Perkataan Orangtua Mampu Membentuk Karakter Anak

0
177
http://www.wajibbaca.com/2017/05/cara-ampuh-menasehati-anak-agar.html

Ada pelajaran menarik dari Islam dalam berkomunikasi. Level komunikasi ternyata memiliki dampak dan bernilai positif bagi audien, terutama anak. Membangun kalimat positif seperti mempunyai kekuatan membentuk jiwa dan karakter anak. Apakah kita sudah memiiki aneka bahasa yang positif sehingga mampu mempengaruhi karakter anak ?

Dalam mendidik anak yang cerdas tidak dapat terlepas dari pemanfaat komunikasi seperti qaulan karima, qaulan sadida, qaulan ma’rufa, qaulan baliga, qaulan layyina, dan qaulan maisura.

Menjalin komunikasi dengan anak adalah praktikum yang menyenangkan dalam pengasuhan. beberapa penelitian telah membuktikan bahwa dengan adanya komunikasi akan dapat membentuk anak yang cerdas secara intelektual, emosional dan spiritual. Komunikasi tidak hanya sekedar banyaknya ucapan yang diberikan pada anak, namun lebih kepada bagaimana komunikasi yang dilakukan dengan anak. tidak hanya sekedar kuantitas pembicaraan tapi juga kualitas isinya.

Dalam islam juga telah diajarkan bagaimana cara berkomunikasi dengan anak, kurang lebih ada 6 bentuk komunikasi kalau orangtua menginginkan karekter anak dapat terbentuk dengan baik dan membanggakan.

Perkataan yang mulia (قولا كر يما). Dengan komunikasi ini orangtua belajar untuk menghindari kata-kata menyalahkan, menjudgement (menghakimi), memberikan lebel, dan meremehkan anak. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan kata-kata yang dapat membuat anak merasa mendapatkan penghargaan dari orangtuanya. Ketika anak merasa bahwa dia dihargai oleh orangtuanya ini dapat menumbuhkan rasa kepercayaan pada diri anak yang baik dibandingkan anak yang selalu direndahkan oleh orangtuanya.

Perkataan yang tepat (قولا شديدا), dari komunikasi ini orangtua mampu untuk memahami apa yang dibutuhkan anak, sesuai dengan tahap perkembangan anak dan kebutuhannya. Selain anak dapat belajar kosa kata yang sesuai dengan usianya, orangtua juga telah mampu untuk mengajarkan kreativitas berbicara pada anak.

Perkataan yang baik (قولا معروفا), semua orangtua tentu menginginkan karakter yang terbentuk pada diri anak adalah menjadi teladan bagi sesamanya, karena hal ini dapat dimulai dengan perkataan-perkataan yang baik yang di berikan oleh orangtua saat berkomunikasi dengan anak. dengan menerapkan komunikasi ini, baik anak maupun orangtua menjadi tau bagaimana menjadi pribadi yang cerdas.

Perkataan yang sampai pada anak (قولا با لغا), orangtua harus sabar ketika sedang berkomunikasi dengan anak sehingga apa yang diberikan orangtua dapat diterima oleh anak. terkadang orangtua hanya mau bicara ketika anak melakukan kesalahan dan hal-hal yang dianggap tidak selaras, penyampaian orangtuapun juga belum dapat sepenuhnya masuk pada hati anak, sehingga orangtua menjadi menyerah ketika anak tidak mau mendengar lagi apa yang dikatakan olehnya. Jika orangtua berhenti pada tahap ini, jangan menyalahan anak ketika anak tidak mampu mengendalikan emosi dan perilakuknya, karena pada tahap ini anak tidak mendapat dukungan lebih dari orangtuanya berupa bimbingan dan arahan yang benar-benar dapat anak terima.

Perkataan yang membekas (قولا لينا), perkataan ini sangat dibutuhkan oleh anak sebagai pembelajaran yang dalam dan mengena, sehingga anak dapat membantu mengambil manfaat dari setiap perkataan dari orangtuanya. ketika ucapan orangtua telah mengena didalam jiwa sang anak maka ini lah yang sangat diperlukan. karena kata-kata yang membekas mampu memberikan perubahan positif pada sisi-sisi negatif dalam dirinya.

Perkataan yang mudah (قولا ميسورا), orangtua harus dapat memberikan pembicaraan yang mudah diterima oleh anak, sehingga anak dapat merasakan kenyamanan ketika bersama dengan orangtuanya. Terkadang orangtua menggunakan bahasa orang dewasa ketika berbicara dengan anak, inilah yang membuat anak kurang memahami komunikasi yang menyenangkan.

Dengan semua komunikasi tersebut akan membantu orangtua lebih mudah untuk menjalin kedekatan pada anak. Orangtua juga tidak perlu khawatir berlebihan pada arah pergaulan anak karena bekal yang diterimanya dapat menjadi pegangan dalam menjalani kehidupannya walaupun hanya sekedar komunikasi karena ketika komunikasi itu terjalin dengan baik maka semua dapat teratasi dengan mudah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here