Minggu, Agustus 30, 2026
Beranda blog Halaman 83

Pengapesan, Waspada Saat Di Atas Angin Kekuatan

Selalu saja ada kelemahan pada setiap orang. Kelemahan yang tersembunyi akan menjebak pada kekalahan atau kegagalan, bahkan kematian. Saat berada di puncak, sudahkah kita selalu ingat bahwa setiap manusia selalu ada celah pengapesanย (titik lemah setiap manusia) ?

Seperti dua sisi mata uang, setiap manusia mempunyai kelebihan dan kelemahan. Kita mesti menyadari bahwa tidak ada seorang manusia pun di dunia ini yang sempurna. Menyadari kelemahan itu hal yang penting, agar tidak menjadi kesombongan dalam diri, juga penting menyadari kelebihan diri, agar kita tidak rendah diri dan mudah mengeluh namun justru mampu mengembangkan kelebihan yang kita punya.

Kelemahan kita adalah pengapesan kita, jadi kita mesti mampu menyikapi, mengantisipasi, menjaga diri agar pengapesan kita tidak diketahui orang lain, yang berpotensi merusak, menghancurkan bahkan mungkin bisa membunuh kita selamanya.

Jadi teringat kisah manusia super yang kalah karena musuhnya mengetahui pengapesannya, seperti Samson yang memiliki pengapesan pada rambutnya, singkat cerita Samson hilang kekuatannya karena kekasihnya Delia mencukur rambut Samson saat dia tertidur lelap dan mengikatnya. Ada juga kisah Superman si manusia super yang bisa terbang dan sangat kuat namun tubuhnya lemah dan kesakitan begitu dekat dengan batu kripton. Kisah Si Pitung yang mati ditembak peluru emas oleh Kompeni Belanda.

Kisah Barsisoh, seorang yang ahli ibadah yang memiliki santri 60 ribu yang tergoda iblis untuk melakukan dosa minum khamr yang justru menjadi awal dan pemantik Barsisoh melakukan dosa-dosa besar lainnya dan pada akhirnya mati dalam keadaan suโ€™ul khotimah, naudzubillahimindzalik.

Kisah Juraij, seorang ahli ibadah yang ketika shalat lebih memilih meneruskan shalatnya daripada memenuhi panggilan ibunya, hingga mengecewakan ibunya dan ibunya pun mendoakan kejelekan pada Juraij. Kisah Alqomah pun hampir sama, ia didoakan jelek oleh ibunya karena ketika ibunya minta makanan, Alqomah tidah memberi.

Dalam masa kini pun banyak cerita yang menceritakan tentang pengapesan seseorang. Ada politisi yang tergoda melakukan korupsi, penegak hukum yang terlibat suap menyuap, artis yang terjerumus narkoba, pejabat yang melakukan penyalahgunaan wewenang, ataupun ustadz yang terjerumus pada perselingkuhan, yang pada akhirnya menjatuhkan mereka sendiri di mata khalayak umum.

Manusia adalah makhluk yang lemah. Setiap manusia sehebat apapun dia, pasti memiliki kelemahan alias pengapesan.

Dari beberapa kisah yang saya tulis di atas, bisa kita ketahui manusia adalah makhluk yang lemah. Setiap manusia sehebat apapun dia, pasti memiliki kelemahan alias pengapesan. Manusia pun mudah tergoda untuk melakukan hal-hal yang tidak baik yang justru bisa membuatnya hancur dan mati.

Menyikapi hal itu, kita bisa bertanya pada diri kita sendiri. Apa kelemahan dan pengapesan diri kita? Jika sudah bisa menjawab pertanyaan itu, kita mesti pelan-pelan berusaha memperbaiki dan kalau mampu berusaha menghilangkannya agar tidak berkembang hingga bisa menghancurkan diri kita suatu ketika. Namun jikalau tidak mampu, satu saja yang mesti kita usahakan, jangan sampai orang lain tahu kelemahan dan pengapesan kita.

Tutuplah rapat-rapat kelemahan dan pengapesanmu, jangan sampai orang tahu, biar jalan ceritamu tak berhenti dengan cara yang tidak baik. Ituuu.

Seperti halnya cerita Si Pitung andai tidak ada yang tahu kalau kelemahan dan pengapesannya adalah peluru emas tentu jalan ceritanya akan lain. Tutuplah rapat-rapat kelemahan dan pengapesanmu, jangan sampai orang tahu, biar jalan ceritamu tak berhenti dengan cara yang tidak baik. Ituuu.

Tak Butuh Hashtag, Tapi Aksi Nyata

0

Ramadhan menjadi momentum berbagi. Bulan yang hikmahnya mengingatkan kita pada batas kepemilikan dan kepedulian. Apakah semua orang mau peduli dan melakukan aksi nyata, atau sebatas menyiapkan quote dan membuat hastag #kamipeduli ?

Kampus Desa Indonesia — Lamongan. Kepekaan sosial telah menjadi barang langka dan hampir punah hari ini. Dalam kehidupan sehari-hari jamak kita jumpai berbagai tindakan dan sikap yang mencerminkan hal ini. Contoh kecil, ketika ada orang yang hendak menyeberang jalan, banyak di antara pengendara kendaraan bermotor yang justru cuek dan tidak peduli, hanya sedikit yang mau meluangkan waktu, berhenti sejenak memberikan kesempatan kepada si penyeberang jalan. Contoh lain misalnya membuang sampah sembarangan,  merokok di sembarang tempat, enggan membantu sesama, dan sebagainya. Akselerasi globalisasi dan modernisasi menjadi bidan dari lahirnya fenomena ini.

Pergeseran pola pikir dan gaya hidup yang semakin egosentris, konsumtif, dan hedonis, membuat laju lunturnya kepekaan sosial di tengah masyarakat semakin cepat. Kondisi ini terutama dialami oleh generasi milenial dan generasi Z, yang hidupnya berbasis gawai.

Pergeseran pola pikir dan gaya hidup yang semakin egosentris, konsumtif, dan hedonis, membuat laju lunturnya kepekaan sosial di tengah masyarakat semakin cepat. Kondisi ini terutama dialami oleh generasi milenial dan generasi Z, yang hidupnya berbasis gawai. Dalam berbagai kegiatan sehari-harinya, tak sedetikpun mereka terpisah dari gawainya. Sehingga tidak heran jika kita jumpai di kafe, warung kopi, taman, atau tempat-tempat nongkrong lainnya, ketika sedang berkumpul, mereka justru asyik dengan gawainya masing-masing. Sehingga bisa dikatakan, hari ini bertemu saudara, teman atau sahabat hanyalah formalitas belaka. Bahkan dalam kegiatan sosial, hashtag dan swafoto yang mereka utamakan.

