Peluang Ramadan di Saat Corona Melanda

4
85

0Shares
0

Yuk bersama melangitkan ikhtiar bumi walaupun #DiRumahAja. Karena sesungguhnya, keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat. Ketika mampu memberdayakan keluarga, harapannya di lingkungan atau masyarakat, semua anggota keluarga ikut bermutu dan berdaya bersama-sama.

Kampusdesa.or.id–Nabi Muhammad saw bersabda di dalam hadistnya; Rajab bulannya Allah, Sya’ban bulanku (Nabi Muhammad), dan Ramadhan adalah bulan umatku.

Meskipun dunia dilanda pandemi corona, sebagai umat islam yang beriman paham betul apa yang seharusnya dilakukan. Bukan tanpa sebab perubahan Ramadan tahun ini dengan tahun lalu. Selain corona, adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di bulan Ramadan, membuat tahun ini benar-benar sangat berbeda. Jelas perubahan yang signifikan.

Namun, kesulitan bukanlah alasan kita sebagai hamba mengeluh apalagi menjadikan sebuah pembenaran. Masih banyak cara untuk tetap memuliakan bulan penuh berkah ini. Selain berpuasa pada siang hari, dapat berbuka puasa bersama dengan keluarga, bahkan shalat berjamaah 5 waktu dan sunnah lainnya. Sebagai ayah atau kepala keluarga tentu perannya dalam mengkondisikan anggota keluarga sangatlah penting, tidak hanya menjadi imam shalat, ayah atau kepala keluarga juga bisa berkesempatan berbagi ilmu lewat tausyiah, kultum atau kajian lima menit sebelum berbuka.

Baca juga: Belajar Bisnis Digital di Tengah Wabah Virus Corona

Lebih daripada itu, peran ibu yang selama ini dianggap biasa, dan cenderung tak ternilai. Ini peluang emas untuk membuktikan betapa pentingnya ibu dalam sebuah keluarga, tanpa ibu semua tak teratur. Itu sebabnya untuk para ibu jangan takut mencoba resep baru, karena varian menu terbaru dari masakanmu sangatlah dinantikan. Dan ketika semua telah mengambil bagian masing-masing, anak yang selama ini acuh mudah-mudahan hatinya terenyuh.

Guillemet-04 - Veillées pour la Vie

Ikut serta mengambil peranan yang dirasa mampu, tetapi jangan dulu ditentang. Biarkan saja dulu anak menyelesaikan tugas yang diambil dan dipilahnya, sambil terus dibimbing dan diajarkan.

Ikut serta mengambil peranan yang dirasa mampu, tetapi jangan dulu ditentang. Biarkan saja dulu anak menyelesaikan tugas yang diambil dan dipilahnya, sambil terus dibimbing dan diajarkan. Selain menguatkan bonding, anak akan belajar bagaimana bertanggung jawab dan bertanggung gugat pada setiap pekerjaannya, sehingga di kemudian hari anak akan tumbuh menjadi pribadi unggul yang percaya diri dan berprestasi.

Yuk bersama melangitkan ikhtiar bumi walaupun #DiRumahAja. Karena sesungguhnya, keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat. Ketika mampu memberdayakan keluarga, harapannya di lingkungan atau masyarakat, semua anggota keluarga ikut bermutu dan berdaya bersama-sama.