Minggu, Mei 10, 2026
Beranda blog Halaman 77

Ingin Tahu Bangunan Laboratorium Masa Depan ? Ini Lo Miniaturnya

0

โ€œTernyata mereka berada di kota Tishri, kota yang fantastis. Ilo memperkenalkan kota ini kepada mereka. Bangunan yang ada di sini berbentuk seperti balon besar dari beton yang disangga oleh tiang. Tidak tampak ada jalanan pun kendaraan seperti di bumi.โ€ (dikutip dari Novel Bumi, Tere Liye)

Begitulah sedikit cuplikan setting novel Bumi karya Bang Tere. Saya membayangkan atau berandai-andai, akankah ada bangunan semacam itu di muka bumi kelak? Sesuatu yang mustahil memang, namun tidak ada yang tidak mungkin. Kita ketahui bersama, pada mulanya manusia memiliki angan-agan bisa terbang. Angan-angan itu toh akhirnya bukan produk mimpi di siang bolong.

Akhirnya dari pikiran manusia ini muncul rancangan pesawat. Saat ini terbukti manusia benar-benar telah menemukan dan membuat pesawat. Begitu pula dengan rumah masa depan yang di miliki oleh Klan Bulan dalam novel ini. Barangkali kita tertawa dan lucu memikirkannya, atau ah, itu sekedar novel. Apakah mimpi manusia bisa terbang dan melahirkan transportasi pesawat terbang seperti khayalan di waktu itu, tetapi sekarang menjadi kenyataan.

Beruntung aku memiliki kakak kelas yang suka mendesain bangunan. Dia adalah sahabat Fairuz Abadi yang saat ini akan memasuki semester kelima Jurusan Teknik Sipil di UNEJ. Nah, berhubung di story WhatsApp dia menginformasikan lagi butuh ide bentuk bangunan yang unik itu apa, aku langsung saja request desain bangunan milik Klan Bulan.

Yah, meskipun rada bisa dibilang gila, tetapi toh bukankah yang unik yang saat ini dicari? Ternyata tidak diragukan lagi, hasil desain sahabatku yang satu ini pantaslah diacungi jempol. Dalam beberapa jam berlalu ternyata desain bangunan yang saya ajukan telah rampung dibuat. Sehari kemudian pengembangan desain tersebut menghasilkan sebuah bangunan yang kemudian diberi label โ€˜Laboratorium Masa Depan.โ€™

Apa Itu Laboratorium Masa Depan ?

Jika pada gambar utama postingan ini yang terlihat hanya bangunan berbentuk bulat dan ditopang dengan tiang, sangat terlihat penyangga bangunan tersebut tidak akan kuat. Lalu bagaimana jika bangunan utama tersebut terkena guncangan, apakah tetap akan kokoh kuat berdiri ? Pikir dipikir, kemudian muncullah desain yang kedua. Pada desain kedua terlihat adanya penambahan bangunan transparan pada bagian bawah bangunan yang mengelilingi tiang penyangga. Tujuan penambahan tersebut idak lain untuk memperkokoh bangunan dari ancaman guncangan sehingga tetap kokoh berdiri meskipun badai menghantam (heeee).

Selain itu, bangunan ini sesuai fungsinya sebagai sebuah laboratorium, bangunan ini ditambahi bangunan bawah tanah. Terlihat dalam gambar adanya penambahan tiang hingga di bawah permukaan tanah. Di sana kita temui juaga adanya bangunan serupa yang nampak ada di permukaan.

Secara harfiah terlihat bahwa ruangan di bawah tanah ini selain bisa dijadikan tempat rahasia dari laboratorium, juga memiliki fungsi utama menahan bangunan utama yang berada di permukaan agar lebih kokoh dan tidak mudah goyah akibat goncangan dari kondisi alam sekitar.

Kemudian terlihat pula adanya bangunan di samping bangunan utama yang menyerupai bukit. Bangunan ini memungkinkan untuk dijadikan rumah singgah pemilik Laboratorium karena tidak mungkin seorang Ilmuwan menghabiskan seluruh waktunya di Laboratorium. Tentu dia akan membutuhkan tempat istirahat dan juga melakukan aktivitas lainnya yang tidak ada sangkut-pautnya dengan penelitiannya di Laboratorium tersebut.


Bukankah pesawat terbang juga lahir dari sebuah khayalan belaka yang dianggap lucu atau terasing waktu itu? Boleh jadi iseng ini seperti khayalannya manusia bisa terbang tempo dulu itu. Kita tunggu bangunan mirip tersebut di masa mendatang, semoga menjadi kenyataan.

Karya ini sebatas iseng. Iseng menawarkan desain bangunan milik keluarga Ilo dari Klan Bulan dalam Novel Bumi. Setelah iseng tersebut kemudian muncul rancangan bangunan Laboratorium Masa Depan seperti gambar di atas. Bukankah pesawat terbang juga lahir dari sebuah khayalan belaka yang dianggap lucu atau terasing waktu itu? Boleh jadi iseng ini seperti khayalannya manusia bisa terbang tempo dulu itu. Kita tunggu bangunan mirip tersebut di masa mendatang, semoga menjadi kenyataan.

Tinggal kita menunggu waktu saja, beberapa puluh tahun kedepan akan ada ilmuwan, arsitek dan juga ahli teknik sipil yang akan merancang bangunan seperti itu dengan dilengkapi beragam fitur-fitur yang memudahkan kerj manusia.

Ketahuilah dalam setiap detik di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi akan terus berkembang. Berbagai penemuan Ilmu-Ilmu Allah juga akan mengalami perkembangan yang begitu pesat. Tugas kita sebagai remaja muslim adalah mengaktualisasikan peran dan kemampuan atau skill yang kita miliki untuk kemudian menjadi sumbangsih bagi peradaban Islam Modern dan dunia

Melawan Terorisme Melalui Reproduksi Mental Wasathiyyah

Menumpas terorisme tidak mempan hanya dengan mengandalkan tindakan represif-reaktif. Namun juga dibutuhkan upaya preventif, karena ia juga menyasar ideologi dan psikis. Bagaimana langkah-langkah preventif yang perlu diupayakan agar “penyakit” sosial ini tersembuhkan?

