Sabtu, Mei 2, 2026
Beranda blog Halaman 6

Lindungi Kulitmu Dengan Tabir Surya 

Kampusdesa.or.id–Kulit merupakan organ pelindung dan estetis yang mencerminkan kesehatan seseorang. Kondisi kulit yang sehat ditandai oleh warna, kelembapan, kelenturan, dan tekstur yang baik. Untuk menjaga kesehatan kulit, banyak orang menggunakan kosmetik skin care, yang terdiri dari pembersih, pelembab, dan tabir surya.

Wajib Tahu Ancaman Radiasi UV

Masih banyak yang kurang menyadari pentingnya tabir surya sebagai perlindungan utama terhadap paparan sinar matahari. Sinar UV dapat menyebabkan efek negatif pada kulit, baik secara cepat maupun dalam jangka waktu lama. Tabir surya berperan dalam menyerap, menghamburkan, dan memantulkan radiasi UV, tetapi minimnya informasi menyebabkan rendahnya kesadaran masyarakat mrnggunakan tabir surya.

Melanin berfungsi menyerap sinar UV untuk mengurangi dampaknya, dan kepekaan terhadap sinar UV

Kulit memiliki pertahanan alami terhadap radiasi UV matahari melalui melanin dan protein pada lapisan terluar kulit. Melanin berfungsi menyerap sinar UV untuk mengurangi dampaknya, dan kepekaan terhadap sinar UV tergantung pada jumlah melanin yang dimiliki oleh individu.

Sinar UV terdiri dari tiga jenis, yaitu UVA, UVB, dan UVC. UVA memiliki panjang gelombang yang dapat menembus kulit hingga lapisan dermis, sedangkan UVB lebih banyak diserap oleh lapisan terluar kulit. UVC diserap oleh ozon dan tidak mencapai permukaan bumi. UVB dapat menyebabkan kulit terbakar, sementara UVA dapat merusak DNA kulit secara tidak langsung, menyebabkan penuaan kulit.

Sinar UV A bersifat stabil sepanjang hari, menembus awan dan kaca, sedangkan UV B lebih banyak pada pukul 10.00-14.00 dan dapat diserap oleh kaca dan awan. Meskipun sinar UV dibutuhkan untuk sintesis vitamin D, paparan berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan kulit. Kesadaran akan pentingnya perlindungan kulit dari sinar UV perlu ditingkatkan.

Paparan sinar matahari berlebihan atau dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan berbagai kelainan kulit, termasuk kelainan akut.

Paparan sinar matahari berlebihan atau dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan berbagai kelainan kulit, termasuk kelainan akut. Sunburn merupakan efek yang terjadi secara cepat akibat paparan sinar UV, ditandai dengan kemerahan, nyeri, rasa hangat, dan gatal pada kulit. Sinar UVB lebih berperan dalam menimbulkan sunburn, yang muncul dalam 6-24 jam setelah paparan sinar matahari. Gejala dapat menghilang dalam 3-5 hari, namun dapat menjadi lebih berat dengan bengkak dan demam jika paparan sinar matahari kuat, lama, dan tergantung pada tipe kulit individu. Kesadaran akan dampak sinar UV terhadap kulit perlu ditingkatkan untuk mencegah kelainan seperti sunburn.

Tanning, atau perubahan warna kulit menjadi lebih gelap akibat paparan sinar matahari, terbagi menjadi tanning awal dan tanning lanjutan. Tanning awal terjadi dalam beberapa menit setelah paparan dan dapat hilang dalam beberapa hari, sedangkan tanning lanjutan muncul dalam 3-4 hari setelah paparan dan perubahan warna kulit lebih jelas, menghilang dalam beberapa minggu.

Mayoritas kanker kulit disebabkan langsung oleh paparan sinar UV dalam jangka waktu lama, yang merusak konfigurasi DNA, tergantung pada kondisi pertahanan tubuh di kulit.

Paparan berlebihan sinar UV selain mempercepat penuaan dini juga dapat menyebabkan kanker kulit. Mayoritas kanker kulit disebabkan langsung oleh paparan sinar UV dalam jangka waktu lama, yang merusak konfigurasi DNA, tergantung pada kondisi pertahanan tubuh di kulit. Gejala kanker kulit muncul setelah beberapa puluh tahun terpapar sinar UV.