LAM (Lembaga Abdi Masyarakat). Organisasi yang baru berdiri tiga bulan yang lalu ini mempunyai tujuan utama untuk membantu orang-orang yang membutuhkan dan mengembalikan kepekaan sosial yang hari ini mulai luntur, terutama di kalangan generasi muda.

Kondisi inilah yang menjadi keprihatinan sejumlah kaum muda di Kabupaten Lamongan yang tergabung dalam sebuah organisasi sosial-kemasyarakatan, LAM (Lembaga Abdi Masyarakat). Organisasi yang baru berdiri tiga bulan yang lalu ini mempunyai tujuan utama untuk membantu orang-orang yang membutuhkan dan mengembalikan kepekaan sosial yang hari ini mulai luntur, terutama di kalangan generasi muda.

โ€œOrganisasi ini dibentuk untuk membantu mereka yang membutuhkan uluran tangan dengan aksi yang nyata, bukan sekedar hashtag di media sosial. Karena yang saudara-saudara kita butuhkan bukanlah itu, tetapi aksi nyata dari orang-orang yang mampu, seperti kitaโ€ ujar Ahmad Rofiq, Ketua LAM, di sela-sela rapat rutin.

Meski baru terbentuk dan belum memiliki legalitas formal-administratif, namun organisasi yang diisi oleh anak-anak muda (siswa SMA dan mahasiswa) ini telah melakukan aksi nyata yang menjadi visi mereka. Seperti pada Minggu, 13 Mei 2018 lalu, mereka mengumpulkan dana dari kantong masing-masing untuk melakukan bakti sosial di masyarakat. Bakti sosial ini mengambil lokasi di Kecamatan Tikung. Mereka membagikan sembako kepada sepuluh orang miskin di lokasi tersebut.

Melalui bakti sosial ini, mereka berharap orang-orang dengan perekonomian yang memprihatinkan memiliki bekal untuk Bulan Ramadhan. Tidak hanya di bidang sosial, organisasi ini juga memfokuskan diri pada bidang-bidang lain. Terdapat tiga bidang yang menjadi titik fokus organisasi ini, bidang sosial (pendidikan dan kemiskinan), bidang tanggap bencana, dan bidang kesehatan. []

Begitu Pentingkah Perasaan Cinta ?

Bukankah cinta syarat perkawinan ? Ah, barangkali tidak seperti itu. Toh ada cinta dalam perkawinan tanpa didahului oleh mencintai calon pasangan. Ada pula mencintai sebelum menikah nyatanya rasa cinta tak ditemukan saat usia pernikahan sudah memasuki usia puluhan tahun ? Kok bisa ?

DALAM tulisan kali ini, saya ingin menceritakan secuil kisah tentang kisah cinta dua sahabat saya. Saya mempunyai sahabat yang sangat akrab, sebut saja namanya Alfin. Alfin seumuran dengan saya, namun ia agak sedikit terlambat untuk menikah. Ia baru menikah di usia 33 tahun.

Namun sayangnya pernikahannya hanya seumur jagung, belum genap 3 bulan menikah, ia memutuskan untuk keluar dari rumah istrinya dan akhirnya bercerai. Dengan berbagai faktor penyebabnya, pada intinya Alfin merasa tidak mencintai istrinya. Padahal dari segi fisik istrinya ini lumayan cantik. Tapi meskipun cantik kalau tidak cinta, ya percuma, kata Alfin suatu ketika pada saya.

Adapun sahabat saya yang kedua adalah seorang wanita, sebut saja namanya Rina. Rina menikah di usia muda dengan seorang laki-laki dengan tanpa rasa cinta, karena si lelaki terus saja memaksa untuk menikah dengannya, hingga akhirnya ia menerimanya sebagai suami. Rina pun menjalani kehidupan dengan suaminya hingga lebih dari sepuluh tahun.

Ia baru sadar dan menyesal, kenapa dulu menerima untuk menikah dengan suaminya ini, karena sesungguhnya ia tidak merasa cinta dengan suaminya. Namun ia tak kuasa dan tak cukup nyali untuk melepaskan diri dari suaminya. Hari-harinya pun diisi dengan tangisan penyesalan. Ketika ia mencoba berusaha mencintai suaminya, hingga lebih dari sepuluh tahun menikah, ia tetap tidak bisa. Tidak ada chemistry yang tercipta antara suami istri, karena memang tidak ada rasa cinta. Mereka bersatu karena keterpaksaan situasi dan kondisi.

Dari dua kisah sahabat saya di atas, sesuai dengan judul di atas timbul pertanyaan di benak saya, โ€œbegitu pentingkah perasaan cinta pada dua insan berlainan jenis untuk hidup bersama?โ€ dan jawabannya ada dua macam, bisa penting bisa juga tidak penting, tergantung motif apa dua insan itu untuk bersatu.

Jika motifnya ingin bahagia, tentu perasaan cinta itu sangatlah penting. Karena dengan cinta bisa membangun chemistry dan mood hingga terbangun menjadi soulmate antar dua insan. Cinta menjadi sumber energi mereka untuk saling memberi kasih sayang, perhatian dan pengorbanan. Dengan cinta, hidup pun menjadi bergairah dan bersemangat.

Cinta menjadi tidak penting lagi. Namun sesungguhnya hal itu justru menyakiti perasaan, karena kebahagiaan adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh manusia.

Namun jikalau motif hidup bersama ingin hal yang lain, misalnya harta, kedudukan, bahkan keterpaksaan, tentu cinta menjadi tidak penting lagi. Namun sesungguhnya hal itu justru menyakiti perasaan, karena kebahagiaan adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Meskipun harta melimpah dan sejenisnya, kalau hati tidak bahagi, ya buat apa? Tidak ada gunanya.

Kebahagiaan lahir batin di dunia dan akhirat itulah harapan setiap manusia, seperti doa-doa yang selama ini kita panjatkan pada Tuhan. Dan kebahagiaan berumahtangga hanya bisa didapatkan oleh dua insan suami istri yang saling mencinta. Dengan cinta, yang buruk jadi baik, yang kekurangan jadi cukup, yang sederhana jadi mewah, yang dianggap tidak berharga justru menjadi hal yang luar biasa, dan yang tidak penting menjadi penting. Asalkan bersama orang yang dicintai dan mencintai, apapun yang terjadi tetap bahagia.