Terorisme merupakan persoalan serius yang menggerus nilai-nilai keberadaban manusia. Banyak kalangan masyarakat baik nasional maupun internasional yang menentang paham kekerasan ini. Tingkat keseriusan terorisme ini menuntut semua pihak untuk saling bersinergi baik masyarakat maupun pemerintah untuk selalu waspada dan melakukan tindakan (take action) baik secara preventif maupun represif melalui penegakan hukum. Kata teror sendiri memiliki definisi yakni terciptanya keadaan takut dan kecemasan yang luar biasa di masyarakat (wikipedia.com). Namun lebih dari itu, perasaan takut dan cemas yang luar biasa ini akan terus berlanjut tanpa adanya kepastian yang bisa menjamin kapan teror tersebut akan berakhir sehingga rasa takut dan cemas ini menjadi penyakit sosial. Penyakit sosial itu berupa kurang terjaminnya rasa aman bermasyarakat.

Sebagai insan yang berhati nurani dan beradab kita semestinya sepakat untuk menentang dehumanisasi yang memandang manusia hanya sebagai mesin. manusia kehilangan fitrah, hakikat dan martabat sebagai seorang manusia

Perlu dicermati, teror bukan sekedar terciptanya insecurity di masyarakat namun teror ini sebagai paham karena terorisme adalah persoalan pemahaman. Maka sekelompok masyarakat yang terjangkit aksi terorisme bisa dipastikan memiliki pemahaman yang berbeda dengan masyarakat yang anti terorisme. Cara yang ditempuh terorisme untuk mengajak masyarakat lain agar masuk kedalam pemahaman mereka yakni melalui kekerasan dan pembunuhan salah satunya melalui teror bom. Ini merupakan wujud kekerasan politik-agama (radikalisme-fundamentalisme) yang menciderai ummatan wasathan sebagai upaya menuju masyarakat yang adil dan beradab.

Tampaknya meskipun negeri ini sudah merdeka dan seharusnya menjadi final karena diyakini sesuai prinsip yang diajarkan Rasul SAW, problem dan tantangan untuk mewujudkan ummatan wasathan masih menemui jalan terjal dan belum final. Sebagai insan yang berhati nurani dan beradab kita semestinya sepakat untuk menentang dehumanisasi yang memandang manusia hanya sebagai mesin. manusia kehilangan fitrah, hakikat dan martabat sebagai seorang manusia. Masyarakat tanpa ruh dan jiwa manusianya sebenarnya telah mengalami โ€œkematianโ€ lebih dini daripada raganya.

Kekerasan (violence) dapat berwujud fisik berupa pemaksaan yang sering dikaitkan dengan penundukan orang lain dengan kekerasan dan paksaan. Dimensi kekerasan juga mencakup aspek psikoligis. Mengapa sadisme dan kekerasan cenderung meningkat? menurut Toffler (1970) hal tersebut dikarenakan penyakit disorientasi mental (Future Shock). Penyakit ini muncul dalam bentuk ketegangan psikologis yang dahsyat dalam kepribadian manusia akibat kejutan kejiwaan dalam menghadapi problem kehidupan, terutama karena datangnya perubahan yang sangat cepat. Dengan kejutan tersebut orang menjadi mudah goyah karena kehilangan sikap tawassuth (moderat). Maka timbullah tindakan di luar kontrol dan batas kewajaran. Sikap stres dan depresi juga bagian dari penyakit psikologi ini. Penyakit kronis ini semakin mewabah dalam kehidupan masyarakat modern yang bersumber dan bermuara kepada kesadaran palsu.

Penyakit disorientasi mental mudah berubah menjadi kekuatan destruktif yang besar dan berbahanya  bagi manusia yang keseimbangan jiwanya rendah, termasuk moral dan spiritualnya. Kondisi mental yang lemah tersebut hanya naluri insting yang muncul dalam diri manusia yaitu naluri kebinatangan (ghorizah hayawaniyyah) yang cenderung brutal dan memangsa, bahkan lebih brutal dari hewan buas apapun. Selain faktor psikologis, faktor sosial kehidupan juga menjadi penting untuk diperhatikan. Solidaritas antar masyarakat yang mulai renggang sehingga kebiasaan guyub rukun, alamiyah, tenggang rasa, toleran serta mengutamakan rasa kemanusiaan yang adil dan beradab sudah terdegradasi. Hal tersebut diperparah hilangnya fungsi keluarga sebagai penyangga kejutan dalam masyarakat.

Begitu daruratnya permasalahan terorisme ini maka seyogyanya semua pihak yang kontra terhadap terorisme, konsep moderat (wasathiyyah) adalah prinsip yang patut dikedepankan oleh pendukung dan pemerintah. Adapun prinsip wasathiyyah yakni: 1) moderat berarti pertengahan, tidak condong karan ataupun kiri; 2) bersikap adi dan lurus; 3) keseimbangan, tidak berat sebelah dan tidak berlebihan atau kekurangan unsur lain; 4) menyebarkan kesejahteraan bagi seluruh manusia di alam semesta.

Dengan demikian wasathiyyah menjadikan kita untuk saling bersatu dan menguatkan baik pikiran, tindakan dan doa agar masyarakat tidak terjerumus dalam tindakan destruktif dan mengancam kehidupan yang beradab.

Serangkaian ide tersebut harus ditegakkan sebagai ideologi pengubah realitas yang belum berdampak maslahah bagi seluruh makhluk. Ideologi diyakini sebagai fondasi paling ampuh dan sebagai kaki yang mampu berjalan menjelajahi kehidupan tanpa batas. Setidaknya ideologi wasathiyyah memberikan sedikit panduan bagi mereka yang benar-benar ingin menegakkan kehidupan yang adil dan beradab. Dengan demikian wasathiyyah menjadikan kita untuk saling bersatu dan menguatkan baik pikiran, tindakan dan doa agar masyarakat tidak terjerumus dalam tindakan destruktif dan mengancam kehidupan yang beradab.

TULISAN INI ADALAH HASIL REVIEW โ€œSEMINAR NASIONAL ASOSIASI DOSEN ASWAJA NUSANTARA (ASDANU)โ€ DENGAN NARASUMBER PROF. ALI MASCAHAN MOESA (GURU BESAR UIN SURABAYA) TANGGAL 13 JULI 2018 DI UNIVERSITAS WAHAB HASYIM JOMBANG

Benarkah Garam Merusak Tubuh Kita ?

