Implikasi SE Mendikbud No 4 Tahun 2020 Terhadap Konten Materi Pelajaran Sekolah

0
688
Belajar membuat hand sanitizer bisa menjadi bahan belajar dari rumah. Ini bisa disebarkan dari hasil praktikkum guru biologi atau guru kimia

0Shares
0

Surat Edaran Mendikbud No. 4 Tahun 2020 agar sekolah diganti di rumah sebenarnya sangat fleksibel. Anak-anak tidak harus belajar tekstual sebagaimana yang sering kita lihat di beberapa informasi. Murid sebenarnya bebas melakukan kegiatan belajar di rumah, bersama orang-orang terdekatnya. Tidak juga wajib mengerjakan buku pelajar secara tekstual sebagaimana di sekolah karena penggantinya boleh belajar kecakapan hidup dan penilaiannya kualitatif. Sebenarnya memudahkan, bukan menyulitkan.

Kampusdesa.or.id–Menanggapi Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No 4 Tahun 2O2O tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-1 9) point 2 yang berbunyi, proses belajar dari rumah dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Belajar dari Rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan;
  2. Belajar dari Rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19;
  3. Aktivitas dan tugas pembelajaran Belajar dari Rumah dapat bervariasi antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/ fasilitas belajar di rumah;
  4. Bukti atau produk aktivitas Belajar dari Rumah diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/ nilai kuantitatif.

Maka seyogyanya para pendidik di seluruh negeri ini segera mengalihkan tujuan pembelajarannya, menyusun konten materi pelajaran yang bersesuaian dengan wawasan seputar Covid-19.

Pada mata pelajaran Bahasa Inggris misalnya bisa menyajikan procedure text bertopik how to wash your hands. Inipun bisa disajikan dalam bentuk video tutorial yang diambil dari YouTube atau membuat video sendiri. Jangan lupa tetap mempertimbangkan point 2c, video tidak terlalu memakan banyak paketan data, karena masa lockdown adalah masa sulit dalam banyak hal termasuk perolehan akses internet dari rumah tersebab dana terbatas kebutuhan jaringan internet bersamaan dalam satu keluarga.

Selain pelajaran Bahasa Inggris, pada madrasah yang pelajarannya banyak pelajaran agama dapat meyajikan materi fiqh tentang kaifiyah merawat jenazah korban Covid-19. Mata pelajaran fiqh ini juga bisa berkolaborasi dengan pelajaran geografi tentang serapan air tanah yang diharapakn tidak sampai terkontaminasi oleh cairan yang dibawah oleh jazad jenazah Covid-19 ini.ini juga menyangkut kesehatan masyarakat dan lingkungan sehingga masih memungkinkan pelajaran kesehatan masuk dan berkolaborasi bersama di tema pelajaran mengurus jenazah korban Covid-19 .

Adapun aturan tata cara pergaulan di masyarakat masa social distancing sebagai tindakan preventif menyebarnya Covid-19 ini bisa disajikan dalam pelajaran sosiologi, PKn, IPS.Kita sudah sangat paham dengan berbagai macam wawasan pengetahuan di yang bersumber dari perangkat digital kita. tak perlu kita berpusing-pusing foto buku cetakan di rumah kita atau LKS yang disediakan guru untuk dijadikan bahan belajar dalam home learning ini. kita bisa bahkan sangat bisa menuruti kemauan pemerintah untuk mengalihkan konten pelajaran sesuai kondisi kekinian yang benar-benar membutuhkan perhatian besar bangsa terkhusus dunia pendidikan juga punya peran melakukan kegiatan pembelajaran yang adaptif dengan kondisi saat ini.

Kembali pada gagasan tentang konten mata pelajaran yang harus disesuaikan dengan kondisi bangsa saat ini, istilah-istilah seputar wabah Covid-19 ini bisa saja masuk materi pelajaran Bahasa Indonesia. Apa itu social distancing, penerjemah secara kontekstual lockdown, siapa itu ODR (Orang Dalam Resiko), ODP (Orang Dalam Pengawasan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan).

Materi pendidikan jasmani dan olahraga bisa menayangkan cara tepat mendapatkan vitamin D sebagai salah satu vitamin yang dapat menjaga tubuh dari Covid-19. Memang guru olah raga tidak dapat bertemu muka dengan peserta didik untuk memberi contoh dalam bentuk gerak badan, tapi sekali lagi guru tingal cari di youtube browsing di google terkait hal ini, pasti ada.