Menikahlah karena cinta, karena cinta adalah sumber energi abadi yang mampu menggerakkan turbin-turbin semangat dalam jiwa

Jadi kesimpulannya adalah, cinta adalah dasar yang paling penting untuk menikah. Menikahlah karena cinta, karena cinta adalah sumber energi abadi yang mampu menggerakkan turbin-turbin semangat dalam jiwa untuk menggapai harapan sehingga menghasilkan energi kebahagiaan tanpa batas.

Malang, 18 Mei 2018

HSAM : Orang dengan Ingatan yang Super

0

Pernah bermimpi mempunyai ingatan yang luar biasa sehingga kalau ujian sekolah tidak perlu belajar. Sekali membaca langsung tancap di otak dan bertahan dengan sangat lama. Memiliki memori yang hebat seperti itu akan menyenangkan bukan ? Mudah mengingat kejadian yang cukup lama. Tapi, jikalau luka lama kita terus terngiang sedetil-detilnya, apa jadinya ya orang itu ? Dalam istilah neurologis, itu disebut dengan HSAM atau highly superior autobiographical memory

Derita abadi, bagi orang dengan super memori

โ€œโ€ฆโ€ฆโ€ฆbut she was such a bossy-know-it-all that they saw this as ended bonusโ€ ucap Becky ketika diminta untuk melanjutkan potongan paragraf sebuah novel tanpa melihat dalam acara acara Good Morning Britain yang disiarkan oleh ITV. Sebelumnya, Presenter Good Morning Britain memberikan Becky sebuah kuis untuk melengkapi potongan paragraf dari Novel Harry Potter The Philosopherโ€™s Stone. Becky mengaku bahwa ia mampu mengingat seluruh isi Novel karangan J.K Rowling itu dengan baik. Bukan hanya mengingat alur cerita saja tentunya. Tapi Becky dapat mengingat isi novel tersebut paragraf per peragraf hingga kata per kata. Ketika selesai melengkapi paragraf tersebut, Becky lantas menyebutkan bahwa paragraf itu terdapat pada โ€œChapter 10 page 176โ€.

Tidak hanya novel Harry Potter yang terkenal itu, Becky  mengaku bahwa dirinya dapat mengingat pengalaman hidupnya bahkan ketika uasianya masih sangat belia. Ia menyebutkan bahwa ingatannya dapat ditarik kembali hingga pada peristiwa yang dialaminya ketika masih berumur 12 hari. Sebelum acara berakhir, presenter Good Morning Britain menyebut Becky sebagai โ€œthe memory bank for the familyโ€.

Rebecca Sharrock (nama lengkap dari Becky), adalah seorang wanita berkebangsaan Australia yang berusia sekitar 27 tahun. Ia memiliki kemampuan untuk mengingat segala sesuatu yang telah terjadi. Tidak seperti kita yang hanya mempu mengingat segelintir saja kenangan di masa lalu, ia mengingat setiap detil kejadian yang terjadi pada hari, bulan, ataupun tanggal yang sama. Kemampuannya dalam mengingat setiap kejadian ini disadari pada usia 21 tahun ketika sedang menyaksikan sebuah acara TV. Menurutnya acara tersebut ditonton pada hari Minggu, 23 Januari 2011.

Selain Becky, ada Jill Price yang juga memiliki kemampuan ingatan super. Sebagaimana dikutip dari theguardian.com, Price lahir pada 30 desember 1965 di New York. Pada usia 11 tahun, Price pertama kali menyadari kemampuan mengingat yang dimilikinya. Dalam sebuah TV Show yang ditayangkan ABC, Price diberikan sebuah potongan film dan diminta untuk menebak (mengingat?) pada tahun berapa film itu tayang. Tanpa usaha yang berarti, Price dengan mudah menyebutkan bahwa film tersebut ditayangkan pada tahun 1975.

Hidup dengan ingatan yang tidak pernah hilang seperti hidup dalam dua sisi cermin. Sisi kiri adalah masa depan, dan sisi kanan adalah gulungan masa lalu yang terus berputar, dipicu oleh keadaan masa kini (Price)

Price seakan akan hidup dalam dua dunia. Dunia hari ini (present) yang dijalaninya, dan dunia masa lampau (past) yang terus terikat dalam ingatannya. Ia sendiri menyatakan bahwa hidup dengan ingatan yang tidak pernah hilang seperti hidup dalam dua sisi cermin. โ€œSisi kiri adalah masa depan, dan sisi kanan adalah gulungan masa lalu yang terus berputar, dipicu oleh keadaan masa kiniโ€.

Lahir dengan kemampuan mengingat yang sangat bagus, bahkan bisa dibilang โ€œingatan superโ€ seperti Backy dan Price mungkin akan menjadi sebuah keuntungan. Bayangkan, kita tidak perlu lagi mencari kunci motor yang baru saja kita taruh, tidak perlu lagi membawa catatan belanja ke pasar, tidak perlu repot-repot mengingat lirik lagu lama yang sudah jarang kita dengar dan tidak perlu mengingat-ingat nomor telepon gebetan yang baru kita kenal.

Kemampuan memori superior seperti yang dimiliki oleh Becky dan Price tidak membutuhkan latihan khusus. Berbeda dengan memory expert lain yang dapat menghafalkan sebuah tumpukan kartu acak karena latihan

Hal yang lebih menguntungkan lagi adalah sebuah fakta bahwa kemampuan memori superior seperti yang dimiliki oleh Becky dan Price tidak membutuhkan latihan khusus. Berbeda dengan memory expert lain yang dapat menghafalkan sebuah tumpukan kartu acak karena latihan, Becky dan Price mengakui bahwa tidak ada resep rahasia dari kemampuan yang mereka miliki. Beberapa teman Price bahkan mengatakan bahwa kemampuan itu adalah sebuah anugerah.

Belum banyak publikasi ilmiah tentang memori superior seperti Becky dan Price pada awal abad 20. Penelitian pertama tentang memori superior ini dipicu oleh datangnya sebuah surel pada hari Kamis, 8 Juni tahun 2000. Isi surel tersebut bercerita tentang kehidupan seseorang yang memiliki kemampuan memori superior. Di akhir surat, pengirimnya menulis bahwa kemampuan mengingat yang dimilikinya โ€œdianggap oleh sebagian orang sebagai mukjizat, namun saya sendiri menganggapnya sebagai bebanโ€ฆ. Itu membuat saya gila.โ€


Surat elektronik tersebut datang dari Jill Price dan ditujukan untuk McGaugh. Nama terakhir merupakan direktur dari UC Irvin Center for Neurobiology of Learning and Memory pada saat surel dari Price tersebut diterimanya. Seperti yang diakui dalam surel yang dikirimnya, Jill Price berusia 34 tahun ketika pesan itu dikirimnya.

