Sinergi Mewujudkan Desa Sehat dan Cerdas

0
106

KampusDesa, Kepohbaru — Rabu (1/8) menjadi hari istimewa bagi 267 mahasiswa Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan. Pasalnya, pada hari itu mereka secara resmi memulai Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2018.

Kecamatan Kepohbaru bukanlah wilayah baru yang dijadikan lokasi KKN. Bahkan bisa dikatakan, Kepohbaru sudah menjadi langganan KKN Unisda. Namun ada yang beda pada KKN edisi tahun ini.

“Setelah KKN akan ada tindak lanjut pendampingan program yang telah dirintis selama KKN. Oleh karena itu, saya berharap program KKN bisa bersinergi dengan program-program desa dan kecamatan” Ujar Iin Masruroh, Rektor Unisda Lamongan dalam sambutannya.

Ia juga berharap, bekal ilmu pengetahuan yang telah diberikan kepada mahasiswa selama menempuh kuliah bisa dimaksimalkan untuk membantu masyarakat. Rektor baru tersebut kemudian memperkenalkan satu per satu DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) untuk wilayah Kepohbaru.

Mahasiswa peserta KKN wilayah Kepohbaru ditempatkan di 15 desa. Setiap desa ditempati 1 kelompok yang terdiri dari 14-15 mahasiswa. Jumlah desa di wilayah Kepohbaru sebanyak 25 desa. Sepuluh desa yang tersisa ditempati mahasiswa PKL (Praktik Kuliah Lapangan) dari Fakultas Keseharan Universitas Airlangga Surabaya.

Meski dihadapkan dengan tantangan di lingkungan baru, antusiasme peserta KKN tidak surut. Semangat mereka kian terlihat ketika Gunardi, selaku Camat Kepohbaru mengungkapkan kondisi daerah dan masyarakatnya. Ia juga menjelaskan bahwa ada program baru di Kecamatan Kepohbaru yang sedang gencar diwujudkan, yaitu Gerakan Desa Sehat dan Cerdas.

Antusiasme Peserta KKN Unisda Lamongan

“Ada program kecamatan yang kami harapkan nanti bisa dibantu adik-adik mahasiswa. Program tersebut adalah Gerakan Desa Sehat dan Cerdas. Adik-adik bisa tanyakan langsung ke masing-masing kepala desa apa saja indikatornya. Dan tolong nanti dibantu” Terang Gunardi dalam sambutannya.

Di sela-sela sambutan, ia memperkenalkan satu per satu kepala desa yang hadir. Riuh tepuk tangan menyambut perkenalan itu.

“Sebenarnya di bulan ini kami sedang dihadapkan pada kondisi alam yang kurang mendukung. Kecamatan Kepohbaru rawan kekurangan air. Semoga adik-adik tetap kerasan dan bisa memberikan kontribusi positif bagi warga desa kami” Ujarnya menutup sambutan.

Kegiatan wajib dengan bobot 4 SKS ini berlangsung selama satu bulan. Dimulai tanggal 1 dan berakhir tanggal 31 Agustus 2018. Rangkain selanjutnya, peserta KKN diwajibkan melaporkan kegiatannya kepada DPL dan kampus.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here