Baca juga: Waspadai Kandungan Boraks atau Garam Kuning

Semua orang wajib berlindung dari paparan sinar matahari yang berlebihan, meskipun orang yang berkulit gelap memiliki proteksi yang lebih banyak terhadap sinar UV. Paparan sinar matahari akan menimbulkan kelainan apabila telah melampaui kemampuan kulit dalam mentoleransi efek tersebut. Beberapa cara dapat dilakukan dalam usaha preventif terhadap radiasi UV yaitu:

  1. Menghindari sinar matahari berlebihan pada pukul 10.00 hingga 16.00
  2. Memakai pelindung fisik seperti baju, topi, payung dan kacamata.
  3. Pemakaian tabir surya secara tepat, konsisten dan teratur.

Tabir Surya

Beberapa penelitian mengenai fotoproteksi terhadap sinar matahari memaparkan bahwa penggunaan tabir surya secara teratur mampu mencegah kerusakan kulit serta kanker kulit. Tabir surya merupakan kosmetik pelindung yang dapat menyaring dan menahan sinar matahari terhadap kulit. Tabir surya terdapat dalam 2 jenis yaitu:

Tabir Surya Kimia. Tabir surya kimia melindungi kulit dengan cara menyerap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi panas. Tabir surya ini disebut juga suncreen/ tabir surya organik. Tabir surya ini diserap oleh kulit dan mempunyai potensi menimbulkan iritasi pada kulit dan tidak dapat digunakan oleh bayi usia kecil 6 bulan. Contoh tabir surya ini yaitu Avobenzone, Octinoxate dan lain lain.

Tabir Surya Fisik. Tabir surya yang bekerja melindungi kulit dengan cara memantulkan sinar matahari. Tabir surya ini dikenal dengan nama sunblock/tabir surya anorganik. Tabir surya ini mempunyai spektrum luas yang mampu melindungi dari sinar UV A dan UV B, bersifat stabil, potensi alergi yang ditimbulkan rendah dan tidak diserap oleh kulit sehingga dapat dipakai pada anak-anak.

Untuk mengoptimalkan kemampuan tabir surya sering dilakukan kombinasi antara tabir surya fisik dan kimia oleh sebagian produsen kosmetik.

SPF (Sun Protection Factor) Pada Tabir Surya

Dalam sediaan kosmetik skin care kita sering menemui tulisan SPF. SPF merupakan kemampuan dari tabir surya dalam melindungi kulit terhadap pajanan radiasi sinar UV. Kekuatan tabir surya bergantung pada nilai SPF. Kadar SPF dalam tabir surya bervariasi, berkisar sampai dengan 50. Idealnya gunakan tabir surya spektrum luas yang mampu melindungi dari UV A dan UV B dengan nilai SPF diatas 15, namun tabir surya tidak sepenuhnya dapat memproteksi kulit dari paparan sinar UV

Potensi Tabir Surya

Kemampuan dari suatu tabir surya tidak hanya tergantung dari nilai SPFnya. Ada beberapa faktor yang turut menentukan potensi tabir surya yaitu tabir surya yang ideal jenisnya adalah tabir surya yang memberikan perlindungan spektrum luas terhadap UVA dan UVB, tidak menimbulkan iritasi, mudah didapat. Cara pakai menentukan efektifitas tabir surya, yang harus diperhatikan dalam mengaplikasikan tabir surya yaitu;

Pemakaianya harus rutin setiap hari, waktu pemakaian adalah 15-30 menit sebelum keluar rumah. Jumlah/ketebalan yang cukup dan merata. Pemakaianya harus rutin setiap hari, waktu pemakaian adalah 15-30 menit sebelum keluar rumah, tabir surya harus dibiarkan kering terlebih dahulu sebelum memakai make up, pengulangan kembali pemakaian tabir surya setelah 2-4 jam, efektifitas tabir surya berkurang jika terkena keringat/air. Pemakaian awal atau pergantian tabir surya baru dianjurkan untuk mencobanya terlebih dahulu pada sebahagian kecil area untuk menghindari efek alergi ataupun iritasi.

Baca juga: Pelatihan Budidaya Kopi, Ada Celah Bersyukur

Berbagai Bentuk Tabir Surya. Di pasaran terdapat berbagai macam bentuk kosmetik tabir surya yang dapat disesuaikan dengan jenis kulit dan aktifitas. Bentuk kosmetik tabir surya yaitu:

  1. Lotion, cocok digunakan pada kulit normal cenderung berminyak dan kulit berminyak karena kekentalannya yang rendah, tidak lengket dan mudah merata pada kulit.
  2. Cream, cocok digunakan pada kulit kering
  3. Gel, cocok digunakan pada kulit berminyak dan pada pria.
  4. Spray, dikenal cocok terutama untuk anak- anak. Spray sangat cocok digunakan pada area yang luas ditubuh.
  5. Stick, efektif melindungi area yang sempit/terbatas dan menonjol seperti sekitar bibir, hidung, lingkaran mata.

