Dibalik Postingan Viral, Guyonan bisa bersifat Maladaptif

0
581
google ilustrasi

0Shares
0

Bagi kebanyakan orang, komedi kelucu-lucuan adalah hal yang lumrah untuk memperbaiki suasana hati. Akhirnya orang-orang mencari hiburan di gadgetnya masing masing, mencari postingan viral untuk dinikmati. Padahal dibalik postingan itu, ada jenis humor yang jarang diketahui netizen, namun berdampak buruk dalam interaksi sosial, bahkan dapat mempengaruhi psikis individu. Bijak dalam guyonan sangat diperlukan sebagai filter kemajuan zaman.

KampusDesa–Langsung saja, yang pertama adalah postingan viral. Jika anda membaca tulisan ini berarti anda sedang online entah melalui Smartphone atau PC. Tentu saja anda memiliki akun media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, Line dan lainnya. Nah, disana terdapat suatu, text, gambar atau video unggahan oleh seseorang itulah yang disebut postingan. Jika hal tersebut menarik selera netizen, maka postingan itu akan cepat menyebar menjadi konsumsi publik (viral) dengan cara direpost, dilike, diretwit dan dishare.

Satu kelemahan fatal dalam bermedia digital adalah tidak adanya kontrol etika. sehingga suatu hal yang viral (populer) meskipun jauh dari kategori bermoral, akan menjadi suatu pengetahuan baru sekaligus trend yang mudah sekali dicontoh oleh kawula muda, terutama bagi mereka yang masih dalam tahap krisis identitas (remaja)

 

Satu kelemahan fatal dalam bermedia digital adalah tidak adanya kontrol etika. sehingga suatu hal yang viral (populer) meskipun jauh dari kategori bermoral, akan menjadi suatu pengetahuan baru sekaligus trend yang mudah sekali dicontoh oleh kawula muda, terutama bagi mereka yang masih dalam tahap krisis identitas (remaja).

Teknik membuat suatu postingan agar menjadi viral sebenarnya sangat berguna bagi start-up dan pengusaha untuk memasarkan produknya. Hari ini persaingan marketing online di Indonesia memang menggiurkan. Disisi lain, bagaimana jika postingan viral tersebut bukan tentang produk berkualitas, melainkan hanya bersifat hiburan semata? Berisi jokes yang kian hari meramaikan dunia digital nusantara. Alih-alih kebebasan berkreasi dan kreatifitas, padahal jokes tidak selamanya baik.

Disinilah letak yang harus dikoreksi, humor humor yang beredar viral dalam bentuk video, gambar atau tulisan jangan sampai tidak sejalan dengan norma moralitas budaya dan hukum agama, lebih lebih sampai mempengaruhi psikis seseorang menjadi lebih buruk dan mereduksi nilai moral yang sudah ada

 

Disinilah letak yang harus dikoreksi, humor-humor yang beredar viral dalam bentuk video, gambar atau tulisan jangan sampai tidak sejalan dengan norma moralitas budaya dan hukum agama, lebih lebih sampai mempengaruhi psikis seseorang menjadi lebih buruk dan mereduksi nilai moral yang sudah ada.

Etika adalah suatu ilmu yang menganalisa, menyelidiki, baik dan buruk tindakan manusia sejauh bisa diketahui oleh pikiran. Moral adalah suatu pandangan baik atau buruk, benar atau salah, apa yang sepantasnya dilakukan dan apa yang tidak seharusnya dilakukan berdasarkan kesepakatan budaya setempat. Sementara Akhlak adalah terminologi Islam yaitu suatu dorongan dalam diri manusia untuk melakukan kebiasaan perbuatan yang baik, dilakukan berulang ulang dan bukan pada waktu tertentu saja.

Etika dan moralitas adalah hal yang wajib dijunjung tinggi, karena dua hal tersebut adalah penyeimbang dalam kehidupan sosial. Dalam ilmu kesehatan mental orang yang berperilaku moral menyimpang bisa dicirikan sebagai patologi sosial atau bahkan bisa masuk kategori abnormalitas,tentu hal ini jauh dari yang kita harapkan.

