Revolusi Kecerdasan Digital, Meningkatkan Branding Ala Kampus Desa

0
142
Civitas Akademika dan Admin Kampus Desa bersama Ketua PKBM Bestari, Astatik Mufidah, dan peserta bedah website

Digitalisasi di berbagai bidang kehidupan memaksa kita untuk turut melakukan upgrade diri. Kecerdasan baru pun harus kita miliki, yaitu kecerdasan digital. Penguasaan pada kecerdasan ini, akan membuat kita mampu melejitkan personal branding, sebuah kebutuhan dasar jika ingin ‘bicara banyak’ dalam kancah persaingan global. Peluang emas itulah yang ditangkap dan hendak dimaksimalkan oleh Kampus Desa.

Kampusdesa.or.id–Sekitar pukul 08.00 WIB, acara Bedah Website Kampus Desa di PKBM Bestari dimulai. Acara dibuka langsung oleh Astatik Mufidah, selaku ketua PKBM Bestari. Kegiatan yang akan berjalan selama dua hari (10-11/08) tersebut dihadiri oleh 25 orang, baik dari PKBM Bestari maupun dari luar. Hari pertama, kegiatan dilaksanakan di MA Darul Faizin yang berjarak sekitar 300 meter ke utara dari PKBM Bestari.

Astatik dalam sambutannya menuturkan bahwa kegiatan semacam ini sangat diperlukan oleh PKBM Bestari. Menurutnya peserta didik di PKBM Bestari harus memiliki pengetahuan dan penguasaan media digital.

“Kami bersyukur sekali bisa dipertemukan dengan Kampus Desa. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat untuk lembaga dan diri peserta didik sendiri” ujarnya.

Mengawali kegiatan, para peserta diajak Senam Kecerdasan oleh komunitas Radiasi Tenaga Dalam (RTD). Di bawah arahan instruktur Kholid Ahmad, mereka diajak mengenal titik-titik potensial yang berpengaruh siginifikan di dalam tubuh.

Antusiasme para peserta bedah web Kampus Desa

“Di dalam tubuh kita terdapat titik-titik yang jika dapat menjalankan fungsinya dengan baik mampu memberikan dampak yang positif bagi kehidupan kita”

“Sebenarnya di dalam tubuh kita terdapat titik-titik yang jika dapat menjalankan fungsinya dengan baik mampu memberikan dampak yang positif bagi kehidupan kita. Misalnya kelenjar tiroid, uluh hati, pankreas dan sebagainya.”

Memaksimalkan kinerja titik-titik syaraf tersebut, lanjut Kholid, akan membantu kita meningkatkan kecerdasan dalam bersikap dan menyelesaikan persoalan. Meski agak kikuk, peserta mengikuti setiap instruksi yang diberikan Kholid. Setelah diajak menghapal gerakan, peserta kemudian diajak olah nafas.

Kegiatan kemudian berlanjut kembali di kelas. Pada sesi kedua ini, giliran Rektor Kampus Desa, Mohammad Mahpur, yang menjadi fasilitator. Mahpur membeberkan tentang pentingnya membedah website Kampus Desa.

“Melalui media digital kita bisa membangun jejaring kerja atau network yang sangat dibutuhkan hari ini”

“Acara ini sebenarnya untuk mengenalkan kepada saudara sekalian betapa pentingnya literasi digital di era sekarang ini. Melalui media digital kita bisa membangun jejaring kerja atau network yang sangat dibutuhkan hari ini. Selain itu, ya juga untuk promosi mengenalkan Kampus Desa” paparnya diikuti gelak tawa peserta.

Mahpur menambahkan, media-media digital yang ada bisa dimanfaatkan untuk membangun citra diri (personal branding) dan menebar informasi manfaat yang kita berikan.

“Kita harus membuat cerita yang bisa membuat orang lain bercerita kepada orang lain dan seterusnya tentang kebaikan atau manfaat yang kita tawarkan. Manfaat yang tidak diceritakan, tidak akan diketahui orang lain. Kan percuma?”

Pada sesi berikutnya, para peserta kemudian diajak mengeksplor diri mereka sendiri oleh Alfin Mustikawan, Wakil Rektor Kampus Desa. Alfin mengajak para peserta menemukan otentisitas diri mereka. Otentisitas menjadi poin penting agar seseorang bisa bertahan di era global.

“Untuk dapat bertahan di era sekarang ini kita harus menjadi manusia otentik yang teredukasi”

“Sekarang ini kan banyak berkembang panjat sosial. Bahasa kerennya social climber. Seseorang jika ingin memiliki popularitas di dunia maya, ia harus mendompleng orang lain. Padahal untuk dapat bertahan di era sekarang ini kita harus menjadi manusia otentik yang teredukasi. Otentik itu sulit ditiru oleh orang” paparnya.

Selain menggali potensi diri, peserta juga dibekali pengetahuan dan keterampilan tentang literasi, terutama dalam hal menulis. Duo pemuda kreatif nan inspiratif yaitu Fathan Faris Saputro dan Relung Fajar Sukmawati didapuk sebagai fasilitator. Dua mahasiswa asal Lamongan ini memaparkan pentingnya menulis dan manfaat besar yang dapat diambil darinya.

Faris (Panggilan akrab Fathan Faris Saputro) merupakan founder Rumah Baca Api Literasi (RBAL) yang sudah malang melintang di dunia literasi. Tulisan-tulisannya sudah berserak di berbagai media. Beberapa Buku juga sudah ia terbitkan. Sementara Relung merupakan salah satu pemenang sebuah event berhadiah jalan-jalan ke Eropa yang diadakan oleh salah satu brand kosmetik ternama. Selain itu, ia juga aktif menulis. Beberapa buku sudah ia terbitkan dan laris manis di pasaran. Semua berkat kemampuannya ‘bermain’ media digital.[]