0

Garam menjadi kebutuhan yang pasti dibutuhkan keluarga. Disebut sebagai bagian dari bahan pokok. Sampai-sampai impor juga. Ini artinya kebutuhan garam menjadi vital. Pengetahuan garam biasanya menjadi penting jikalau kebutuhan akan Yodium bias didapat dari garam. Namun, di sisi yang kadang luput dari kesadaran kita, garam itu sangat membahayakan, bahkan mematikan.

Selama ini kita tahu bahwa garam mampu menghebatkan makanan menjadi cita rasa yang luar biasa. Tidak hanya itu, garam juga mampu mengatasi diare saat kita mampu mengolahnya dengan aturan larutan gula garam. Tapi sayang, faktanya jika terlalu banyak menggunakan garam justru berdampak pada ketidakseimbangan cairan tubuh.

Terlebih untuk kamu yang memiliki tinggi di bawah seratus lima puluh senti-an. Khususnya pada Ibu hamil. Kamu harus berhati-hati sekali dengan garam, karena bisa membuat betis kakimu terasa bengkak dan sakit. Rasanya itu seperti tak menapaki lantai dan sangat tidak nyaman. Namun, kamu tidak perlu khawatir, sebab kini sudah saatnya perubahan itu kamu nikmati. Berikut perubahan apa saja yang harus di praktekan.

  1. Sarapan dengan yang tinggi protein

Sudah bukan rahasia umum lagi jika putih telur terdapat kaya akan protein. Hal inilah yang sangat dianjurkan untuk kamu yang ingin mengubah tampilan baru dengan berat badan ideal. Sebenarnya sarapan untuk memberikan nutrisi ke otak, agar kegiatan hari ini di awali dengan pikiran yang baik. Jadi, hindari makanan yang kaya akan lemak dan karbohidrat saat sarapan, seperti soto, nasi uduk, gorengan dan lainnya.

Sarapan juga meminimalisir rasa lapar yang berlebihan saat jam makan siang terpaksa ditunda. Sebab siapa sangka kalau ternyata, semakin siang beban kerjamu semakin banyak dan menumpuk hingga menyebabkan telat makan dan berdampak pada kenaikan asam lambung.

Bahkan sarapan dengan protein lebih sangat berguna untuk perkembangan janin di dalam perut ibu hamil loh. Trimester pertama yang ditandai dengan mual muntah berlebih sangat dianjurkan untuk sarapan dengan bubur atau nasi saring dan dua butir telur rebus. Tidak perlu ditambahkan dengan bumbu atau penyedap rasa lainnya. Nikmati saja prosesnya, maka kamu pun akan merasakan hasilnya. Meskipun sulit, percayalah. Tak ada yang tidak mungkin.

  1. Cemilan sehat

Di sini buah-buahan dan air putih sangat dianjurkan untuk memudahkan pembuangan sisa metabolisme yang tersimpan di dalam tubuh. Perlu diketahui bersama, lipatan berlebih yang ada pada tubuhmu adalah penyebab dari banyaknya jumlah garam yang dikonsumsi, sebab garam mampu mengikat lemak tak jenuh menjadi jenuh, lalu tertimbun di bawah kulit, khususnya pada area lengan, perut, paha.

  1. Sisihkan waktu 20 menit

Dalam sehari penting sekali untuk membiarkan kakimu bersanding dengan dinding kamarmu sebelum tidur, sebab posisi ini mampu membantu jantung menyebarkan darah ke seluruh tubuh hingga otak. Lebih daripada itu, untuk kamu yang pencinta sepatu dengan hak tinggi, ini sangat memudahkan gerakmu saat beraktivitas, karena jika kamu rutin melakukannya sebelum tidur, maka dapat dipastikan keluhan pada betismu akan semakin berkurang.

  1. Batasi penggunaan garam

Dengan mengurangi jumlah garam yang di gunakan. Misalkan, satu sendok teh untuk satu hari, di mana kamu harus membagi lagi dengan jumlah lauk yang akan dihidangkan. Memang sih pencegahan ini sangat berat, karena akan membuat hari-harimu jadi lemas lantaran makanan yang tak sedap untuk dinikmati. Langkah ini adalah pilihan terakhir jika ketiganya tak mampu mengatasi keluhan dari ketidakseimbangan cairan tubuh.

Selamat mencoba ya guys, semoga berhasil dan mendapatkan hasil yang lebih dari apa yang kamu inginkan. Semoga harimu indah dan menyenangkan dengan syukur yang tak berkurangan.

Tambun, 29-07-2018

KH. M. Djahariย Ditakuti Belanda Diseganiย Para Jawara

0

Kampung CEGER adalah sebuah kampung yang jauh dari keramaian. Letaknya, sekitar 30 KM dari Kota Bekasi. Kampung Ceger bagian dari Kampung Bulak Kunyit. Karena menjadi tempat persinggahan para jawara (jeger) dari Banten, jadilah Kampung ini di kenal dengan nama Kampung Jeger atau Nyeger, sebelum akhirnya menjadi Kampung Ceger.

Di Kampung ini bermukim sebagian rombongan jawara Banten yang utus Sultan Banten untuk memperluas lahan pertanian dan irigasi sebagai cadangan pertanian unggulan untuk memenuhi kebutuhan para pejuang Muslim dalam melawan penjajah Belanda.

Jauh sebelum rombongan jawara Banten dari Cirumpak, Balaraja, yang dipimpin oleh Mintarudi Alias Mukhtarudin bin Ajir membuka lahan pertanian dan menempati Kampung Pisang Batu bagian utara, mereka juga membuka lahan pertanian padi, dan menanam pohon salak. Tempat penanaman pohon salak itu di kemudian hari dikenal sebagai Kampung Utan Salak.

Sepanjang perkampungan membentang dari selatan ke utara nama-nama kampung berkaitan dengan sayuran dan buah-buahan, misalnya, Kampung Pisang Batu, Kampung Utan Salak, Kampung Kranji, Kampung Pete Cina, dan Kampung Gabus. Di kampung-kampung tersebut menetap para keturunan jawara banten, sehingga sampai sekarang bahasa yang digunakan sehari-hari di kawasan itu, bahasa Jawa Banten, atau Jawa Serang.