Price menceritakan tentang ingatan supernya dalam surat yang dikirim pada McGaugh. Dalam surat tersebut juga, ia menyatakan bahwa โ€œโ€ฆkapanpun saya melihat sebuah tanggal di televisi (atau di tempat lain) secara otomatis, saya kembali pada hari yang sama dan mengingat di mana saya ketika itu, apa yang saya lakukan, bagaimana rasanya hari itu, terus, terus dan terus. Tidak terhentikan, tidak dapat dikendalikan dan itu sungguh melelahkanโ€

Sebagaimana yang dituliskan dari theguardian.com,  McGaugh dan Price akhirnya bertemu pada 24 Juni 2000. Pertemuan itulah yang akhirnya memantik sebuah studi saintifik untuk masalah memori seperti yang dihadapi oleh Price dan Becky. Jill Price menjadi orang pertama yang didiagnosa memiliki highly superior autobiographical memory atau biasanya disingkat sebagai HSAM. Dan Selama tahun 2017, terdapat setidaknya hanya 80 orang yang diketahui memiliki HSAM.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, Price merupakan orang pertama yang didiagnosa memiliki HSAM, ia juga merupakan subjek penelitian pertama dalam kajian HSAM ini. Bersama McGaugh sebagai peneliti, studi saintifik tersebut diabadikan dalam sebuah research paper berjudul A Case of Unusual Autobiographical Remembering pada tahun 2006.

Selain disebut HSAM atau highly superior autobiographical memory, kemampuan mengingat superior ini juga disebut oleh McGaugh sebagai Hyperthymesia dalam makalah penelitiannya. Istilah Hyperthymesia diambil dari sebuah kata Yunani kuno yang berarti hyper- (“berlebihan”) dan thymesis (“mengingat”). Namun, menurut keterangan dalam sebuah artikel yang berjudul total recall : the people who never forget dari theguardian.com, McGaugh menyatakn bahwa “Itu adalah ide yang buruk, karena ketika Anda menamakannya dengan cara itu (Hyperthymesia), kedengarannya seolah-olah Anda mengetahu apa itu.โ€ Sedangkan, memang apa yang dimiliki oleh McGaugh dan kolega penelitinya adalah sebuah data yang masih sangat dasar dan masih belum ada pemahaman yang jelas dari mekanisme memori yang dimiliki oleh Price.

HSAM adalah keadaan di mana seseorang memiliki kemampuan untuk mengingat peristiwa dari masa lalu pribadi mereka, termasuk hari dan tanggal di mana kejadian pada masa lalu terjadi, dengan akurasi yang sangat tinggi.

Mengenai definisi HSAM sendiri, Aurora K.R. LePort dari Center for the Neurobiology of Learning and Memory, Department of Neurobiology and Behavior, University of California Irvine dalam sebuah paper penelitiannya pada tahun 2016 menyatakan bahwa HSAM adalah keadaan di mana seseorang memiliki kemampuan untuk mengingat peristiwa dari masa lalu pribadi mereka, termasuk hari dan tanggal di mana kejadian pada masa lalu terjadi, dengan akurasi yang sangat tinggi.

Setali tiga uang dengan LePort, McGaugh dalam makalah penelitiannya menyatakan bahwa memory yang dimiliki oleh Price bersifat sangat personal. Hal-hal yang diingat oleh Price bergantung pada kesehariannya, pada ketertarikan yang dimilikinya, terkait erat dengan tanggal pengalaman pribadinya dan tak terkendali.

Setelah makalah yang membahas tentang kemampuan mengingat superior yang dimiliki Price dipublikasikan oleh McGaugh dan koleganya, banyak surel masuk ke kantor McGaugh dan menyatakan bahwa mereka bukanlah ilmuan pertama yang berhadapan dengan kondisi ingatan superior seperti yang dimiliki Price. Terdapat beberapa makalah sebelumnya telah membahas kasus yang sama seperti pada kasus Price. Sebagai contoh, makalah yang diterbitkan pada tahun 1871 dengan judul Remarkable Cases of Memory.

Walau terdapat makalah yang lebih dulu dipublikasikan sebelum studi yang dilakukan McGaugh, namun baru setelah kasus Price lah, orang-orang dengan kemampuan memori superior ini mulai diketahui. Masih dari theguardian.com, orang kedua, ketiga dan keempat yang didiagnosa memiliki HSAM adalah Brad Williams, Rick Baron, dan Bob Patrella. Nama-nama tersebut mulai menghubungi kantor McGaugh setelah membaca makalahnya dan mengetahui bahwa mereka bukan satu-satunya orang yang memiliki ingatan superior.


Sebagai seorang manusia, wajar jika kita ingin memiliki ingatan yang baik dalam berbagai hal. Bayangkan saja, kita tidak perlu mengurangi jam tidur untuk sekedar menulis di buku diary setiap malam, atau mencatat perjalanan hidup kita dalam blog. Kapanpun kita mau, dan asalkan ada tanggal sebagai pemantik, kita dapat mengingat semua peristiwa yang kita mau. Kita tidak perlu pusing mengingat jika nantinya ada orang yang bertanya โ€œapa yang kamu lakukan tanggal 20 Januari 2001?โ€. Sungguh, tanpa melihat kalender, saya bahkan tidak tahu jatuh pada hari apa tanggal 20 januari 2001.

Bahkan, saya sendiri ingin sekali memiliki kemampuan seperti Jill Price atau Becky. Namun hal itu saya urungkan. Mengapa? Silahkan lanjut membaca.

Seperti sebuah pedang bermata dua, selain memiliki keuntungan untuk menebas lawan, pedang itu juga sangat beresiko tinggi melukai tubuh kita sendiri. Keuntungan dari memiliki kemampuan mengingat segala peristiwa yang terjadi dalam hidup pun begitu, ia juga sangat beresiko membuat kita jatuh pada keadaan-keadaan depresi atas terjadinya peristiwa buruk yang tidak bisa dilupakan.