Semoga artikel ini dapat membantu perawatan kulit anda untuk lebih sehat.

Sumber:

Prima Minerva, 2019, Jurnal Pendidikan Keluarga, Volume 11 No. 1 Juni 2019, e-ISSN: 2549-9823 p-ISSN: 2085-4285

Pelatihan Budidaya Kopi, Ada Celah Bersyukur

Kampusdesa.or.id–“Tanaman kopi yang bagus itu tandanya apa?”
”Buahnya lebat.”
“Buahnya gembel. Banyak.”
“Lebat itu seperti apa? Banyak itu berapa?”

Pertanyaan itu belum selesai. Novie Pranata Erdiasyah, SP, M.Si., peneliti dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakoa (Puslitkoka) Jember, mengajak mengidentifikasi tanaman kopi yang subur.

Dialog pendek itu menjadi bagian dari Pelatihan Teknologi Budidaya Kopi yang diadakan oleh tim pengabdian masyarakat Universitas Ma Chung atas dukungan Kemendikbud-ristek. Pelatihan yang diikuti 30 petani dan pegiat kopi ini, diadakan di Balai Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, 14-16 November 2023.

“Jadi, pohon kopi yang subur, unggul, jika satu ranting berisi minimal 10 dompol buah kopi. Satu dompol berisi 25-30 biji kopi. Itu untuk kopi jenis Robusta.”

“Jadi, pohon kopi yang subur, unggul, jika satu ranting berisi minimal 10 dompol buah kopi. Satu dompol berisi 25-30 biji kopi. Itu untuk kopi jenis Robusta. Kalau Arabika, satu ranting berisi tujuh dompol. Satu dompolnya terdapat 15-20 biji kopi,” terangnya menjelaskan. Nampak peserta tersenyum. Beberapa menggelengkan kepala. “Kok ya kober menghitung ya.”

“Nah, agar tanaman kopi kita bisa optimal buahnya, kalau jenisnya Robusta, satu lahan kalau bisa diisi minimal tiga jenis klon. Klon itu adalah pembiakan bibit dari biji kopi satu jenis. Nah, dalam satu lahan, kalau bisa diusahakan tiga jenis klon.“Karena tanaman kopi robusta itu, pembuahannya hasil dari penyerbukan. Kalau dalam satu lahan terdapat tiga atau empat jenis klon, nanti akan lebih produktif panennya,” demikian saran Novie Pratama.

Baca juga: Anak muda butuh inklusi finansial

Pelatihan tersebut merupakan hal baru bagi petani kopi di desa Kucur. “Sebenarnya, di desa Kucur, mayoritas warga menanam kopi dan cengkeh. Tapi karena dianggap nilai ekonominya rendah, banyak tanaman cengkeh dan kopi diganti dengan tanaman buah jeruk. Lha pelatihan ini bisa disebut sebagai hal baru. Lha wong selama ini petani kopi di sini, belum pernah ada pelatihan seperti ini,” tutur Abdul Karim, Kepala Desa Kucur.

“Besar harapan kami, kesempatan ini bisa dimanfaatkan untuk belajar mengenai budidaya tanaman kopi sebanyak mungkin. Mumpung kita bertemu dengan ahlinya kopi,” harap Yuswono Hadi, MT., anggota tim pelaksana program Insentif UMKM Berbasis Kemitraan Kemendikbud-ristek.

Pada pagi hingga siang, peserta diajak belajar budidaya tanaman kopi secara teori. Selepas istirahat, mereka diajak praktik di kebun warga. Para petani mendapatkan informasi, mulai dari proses pembibitan, persiapan lahan, perawatan, pemupukan, pengendalian hama, hingga persiapan panen.

Pada materi perawatan tanaman lewat pemangkasan dahan, beberapa petani nampak antusias. Beberapa meminta praktek di kebunnya. Selain materi pemangkasan dahan, peserta juga diajak berlatih melakukan penyambungan dan memilih dahan yang hendak dijadikan bahan sambungan.