Dari Sakman Menjadi Djahari
Tahun 1832, saat kekacauan merajarela di Kesultanan Banten akibat campur tangan dan praktik politik adu domba yang dilancarkan Belanda, Mukhtarudin bin Ajir dan Sariman yang sebelumnya telah membuka lahan pertanian di Pisang Batu, memutuskan hijrah ke Utan Salak, setelah sebelumnya singgah di Jatinegara. dari pasangan suami istri (pasutri) inilah sekitar tahun 1848, lahir seorang bayi yang diberi nama Sakman. Kelak, nama itu dimaknai orang sakti mandraguna, lantaran anak laki-laki dari pasutri asal Banten itu memilki sejumlah kelebihan dalam ilmu kanuragan.

Sakman memang dididik oleh kedua orang tuanya dengan ilmu agama islam dilengkapi dengan ilmu kanuragan. Secara khusus, kedua orang tua Sakman mengirim anak lelakinya itu ke sebuah pesantren untuk mendalami ilmu agama Islam. Dengan tempaan itu, Sakman tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan alim.

Setamat dari pesantren, Sakman kembali ke Utan Salak. Manakala melihat para utusan Kesultanan Banten yang berada di bagian barat Utan Salak (Bulak Kunyit) tidak menjalankan amanah Sultan membuka lahan pertanian sebagai program di pesisir utara Pulau Jawa dan tidak menjalankan syariat Islam, Sakman berinisiatif menginsyafkan mereka agar kembali ke jalan Allah SWT, seperti menegakan shalat lima waktu, melaksanakan puasa Ramadhan, menunaikan zakat, dan berhaji ke Tanah Suci.

Pada tahun 1865, dalam usia 17 Tahun, Sakman pulang ke negeri leluhurnya di Banten mencari guru mengaji dari beberapa kiai, Sakman mempelajari ilmu agama Islam. Sementara itu keadaan di negeri jajahan Belanda didera kekacawan. Di Banten, rakyat mulai melakukan protes terhadap pemerintah kolonial Belanda.

Selain memperdalam ilmu agam Islam, Sakman terus melakukan tirakat (kahlwat) menempah dan mengasah diri dan pikiran. Pada tahun 1875 Sakman kembali ke Bekasi. Pada tahun itulah atas restu kedua orang tua nya, Sakman menikah dengan Darminah anak perempuan H. Sanusi salah seorang keturunan jawara Banten. Setelah menikah, Sakman menetap di Kampung Ceger.

Saat itu ketidaksukaan Sakman terhadap penjajah Belanda mulai muncul sejalan dengan kesadarannya bahwa penjajah Belanda merampas bangsa dan negaranya, hingga menyebabkan rakyat menjadi miskin dan menderita. Dengan sikap itu, Sakman meningkatkan aktivitas dakwahnya di Kampung Ceger dan sekitarnya- Kampung Telar, Pulo Gebang, Sasak Bakar, Tanah ungkuk, Gabus, Kosambi, Mulo TIga, Pulo Murub, Kobak Badak, dan Builak Kunyit- sambil memberikan kesadaran pada masyarakat mengenai arti penting perjuangan untuk mengusir penjajah Belanda.

Kehidupan penduduk di tempat yang di singgahi Sakman tak menentu, begitu juga dengan kepercayaannya. Masyarakat masih banyak percaya kepada kekuatan alam, menyukutukannya dengan Allah yang Maha Kuasa. Mereka mempercayai pohon besar, sesaji pada setan, dan tidak segan melakukan kejahatan seperti merampok.

Para jawara Kampung, tidak bersimpati kepada Sakman yang membawa ajaran agama Islam, sehingga menjadi perseteruan hebat. Sering terjadi adu kekuatan ilmu kanuragan. Dengan ijin allah SWT Sakman dapat menaklukkan mereka dari ilmu kekebalan dengan mematahkan golok, tombak,dan rotan. Para jawara dari kampung-kampung takluk dan menjadi muridnya.

Sakman pernah dijamu penduduk Ceger. Ketika itu dalam gelas yang hendak diminum oleh Sakman, tiba-tiba gelasnya retak dan pecah, tuan rumah pucat pasi. Sakman selamat, lalu tuan rumah yang bermaksud jahat berikrar menjadi muridnya.

Sakman tahu ulah penduduk setempat bermaksud menghalangi dakwahnya dengan cara kekerasan. Hal itu membuat Sakman bertambah keras. Dia menantang semua jawara dengan menumpas perilaku khurafat, sesaji-sesaji diobrak abriknya, upacara kesenian untuk pohon kepercayaan penduduk di hentikan nya dan kesenian Ronggeng berbau maksiat ditumpasnya.

Peristiwa tersebut membuat sebagian antek-antek penjajah Belanda sakit hati. Mereka terus mencari Sakman namun tak membuat Sakmak gentar apalagi menghentikan dakwahnya.

Dia terus berdakwah dengan berindah-pindah dari satu daerah ke daerah lainnya, Sakman tidak lupa mempersiapkan generasi penerus. Tahun 1882, Sakman membuka pengajian anak-anak. Sedangkan tahun 1890, Sakman mentalqin Thariqat Qodiriyyah dan Naqsabandiyyah kepada teman pesantrennya, Syaikh Asnawi Caringin, bahkan diangkat sebagai Mursyid (Pimpinan) Thariqat. Dengan kesibukannya mendidik anak-anak mengaji, dan memimpin Thariqat, Sakman tidak melupakan tugasnya menyadarkan para jawara Banten mengenai pentingnya perjuangan untuk mengusir penjajah Belanda. Oleh karena itu, Sakman tetap bolak-balik antara Bekasi dan Banten.

Atas saran sahabatnya, Syaikh Asnawi Caringin, pada tahun 1891 Sakman menunaikan ibadah haji. Kesempatan ini digunakan Sakman untuk lebih memperdalam pengetahuannya mengenai agama Islam kepada K.H.M Syadzali dan Syaikh Al-Maliki Al-Maky. Di Tanah Suci inilah, Sakman mengganti namanya menjadi Muhammad Djahari. Kaum Muslimin kemudian mengenalnya sebagai K.H.M Djahari Mintar Al-Bantani.

Bung Karno Berterima Kasih
Tahun 1914, Djahari mengubah musholla santri menjafi Masjid Jami’. Dari masjid, Djahari membangun misi dakwah lebih luas. Santrinya semakin banyak. Mereka datang dari berbagai daerah, antara lain Banten, Bogor, Karawang, Pamijahan, Purwakarta, Cirebon, Lampung dan dari beberapa daerah di Sumatera.