Dalam ilmu psikologi dan ilmu psikiatri, memori dinyatakan sangat bergantung pada kesan terhadap sebuah peristiwa dan, emosi memainkan peran penting dalam mengingat. Beberapa peristiwa yang menyebabkan munculnya emosi-emosi positif dapat dengan mudah kita ingat jelas, begitu juga peristiwa yang melibatkan emosi negatif. Beberapa kondisi emosi negatif yang mempengaruhi memori bahkan dibahas secara khusus dalam dua bidang keilmuan yang telah disebutkan. Diantara kondisi emosi-emosi negatif yang mempengaruhi memori, terdapat sebuah pembahasan khusus dengan tema traumatic memory.

Ingatan-ingatan traumatis atau traumatic memory tidak serta merta muncul sendiri tanpa sebab. Dalam beberapa kasus, traumatic memory sering dipicu oleh kondisi-kondisi seperti stres, depresi, dan kecemasan yang berkepanjangan. Traumatic memory juga muncul dari gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

Seseorang yang memiliki PTSD akan selalu terbayang-bayang sebuah kejadian traumatis yang menimpanya. Secara tidak langsung, orang dengan PTSD (post-traumatic stress disorder) akan memiliki ingatan traumatis. Danny G. Kaloupek, dalam artikel jurnal yang berjudul Treatment for traumatic memories : review and recommendations secara spesifik menyebutkan beberapa peristiwa yang berpotensi memicu munculnya PTSD, seperti kekerasan fisik dan seksual semaca kecil, pemerkosaan, peperangan militer, dan bencana alam.

Secara umum, Danny menjelaskan bahwa seseorang yang mengalami, menyaksikan, atau dihadapkan dengan ancaman kematian dan serangan fisik serius yang memunculkan respon takut, ketidakberdayaan dan kengerian, dapat beresiko besar mengalami PTSD. Tentunya, untuk mengetahui lebih lanjut apakah seseorang mengalami PTSD atau tidak, harus ditegakkan diagnosa menggunakan kitab panduan seperti DSM.

Tidak heran jika Price yang didiagnosa sebagai HSAM, dalam suratnya menyatakan bahwa kemampuan ingatannya adalah sebuah beban yang melelahkan

Dalam kasus Price yang memiliki kemampuan superior, sebuah peristiwa yang melibatkan emosi negatif akan menjadi sangat menganggu karena tentu saja tidak bisa dilupakan. Dengan mengikuti teori stimulus respon dari penganut paham behavior, jika terdapat satu saja stimulus atau pemantik (contoh, tanggal yang muncul pada layar HP, suara teriakan, dlsbg) yang memancing ingatan kembali pada peristiwa tidak menyenangkan, maka akan muncul dampak-dampak traumatis sebagai respon. Mungkin dari situ lah, tidak heran jika Price yang didiagnosa sebagai HSAM, dalam suratnya menyatakan bahwa kemampuan ingatannya adalah sebuah beban yang melelahkan.

Berdasarkan hasil penelusuran saya di beberapa portal jurnal baik internasional maupun nasional, telah mengantarkan pada beberapa publikasi untuk meredakan atau mengatasi PTSD. Namun, belum saya temukan apakah terdapat suatu terapi atau cara untuk mengatasi HSAM. Tentu, kita bisa melawan atau meredakan PTSD dengan terapi psikologis yang banyak digunakan namun, bagaimana jika orang yang didiagnosa mengalami PTSD adalah seseorang yang juga didiagnosa atau memiliki memori otobiografis super (HSAM) seperti yang dialami Jill Price? Hal ini tentu saja bukan masalah sebuah keefektifan suatu terapi, tapi lebih kepada bagaiamana memahami sebuah proses memori hingga membentuk sebuah mekanisme ingatan seperti HSAM.

Hal inilah yang menciutkan niat saya untuk berangan-angan memiliki memori superior seperti yang dimiliki Price dan Becky, saya juga ingin move on dari peristiwa-peristiwa traumatis masa lalu. Karena tidak semua hal harus kita ingat.

Melly Santoso, Junior librarian internship dan mahasiswa Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim yang menyukai dunia meneliti dan tulis

Mengintip Keseruan OSPEK di Kampus Luar Negeri

0

Sebentar lagi akan ada OSPEK atau orientasi studi bagi mahasiswa baru. Selalu belum beres secara riil apakah tujuan sebenarnya orientasi memang terfokus pada upaya praktis melahirkan calon mahasiswa yang dibekali belajar di perguruan tinggi. Apalagi masih ditemui sejumlah praktik kekerasan dalam orientasi. Penasaran bagaimana orientasi pendidikan di PT luar negeri ?

Tidak lama lagi perguruan tinggi di Indonesia akan memasuki tahun ajaran baru. Satu hal yang identik dengan tahun ajaran baru adalah kegiatan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) bagi mahasiswa baru. OSPEK pada hakikatnya adalah kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru untuk mempercepat adaptasi dengan lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru mendapatkan informasi yang tepat mengenai sistem pendidikan diperguruan tinggi baik dibidang akademik maupun non-akademik.

Jika dilihat dari tujuannya, tentu saja kegiatan OSPEK sangat perlu diadakan oleh setiap perguruan tinggi. Hal ini mengingat banyak hal positif yang akan diperoleh mahasiswa baru melalui kegiatan tersebut. Namun, kegiatan OSPEK di Indonesia seringkali menyimpang dari hakikat OSPEK itu sendiri. OSPEK justru menjadi ajang bullying dan penyiksaan yang dilakukan oleh senior kepada mahasiswa baru. Mereka beralasan bahwa kekerasan yang dilakukan seperti latihan fisik, pembentakan, dan berbagai hal lainnya dimaksudkan untuk melatih mental agar mahasiswa baru lebih berani dan percaya diri. Benarkah demikian? Apakah melatih mental harus menggunakan cara-cara seperti itu? Beberapa kasus kekerasan selama OSPEK bahkan berujung pada kematian.

Melihat keadaan tersebut, maka pada tahun 2016 Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti mengeluarkan keputusan mengenai Panduan Umum Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru. Melalui keputusan tersebut diharapkan tidak ada lagi penyimpangan dalam praktek pengenalan kampus kepada mahasiswa baru.

Nah, bagaimana dengan kegiatan OSPEK (Student Orientation) di kampus-kampus Luar Negeri? Berikut alasannya.