Untuk materi SBK, peserta didik dimotivasi untuk bisa membuat masker sendiri dan hasilnya bisa dipakai sendiri, dipakai keluarga dan dijual ke orang lain. Nah, selain memberi materi pelajaran, peserta didik mulai juga diajari melakukan kegiatan yang memiliki manfaat secara financial. covid-19 tidak melumpuhkan daya kreatif kita, tetap produktif!

Bagaimana dengan materi science? Tentu saja peserta didik bisa diberi penugasan membuat hand sanitizer yang terlebih dahulu disajikan video tutorial membuatnya.Andai video tutorial ini memakan banyak paketan data internet, baiklah dibuat saja catatan seputar pembuatan produk ini. kita tak perlu mengetik materi ini dalam bentuk words kemudian diubah ke bentuk PDF, terlalu rumit dan tidak efektif, waktu kita terus berjalan, mari bertindak lebih peka teknologi. Coba kita cari sumber bacaan di google, di situ pasti banyak link bacaan yang bisa kita share di kelas online peserta didik. Jika masih ada yang keberatan buka link tersebut, kalau mungkin di copy dan paste lalu disebutkan sumber adopsinya dari mana, amankan? beres sudah, materi tersampaikan kepada peserta didik nampak keren dan peka teknologi.

Baca juga: Memerbanyak hand sanitizer untuk cegah Covid 19

Materi ekonomi juga harus bekerja keras bagaimana pelajaran ini berkontribusi baik dalam memperhatikan dampak wabah Covid-19 ini. Diketahui dalam pemberitaan di media bahwa wabah Covid-19 ini telah membuat nilai tukar rupiah terhadap dollar anjlok. Disinyalir persis jaman krisis moneter tahun 1998, di mana masyakarat melakukan belanja borongan untuk membuat stock kebutuhan hidup tidak tergulung oleh harga yang semakin melonjak naik. Pengetahuan ini tentunya bisa masuk dalam materi pelajaran ekonomi. Jadi di sini peserta didik diajak berpikir holistik berbagai dampak wabah Covid-19 ini begitu luas, istilah kawan-kAwan kita di sosial media ambyar.

Konon, guru itu dalang yang tak kehabisan skenario, maka dalam masa seperti ini ditambah juga himbauan pemerintah agar penyajian materi pelajaran bersesuaian dengan wabah Covid-19, kita optimis bahwa para pendidik bisa melaksanakan harapan pemerintah ini. Meskipun guru bukan bagian dari generasi Z , tapi guru juga hidup di generasi Z juga sedikit banyak melalui aktivitas-aktivitas para generasi Z. Kalau cuma googling, menengok youtube laluu menyalin link untuk disampaikan kepada kelas online peserta didik, memakan waktu berapa lama, sebentar sekali. beda dengan mengetik ulang pelajaran lalu diposting di kelas online, bikin jari jemari kriting pula, karena capek. Atau sebaliknya peserta didik hanya diberi tugas dan tugas dengan konten perintah itu-itu saja, wow betapa tak berwarnanya kelas online mereka di saat Covid-19 sudah mejadi beban masalah yang menakutkan! Kondisi mental peserta didik meskipun tidak memikirkan pendapatan keluarga yang mungkin menurun, mereka juga tetap manusia yang berpikir bahwa suasana saat ini tidak nyaman, masa iya ditambah lagi ketidaknyamanannya dengan menyajikan materi pelajaran yang manfaatnya belum bisa digunakan hari ini,dalam bentuk perintah mengerjakan tugas ini itu. Mari move on, saya juga berikhtiar ke arah ini.

Jika semua materi pelajaran seputar kecakapan hidup bertema menghadapi Covid-19, lalu peserta didik bosan, maka pelajaran seni budaya ini tentunya memiliki cara menetralisir kebosanan. Tidak menutup kemungkinan semua mata pelajaranpun bisa membuat ice breaking dalam belajar onlinenya.Dunia sudah panik dengan covid-19, maka kelas online sekolah kita seyogyanya bisa mengesampingkan suasana ini dengan guru mata pelajaran membuat ice breaking di sesi belajar onlinenya.

Wabah Covid-19 ini tak layak menjadikan kita berhenti beraktivitas di segala bidang kehidupan. Terus bergerak produkrif, termasuk para guru agar membuat materi pelajaran yang menyumbang partisipasi besar dalam mengatasi wabah Covid-19.

Mari menikmati merdeka berkarya!