahasa Kalimantan Selatan), Sulawesi Utara (SMKN 7 Manado, Perkumpulan Literasi Sulawesi Utara, Balai Bahasa Sulawesi Utara), Sulawesi Barat (SMKN 1 Poliwali, Pustaka Anak Negeri, Forum Lingkar Pena Cabang Sulawesi Barat), Sulawesi Tengah (SD Inpres 1 Gio, TBM Sikola Pamore, Balai Bahasa Sulawesi Tengah), Sulawesi Tenggara (SDN 49 Kendari, Rumah Buku Firza, Lembaga Penelitian Pengembangan Pendidikan dan Sosial Kendari), Sulawesi Selatan (Forum Lingkar Pena Sulawesi Selatan, SMP Plus Al Ashri, SMAN 11 Pinrang), Gorontalo (SMAN 3 Gorontalo, Klub Penulis Spektakuler Gorontalo, Kantor Bahasa Gorontalo), Nusa Tenggara Timur (SMK Negeri Kokar, SMA Kristen Citra Bangsa, Agupena Cabang Flores Timur), Nusa Tenggara Barat (SDN 21 Ampenan, Sanggar Bale Anak Desa atau BalenAde, Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat), Maluku (SMPIT As Salam Ambon, Rumah Baca Suru, Kantor Bahasa Maluku), Maluku Utara (SMAN 4 Kota Ternate, Komunitas Baca NBCL, Komunitas Baca Halsel), hingga Papua (SMAN 3 Jayapura, SMAN 1 Jayapura, TBM Sekolah Menulis Papua), dan Papua Barat (Motor Noken Pustaka, Inisiatif Literasi Buku untuk Papua, Kemitraan Unimuda Sorong-UNICEF).

Terlebih lagi para pakar telah menyampaikan berbagai materi yang kiwari dan komprehensif, seperti Prof Dr Dadang Sunendar Mhum, Prof Dr Marsudi Wahyu Kisworo, Dr Hurip Danu Ismadi MPd, Prof Emi Emilia Med PhD, Habiburrahman El Shirazy, Drs Krisanjaya Mhum, Melvi, Dr Firman Hadiansyah Mhum, Bambang Trimansyah SS, Gol A Gong, Dr Tengku Syarfina Mhum, Retno Utami MHum, Billy Antoro SPd, Wien Muldian. Narasumber inti, yakni Prof Dr Muhadjir Effendy MAP, menyampaikan materi tentang Kebijakan GLN Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Diversifikasi Materi

Adapun materi lain yang disampaikan narasumber, yakni: Upaya Pembinaan Bahasa melalui Pembudayaan Literasi Baca-Tulis dan Bernalar Aras Tinggi (BAT), Pemanfaatan Literasi Siber/Multimedia dalam Literasi Baca-Tulis, Hubungan Literasi Baca-Tulis dengan Kemampuan Bernalar Aras Tinggi (BAT) STEM dan 4K, Pemahaman Berbagai Jenis Teks dalam Pembelajaran Literasi Baca-Tulis, Proses Kreatif Menulis Karya Inspiratif, Metodologi Pengajaran Literasi Baca-Tulis, Gerakan Literasi Masyarakat dan Cara Pengelolaan Komunitas Literasi, Menciptakan Kreasi dan Inovasi Literasi Baca-Tulis di Masyarakat, Jenis Strategi dan Teknik Membaca, Praktik Membaca berbagai Jenis Teks, Meringkas Menulis Ulang Menceritakan Kembali Mengonversi dan Merekonstruksi Teks, Praktik Meringkas Menulis Ulang Menceritakan Kembali Mengonversi dan Merekonstruksi Teks yang Telah Dibaca, Teknik Menangkap Ide dan Menulis Kreatif berbagai Jenis Teks Bacaan, Teknik Swasunting, Praktik Menyunting, Praktik Menulis Kreatif, Praktik Baik Berliterasi Baca-Tulis. Jumlah total proses pembelajaran mencapai 67 jam.

Beragamnya presentasi yang disajikan para peserta di depan dewan juri benar-benar memerkaya pengetahuan dan pengalaman peserta lainnya. Sebut saja Syamsurizal, penyuluh literasi dari Kantor Bahasa Bengkulu. Ia menyampaikan presentasi berjudul “Menanamkan Nilai-nilai Kearifan Lokal pada Anak melalui Literasi Membaca Menulis”.  Difa Stefanie, pegiat literasi dari Yayasan Pustaka Kelana, Rawamangun, Jakarta Timur, menguraikan tentang menulis itu menyenangkan. Sementara salah satu penggiat literasi dari Forum Lingkar Pena Sulawesi Selatan, dr Dito Anurogo MSc, menyampaikan presentasinya tentang Dokter Literasi Digital, dengan sub topik Melalui Opini, Menyehatkan Negeri. Dosen Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah (FKIK Unismuh) Makassar itu menyemarakkan suasana malam dengan tembang Macapat “Pangkur” dan olahraga otak berupa senam jari.

Para peserta terlihat bahagia dan ceria. Meskipun saat penilaian ada kelompok yang selesai melakukan presentasi hingga dini hari, namun tidak mengurangi semangat mereka. Jeda waktu istirahat digunakan para peserta untuk beribadah, melakukan dialog, menikmati kudapan, curah pendapat dan pikiran, swafoto, berkenalan, bersinergi, berkolaborasi, dan bertukar informasi tentang literasi dengan sesama peserta. Uniknya, beberapa peserta menawarkan buku hasil karya mereka dan kalung mutiara. Usai acara, ada yang masih intensif berdialektika dan mengobrol santai di pinggir kolam renang hingga larut malam.