Amerika Serikat

Kegiatan OSPEK di Amerika Serikat kebanyakan diisi dengan kegiatan yang positif. University of California Los Angeles (UCLA) misalnya, OSPEK dilakukan selama 3 hari dan termasuk menginap 2 malam di asrama. Selama orientasi, mahasiswa baru akan memperoleh informasi tentang perencanaan kursus dan layanan mahasiswa UCLA seperti perumahan, bantuan keuangan, dan kegiatan ekskul. Selain itu, mahasiswa baru akan memperoleh informasi tentang program pasca sarjana, sekolah profesional, dan peluang karir. Selain UCLA, ada Hampshire College yang kegiatan OSPEK nya tidak kalah menarik. Dikampus ini, pihak kampus secara bertahap memperkenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru dimulai dari akademik, norma-norma masyarakat, hingga berbagai layanan kampus. Disamping itu, masa orientasi juga diisi dengan berbagai kegiatan menyenangkan dan menghibur bagi mahasiswa baru sehingga mereka dapat terbiasa dengan lingkungan kampus.

Jepang

Salah satu hal menonjol dari kegiatan OSPEK di Jepang adalah dimana justru para senior yang melayani junior. Mereka akan menjadi pendamping bagi mahasiswa baru selama masa orientasi. Kegiatan orientasi lebih banyak membahas kehidupan mahasiswa kampus dan bimbingan untuk mandiri selama belajar. Salah satu kampus terkenal Jepang Azusa Pasific University (APU) melaksanakan program orientasi yang menyenangkan, informatif, dan bermakna. Bahkan pihak kampus mengundang keluarga mahasiswa baru termasuk orang tua, saudara, dan lainnya untuk menghadiri acara orientasi. Ini merupakan salah satu bentuk dukungan kampus kepada mahasiswa baru agar bisa memulai studinya tanpa merasa tertekan. Bukan hanya itu, masa orientasi di APU bahkan mnawarkan kesempatan bagi mahasiswa baru untuk berpetualang dengan melakukan perjalanan ke beberapa negara.

Australia

Salah satu kampus di Australia yakni Queensland University of Technology (QUT) menyelenggarakan OSPEK yang sangat menarik. Selama orientasi, mahasiswa baru akan melakukan tur kesetiap sudut kampus untuk mengetahui letak gedung perkuliahan A-Z, perpustakaan, toko buku, kantin, dan sebagainya. Kampus juga bekerjasama dengan staff perpustakaan untuk menggelar berbagai macam workshop atau seminar yang sangat penting untuk menunjang kesuksesan selama masa kuliah seperti workshop academic writing, referencing, public speaker, time mannagement, dan masih banyak hal positif lainnya.

Itulah sedikit gambaran mengenai pelaksanaan OSPEK di kampus-kampus luar negeri. Semoga kampus-kampus di Indonesia bisa mencontoh hal-hal positif dari kegiatan OSPEK kampus-kampus tersebut. Dan bukan tidak mungkin Indonesia juga mampu melaksanakan kegiatan OSPEK yang lebih menarik dan tentunya edukatif. Namun ini perlu perhatian dan kerjasama dari seluruh pemangku kepentingan. Akhir kata, semoga artikel ini bermanfaat????

Referensi:
https://www.hampshire.edu/new-student-orientation-program
https://apu.edu/transitions/programs/adventures/
newstudents.ucla.edu./orientation-programs/first-year-students/
www.kflow.id/2018/015/ospek-rasa-festival-saat-diluar-negeri.html?m=1

Bahaya Psikologis Bagi Anak Korban Sexual Harassment

0

Di sosial media memang terdapat berbagai informasi aktual yang membuat individu tidak ingin ketinggalan dalam setiap perubahan informasi setiap detiknya. Tahukah ada resiko pelecehan seksual pada anak di sosial media ? Waspada dan mengawasi dunia digital pada anak dibutuhkan bagi setiap orang tua.

Hidup di era serba canggih memang terdapat manfaat juga kerugian bagi penggunanya. Terutama bagi pengguna segala kecanggihan teknologi dengan kurang bijak akan memberikan dampak kurang baik bagi individu yang bersangkutan. Di dalam sosial media memang terdapat berbagai informasi aktual yang membuat individu tidak ingin ketinggalan dalam setiap perubahan informasi setiap detiknya. Tidak melulu orang dewasa saja yang lihai dalam mengakses informasi apapun di sosial media, anak-anak pun juga tidak kalah dalam mengakses informasi-informasi baru dalam sosial media. Bahkan anak jaman sekarang sudah memiliki akun sosial media sendiri yang dibuatkan oleh orangtuanya.

Pengawasan orangtua sangat penting dalam pergerakan anak ketika menggunakan sosial media.

Berawal dari bermain media sosial pada gadget membuat anak merasa candu untuk mengakses hal-hal baru yang belum Ia ketahui. Pengawasan orangtua sangat penting dalam pergerakan anak ketika menggunakan sosial media. Mengenalkan adalah hal baik, tapi bukan berarti membiarkan anak larut dalam dunia teknologi tanpa adanya pengawasan secara khusus. Sebab, banyak sekali konten-konten yang sebenarnya belum tepat untuk ditonton oleh anak-anak, sehingga banyak bermunculan fenomena anak-anak menjadi korban sexual harassment. Melalui media sosial, anak bisa mengenal bagaimana cara melakukan percakapan online dengan teman dekat maupun kerabat sendiri.

Sambal Bledeg Mbak Atik

Fenomena bahwa anak-anak menjadi korban sexual harassment ketika Ia diperlihatkan oleh kakak tingkatnya di sekolah mengenai konten dewasa, dengan kepolosan mereka anak tersebut menjadi bahan percobaan dalam perilaku bejat tersebut. Anak-anak diimingi akan mendapatkan hadiah jika mau melakukannya. Hal yang miris adalah anak dipaksa melakukan kemudian Ia akan mengalami trauma setelahnya. Biasanya anak-anak diancam oleh pelakunya untuk tidak bercerita kepada siapa pun. Tentunya anak-anak akan sangat takut untuk menceritakan kejadian tersebut kepada orangtuanya.

Trauma yang dimaksud adalah tentang perlakuan tersebut yang menyakiti dirinya di mana dia harus menahan rasa sakit dan juga malu bahwa tubuhnya diperlakukan tidak selayaknya sebagai anak-anak. Pelaku hanya memikirkan tentang bagaimana keinginan nafsunya terpuaskan tanpa memikirkan bagaimana korban dalam menghadapi kehidupan pasca dilecehkan tersebut. Sangat miris sekali anak-anak menjadi bahan incaran orang dewasa untuk pemuas nafsunya.

Anak-anak yang mengalami PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) akan mengalami gejala-gejala seperti :

  1. Mengalami mimpi buruk terhadap kejadian traumatis secara terus menerus,
  2. Menghindari berbagai stimulus yang menunjukkan pada peristiwa traumatis,
  3. Memiliki mati rasa dalam responsivitas secara umum atau dalam segi emosional,
  4. Adanya keputusasaan dalam menghadapi hidup,
  5. Merasa bersalah yang amat mendalam pada dirinya.

