Orang Tua, Role Model Utama Bagi Anak

0
217

Kalau ingin melihat seseorang seperti apa perilakunya, lihatlah perilaku anaknya seperti apa ? Dalil ini adalah common sense masyarakat bahwa anak akan mencerminkan bagaimana orang tua mengasuhnya. Ibarat buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.


PERAN sebagai orang tua bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Menjadi orang tua yang sadar dan juga peduli atas perkembangan anak-anaknya adalah poin utama yang harus dilaksanakan. Maka dari itu belajar untuk menjadi orang tua yang bijak dalam segala hal tentang kegiatan anak adalah sebuah hal yang penting. Bukan hanya memberi makan dengan nutrisi yang sesuai dengan tumbuh kembangnya, akan tetapi lebih dari sekedar nutrisi untuk tubuhnya saja.

Menjadi seorang ayah dan bunda adalah hal yang sangat istimewa dalam sebuah kehidupan. Terdapat kesempurnaan yang luar biasa bagi setiap individu yang sudah mengalaminya. Tiada anugerah yang paling indah melainkan melihat kaki-kaki mungil anak-anak kita berlari kesana kemari sembari memanggil kita, ‘ayah, bunda’. Tentunya kita sebagai orang tua tidak ingin hal negatif terjadi pada anak-anak kita. Bukankah begitu ayah dan bunda?

Perkembangan anak ketika dalam kandungan sudah seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari calon ayah dan bunda. Pada masa kehamilan, janin pun juga perlu diajak berinteraksi layaknya manusia yang sudah lahir. Janin akan merespon sentuhan lembut dan juga suara kita yang berusaha mengajaknya berkomunikasi dengan gerakan-gerakan kecil, meskipun kita sulit untuk mendengarnya secara langsung. Sejatinya, kita perlu melakukan hal-hal yang positif ketika anak masih di dalam kandungan, sebab hal ini akan berpengaruh ketika ia sudah lahir.

Begitu pula dengan anak yang sudah lahir, orang tua harus memiliki kepekaan dan juga kesadaran pada setiap perkembangan anak, apalagi pada perkembangan psikoseksual anak.  Pada perkembangan psikoseksual anak, tahap demi tahapnya memerlukan pendampingan serta arahan dari ayah dan bunda. Sejak usia dini anak harus diberikan pengajaran mengenai tubuhnya yang boleh disentuh ataupun tidak oleh orang lain. Bagaimana pula cara melakukan perlawanan jika dirinya diperlakukan tidak baik oleh orang yang tidak dikenal, sehingga ketika ia sudah beranjak remaja akan menjadi anak yang bisa melindungi dirinya dari orang-orang tersebut. Selain itu, kita harus mengajarkan pula bagaimana mereka harus berani dan juga asertif dalam segala hal. Hal ini menjadi poin penting untuk kemudian hari yang secara otomatis mereka sudah sadar bahwa terdapat suatu hal yang boleh maupun tidak boleh untuk dilakukan.

Sejak usia dini anak harus diberikan pengajaran mengenai tubuhnya yang boleh disentuh ataupun tidak oleh orang lain. Bagaimana pula cara melakukan perlawanan jika dirinya diperlakukan tidak baik oleh orang yang tidak dikenal, sehingga ketika ia sudah beranjak remaja akan menjadi anak yang bisa melindungi dirinya dari orang-orang tersebut.

Anak-anak yang sedang berada dalam usia remaja memang seringkali melakukan pemberontakan kepada orangtuanya. Meskipun demikian, tidak benar adanya jika orang tua menjadi acuh pada anaknya, akan tetapi kita orang tua sebagai role model harus berusaha melakukan pendekatan dan memberikan pemahaman untuk anak-anak kita dengan kasih sayang. Anak-anak tidak meminta apa-apa selain pengertian dan juga kasih sayang yang lebih intens dari kita. Masa remaja bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilalui oleh anak-anak, banyak hal yang bergejolak dalam hati serta pikirannya yang membuat emosionalnya naik turun dan kurang stabil. Jika kita sadar anak sedang mengalami masa paling sulit dalam tahap kehidupannya, solusi terbaik bukanlah dengan memarahinya atapun mengancamnya yang justru akan membuat anak semakin tidak terkendali.

Kita sebagai tempatnya bersandar dari keluh kesah tentu harus memberikan tempat yang nyaman bagi buah hati kita. Selain itu, anak-anak juga harus dikuatkan dengan memberinya kepercayaan agar mereka lebih kuat dalam menghadapi segala problem masa remajanya. Masa remaja adalah masa transisi di mana pada masa ini seksualitas menjadi salah satu problem yang besar. Jika kita sebagai orang tua terus berlaku keras kepada anak dan tidak berusaha dalam memahami kemauan anak kita, maka anak akan mencari tempat lain untuk berteduh dengan segala cara tanpa berfikir konsekuensi dari perbuatannya. Kita harus berusaha menjadi orang tua yang baik, bijaksana, dan tidak mengutamakan ego kita di hadapan anak-anak kita.

Banyak sekali fakta penyimpangan-penyimpangan seksual yang dilakukan oleh anak remaja karena orang tua yang terlalu keras maupun broken home.

Banyak sekali fakta penyimpangan-penyimpangan seksual yang dilakukan oleh anak remaja karena orang tua yang terlalu keras maupun broken home. Anak-anak kita saat ini yang sedang dalam usia remaja sangat membutuhkan pendampingan untuk menjadi remaja yang baik dan bijak. Maka ketika kita menginginkan anak yang baik dalam segala hal, kita harus memulainya dari diri kita sebagai role model sang anak. Ketika kita memberikan teladan yang baik bagi anak, secara tidak langsung kita telah menanamkan sebuah attitude (sikap) yang tentunya akan melekat pada diri sang anak. Dengan demikian, apa yang kita  dan juga anak kehendaki akan  mudah terlaksana dengan cara yang baik dan nyaman. Hal ini tidak terlepas dari role model yang selama ini telah kita tanamkan (secara tidak langsung) kepada anak-anak melalui kegiatan kita sehari-hari. (Editor : Faatihatul Ghaybiyyah).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here