Seiring dengan meningkatnya kesadaran nasional, bangkit pula pergerakan kemerdekaan. Di Banten kesadaran ini justru telah mendahului zamannya. Pada tanggal 9 Juli 1888 pecah pemberontakan petani Banten dipimpin oleh H. Wasid dari Beji. Di pihak pemerintah kolonial Belanda jatuh korban sebanyak 17 orang termasuk Asisten Residen, Wedana, Ajun-Kolektir, dan sejumlah pejabat Belanda lainnya. Di pihak pemberontak, seluruh korban berjumlah 30 orang termasuk H.Wasid, H. Usman, dan H. Ishak. Di antara tokoh-tokoh yang disebut-sebut turut merencanakan pemberontakan yang melibatkan 1.700 petani itu antara lain H. Marzuki dan H. Asnawi. Mereka merencanakannya sejak Februari 1888 dengan melakukan pertemuan-pertemuan tertutup di Tanara, Trate, Saneja, Beji dan Kaloran.

Pada 1921, Syaikh Asnawi Caringin-yang pada tahun 1888 menjadi salah seorang Pemberontakan Petani Banten atau yang di kalangan masyarakat populer dengan sebutan “Gecer Cilegon”- ditangkap Belanda. Djahari menjemput dan membebaskannya. Pada 1926, Asnawi ditangkap kembali dan dipenjarakan di Purwakarta. Djahari pun membebaskannya. Lalu tahun 1948, Asnawi lagi-lagi ditangkap dan dipenjarakan di Cianjur, Djahari kembali membebaskannya sehingga membuat Belanda murka kepada Djahari.

Dukungan Djahari kepada perjuangan kemerdekaan tidak pernah surut. Sesudah kemerdekaan diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, Djahari berada di pihak Republik. Mengingat pengaruhnya yang besar, baik penjajah Belanda maupun Jepang pernah menawari Djahari kedudukan empuk, tetapi semua tawaran itu ditolaknya. Kiai Djahari memilih berpihak kepada bangsanya sendiri.

Di masa revolusi kemerdekaan, Kiai Djahari menjalin hubungan erat dengan para pejuang kemerdekaan, antara lain dengan Komandan Batalyon III Hizbullah, K.H Noer Alie. Sesuai dengan keulamaannya, Kiai Djahari memberi sentuhan spiritual kepada para pejuang kemerdekaan, sebelum mereka berangkat ke front pertempuran. Hampir semua pejuang Muslim dan laskar rakyat, termasuk laskar Hizbullah sebelum maju ke medan perang terlebih dahulu menghadap Djahari.

Menggunakan kuda putih kesayangannya, Kiai Djahari berkeliling dari pos-pos pejuang kemerdekaan, antara lain di Gabus, Pulo Puter, Jatinegara, Tambun, Pisangan dan tempat lainnya untuk memberi semangat kepada para pejuang dalam mengusir penjajah Belanda. Kiai Djahari dikenal sebagai motivator pejuang kemerdekaan di wilayah Bekasi Utara dan sekitarnya.

Dalam memberikan motivasi, Kiai Djahari tidak pandang bulu, semua kelompok pejuang seperti Sumber Nyowo, Galak Hitam, Laskar Rakyat, Tentara Republik Indonesia (TRI), dan para pejuang Muslim yang bergabung dalam Hizbullah dan Sabilillah, diberinya semangat untuk terus berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Atas peranannya yang signifikan dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, menurut sebuah riwayat, Proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia Sukarno di awal kemerdekaan sengaja datang ke Kampung Ceger untuk menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Kiai Djahari atas dukungannya yang tak mengenal rasa lelah pada perjuangan kemerdekaan.

Warisan Kiai Djahari
Setelah pengakuan kedaulatan, Kiai Djahari lebih memfokuskan kegiatannya kepada pendidikan. Mekipun pada pemilihan umum 1995, dia memberi restu kepada Partai Masyumi dan Partai Nahdlatul Ulama, tetapi Kiai Djahari menolak aktif di partai politik. Kepada K.H Noer Alie dan K.H. Anwar Kaliabang Bungur, Kiai Djahari mengatakan dirinya sudah tua dan akan fokus pada pembinaan umat melalui pondok pesantren.

Kiai Djahari memimpin umat membangun Masjid Agung Ceger. Atas jasa dan khidmatnya kepada umat dan bangsa. Masyarakat ceger sepakat untuk mengabadikan nama Kiai Djahari, sehingga masjid itu diberi nama “Masjid Agung Al-Ajhariyyah”.

Meskipun usianya sudah sangat lanjut, namun suaranya masih tetap keras dan kencang. Apabila jemari tangannya memukul meja atau lantai, keluar suara bagai benturan antara besi dengan besi. Jamaah yang mendengarnya, merinding.

Setiap kali Kiai Djahari melewati suatu kampung, masyarakat berjejer di kiri-kanan jalan menunggu untuk bersalaman dengan Kiai Djahari. Setelah itu, masyarakat tidak langsung beranjak. Mereka masih berjejer sampai ulama yang mereka hormati itu hilang dari pandangan mereka.

suaranya yang lantang dan keras, Kiai Djahari menyampaikan nasehat atau tausyiah dengan penekanan kepada masalah shalat, zakat, menuntut ilmu, berhaji, serta kerukunan antara sesama anak bangsa.

Kiai Djahari keliling kampung sampai ke pesisir pantai utara. Pengajian setiap hari Senin pagi dijadikan sarana untuk memperjelas hubungan negara dan agama Islam yang kemerdekaannya dipertahankan oleh kaum Muslimin. Umat dididik dengan tauhid dan aqidah Islam. Suaranya yan lantang dan keras, Kiai Djahari menyampaikan nasehat atau tausyiah dengan penekanan kepada masalah shalat, zakat, menuntut ilmu, berhaji, serta kerukunan antara sesama anak bangsa.

Di usia 120 tahun, pada 1968 Kiai Djahari menunaikan ibadah haji untuk yang kesepuluh kalinya. Meskipun usianya sudah sangat lanjut, namun jalannya masih cepat, fisikmya kekar dan suaranya bertambah nyaring, melengking dan tinggi.

