Ramadhan di Rumah Aja: Jaga Iman dan Imun!

1
268
ramadhan, di rumah aja
Ilustrasi Ramadhan di rumah aja

0Shares
0

Kondisi di tengah wabah virus corona ini dengan adanya anjuran #DiRumahAja atau #StayAtHome dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PBSB) saya rasa sudah tepat untuk memutus rantai penyebaran virus. Bertepatan dengan bulan Ramadhan tahun ini tidak perlu merasa susah, mari tingkatkan kelas dengan mengokohkan iman dengan banyak berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan ibadah sekusyuk mungkin serta tetap ikhtiar menjauhi wabah penyakit. Semoga puasa kita diterima oleh Allah Swt, dapat menguatkan imun kita, dan membersihkan dari segala macam penyakit di dalam diri maupun hati.

Kampusdesa.or.id–Jika dulu ngaji di pesantren bab Risalatus Shiyam, umat muslim diberi ketentuan berupa amalan yang dianjurkan dan beserta larangan-larangannya. Banyak sekali sunnah dan anjuran dalam ibadah puasa. Seperti sahur, berbuka, tarawih, bersedekah, dan membaca al-Quran. Mengenai larangan di dalam bulan Ramadhan di antaranya tentu makan dan jima’ istri di siang hari, ghibah, boros, malas-malasan, melakukan maksiat, dan lain sebagainya.

Namun tahun ini kementerian agama menambah larangan berupa shalat tarawih jamaah di masjid, acara buka puasa bersama, dan kegiatan di luar lainnya. Anjuran di rumah saja dari pemerintah selama bulan Ramadhan karena pandemi virus corona ini dikeluarkan melalui surat edaran (SE) Menteri Agama No.6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H.

Semua aktivitas peribadatan dialihkan di rumah masing-masing dan hanya dibolehkan kumpul dengan keluarga. Tidak menerima orang luar masuk rumah dan keluar membuat kerumunan. Sehingga Ramadhan tahun ini menjadi sepi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Heuhu

Sampai-sampai saya sempat baca berita, ada kaum-kaum sotoy mengusulkan di tengah wabah virus corona ini sebaiknya MUI memfatwakan puasa ditunda atau diganti dengan bayar fidyah. Tentu usulan ini tidak berdasar sama sekali jika ruksoh (keringanan) puasa dipukul rata untuk semuanya. Karena seharusnya hanya berlaku bagi yang orang sakit dan musafir (Al-Baqarah ayat 184-185), bekerja berat, orang sudah tua, wanita haid, ibu hamil dan/atau menyusi. Orang-orang demikanlah yang boleh menunda kewajiban puasa dikarenakan udzhur syar’i dan diganti dengan membayar fidyah dan/atau melakukan qadha di lain hari sesuai dengan ketentuan fiqih.

Baca juga: Peluang Ramadan di Saat Corona

Menjaga Iman dan Imun

Masuknya bulan Ramadhan selain dianjurkan bergembira, kamaaqola ada hadits yang menyebutkan tentang bergembira menyambut Ramadhan.

ﻣَﻦْ ﻓَﺮِﺡَ ﺑِﺪُﺧُﻮﻝِ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺟَﺴَﺪَﻩُ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﻨِّﻴْﺮَﺍﻥِ

“Barangsiapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka. (Nash riwayat ini disebutkan di kitab Durrat An-Nasihin, meskipun haditsnya oleh sebagian ulama dinilai dhaif bahkan maudhu’).

Selain itu tugas kita sebagai manusia memang selain diminta menjaga jasmani juga rohani. Apalagi di saat dilanda wabah pandemi seperti sekarang ini. Kita dapat ambil pelajaran, beribadah di bulan Ramadhan sekaligus menghadapi pandemi menjadikan kita sadar diri akan pentingnya menjaga iman dan menjaga imun. Lebih peduli dengan kesehatan terutama saling menjaga keluarga.

Menjaga iman di sini berarti meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, tidak hanya mengerjakan ibadah wajib tapi juga menambah amalan sunna, dan meyakini bahwa di bulan Ramadhan ini pahala dilipatgandakan. Sedangkan menjaga imun maksudnya kesehatan seorang muslim sangatlah penting. Karena pola hidup sehat juga dianjurkan dalam agama Islam. Karena jika kita tidak sakit maka semangat dalam menjalankan aktivitas, terutama beribadah.

Baca juga: Benarkah Puasa Menjadkan Kita Lebih Sehat?

Guillemet-04 - Veillées pour la VieBerpuasa selama 30 hari bisa merangsang tubuh untuk memproduksi sel darah putih baru. Ini artinya, puasa bisa meregenerasi seluruh sistem kekebalan (immunitas) tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang diperbarui akan semakin menguatkan tubuh untuk menangkal berbagai infeksi bakteri dan virus serta penyakit lainnya.

Apalagi menurut riset, puasa itu menyehatkan bagi tubuh dan mampu meningkatkan imunitas serta sistem kekebalan. Mengutip pendapat Ahli Gizi UGM (Universitas Gajah Mada) R. Dwi Budiningsari, SP., M.Kes., Ph.D. bahwa puasa bisa memperbaiki jaringan sel yang rusak. Berpuasa selama 30 hari bisa merangsang tubuh untuk memproduksi sel darah putih baru. Ini artinya, puasa bisa meregenerasi seluruh sistem kekebalan (immunitas) tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang diperbarui akan semakin menguatkan tubuh untuk menangkal berbagai infeksi bakteri dan virus serta penyakit lainnya. Begitu juga banyak artikel yang menyebutkan hasil penelitian terkait manfaat puasa bagi kesehatan tubuh lainnya.

Adapun kondisi di tengah wabah virus corona ini dengan adanya anjuran #DiRumahAja atau #StayAtHome dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PBSB) saya rasa sudah tepat untuk memutus rantai penyebaran virus. Bertepatan dengan bulan Ramadhan tahun ini tidak perlu merasa susah, mari tingkatkan kelas dengan mengokohkan iman dengan banyak berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan ibadah sekusyuk mungkin serta tetap ikhtiar menjauhi wabah penyakit. Semoga puasa kita diterima oleh Allah Swt, dapat menguatkan imun kita, dan membersihkan dari segala macam penyakit di dalam diri maupun hati.

1 KOMENTAR

Comments are closed.