Mengajar secara efektif dengan Memaksimalkan Keunggulan Guru (1)

0
382

MENGAJAR merupakan kegiatan untuk menyampaikan sebuah pesan dari seorang guru kepada muridnya. Menyampaikan pesan tentunya memiliki cara tersendiri agar penerima pesan menerima dengan baik. Dalam sebuah proses pengajaran sebenarnya tidak hanya menyampaikan pesan dan diterima dengan baik, akan tetapi pesan tersebut harus mampu mempengaruhi seorang murid agar melakukan apa yang diinginkan dalam pesan tersebut bahkan mampu memberikan inspirasi kepada muridnya agar melakukan kreativitas ketika melakukan proses pembelajaran.

Karenanya ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam proses belajar mengajar agar pesan yang berupa pengetahuan itu bisa ditransfer secara efektif dan mampu mempengaruhi murid untuk mengikuti isi dari pesan tersebut. Ketiga aspek tersebut adalah penyampai pesan dalam hal ini adalah guru, kedua adalah pesan dalam hal ini adalah materi ajar, dan yang ketiga adalah penerima pesan dalam hal ini adalah murid.

Pertama adalah penyampai pesan itu sendiri dalam hal ini seorang guru. Karena bagaimanapun juga performa seorang guru juga berpengaruh dalam menyampaikan pesan agar bisa diterima dengan baik. Seorang guru harus memastikan dirinya siap menyampaikan pesan dalam hal ini adalah materi ajar yang akan disampaikan.

Kesiapan itu bisa berupa penampilan, intonasi, dan gaya mengajar di dalam kelas. Penampilan seorang guru harus mencerminkan kepribadiannya secara lahiriyah dan batiniyah. Penampian lahiriah merupakan penampilan yang tampak dan bisa dilihat oleh siswanya, misalnya pakaiannya, menebarkan kehangatan dan keantusiaan ketika bertemu dengan siswanya di dalam kelas.

Kepribadian batiniyah adalah performa yang ditampakkan seorang guru kepada dirinya sendiri. Dirinya menyatakan komitmen berprofesi sebagai guru kepada dirinya sendiri, dirinya menyatakan cinta menjadi guru kepada dirinya sendiri, dan dirinya menyampaikan secara tulus pesan kepada siswanya sehingga ketika dia menyampaikan sebuah pesan, maka yang terjadi adalah kebebasan, kreativitas dan inovasi tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Kepribadian batiniyah ini sebenarnya sebuah dorongan yang akan memancarkan kekuatan berupa cinta, ketulusan dari seorang guru, sehingga siswa memandang guru dengan cinta dan ketulusan juga. Ketika siswa menerima gurunya dengan penuh cinta, maka pesan itu akan sangat mudah diterima oleh siswa. Intonasi dalam penyampaian pesan juga diperlukan, misalnya kecepatan, keakuratan atau bisa juga kelambatan dan ketegasan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi siswa serta karakteristik pesan itu sendiri.

Ketika kita mendapati sebuah pesan yang berkarakter ketegasan, maka seyogyanyalah seorang juga menyampaikan dengan ekspresi dan intonasi yang sangat tegas, ketika seorang guru mendapati pesan yang berkarakter memiliki keakuratan, maka sebaiknya guru juga menyampaikan pesan tersebut secara akurat bahkan jika perlu ditambah dengan data-data pendukung agar semakin menajamkan bahwa pesan itu betul-betul kuat, dan lain sebagainya.

Yang ketiga adalah gaya mengajar guru sangat berpengaruh kepada kekuatan dan efektivitas pesan itu sendiri. Gaya mengajar ini berkaitan dengan bahasa tubuh, kompetensi dan bakat seorang guru itu sendiri. Ada seorang guru yang memiliki kekuatan dari sisi oral, audio atau visual. Jika kemampuan oral yang lebih dominan, maka seorang guru harus memaksimalkan kekuatannya itu dalam pembelajaran dengan model ceramah, ditambah dengan kekuatan media yang digunakan.

Penggunaan model ceramah bukan berarti tidak dibarengi dengan model diskusi dan lain sebagainya, akan tetapi model ceramah ini menjadi dasar seorang guru untuk menajamkan pesan-pesan tertentu sesuai dengan tujuan pembelajaran. Jika seorang guru memiliki kekuatan audio, maka tipikal guru ini adalah senang mendengarkan. Seorang guru yang suka mendengarkan, maka dia harus menyiapkan strategi khusus dalam pembelajaran, misalnya strategi konseling yang menjadi dasar dia menentukan model mengajarnya kemudian ditambah dengan model yang lainnya. Seorang guru yang memiliki kekuatan di visualnya, maka dia memulai pelajarannya dengan pendekatan kontektual dan menambahkan dengan gambar-gambar tertentu untuk memperkuat dan mengefektifkan pesan yang disampaikannya.

Malang, 19 Februari 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here