Bismillahirohmanirrohim dan Visi Otentik Perguruan Tinggi

0
158

Dalam sebuah organisasi, keberadaan visi merupakan aspek yang sangat fundamental. Visi memegang peranan utama sebagai penunjuk arah organisasi dalam menjalankan proses manajemen dan visi merupakan seperangkat pernyataan yang menggambarkan capaian organisasi dalam spesifikasi, waktu, dan  degree tertentu. Perguruan tinggi sebagai sebuah organisasi yang memegang amanah dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi berupa pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat tentunya juga perlu menetapkan visi yang sesuai dengan profil organisasi masing-masing.

Pernyataan visi dalam perguruan tinggi biasanya ditulis dalam dokumen induk perguruan tinggi seperti statuta, renstra ataupun dokumen lainnya, selain itu untuk melakukan sosialisasi visi biasanya kita bisa menemukan pernyataan visi di dalam website, leaflet, nameboard, atau bahkan pada tembok bangunan gedung perguruan tinggi.

Apabila kita amati dengan seksama, pernyataan visi yang ditulis oleh manajemen perguruan tinggi selalu saja membuat kita terhenyak dan kagum, namun tidak jarang nalar kritis kita juga dibuat bertanya-tanya dengan pernyataan visi tersebut yang terkesan begitu fantastis akan tetapi tidak sesuai dengan profil organisasi perguruan tinggi, dan begitu lihat reputasi dan rekognisi perguruan tinggi tersebut biasanya terkesan kedodoran dan jauh sekali dari pernyataan visi yang dibuatnya.

Dalam bahasa agama mungkin padanan kata yang tepat untuk  visi adalah nawaitu atau niat, dan agama mengajarkan atau bahkan mewajibkan kepada kita semua untuk membaca Bismillahirohmanirrohim sebelum kita membaca niat, lalu apa relevansinya dengan pengelolaan manajemen mutu perguruan tinggi?.

Bismillahirohmanirrohim dan Visi Otentik

Sebagai lembaga pendidikan dengan amanah yang begitu mulia serta strategis, manajemen perguruan tinggi dalam menyusun dan membuat visi seyogyanya juga memulainya dengan Bismillahirohmanirrohim atau bahkan mungkin wajib bagi perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI).  Sangat indah rasanya apabila dalam pernyataan visi sebuah perguruan tinggi selain memuat pernyataan komitmen tentang implementasi Tridharma perguruan tinggi juga dilandasi dengan nilai-nilai Arrahman dan Arrahim yang jujur dan otentik.

Dari sekitar 4000 lebih perguruan tinggi yang berada di Indonesia, setelah penulis teliti secara acak melalui internet, tidak banyak ditemukan visi perguruan tinggi yang membumi sesuai dengan profil lembaganya, dan hampir rata-rata visi yang dibuat memang monumental secara pernyataan, akan tetapi bila dilihat capaiannya maka masih jauh panggang daripada api. Indikator capaian sederhana untuk mengetahui kinerja perguruan tinggi adalah rangking akreditasi badan akreditasi nasional pendidikan tinggi (BANPT). Universitas Gadjah Mada sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia, dalam penyataan visi perguruan tingginya menyebut “UGM sebagai pelopor perguruan tinggi nasional berkelas dunia yang unggul dan inovatif, mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan dijiwai nilai-nilai budaya bangsa berdasarkan Pancasila”(ugm.ac.id). dengan reputasi yang begitu luar biasa UGM mengemas pernyataan visi dengan begitu otentik dan original serta menekankan khidmah kepada negara kesatuan pancasila.

BAN-PT menempatkan Visi pada standar yang pertama, dengan dibarengi dengan misi, tujuan dan sasaran perguruan tinggi. Penempatan visi pada standar pertama dikarenakan standar visi merupakan kiblat untuk penilaian kinerja perguruan tinggi dihubungkan standar lainnya, semakin otentik visi sebuah perguruan tinggi maka akan semakin otentik pula kinerja perguruan tinggi dalam memenuhi standar lain.

Paparan diatas secara eksplisit menekankan begitu pentingnya keberadan visi bagi perguruan tinggi sebagai sebuah nawaitu dalam menjalankan khidmah atau layanan pendidikan tinggi bagi warga negara Republik Indonesia. Karena begitu penting perannya, maka otensitasnya pun harus dijamin dan dijaga  dengan serius pula.

Keseriusan itu ditunjukkan sebelum menuangkan nawaitu perguruan tinggi dalam pernyataan visi, manajemen perguruan tinggi melakukan need assessment yang serius dan jujur untuk mendapatkan existing condition perguruan tinggi yang akurat. Akurasi Hasil tersebutlah yang bisa mengarahkan manajemen dalam membuat visi yang otentik dan sesuai dengan profil perguruan tinggi. Untuk menghasilkan sebuah layan perguruan tinggi yang bermutu tidak hanya membutuhkan nawaitu yang baik saja, akan tetapi juga dibarengi dengan kerja keras serta keseriusan dan komitmen manajemen perguruan tinggi dalam merawat niat dengan nilai-nilai yang terkandung dalam lafadl Bismillahirohmanirrohim.Wallahua’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here