Kampung Cabe, Kemandirian Pangan Melalui Ngaji Tani

1
271

Tak ada hal istimewa yang ditawarkan dari kampung ini kecuali semangat belajar petani yang tinggi dan para sahabat yang ingin berbagi. Berbagi pengalaman, ilmu dan juga jaringan.

Jangan dibayangkan bahwa tanaman cabe petani di kampung ini paling istimewa. Oh, tentu tidak begitu. Karena di luar sana banyak petani yang lebih pintar, keren atau bahkan lebih sukses dalam usaha taninya. Barangkali akan menjadi tidak pantas untuk dibandingkan apalagi di pertandingkan.

Bahkan di setiap forum NgajiTani sering saya sampaikan bahwa Kampung Cabe ini hanya pantas dikunjungi oleh para pegiat pertanian yang tidak pamrih, petugas dan atau aparat yang jelas dalam berpihak, akademisi yang peduli dan senang berbagi. Anak muda atau para sarjana yang ingin mengabdi. Pedagang yang tidak curang, politisi yang tidak memperalat petani serta bagi siapapun dan dari manapun.

Kenapa demikian ? Karena di kampung cabe inilah kita akan bersama belajar dan berproses bagaimana menuju kemandirian dalam bertani, menghargai kearifan lokal, menjaga harmoni lingkungan/alam dan sosial, memupuk gotong royong serta berusaha secara bersama-sama meningkatkan kesejahteraan.

Harus ditanamkan keyakinan sejak awal hingga nanti ke depan, bahwa Kampung Cabe ini benar-benar bisa menjadi kampung impian para generasi muda yang “CABE” alias Cakap Bertani. Fa insyaAllah!

Salam #NgajiTani
Dusun Daleman, Kadur, Pamekasan
23 September 2017


Abdus Salim. Founder Komunitas NgajiTani dan Inisiator dan Pembakti Kampung Cabe. Alumni Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here