Tidak Ada Kata Terlambat

0
152

Bagaimana jika ternyata yang menyebabkan kita gagal atau terlambat adalah diri kita sendiri? Bayangkan betapa sayangnya itu. Kesempatan yang datang tidak kita gunakan dengan baik. Kita tenggelam dalam bayang-bayang dan ketakutan tak berdasar yang kita buat sendiri. Akhirnya, kita tak pernah mencoba untuk berusaha. Kita kalah sebelum perang.

kampusdesa.or.id-Pernahkah kita mengharapkan sesuatu, namun dalam pikiran kita mengatakan, “Aah sudah terlambat…?” Atau kita merencanakan sesuatu pekerjaan, namun dibayangi rasa ketidakmampuan dalam mengerjakan pekerjaan tersebut, lalu pada akhirnya berhenti dan menyerah?

Kemarin malam, karena masih mengaji sambil menggendong Adek Azra yang masih bayi selepas Maghrib sampai Isya’, ditambah lagi terdengar suara iqomah Isya’ di beberapa masjid dan musholla di sekitar rumah, saya berpikir, “Pasti saya terlambat jamaah sholat Isya, apa sholat di rumah saja ya..?” Namun saya memutuskan, segera berwudhu dan pergi ke musholla, yang jaraknya sekitar 50 meter dari rumah. “Biarlah terlambat, jadi makmum masbuk, ataupun sholat Isya’ sendiri, yang penting saya sholat di musholla” pikir saya.

Ternyata pikiran saya salah, saya belum terlambat sholat jamaah. Begitu sampai di musholla, ternyata belum iqomah. Saya pun segera menyuruh satu pemuda anak kos yang ada untuk segera iqomah, dan saya segera memimpin jadi imam jamaah sholat Isya’, karena waktu sudah menunjukkan pukul 19.30, saya punya agenda setelah Isya’ untuk tahlilan.

Kejadian di atas hanya satu contoh kecil saja peristiwa yang menggambarkan antara pikiran dan realita tidak sama. Pikiran saya mengatakan terlambat, realitanya tidak.

Banyak saya temui, orang-orang yang berkata pada dirinya, bahwa ia sudah terlambat dalam mencapai sesuatu, entah terlambat kuliah, terlambat menikah, terlambat belajar, terlambat menjadi sukses, terlambat kaya dan terlambat-terlambat lainnya. Karena dalam pikirannya sudah mengatakan terlambat, mereka pun tidak mau berusaha untuk sekedar mencoba atau mengadu peruntungannya untuk meraih sesuatu yang diinginkannya. Dan saat itu, bisa dipastikan mereka sudah benar-benar terlambat dan gagal.

“Cobalah dulu, berusaha dulu. Bersemangatlah untuk mencapai sesuatu yang diharapkan. Niati belajar dan beribadah. Siapa tahu bisa berhasil”

Cobalah dulu, berusaha dulu. Bersemangatlah untuk mencapai sesuatu yang diharapkan. Niati belajar dan beribadah. Siapa tahu bisa berhasil. Kalaupun gagal, ya dicoba lagi, gagal lagi dicoba lagi, sampai berhasil. Tapi ternyata tetap gagal, ya bolehlah pada akhirnya kita menyerah. Namun, pastinya gagal setelah mencoba lebih baik daripada gagal karena tidak pernah mencoba. Kalau berhasil, pasti akan lebih bangga dan bahagia, setelah melalui proses perjuangan yang tidak mudah. Banyak hikmah dan pengalaman yang tersirat, jika kita mampu memaknainya.

Sesungguhnya, tidak ada kata terlambat bagi orang yang mau mencoba dan berusaha. Terlambat dan gagal, hanya ada bagi orang yang menyerah dan berputus asa.

“Andaikan saat ini kamu belum juga menemukan jodoh, cobalah cari dan klasifikasi siapa-siapa saja yang sekiranya cocok denganmu”

Andaikan saat ini kamu belum juga menemukan jodoh, cobalah cari dan klasifikasi siapa-siapa saja yang sekiranya cocok denganmu. Kemudian, dekati mana yang paling nyaman di hati, dan diistikhorohi. Ingat, tidak ada manusia yang sempurna. Jangan mencari kesempurnaan pada orang yang ingin kamu nikahi. Tidak akan mungkin ada yang seideal pikiranmu. Semua ada kelebihan dan kekurangannya.

Pun jika saat ini kamu ingin belajar sesuatu hal. Lakukan saja, cari informasi yang sangat banyak bertebaran di dunia maya. Misalnya ingin belajar memasak kue, bisnis, desain baju, desain rumah, menjahit, melukis, pembawa acara, menyanyi, Bahasa Inggris, dan lain sebagainya. Pelajari saja otodidak dengan nonton youtube-nya.

Atau saat ini kamu pengen kuliah ke jenjang yang lebih tinggi, Bismillah coba saja. Tidak punya biaya? Ya bekerja atau cari beasiswa, bisa juga cari hutangan, boleh juga mendekati siapa saja yang mau membantu menyumbang. Yang penting, bagaimana caranya kita bisa mencapai keinginan kita.

Pasti ada jalan bagi siapa saja yang mau berusaha. Cobalah, jangan malu, takut dan ragu. Insyaallah kamu belum terlambat.

Berita sebelumyaMemerbanyak Hand Sanitizer untuk Cegah Covid 19
Berita berikutnyaJangan Takut Kehilangan
Abd Azis Tata Pangarsa. Lahir di Malang, 28 Januari 1984. Dosen STAIMA Al Hikam Malang, Guru MI Miftahul Abror Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Program Pascarjana S-3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Wakil Sekretaris PCNU LP Ma’arif Kab. Malang. Penulis buku; Guru Juga Manusia: Catatan Harian Seorang Pendidik dan Penyunting buku: Merawat Nusantara, Menumbuhkan Kembali Spirit Persatuan dalam Kebhinekaan. Kontributor artikel di beberapa buku. Menjuarai berbagai even lomba guru berprestasi tingkat Provinsi dan Nasional. Dapat dihubungi di Jl. Joyo Raharjo I/ 235 K Merjosari Kota Malang. HP dan WA: 082331783484. Facebook:Azis Tatapangarsa, IG:Azis Tatapangarsa, Email:tatapangarsa@yahoo.co.id.