“Wah, baru kali ini tahu bagaimana memilih dahan dan ranting mana yang mesti dipotong. Biasanya, ya asal potong saja, tanpa banyak pertimbangan,” ujar pak Sueb, Petani kopi yang kebunnya dijadikan tempat praktik.

Pengolahan Pasca-Panen

Peserta juga diajak mengenal pengolahan pasca-panen kopi. “Sebaiknya, kita melakukan petik biji kopi yang sudah berwarna merah. Kalau panennya model di-rut, asal sudah ada beberapa biji berwarna terus satu dompol diambil seluruhnya, justru nanti beratnya tidak maksimal. Setelah itu, perlu disortir. Biji yang belum berwarna merah dipisahkan dari biji kopi yang berwarna merah.”

“Setelah disortasi, biji kopi kita rambang. Biji kopi dimasukkan kedalam bak berisi air. Biji kopi yang mengambang diambil dan disisihkan. Biji kopi yang mengambang itu, bijinya tidak mentes atau berlubang. Nah (biji kopi) itu kalau diroasting akan merusak citarasa kopi,” papar Hendy Firmanto, ST., M.Sc., peneliti dan tenaga ahli dari Puslitkoka, Jember.

Pada kesempatan itu, para petani kopi juga diajak melakukan uji citarasa kopi. Pada kesempatan uji citarasa tersebut disajikan pula kopi olahan Mulyono dan Kusria, petani kopi warga desa Kucur. “Kopi Arabika ini, diolah oleh pak Mulyono sendiri. Karena dia ingin mencoba belajar mengolah pasca-panen. Kopi di gelas satunya, kopi Arabika dari pak Kusria yang diolah oleh kelompok tani,” tutur Nur Ali Romadhon, pengurus kelompok tani kopi desa Kucu

“Nah, kalau kopi yang ini, terasa citarasanya muncul ‘rasa kayu’ atau woody istilahnya. Itu karena proses pengolahan pasca-panennya. Mungkin kurang sering dibolak-balik saat menjemurnya.”

“Srrupp..” terdengar Dwiki, karyawan dari Puslitkoka mencecap kopi dari sendok. Beberapa saat, nampak ia sedang merasakan seduhan kopi itu. Tak lama, dua-tiga sendok ia ulangi lagi. “Nah, kalau kopi yang ini, terasa citarasanya muncul ‘rasa kayu’ atau woody istilahnya. Itu karena proses pengolahan pasca-panennya. Mungkin kurang sering dibolak-balik saat menjemurnya. Jadi, tingkat kekeringannya kurang merata. Benar ya Pak?”

Baca juga: Sholawat Sekarbanjar dan festival Maulid Nabi

“Wah, kok konanganya ya?” seloroh pak Mul sambil tersenyum. Kontan saja, jawaban itu mengundang peserta lain tertawa.

“Nah, kalau kopi yang satunya, sepertinya sudah benar pengolahan pasca-panenanya. Ini sudah layak masuk kedai kopi atau kafe,” tambah Dwiki.

Penguatan Kelembagaan

Disamping belajar mengenai teknis budidaya kopi, peserta juga diajak mengenal pentingnya kelompok tani. “Seorang petani kopi itu, kalau tidak ikut kelompok tani, ya dia akan ‘diombang-ambingkan oleh pemain di pasar. Atau biasa kita sebut tengkulak. Kalau secara sendiri-sendiri, petani tidak punya posisi tawar. Ditawr berapapun harga panen kopinya, petani sulit mengelak. Tidak ada pilihan. Padahal, petani dihadapkan pada kebutuhan sehari-hari yang harus segera dipenuhi. Yo wis, harga berapapun akhirnya ya ‘dilepas kopi hasil panennya,” tutur Heryanto (45), Ketua Kelompok Tani Kopi Tunas Muda, desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Padahal, petani dihadapkan pada kebutuhan sehari-hari yang harus segera dipenuhi. Yo wis, harga berapapun akhirnya ya ‘dilepas kopi hasil panennya,” tutur Heryanto (45)

“Dengan berkelompok, kita bisa mufakat akan melepas kopi dengan harga berapa. Selain itu, ya kita juga belajar menyamakan kehendak dan bersolidaritas karena mengutamakan kebersamaan dalam kelompok. Tidak mudah memang. Namun ya bagaiamana lagi, menurut saya petani ya mesti bersatu dalam kelompok tani, kalau ingin maju bersama dan mencapai cita-cita bersama. Kita gak bisa memperjuangkan keadilan dalam perdagngan kopi, kalau tidak dalam suatu lembaga atau kelompok tani,” ujarnya menandaskan.