Dadakan sehingga Ketagihan

Menariknya, “ujian” yang sering dilakukan secara mendadak membuat peserta menjadi “ketagihan”. Maksudnya, para peserta menjadi lebih bersemangat di dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan. Terlebih lagi, ada beberapa cenderamata khas dari Gol A Gong sebagai stimulus. Beberapa menit tantangan membuat puisi kontemporer, pantun nasihat, dan Haiku usai dibacakan, seorang peserta langsung memberikan kertasnya kepada panitia. Ia berhasil mendapatkan topi merah dari Singapura sebagai hadiahnya.

Tanggapan

Tanggapan dan komentar positif bermunculan dari kegiatan ini. “Acara ini sangat bagus digelar untuk memberikan pembekalan standar di ranah literasi baca-tulis bagi penggiat literasi (sekolah, masyarakat, penyuluh bahasa) untuk berkiprah di daerah masing-masing. Namun menurut saya, yang lebih penting dari kegiatan pemberian materi itu adalah terjalinnya jejaring literasi di antara peserta dan munculnya kolaborasi kegiatan sekembali di daerah masing-masing. Acara Bimtek lebih kepada wadah para penggiat literasi untuk berinteraksi dan menetapkan kerja-kerja bersama yang akan dilakukan untuk membangun daerah. Langkah awalnya adalah melalui kegiatan bersama antara penggiat dan Balai Bahasa. Di ranah sekolah, kami berharap para penggiat literasi juga menjalin kerja sama dan kolaborasi dengan pemangku literasi lain, seperti: Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota, dan warga sekolah. Kolaborasi beragam pemangku literasi ini akan semakin menguatkan Gerakan Literasi Sekolah,” ucap Billy Antoro, Sekretaris Satuan Tugas Gerakan Literasi Sekolah Kemendikbud.

Lain halnya dengan Erni Wardhani MPd, guru bahasa Indonesia dari SMKN 1 Cianjur. Ia mengatakan, “Bimtek literasi penting sekali diadakan. Apalagi kalau yang menjadi peserta kemarin, seluruhnya dapat menindaklanjuti kegiatan. Jadi jangan terputus oleh 30 orang yang terpilih. Kalau perlu diadakan lagi semacam penggojlokan sehingga pada saat terjun ke masyarakat, kita benar-benar sudah siap dan mampu menjadi perwakilan yang memang dibutuhkan. Literasi bukan hanya sekadar kita mampu membuat karya, akan tetapi bagaimana kita mampu menyebarluaskan ilmu kepada orang banyak sehingga orang lain pun tidak hanya sebagai penikmat, akan tetapi mampu menjadi pelaku. Dengan ini, kita bersama masyarakat sudah berada di tingkatan bernalar aras tinggi.”

Seorang penulis 30 novel, Asri Rakhmawati, mengatakan bahwa Bimtek Literasi Baca Tulis membangun persepsi baru dalam gerakan literasi di masyarakat. Selanjutnya, pegiat literasi TBM Rumah Pena, Banten yang juga dikenal dengan sebutan Achi TM ini mengakui banyak ilmu yang ia dapatkan dari para narasumber dan mentor yang luar biasa.

“Kegiatan ini begitu inspiratif, penuh pembelajaran, meningkatkan kompetensi personal demi meningkatkan kualitas literasi pemuda zaman milenial. Pemahaman terkait literasi menjadikan kita memahami proses penciptaan dan pemaknaan sebuah pembelajaran,” ujar Rahmad Azazi Rhomantoro, pegiat di Muda Mengajar.

Senada dengan Rahmad, Gunawan berkomentar, “Kegiatan ini sangat baik, karena mampu menghimpun penggiat literasi dari seluruh Indonesia.” Guru SMA Negeri 9 Pontianak ini yakin melalui kegiatan ini, penggiat literasi semakin bersemangat di dalam menumbuhkembangkan kegiatan literasi di tempat masing-masing.

Manfaat Bimtek Literasi ini juga dirasakan oleh Kurniasari. Guru SMK Negeri 51 Jakarta itu mengakui kalau kegiatan Bimtek Instruktur Literasi Nasional 2019 merupakan kegiatan yang menambah wawasan, ilmu pengetahuan, dan berbagi pengalaman. “Selain menambah teman dari berbagai daerah, juga memotivasi kami untuk terus berjuang memajukan literasi di Indonesia,” tuturnya kalem

SHARE
Previous articlePuasa Itu Membangun Empati, Bukan Melakukan Persekusi
Next articleLets Update to Enjoy Your LIfe!
dr. Dito Anurogo, M.Sc., adalah dokter literasi digital, penulis 20 buku, dosen FK Unismuh Makassar, memiliki sertifikasi sebagai wartawan muda dari Persatuan Wartawan Indonesia, penulis 20 buku dan lebih dari 333 manuskrip terpublikasi). Anda bisa konsultasi kesehatan dengan mengirim pertanyaan seputar kesehatan ke WA +62 858 5656 9150 dengan cara : ketik DokterRakyat | tuliskan pertanyaan secara jelas. Diakhir kalimat tutup dengan format [kampusdesa.or.id]. Jawaban akan dimuat di Dokter Rakyat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here