Pada hari Jum’at ba’da subuh pada tanggal 23 Rabiul Akhir atau tahun 1972, beliau menghadap Sang Khaliq dalam usia 125 tahun. Beliau dimakamkan di belakang Masjid Agung Al-Ajhariyyah, Ceger, Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Makam Kiai Djahari banyak dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di tanah air. Kunjungan para peziarah lebih banyak di malam Jum’at hingga memenuhi ruang dalam Masjid Agung Al-Ajhariyyah.

Kepada kaum Muslimin, Kiai Djahari mewariskan 10 binaan Masjid Jami’, 69 binaan musholla, 69 Majelis Taklim Kaum Ibu, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, Pondok Pesantren Al-Ajhariyyah, Majelis Dzikir Thariqat Qodariyyah wan-Naqsabandiyah.

Cerita Rakyat di Sekitar Kiai Djahari
Saat mengontrol front pejuang di Cemara, Karawang dan Cikampek, mendadak hujan turun, sementara makanan habis. Lalu Kiai Djahari mengumpulkan seikat batang padi, lalu berdzikir, bertahmid dan bertahlil. Atas izin Allah SWT, batang padi tersebut berubah menjadi makanan.

Salapian adalah salah seorang pemimpin perjuangan dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang bermarkas di Sasak Bakar dan Cibarusah. Salapian bercerita kalau Kiai Djahari memanggil para Kiai, kawan seperjuangannya cukup menghubunginya dengan seutas tasbih dan selang beberapa jam kemudian para Kiai itu berdatangan.

Dalam suatu perjalanan, Kiai Djahari dihadang pasukan Belanda. Sambil menodongkan pistol, seorang tentara bertanya, “Tuan kenal dengan Djahari?” Lalu dengan tenang Kiai Djahari mengeluarkan sehelai daun rokok kawung dan mengarahkan ke dada Belanda sambil berkata, “Ya, saya yang namanya Djahari.” Spontan tentara Belanda yang bertanya itu gemetar dan meminta-minta agar tidak dibunuh. Dimata mereka, rokok kawung yang dikeluarkan Kiai Djahari adalah sebuah pistol.

Demikian riwayat singkat hidup Kiai Djahari. Bukan untuk di kultuskan akan tetapi lebih sebagai inspirasi, motivasi dan tauladan dari segi kebaikan serta semangatnya bagi generasi dan keturunannya dalam mendakwahkan ajaran Islam dan membangun kerukunan, serta pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

DAFTAR PUSTAKA
HAMIDULLAH, DUDUN., MAKSUM, BAHAR., DKK. 2016. ULAMA PEJUANG KABUPATEN BEKASI. MAJELIS ULAMA INDONESIA: KABUPATEN BEKASI.

Inhalasi Rumahan; Mengatasi Sesak Nafas secara Mandiri

0

Para tenaga kesehatan terkadang mengalami hambatan ketika bertugas di tempat-tempat terpencil, sementara dalam menolong klien/pasien kita membutuhkan alat bantu tersebut. Nah, bagi yang memiliki riwayat dengan sesak nafas, ada cara sederhana melakukan inhalasi sederhana.

Indonesia yang begitu luas tidak hanya terbagi menjadi kota dan desa saja. Ada yang lebih dari desa yaitu udik. Bagi Tenakes (Tenaga Kesehatan), tak ada alasan untuk tidak melakukan tindakan terhadap korban atau pasien yang terserang sesak nafas.

Nah, buat para Tenakes dan relawan yang memiliki jiwa sosial, tak usah bingung jika tidak didapati rumah sakit atau pun klinik, tak perlu repot jika tidak memiliki arus listrik di tempat tersebut, jikalau memang bisa dimodifikasi dengan seadanya.

Jika tidak tersedia perlatan yang memadahi, maka kita bisa menggunakan teknik inhalasi rumahan yang bisa menjadi solusinya. Tujuannya adalah untuk memperlebar jalan nafas yang terhimpit karena alergi atau asma. Manfaatnya selain hemat, mudah dan praktis. Lalu, apa sajakah yang perlu disiapkan?

Minyak kayu putih yang memberikan rasa mint dibantu dengan uap panas, maka hal ini dapat membuat jalan nafas semakin lancar.

Yang pertama wadah yang berisi air panas, minyak kayu putih dan kertas.
Minyak kayu putih yang memberikan rasa mint dibantu dengan uap panas, maka hal ini dapat membuat jalan nafas semakin lancar. Jadi, tuang minyak kayu putih 5-10 tetes ke dalam wadah yang berisi air hangat. Setelah itu buat kertas seperti corong. Yang ukuran kecil di letakan di hidung dan mulut. Setelah itu lalukan relaksasi nafas dalam sampai sesak berkurang.

Cara relaksasi nafas dalam yang tepat adalah tarik nafas panjang dari hidung lalu hembuskan secara perlahan melalui mulut. Lakukan terus menerus hingga jalan nafas terasa lebih baik dari sebelumnya.

Atau jika terpaksa tidak ada air panas, cukup gunakan minyak kayu putih. Caranya pun lebih simpel. Jadi, tuang minyak kayu putih secukupnya ke telapak tangan. Gosok sampai panas lalu letakan kedua telapak tangan di hidung dan mulut. Bentuk seperti mangkuk, dan lakukan relaksasi nafas dalam 7-10 kali.

Jika sesak tidak mengalami perubahan maka konsultasikan pada bagian medis agar dapat ditindaklanjuti.

Sejauh ini, tidak ada efek samping negatif terhadap tindakan Inhalasi rumahan. Tidak juga menjadi ketergantungan. Sebab, hal itu dapat dikendalikan jika sudah tahu penyebab dari sesak nafas tersebut. Bagaimana yang paling sederhana, yaitu, cukup hindari pencetusnya.

Salam sejahtera, Semoga sehat ya.

Tambun, 24-07-2018


*INHALASI ADALAH PROSES BERNAFAS MANUSIA DIMULAI DARI MENGHIRUP UDARA KE PARU-PARU.
TETAP KONSULTASI KE DOKTER SEBAGAI CARA YANG LEBIH AMAN. ARTIKEL INI SEMATA-MATA BERSIFAT INFORMATIF.

Filosofi Memanah

0

Pelajaran hidup bisa kita petik dari mana saja. Tergantung bagaimana kita memposisikan diri dan mau atau tidak membuka diri untuk perubahan. Bahkan aktivitas memanah pun bisa kita jadikan sumber hikmah kehidupan jika kita mau sejenak merenungkannya. Apa saja filosofi kehidupan dalam memanah?

