Adab Membuka Pelajaran Memantik Semangat Murid

0
1019

Mulailah segala sesuatu dengan menghayati kasih sayang Tuhan yang tiada batas (Amka).

MENGAWALI pelajaran memerlukan kesiapan yang cukup matang, karena harus dirancang secara tepat untuk menghasilkan tujuan secara efektif dan efisien. Target pada awal pelajaran pada hakekatnya adalah menyiapkan mental murid agar siap belajar, serta mengkondisikan lingkungan agar betul-betul menjadikan lingkungan belajar menjadi lingkungan yang baik untuk belajar. Kata kuncinya adalah menyiapkan mental murid dan menyiapkan lingkungan.

Menyiapkan mental murid untuk siap belajar tidaklah mudah, karena karakteristik murid yang beragam dengan beragam latar belakangnya yang kompleks. Menyiapkan mental berkaitan dengan semangat, motivasi, memfokuskan perhatian murid pada tujuan pembelajaran, mengingatkan kembali pelajaran yang sudah diajarkan. Selain itu juga berkaitan dengan performance guru yang senantiasa harus menunjukkan kehangatan ketika berhadapan dengan murid. Sedangkan menyiapkan lingkungan yang siap untuk digunakan juga menjadi perhatian yang penting bagi seorang guru, karena lingkungan yang tidak kondusif juga berpengaruh pada kesiapan mental murid.

Memberikan semangat dan motivasi murid berkaitan dengan menanamkan rasa cinta murid terhadap pelajaran yang akan diberikan. Ada beberapa pelajaran yang tidak disukai murid bahkan menjadi “mental blok”, sehingga murid menjadi malas untuk mengikuti pelajaran yang akan diajarkan. Ide murid menjadi tidak berkembang ketika meyakini bahwa pelajaran itu dianggap oleh murid sebagai pelajaran yang menjenuhkan. Seorang guru hendaknya melihat persoalan ini dengan seksama untuk bisa diselesaikan dengan menyiapkan materi motivasi yang tepat dan berkaitan dengan pelajaran tersebut. Materi motivasi bisa berupa cerita-cerita, kasus-kasus tertentu, hasil penelitian yang mendukung pelajaran.

Performance guru juga berpengaruh ketika mengawali pelajaran, misalnya menunjukkan kehangatan ketika melihat murid, melihat murid dengan antusias agar mereka merasa dihargai, ketika murid merasa dihargai maka akan tertanam rasa senang murid kepada gurunya, jika sudah senang kepada gurunya maka materi juga akan mudah diserap oleh murid.

Menghancurkan mental blok yang berupa keyakinan murid bahwa suatu pelajaran sangat sulit, menjenuhkan akan menyulitkan guru mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirancang guru sebelumnya. Maka performance guru juga berpengaruh ketika mengawali pelajaran, misalnya menunjukkan kehangatan ketika melihat murid, melihat murid dengan antusias agar mereka merasa dihargai, ketika murid merasa dihargai maka akan tertanam rasa senang murid kepada gurunya, jika sudah senang kepada gurunya maka materi juga akan mudah diserap oleh murid. Seorang guru hendaknya mengkondisikan dirinya dulu agar siap mengajar sebelum menyiapkan muridnya. Terkadang ada persoalan di rumah atau lainnya yang masih tertinggal di pikiran guru, kemudian dibawa ke dalam proses pembelajaran. Hal ini sangat menganggu proses pembelajaran, karena pikiran guru akan berpengaruh pada energi proses pembelajaran yang semestinya di awali dengan energi positif, akan tetapi tidak bisa berjalan.

Aspek lainnya yang harus diperhatikan guru adalah dengan mencoba mengingatkan kembali pelajaran yang sudah pernah diberikan. Hal ini penting, karena murid ada yang memiliki memori jangka panjang yang bagus tapi memori janga pendeknya kurang bagus. Atau sebaliknya ada yang memiliki memori jangka pendek bagus tapi memori jangka panjangnya kurang baik. Mengingatkan (reminding) pelajaran itu bagian dari menayangkan kembali data (pelajaran) yang bisa mungkin terpendam dengan data yang baru masuk yang bisa jadi jumlah jutaan bahkan milayaran data yang akhirnya memendam data yang lama.

Menyiapkan lingkungan belajar juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan guru, karena lingkungan yang ditata secara kondusif akan mempengaruhi pada keyakinan murid terhadap proses pembelajaran yang akan berjalan.

Menyiapkan lingkungan belajar juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan guru, karena lingkungan yang ditata secara kondusif akan mempengaruhi pada keyakinan murid terhadap proses pembelajaran yang akan berjalan. Guru harus memastikan kondisi kelasnya bersih, papan tulis siap dipakai, perangkat pembelajaran siap digunakan dan lain sebagainya.

Dari berbagai macam aspek tersebut di atas, maka ada yang paling utama dan ini harus dilakukan oleh guru yaitu mengawali dengan do’a. Kekuatan do’a sebenarnya mengarahkan kepada keyakinan murid serta mengajari murid untuk selalu pasrah terhadap ketentuan Tuhan setelah melaksanakan belajar dengan sungguh-sungguh. Kasih sayang Tuhan yang tiada batas harus ditanamkan kepada murid, agar mereka memiliki keyakinan bahwa setiap usaha belajar mereka tidaklah sia-sia. Wallahu a’lam.

Amka, Malang 8 Maret 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here