“Iya, saya sepakat dengan mas Heri,” sambung Fatkhul Ulum. “Pada dasarnya, petani itu ada dua. Petani yang berbaju petani dan petani yang berbaju pedagang. Artinya, ada petani yang mentalitasnya pedagang. Kemana-mana selalu berhitung angka-angka. Mencari pembeli kopi dengan harga tertinggi.”

Menurut Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Wonosantri, Singosari, Malang ini, ada juga petani yang berbaju petani. “Ya memang dia itu petani tulen. Seorang yang menanam tanaman pangan yang dengan sadar bahwa hasil panennya itu memang untuk melestarikan kehidupan. Bukan menyediakan pangan tapi berisi racun. Yaitu menggunakan bahan bahan kimia yang membahayakan kesehatan orang yang mengonsumsi hasil panennya. Padahal orang membeli bahan pangan itu kan ingin tetap hidup. Itulah petani yang sejati. Hasil panennya itu untuk kelangsungan kehidupan,” paparnya menjelaskan.

Bahkan, “kalau kita menanam pohon, sebut saja menanam pohon kopi, itu kan tidak hanya menyediakan bahan pangan saja dari hasil panennya. Tanaman kopi itu juga menyediakan oksigen, udara yang bersih untuk kita hirup, demi kelangsungan kehidupan di sekitarnya,” tutur pria yang akrab disapa Gus UIum ini.

Alhasil, bagi Heryanto dan Gus Ulum, kekuatan dari lembaga kelompok tani itu, terletak pada nilai-nilai yang diyakini dan dipegang teguh oleh para anggotanya. Nilai itulah yang diperjuangkan dan menjadi pondasi dari gerakan kelompok tani kopi tersebut. Nilai gerakan, sekaligus pengharapan petani ini, senantiasa menelusup dalam aroma dan citarasa kopi.

Sudah ngopi hari ini..?

Anak Muda Butuh Inklusi Finansial

Kampusdesa.or.id–Salah satu peran penting anak muda hari ini adalah melatih mandiri finansial sejak dini. Badan Pusat Statistik merilis data series tahun 2020-2022 menunjukkan bahwa angka pengangguran terdidik, lulusan perguruan tinggi mencapai 4.80% dan Sekolah Menengah Atas Kejuruan mencapai 9.42% di tahun 2022. Kelas-kelas perguruan tinggi yang tidak bersentuhan dengan orientasi finansial dan lebih teoritis diduga menjadi pembatas para lulusan terdidik belum terbiasa terhubung dengan pengalaman finansial aktif. Apalagi para mahasiswa waktunya habis di kelas tanpa terhubung dengan literasi finansial yang menggabungkan pengalaman di kelas dengan perilaku kreatif berorientasi mendapat pemasukan.

Kampus Desa Indonesia berpihak pada generasi kampusan yang terdidik didorong memiliki sikap dan ketrampilan menejemen keputusan finansial inklusif

Kebede (2015) menyatakan dalam dunia yang sedang berkembang, ketrampilan dan sikap dalam menejemen keputusan finansial pribadi yang optimal adalah tantangan masa kini. Kemandirian menjadi tantangan bonus demografi yang menyasar desa-kota, usia, gender, dan pendidikan. Kampus Desa Indonesia berpihak pada generasi kampusan yang terdidik didorong memiliki sikap dan ketrampilan menejemen keputusan finansial inklusif, yakni saat dia belajar maka orientasi keuntungan finansial semestinya menjadi bagian dari perencanaan masa depan, tanpa menunggu ijasah atau berebut lamaran kerja.

Baca juga: Metode Pemberdayaan Imamah; Mengubah Dari Sense Of Budgeting Ke Sense Of Benefit