Memanah, apa itu memanah? Memanah adalah sebuah kata yang tersusun dari kata dasar “panah” dan diberi awalan “me”. Memanah adalah sebuah olahraga cabang atletik yang menggunakan busur sebagai pelontar dan anak panah sebagai pelurunya.

Prinsip kerja panah ini sama seperti pistol yang digunakan oleh aparat penegak hukum. Dimana ada pelontar dan peluru, hanya saja bentuknya saja yang berbeda.

Panah ini merupakan sebuah senjata yang efektif digunakan ketika perang jaman dulu. Dulu, sekarang alat ini sudah tidak efektif lagi. Karena proses penggunaannya lama. belum lagi harus membidik sekaligus menahan anak panah pada pelontarnya yang berat sekali.

Kalau saya disuruh memilih antara belajar memanah atau belajar menembak, tentu saya akan memilih untuk belajar menembak.

Karena apa, menembak itu lebih praktis dari pada memanah. Tapi kenapa ilmu memanah masih dipelajari hingga saat ini. Padahal dalam situasi perang, panah sudah tak ada gunanya.

Ternyata di balik kegiatan panah memanah terkandung sebuah filosofi yang luar biasa. Filosofi tentang tujuan hidup ada dalam kegiatan panah-memanah ini.

Ternyata di balik kegiatan panah memanah terkandung sebuah filosofi yang luar biasa. Filosofi tentang tujuan hidup ada dalam kegiatan panah-memanah ini.

Ada tiga proses yang dilakukan ketika ingin memanah : membidik, menarik, dan melepaskan.

Membidik, harus dengan tingkat konsentrasi tinggi. Mata dan organ tubuh lainnya dituntut untuk fokus pada satu titik. Itu sama halnya dengan menentukan niat. Niat untuk apa kita hidup di dunia ini? Tujuan apa yang ingin kita capai. Jika sudah menentukan niat dan tujuan kita, berikutnya adalah

Menarik. Menarik anak panah ke belakang dengan sekuat tenaga, kemudian menahannya sesaat. Dan hal itu adalah usaha kita untuk mencapai tujuan yang sudah kita tentukan terlebih dahulu. Atau dalam istilah lainnya adalah ikhtiar.

Apakah tujuan kita akan tercapai jika kita hanya menentukan dan berusaha saja? Tidak. Seperti panah tadi, apakah untuk memastikan bidikan kita tepat sasaran atau tidak hanya cukup dengan membidik dan menarik anak panah? Tidak kan?

Dan inilah yang paling menentukan. Melepaskan anak panah dari busurnya, biarkan dia melesat sesuai apa yang telah kita arahkan sebelumnya. Kita harus merelakan usaha kita, berpasrah dan bertawakal. Jika kita sudah punya niat dan usaha, selebihnya bukan urusan kita lagi. Itu sudah menjadi urusan Allah swt.

Membidik, menarik, melepaskan sama dengan niat, usaha, tawakkal.

Semoga bermanfaatโ€ฆ

Semarang, 24 Juli 2018

Mas Ar. Lahir di Bojonegoro, 11 September 1999. Anggota aktif di komunitas menulis KBM Bojonegoro, Mahasiswa Desain Grafis di STEKOM Ungaran, Semarang. Santri Madrasah Diniyah Darussalam Jatitengah, Pejok, Kepohbaru, Bojonegoro

Menyongsong Kedaulatan Tani

0

Mewujudkan kedaulatan pangan tanpa memberdayakan petani ibarat pungguk merindukan bulan. Mustahil tercapai. Masih banyak PR yang harus segera diselesaikan, sebelum para petani bernasib seperti ayam yang mati di lumbung padi.

Seringkali ketika ngobrol perihal bertani dengan adik ipar, tetangga, maupun bapak-bapak yang baru saja bertemu, berbagai perasaan membuncah di hati saya. Ada gregetan, miris, prihatin, optimis, dan masih banyak yang lainnya. Namun satu kesimpulan yang saya peroleh adalah bertani di Indonesia sekarang ini ternyata tidak mudah.

Para petani, yang ngobrol dengan saya, mengeluhkan banyak hal. Pertama, musim yang sulit diprediksi. Kita semua bisa merasakannya hari ini, bahwa lamanya musim hujan dan musim kemarau sungguh sulit diprediksi. Jaman SD dulu kita diajarkan bahwa musim hujan berlangsung antara bulan Oktober hingga Maret dan musim kemarau antara April hingga September. Namun sekarang, rumusan ini tidak berlaku lagi. Tahun ini, kemarau berlangsung hampir sepanjang tahun.

Akibat dari anomali alam ini adalah banyak petani yang gagal panen dan gagal tanam. Minimnya curah hujan membuat tempat-tempat penampungan air kosong melompong dan kering kerontang. Bahkan, waduk-waduk juga turut mengering. Sehingga, tanaman yang mulai masuk masa panen tidak dapat tumbuh dengan sempurna.

Kedua, biaya tanam mahal. Hal yang paling banyak dikeluhkan adalah harga pupuk. Meski sudah disubsidi, harga pupuk belum sepenuhnya terjangkau bagi para petani. Selain itu, sistem paket yang diberlakukan pemerintah, ternyata kurang begitu didukung oleh petani. Mereka mengatakan ada jenis pupuk di dalam paket tersebut yang tidak terlalu berpengaruh terhadap tanaman. Masalah lainnya adalah kelangkaan. Meski sudah dijatah dan dikoordinir oleh gapoktan (gabungan kelompok tani), kelangkaan pupuk masih terjadi di sana-sini.

Selain pupuk, mahalnya biaya tanam juga datang dari sektor benih. Jika ingin kualitas hasil panenya jempolan, petani harus merogoh kocek yang dalam untuk membeli bibit varietas unggulan. Mirisnya, tidak semua bibit unggulan itu bisa ditanam kembali pasca panen. Kata para petani, hasilnya jauh dibandingkan panen pertama yang menggunakan bibit asli. Mahalnya biaya tanam juga dipicu oleh mahalnya obat-obat hama dan ongkos tenaga.

para petani lokal harus berjibaku bersaing dengan produk pertanian luar negeri yang dengan leluasanya memasuki pasar. Harga murah dan kualitas yang lebih baik, membuat para konsumen lebih memilih produk impor dibanding produk lokal

Ketiga, harga jual rendah. Masalah ini selalu terjadi setiap kali panen raya. Banyak teori yang mengungkap penyebabnya, mulai dari permainan para spekulan, stok yang melimpah, sampai kualitas produk yang rendah. Parahnya lagi, para petani lokal harus berjibaku bersaing dengan produk pertanian luar negeri yang dengan leluasanya memasuki pasar. Harga murah dan kualitas yang lebih baik, membuat para konsumen lebih memilih produk impor dibanding produk lokal. Pernah ada yang cerita ke saya, petani ramai-rami membuang dan memusnahkan hasil panennya karena kesal dengan harga jual yang rendah ini.