Penting bagi kita untuk mengawasi secara berkala juga memberikan pemahaman kepada anak untuk tegas atas ajakan siapapun dalam melakukan hal yang tidak sewajarnya pada bagian vitalnya.

Gejala tersebut akan terus menghantui anak-anak yang mengalami PTSD akibat sexual harassment dalam kurun waktu 6 bulan setelah peristiwa traumatis terjadi. Rata-rata korban akan menjadi pendiam dan berubah secara drastis ketika mengalami PTSD tersebut, sehingga penting bagi kita untuk mengawasi secara berkala juga memberikan pemahaman kepada anak untuk tegas atas ajakan siapapun dalam melakukan hal yang tidak sewajarnya pada bagian vitalnya. Jika terdapat gejala tersebut maka Anda juga harus lebih mendekati anak secara intens menggunakan bahasa dari hati ke hati atau perlunya konsultasi pada orang yang berpengalaman dalam menangani anak-anak dengan ciri khusus di setiap perilakunya yang menurut kita terdapat perubahan perilaku dibandingan kesehariannya.

Sumber :
Nevid, Jefrey., dkk. 2005. Psikologi Abnormal Jilid 1. Jakarta. Erlangga.

EDITOR : FAATIHATUL GHAYBIYYAH

Pencapaian Sukses Setiap Manusia, Bisakah Diubah

Ada situasi yang berbeda pada setiap manusia. Begitu juga situasi terkait dengan pencapaian sukses seseorang. Perbedaan tersebut memberikan satu gambaran perlunya memahami usaha dari setiap pencapaian, bahkan mungkin takdir. Atau, mungkinkah kita mengubah takdir ketika perbedaan pencapaian menjadikan kita sadar untuk menuju tingkat yang lebih baik ?

Hari Minggu pagi, tanggal 6 Mei 2018, saya bersama keluarga menghadiri pertemuan keluarga besar saya yang merupakan acara rutin setiap tahun diadakan secara bergiliran dan bergantian di rumah masing-masing keluarga yang bersedia dan telah ditetapkan untuk ditempati pertemuan.

Sebagai seorang pengamat yang suka mengamati manusia, saya pun melakukan observasi setiap keluarga yang saya temui, yang saya jarang sekali bertemu. Akhirnya saya menemukan sesuatu hal yang unik, yaitu tentang pencapaian setiap manusia. Setiap individu keluarga saya mempunyai karakteristik dan pencapaian dalam kehidupan yang berbeda-beda.

Buku Baru; Manakib Ulama Nusantara

Dari segi karakteristik, ada yang berkarakter pendiam, suka bicara, suka bercanda, pemalu, percaya diri dan lain-lain. Sedangkan dari segi pencapaian juga berbeda-beda, ada yang masih muda sudah punya rumah, sudah berumah tangga, punya anak, punya gelar, pekerjaan tetap yang layak dan sudah mapan, namun juga ada saudara saya yang berkebalikan dari itu, ada yang belum menikah, belum punya rumah, tidak punya gelar, belum berkeluarga dan belum mempunyai pekerjaan tetap.

Kita pun mesti sadar bahwa passion, tujuan dan mimpi setiap individu berbeda-beda alias tidak sama antar satu individu dengan individu yang lain.

Hal ini membuat saya menganalisis, berpikir dan tersadar, bahwa pencapaian setiap individu manusia itu berbeda-beda. Banyak faktor yang melatarbelakangi dan menjadi penyebabnya. Ada faktor pendukung dan ada faktor penghambat, ada juga faktor internal dan faktor eksternal. Kita pun mesti sadar bahwa passion, tujuan dan mimpi setiap individu berbeda-beda alias tidak sama antar satu individu dengan individu yang lain.

Kita tidak perlu merasa kalah dan minder dengan pencapaian orang lain dalam bidang tertentu. Sebaliknya, kita juga tidak boleh merasa menang dan sombong jikalau kita telah mendapatkan pencapaian yang lebih dalam bidang tertentu daripada orang lain.

Jadi, kita tidak perlu merasa kalah dan minder dengan pencapaian orang lain dalam bidang tertentu, misalnya dalam hal yang kongkrit seperti; kekayaan (rumah, kendaraan, perhasan, dan lain-lain), menemukan jodoh, mendapatkan pekerjaan, memiliki jabatan, mempunyai anak dan banyak hal lainnya atau dalam hal yang tidak kongkrit seperti; kecerdasan, keterampilan, kepercayaan diri, kepandaian dan lain-lain. Sebaliknya, kita juga tidak boleh merasa menang dan sombong jikalau kita telah mendapatkan pencapaian yang lebih dalam bidang tertentu daripada orang lain.

Setiap individu manusia adalah unik, di sisi lain mungkin ia โ€˜kalahโ€™ dalam hal pencapaian dengan individu yang lain, namun di sisi lainnya mungkin juga ia โ€˜menangโ€™ dalam hal tertentu.

Setiap individu manusia adalah unik, di sisi lain mungkin ia โ€˜kalahโ€™ dalam hal pencapaian dengan individu yang lain, namun di sisi lainnya mungkin juga ia โ€˜menangโ€™ dalam hal tertentu. Tidak perlu memiliki sifat yang negatif terhadap apapun kondisi pencapaian kita, misalnya dengan berkecil hati, sombong, merendahkan, malu, sombong, tidak percaya diri dan lain-lainnya.

Kita mesti membangun konsep di dalam diri kita masing-masing, bahwa kalau orang lain bisa kenapa saya tidak? Selain itu juga dengan terus memperbaiki kualitas diri dengan belajar dan berlatih, membangun dan menemukan passion yang tepat dan berusaha lebih keras dalam mewujudkan harapan, demi masa depan yang lebih baik dengan diiringi doa tentunya, karena hanya dengan doa, takdir bisa berubah. Wallahuaโ€™lam.