Develop your bussines, inklusi finansial anak muda

Keputusan finansial sebagai ketrampilan dan sikap baru perlu dibangun untuk menumbuhkan anak muda segera sadar diri keluar dari penjara kelas yang nir-literasi finansial. Kampus Desa melakukan itu untuk memutus mata-rantai pengangguran dan kemanjaan finansial. Ada tiga bungkus konten kelas yang dikembangkan. Pertama, analisis data marketing. Metodologi riset telah dilahap oleh mahasiswa tetapi kosong dijadikan sebagai alat strategis pengambilan keputusan personal untuk mendapatkan peluag. Kampus Desa mengajar aplikasi metodologi riset di kampus untuk dijadikan ketrampilan mengoleksi peluang pasar dengan kesadaran data. Kedua, Sumber daya mahasiswa perlu ditopang oleh kesadaran tentang kesadaran dini bahwa mahasiswa adalah sumberdaya finansial yang dibentuk sejak dari bangku kuliah. Ketiga, digital marketing dan memulai sejak dini dalam literasi digital mampu merebut peluang tanpa menggangu kuliah. Untuk itu mahasiswa perlu dimentoring dari pelaku lapak Shopee yang sudah sukses dengan omset ratusan juta. Kampus Desa dengan kegiatan mengembangkan bisnis secara kecil bertujuan menumbuhkan kesadaran pentingnya keputusan menejemen finansial untuk pemasukan finansial anak muda.

Mahasiswa perlu dimentoring dari pelaku lapak Shopee yang sudah sukses dengan omset ratusan juta.

Diakui, pendidikan finansial yang inklusif memberikan keterkaitan positif bagi investasi finansial dalam pendidikan. Sebagaimana dipertegas Kebede (2015), pendidikan finansial berhubungan positif dengan akumulasi kekayaan baik di Jepang dan Cili. Bersama Kampus Desa, anak muda didorong lebih ahli dalam investasi keputusan finansial sebagai modal psikologis yang langsung dapat dibelajari sembari praktik dari usaha rintisan yang dimiliki oleh anak muda kampus. Aksi ini menjadi otokritik bahwa orang yang memiliki pengetahuan finansial, tidak berhubungan langsung dengan ketrampilan nyata dalam mendapatkan kekayaan finansial (Bugriavin, 2015). Berdasarkan kajian tersebut Kampus Desa memberikan wadah pengembangan bisnis rintisan sebagai aksi inklusif finansial, yakni mahasiswa dapat menjadi pelaku aktif untuk segera merebut kesempatan laku investasi finansial, bukan pengetahuan finansial saja.

Baca juga: Prospek Kerja Sarjana Psikologi | Part 5

Mentoring perilaku finansial

Mengantisipasi lonjakan besar pengangguran terdidik di perguruan tinggi, maka para praktisi dan ilmuwan meluangkan waktu untuk mementori secara lintas keahlian bagi anak muda kampusan untuk terampil menginisiasi perilaku finansial melalui rintisan usaha mandiri atau kelompok. Mereka bertemu di Minggu sore 15 Oktober 2023 di Hide Out Caffe, Joyo Agung Merjosari Malang sejak 15:00 – 19:00 WIB dilanjutkan ngopi bareng mengusir kegalauan untuk mengembangkan bisnis masing-masing. Mentoring bersifat kemitraan, yakni tumbuh bersama untuk mendapat keuntungan bersama. Hadir, Yusuf Wildan, owner Jasmerah Store lapak Shopee, pengusaha modifikasi jam tangan yang sebulan sudah mendapatkan omset 100 juta perbulan. Alfin Mustikawan, analis data dari Kampus Desa yang mendorong setiap orang yang merintis usaha, butuh sadar akan data. A. Hamid Cholili, dari Smart Community, dosen kewirausahaan, psikolog, sekaligus pemilik layanan jasa psikologi yang juga pengusaha kopi. Ulul Fahmi Rosyida, karyawan berjuang mandiri melalui Jerami Film dan punya usaha kecil-kecilan serta bersama Lulus, seorang analis finansial. Semua saling berdiskusi meningkatkan level penghasilannya. Hadir juga lima mahasiswa yang sedang memaksa diri untuk berpenghasilan tanpa meninggalkan kuliah. Kemitraan dimaksud adalah berbagi keahlian untuk tumbuh bersama mengelola usaha kemitraan dari para pelaku yang hadir. Mentoring kemitraan dengan demikian berbagi kompetensi dan sharing sumberdaya, sumber finansial.

Alfin Mustikawan, analis data dari Kampus Desa yang mendorong setiap orang yang merintis usaha, butuh sadar akan data.

Kemitraan ini berusaha menularkan keputusan finansial sebagai iklim positif. Keputusan finansial ditentukan oleh kekuatan keluarga dan sosial (Kebede, 2015). Alfin berujar, anak saya usia sekolah dasar, berjualan setelah dia melihat Tiktok yang memiralkan es Kul-Kul. Sedari kecil sudah peka data. Dia langsung tertarik membuat es Kul-kul karena mudah diperoleh. Dia dipandu ibunya untuk mewujudkan dan berhasil menjual es Kul-kul melalui sarana update status dan ditawarkan ke teman-teman sekolah. Sadar data membantu keputusan mendapatkan pemasukan keuangan penting dilakukan sejak dini. Untuk itu, perkumpulan kemitraan yang terjalin adalah langkah membuat keputusan finansial terpenting hari ini. Termasuk sebagian dari mahasiswa yang dianggap ingin melamar kerja, sebaiknya sejak dini mengubah mindset sadar data agar merintis aktifitas finansial mereka.