Keempat, irigasi yang buruk. Kelangkaan air akibat anomali musim sebagaimana diungkapkan sebelumnya dilengkapi dengan tidak tersedianya irigasi yang memadai. Irigasi buruk ini sangat terasa sekali dampaknya di daerah-daerah tadah hujan. Mereka kesulitan memulai masa tanam karena minimnya stok air. Sumur bor yang ada pun tidak terlalu bisa diandalkan karena debit air yang tidak seberapa, sementara mereka harus berbagi dengan petani lain yang tidak memiliki sumur.

Kelima, serangan hama. Masalah ini didera oleh semua petani. Tidak ada petani yang steril dari hama. Bahkan tidak jarang terjadi gagal panen akibat ulah hama. Masalah ini didukung dengan mahalnya obat-obat hama yang tersedia dan metode pemberantasan hama yang kurang efektif. Para petani masih minim pengetahuan akan hal ini.

Lima masalah mendasar tersebut memang telah menjadi isu utama pemerintah dalam upaya memberdayakan petani. Banyak program juga sudah diluncurkan. Informasi mengenai hal ini bisa kita akses dengan mudah di website Kementan. Namun dalam realitasnya, para petani yang saya jumpai masih mengeluhkan hal ini.

Jika dicermati dengan seksama, sepertinya masih ada beberapa hal yang belum dilakukan dengan maksimal. Sehingga program-program pro petani belum terealisasi sepenuhnya. Jika pun sudah terrealisasi, namun dampaknya belum begitu dirasakan oleh para petani. Apakah itu? Kementan tentunya lebih dari tahu akan hal ini.

Paling tidak ada beberapa hal menurut saya yang harus lebih dioptimalkan lagi oleh Kementan dan jajarannya. Pertama, menyediakan irigasi yang memadai bagi petani, terutama di daerah tadah hujan. Upaya ini juga harus diiringi sistem dan tata kelola yang baik. Beberapa langkah yang bisa diupayakan antara lain; membuat waduk atau tampungan air, normalisasi sungai, penyediaan pompa, dan pembangunan saluran air.

Kedua, menjamin ketersediaan bibit unggul, pupuk, dan obat hama dengan harga yang lebih terjangkau. Ketiga aspek ini akan memangkas mahalnya biaya tanam. Ketiga, modernisasi alat-alat dan sistem pertanian. Petani kita sudah tertinggal jauh dengan petani di negera tetangga. Mereka telah beralih ke pertanian modern yang lebih memprioritaskan efektivitas dan efisiensi. Tak heran jika kualitas produknya bisa menembus pasar internasional. Sementara petani kita, masih minim literasi dan alat-alat modern penunjang produksi.

Keempat, optimalisasi peran penyuluh. Minimnya literasi pertanian di kalangan petani desa adalah akibat dari minimnya akses informasi. Mereka belum menjadi bagian dari dunia digital sehingga tidak bisa mengikuti perkembangan terbaru dunia pertanian. Maka di sinilah peran sentral penyuluh pertanian diperlukan. Mereka harus menjadi jembatan informasi dan pengetahuan terbaru tentang sistem tanam, perawatan, pengolahan hasil panen, dan penjualan produk.

Kelima, mendorong para petani untuk berwirausaha. Kompetensi ini diperlukan untuk mengantisipasi jika terjadi penurunan harga hasil panen. Petani harus dibekali cara mengolah hasil panen dan bagaimana cara memasarkannya. Selain itu, dengan mindset wirausaha, para petani menjadi semakin mandiri dan memiliki sumber pendapatan baru. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, bank, kelompok tani, dan petani sangat dibutuhkan.

Keenam, sinergi pemangku kebijakan. Presiden harus mendorong para pembantunya, baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam upaya pemberdayaan petani, untuk memperkuat sinergi. Hal ini perlu agar terwujud kebijakan yang terintegrasi di antara mereka. Sehingga tidak terjadi overlapping program pemberdayaan.

Mewujudkan kedaulatan tani memang tidak mudah. Dibutuhkan kerja keras dan komitmen semua pihak. Petani kita hari ini tengah dihadapkan dengan era baru. Sebuah era dimana jarak dan waktu tak lagi berpengaruh. Era dimana produk pertanian bisa leluasa keluar-masuk pasar kita. Jika kualitas produk pertanian kita tak kunjung naik, maka nasib petani akan kian tergerus. Akibatnya, semakin banyak generasi mendatang yang tidak berminat menjadi petani. Jika sudah demikian, bagaimana nasib predikat kita sebagai negara agraris?

Dahsyatnya Parenting Mengawal Generasi Milenial

0

Orang tua dan guru merupakan pamong bagi anak dan peserta didik yang mana mereka merupakan penerus generasi kelak. Memasuki Revolusi 4.0, teknologi digital memberikan cara yang optimal pula untuk mengawal generasi milenial.

Agar tidak salah kaprah mengelola pola asuh dan komunikasi, diperlukan cara yang milenial pula.

Banyak yang berdalih pendidikan Finlandia dan kecerdasan jamak merupakan salah satu solusi dalam Pendidikan. Saat ini, bukankah pendidikan Taman siswa Ki Hajar Dewantara juga memiliki sistem yang baik.

Yuk ikuti gelar wicara Dahsyatnya Parenting Mengawal Generasi Milenial di Sasana Al-Muhajirin.

Sasana Al-Muhajirin merupakan Rintisan Laboratorium Belajar dengan spirit Pemikiran Ki Hajar Dewantara yang didukung oleh Kampus Desa Indonesia. Bagi masyarakat Kediri, bisa berguru dan merintis pelatihan bersama Sasana Al-Muhajirin sebagai perwakilan resmi Kampus Desa Indonesia.