Merjosari, 7 Mei 2018

Ternyata Ada Hubungan Antara Puasa dengan Ujian Nasional

“Tanamkan pada anak-anak kita bahwa ujian itu merupakan kewajiban yang menyenangkan, dia mampu menghadapinya dan kemudian ajari anak kita untuk menyerahkan segala usahanya kepada Allah SWT.” (Amka)

Menjelang puasa Ramadhan ini tentunya umat Muslim mulai menyiapkan diri lahir batin menyongsong hadirnya bulan yang mulya itu.
Ramadhan menjadi bulan ujian agar yang menjalaninya dengan keyakinan dan mengharap rido Allah menjadi manusia yang bertaqwa.
Menjelang bulan suci Ramadhan ini biasanya masyarakat menyongsongnya dengan suka cita. Ada tradisi unik yang dilakukan masyarakat yaitu megengan. Tradisi ini adalah semacam tradisi atau kebiasaan masyarakat dalam menyongsong bulan suci Ramadhan dengan cara melakukan sedekah, ziarah kubur bahkan dengan melakukan kerja bakti membersihkan tempat ibadah seperti mushola dan masjid.
Itu semua dilakukan karena kegembiraan masyarakat muslim akan kehadiran ramadhan yang di dalamnya terdapat banyak kebaikan yang akan di dapatkan ketika mereka menjalani ibadah ini yaitu semua amal diberikan reward secara berlipat ganda, semua kesalahan akan diampuni, akan ada malam al-Qadr dimana siapa yang menjalaninya akan mendapatkan ganjaran yang bernilai 1000 bulan. “Barang siapa yang gembira akan datangnya bulan ramadhan, maka haram jasadnya masuk neraka “
Kehadiran bulan ramadhan ini ada hikmah yang bisa kita peroleh bahkan bisa menjadi rumus yang perlu kita perhatikan yaitu ketika masuk bulan ramadhan yang penuh dengan pahala dan ujian di dalamnya, maka yang diajarkan Allah adalah kita harus gembira menyongsong ujian tersebut, kita harus mengkondisikan suasana batin kita dengan kegembiraan, hal itu tertuang dalam salah satu hadis yang menyatakan bahwa ” Barang siapa yang gembira akan datangnya bulan ramadhan, maka haram jasadnya masuk neraka “.
Ada yang menyatakan bahwa hadis itu lemah, akan tetapi dalam konteks ini sebenarnya adalah anjuran untuk gembira atas kedatangan rahmat Allah yang besar yaitu ramadhan. Anjuran untuk gembira atas rahmat Allah ada dalam surat Yunus 58 ” Katakanlah karena ada fadilah dan rahmat Allah itu, maka bergembira lah kalian. Hal itu lebih baik dari (harta) yang mereka kumpulkan ).
Dari ayat itu dinyatakan jika ada rahmat Allah, maka bergembiralah dan ramadhan adalah salah satu rahmat Allah yang ditunggu tunggu umat Islam.
Menciptakan suasana batin untuk gembira sebelum menjalani ujian ini sangat penting agar mindset kita terhadap ramadan menjadi mindset ujian untuk mendapatkan kebaikan kebaikan.
Fenomena mutakhir yang terjadi di lembaga pendidikan seperti sekolah, madrasah dan lain sebagainya ketika menjelang ujian nasional yang terjadi ada semacam stigma yang di transfer kepada mental murid yaitu kekhawatiran ketika nanti murid tidak lulus ujian, maka mereka akan merusak nama baik sekolah, mencoreng nama baik keluarga, mereka adalah manusia yang tidak bermanfaat dan lain sebagainya. Suasana batin yang diciptakan adalah ketakutan bukan kegembiraan sehingga menjelang ujian nasional yang terjadi adalah kekhawatiran bahkan ketakutan karena konsekuensi yang bakal diterima oleh mereka.
Semestinya suasana batin dan mental murid harus dikondisikan dengan kegembiraan sebelum menempuh ujian, harus ditanamkan dalam pemikiran mereka bahwa ujian itu hakikatnya adalah peningkatan kualitas mereka sebagai manusia yang memiliki kemulyaan. Kemulyaan akan diraih ketika mereka sukses dalam masa ujian tersebut. Mereka akan mendapatkan manfaat ketika mereka mampu menghadapi ujian dengan baik.
Setelah suasana batin dikondisikan gembira, maka barulah ditanamkan komitmen untuk menjalaninya. Komitmen bisa berupa niat untuk bisa menjalani ujian dengan baik agar mereka menjadi manusia yang baik, ketika sudah berikrar maka yang harus dilakukan adalah memberikan ketentuan-ketentuan untuk menjalani ujian ini yaitu apa yang bisa menghilangkan pahala puasa dan lain sebagainya. Menarik untuk disimak lebih dalam yaitu niat yang diwajibkan ketika menjalani puasa adalah semacam menanamkan rasa optimisme agar mampu menjalani ujian yang ada di bulan suci ini. Coba kita baca niat yang dianjurkan ketika memgawali puasa yaitu
“ู†ูˆูŠุช ุตูˆู… ุบุฏ ุนู† ุฃุฏุงุก ูุฑุถ ุดู‡ุฑ ุฑู…ุถุงู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ุณู†ุฉ ูุฑุถุง ู„ู„ู‡ ุชุนู„ู‰
Jika dimaknai susunan niat tersebut adalah ” Saya optimis bisa menjalani puasa wajib di bulan ramadhan karena Allah Ta’ala “.
Ujian nasional atau ujian semester juga bisa dikondisikan seperti ramadhan yaitu setelah mengkondisikan suasana batin murid agar gembira, maka kemudian murid diarahkan untuk berikrar (niat) optimis bahwa mereka mampu menjalani ujian wajib tersebut agar saya menjadi manusia baik yang diinginkan Allah kepada manusia.
Ujian nasional atau ujian semester juga bisa dikondisikan seperti ramadhan yaitu setelah mengkondisikan suasana batin murid agar gembira, maka kemudian murid diarahkan untuk berikrar (niat) optimis bahwa mereka mampu menjalani ujian wajib tersebut agar saya menjadi manusia baik yang diinginkan Allah kepada manusia. Setelah itu baru diberikan ketentuan-ketentuan untuk bisa menyelesaikan ujian tersebut agar mereka lebih fokus sehingga murid menjalani ujian nasional atau semacamnya sudah dalam kondisi jiwa dan mental yang baik penuh dengan kegembiraan, optimisme dan akhirnya kepasrahan kepada Allah swt.
Mudah-mudahan kita bisa mengambil hikmah bulan ramadhan tahun ini sehingga kita bisa menjadi manusia yang selalu bahagia, optimis dan tawakal sebagai indikator dari manusia yang bertaqwa yaitu manusia yang selalu meningkatkan dirinya dengan menjalani perintah dan ujian Allah yang selalu memberikan kebaikan bagi kita. Amiin ya rabbal alamin.
Malang, Klandungan, 10 Mei 2018 (24 Rajab 1439 H)