Keputusan finansial didukung oleh perilaku finansial agar berkelanjutan mendapatkan penghasilan. Kombinasi pemikiran di diskusi ini lahir dari pendekatan analis data Alfin Mustikawan, Yusuf Wildan, dan Ach. Hamid Cholili. Baik Cholili dan Yusuf Wildan sejak mahasiswa sudah menyisihkan habituasi (perilaku finansial) berpenghasilan. Kalau sudah ada ide, sudah 50 persen mempunyai keputusan finansial, dan sisanya membiasakan berpenghasilan. “Pengalaman Lamia dan Sherly dengan kelas Psikologi sosial sudah mendapatkan penghasilan perlu dilanjutkan, apalagi peluang usaha dengan dasar desain secara data banyak direspon di pasar online, begitu juga Rian, Aska, Obama dengan Ikan Cupang, dan Udin, tegas Yusuf Wildan. Melalui analis data, perilaku finansial dapat menemukan value barang, community proud, dan modifikasi dari produk yang trending di pasaran. Misalkan barang yang ada dikombinasi menjadi produk baru seperti hampers berisi kopi dan tumbler. Ini menggabungkan dua barang bernilai menjadi bernilai baru. Modal ide sudah teruji di lapangan, tinggal memastikan keberlanjutan tersebut untuk segera dipercepat meningkatkan pendapatan pribadi. Perilaku finansial dengan demikian adalah modal psikologis penting untuk pendapatan mahasiswa.

Ketrampilan sosial menciptakan akses jaringan pasar sehingga produk usaha bisa terjangkau. Bertemu orang, buang rasa malu untuk membuat penawaran. Finansial berarti mendapat pemasukan.

Oleh karena itu, bagi yang ingin berpenghasilan, perlu menejemen tindakan dengan cara “memadukan kemampuan diri secara intelektual, sosial, dan finansial,” tegas A. Hamid Cholili, psikolog SDM dari Smart-Community. Dia tegaskan lagi, “pewirausaha membutuhkan kualitas berpikir kritis mengembangkan ide untuk berkorelasi dan inovasi mengenai obyek usaha. Ketrampilan sosial menciptakan akses jaringan pasar sehingga produk usaha bisa terjangkau. Bertemu orang, buang rasa malu untuk membuat penawaran. Finansial berarti mendapat pemasukan. Jadi, yang dipikir bukan modal, tetapi pemasukan. Kalau entrepreneur, begitu berpikirnya. Bukan sibuk cari modal.” Imbuh Cholili.

Ada tiga kelanjutan untuk fokus pada keuntungan finansial. Pertama, Lamia dan Sherly berfokus pada penjualan produk grafis. Kedua, Obama, Laska, Udin, dan Rian berfokus pada analis data dan digital marketing dengan produk personal branding. Semua dikelola dengan pendekatan menejemen sumberdaya manusia oleh Osi dan Lulus. Proses mentoring dilakukan oleh tiga orang pemandu. Ada dua pilihan target, mampu menghasilkan penghasilan finansial, magang desain di Jasmerah Store, atau akan menjadi bisnis bersama dengan berbagi investasi. Setidaknya ada usaha yang bisa dikembangkan melalui ekosistem usaha. Anak muda dapat meraup penghasilan, dan memiliki pemasukan sebagai indikator kesejahteraan secara finansial. Inilah kekuatan inklusi finansial.

Anda punya usaha kecil-kecilan, saatnya berkembang dengan bergabung bersama kami. Silahkan menghubungi Osi (Ulul Fahmi Rosyida) di Whatsapp kelompok kami.