 

Etika dan moralitas adalah hal yang wajib dijunjung tinggi karena dua hal tersebut adalah penyeimbang dalam kehidupan sosial. Dalam ilmu kesehatan mental orang yang berperilaku moral menyimpang bisa dicirikan sebagai patologi sosial atau bahkan bisa masuk kategori abnormalitas, tentu hal ini jauh dari yang kita harapkan. Manusia memang butuh hiburan, fungsinya untuk melepas lelah, mengalihkan masalah dan mungkin merilekskan diri supaya tidak tegang.

Hiburan akan dianggap berhasil jika mampu membuat penontonnya tertawa dan menikmatinya, mungkin itu yang disebut humor. Dalam pengertian jawa, humor bisa diartikan “guyonan.”  Perlu diketahui ada dua humor yang sangat tidak baik dilakukan dalam kehiduan sehari-hari yaitu aggressive humor dan self defeating humor. Kategori gaya humor ini merupakan hasil temuan R. Martin tentang perbedaan gaya humor individu dan dampaknya terhadap kepribadian.

Ketika seseorang membuat orang lain tertawa, dengan bentuk menyindir, mencela menjatuhkan dan menggali kekurangan (mengorbankan ) orang lain itulah yang dinamakan aggresive humor. Hal ini tentu berpotensi menyebabkan permusuhan, ketidaknyamanan dan saling serang.

Tak jarang didapati juga dalam layar komedi Indonesia, memanipulasi orang supaya tertawa dengan merendahkan dan menghina diri sendiri secara berlebihan bahkan orang tersebut rela menjadi bahan ejekan (mengorbankan diri) inilah yang dikenal dengan self defeating humor. Seakan akan hal ini tidak berdampak, padahal nyatanya orang yang memiliki gaya humor seperti ini memliki tingkat kesepian yang cenderung lebih tinggi dan menunjukkan kesejahteraan psikologi yang kurang baik.

Lingkungan sosial adalah pembentuk kepribadian yang potensial bagi manusia melalui proses imitasi, identifikasi, sugesti, simpati dan empati. Proses itu juga terjadi bahkan dengan intensitas lebih banyak melalui media online. Bisa kita buktikan dampak dan contohnya, kenapa banyak anak anak kecil saat ini sudah hafal lagu percintaan daripada lagu kanak-kanak tempo dulu. Padahal lagu anak tempo dulu mengandung humor yang pantas sesuai usia mereka.

Contoh lainnya adalah adegan remaja laki-laki berekspresi melambai. Adegan self talk dengan bahasa sarkasme dan gambar atau humor dewasa. Semua jenis guyonan ini mengandung aggressive dan self defeating humor. Humor seperti itu sangat diminati dan cenderung viral, tetapi apa hal ini wajar dan perlu dibiarkan? Maka dari sini kita bisa melacak bahwa pengetahuan masyarakat tentang humor maladaptif sangatlah minim.

Salah satu cara agar bangsa ini tidak kehilangan orientasinya dibidang pendidikan dan budaya akibat dampak  transformasi teknologi Industri 4.0 adalah moralitas dan sopan santun khususnya guyonan sehat perlu dikampanyekan sebagai bentuk investasi SDM yang sehat secara psikologis

 

Hal yang paling sulit untuk mengontrol guyonan adalah ketika berinteraksi dengan teman seumuran, sebab mereka adalah orang yang sederajad, orang yang paling sering bertemu dan seirama dalam pemikiran sehingga kita lupa untuk memperlakukan teman sebaya sesuai sopan santun yang ada.

Inilah yang perlu diluruskan dalam kehidupan sosial, terutama guyonan via online yang sangat dinikmati netizen millenialls. Salah satu cara agar bangsa ini tidak kehilangan orientasinya di bidang pendidikan dan budaya akibat dampak transformasi teknologi industri 4.0 adalah moralitas dan sopan santun, khususnya guyonan sehat perlu dikampanyekan sebagai bentuk investasi SDM yang sehat secara psikologis.

Dosen saya pernah berpesan “sesuatu yang tidak dibiasakan akan mudah dilupakan. Sesuatu yang dibiasakan akan mudah diingat untuk dilakukan, maka biasakanlah hal-hal yang baik dalam hidup.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here