 

Pewarta: Muhammad Afiqul Rifqi

Sholawat Sekarbanjar dan Festival Maulid Nabi

3

Kampusdesa.or.id–Di dekat punden mbah Serut, pada Sabtu malam, 08 Oktober 2023, Festival Sekarbanjar yang sudah terlaksana selama tiga hari ditutup oleh ketua PCNU Kota Malang dengan penabuhan terbang didampingi Abah Yusro, sesepuh Dusun Genting dan Aji Darmano, ketua RW 07 Merjosari Lowokwaru Malang. Festival yang disemarakkan berbagai aktifitas seni pertunjukan, pasar rakyat, budaya, kajian, pameran keris, tombak Sekarbanjar, naskah kuno, lukisan, dan lainnya sekaligus memeringati Maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan berkat kolaborasi kreatif antara Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kota Malang dengan RW 07 Kelurahan Merjosari.

Penguatan Masyarakat Genting

Abah Yusro, sesepuh sekaligus tokoh nahdliyin di Genting berterima kasih kepada Lesbumi karena berhasil mendorong tumbuhnya kreasi kearifan lokal masyarakat menjadi kekuatan budaya yang unik dalam memeringati Maulid Nabi Muhammad SAW sehingga warga di sini bahagia. Seorang yang juga pengurus Masjid Darussalam ini mengatakan, “setelah ini Lesbumi tidak lupa untuk bersambung kreasi menguatkan masyarakat Genting. Selama hidup saya ini, belum pernah ada festival seperti ini, jadi festival Sekarbanjar adalah luar biasa.”

Baca juga: Pribumisasi Maulid; Konservasi Kearifan Lokal

Dalam sambutan penutupan, Dr KH. Isroqunnajah, M. Ag, Ketua PCNU Kota Malang mengatakan, Islam yang dibawa oleh para wali mampu mengasimilasi budaya lokal. Budaya diselaraskan isinya. Kehadiran para wali di nusantara ini, dapat merangkul budaya apapun. Bahkan budaya baru diadaptasi dengan budaya lokal. Adat istiadat dari kantong-kantong lokal diambil sebagai praktik agama, bahkan sangat tidak terasa. Pertemuan ini menjadikan hubungan yang ramah dalam praktik beragama. Beragama menjadi kontekstual, disesuaikan dengan kesepakatan budaya, alam, dan cara kesepakatan orang lokal.”

Lanjut Gus Is, “bahkan dalam mendekatkan diri dengan Tuhan, bisa dibantu sambung rasa menggunakan alat musik. Sebagaimana para sufi falsafi seperti Al-Arabi, dalam rangka mendekatkan diri dengan Tuhan digunakanlah penghalus rasa melalui musik dan tari. Jadi, fleksibilitas ini membuktikan agama Islam sangat adaptif dengan dinamika budaya manusia. Jadi tidak perlu harus lurus dengan mengharam-haramkan.” Tegas Gus Is, sapaan akrab beliau yang juga anak dari KH. Masduki Mahfudz. Oleh karena itu, Gus Is menyampaikan, “jika peringatan Maulid Nabi mengurai lestarinya kebahagiaan bersama dengan kesenangan yang baik, tidak menjadi masalah, meskipun ada bantengan. Ini yang perlu dilestarikan dalam menyambut Maulid Nabi di Rabiul Awal.”

Sawo Kecil; Simbol Kelangsungan Lingkungan

Uniknya, ada penyerahan bibit pohon sawo kecik kepada perwakilan empat RT di RW 09 yang diserahkan oleh Mohammad Mahpur, selaku Wakil Ketua PCNU Kota Malang, sebagai rangkaian penutupan Festival Sekarbanjar. Penyerahan tersebut menjadi istimewa oleh karena diiringi kelompok penyanyi Suara Ibu Pertiwi dengan melantunkan nyanyian Tolak Balak.

Nyanyian Tolak Balak mengingatkan pentingnya menjaga kelangsungan pepohonan yang mulai dibuang oleh karena alasan pembangunan. Selain itu, lantunan sholawat Sekarbanjar yang dinyanyikan oleh Suara Ibu Pertiwi berkolaborasi dengan grup musik Genting Kanjeng Surgi, menjadikan penutupan Festival Sekarbanjar yang didekat Pepunden mbah Serut semakin sahdu.

Genting yang mulai terkepung pengembang real estate perlu ditopang, bahkan didorong untuk berjuang bersama menjaga lingkungan. Meski semakin tergerus oleh pengembangan perumahan, masyarakat Genting tidak boleh kalah. Sholawat Sekarbanjar dan Tolak Balak yang dilantunkan dengan iringan grup musik Kanjeng Surgi pemuda Genting adalah doa spiritual sebagai praktik merawat kelahiran dusun melalui budaya untuk kelangsungan kesejahteraan alam dan manusia masyarakat Genting.