Berproses Menjadi Juara Untuk Dirinya

0
47

0Shares
0

Kampusdesa.or.id–Sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP), Pak Kentar Budhojo dan Opa Budi Trikorayanto sudah tahu kalau dia suka pada kendaraan. Tes drive pertama adalah saat kami sekeluarga mengisi talk show tentang homeschooling di Bali.

Abinya yang memang ngantukan kalau pegang stir dia bantu. Kemudian menjadi bagian di team oprak-oprak mobil di salah satu kampus meski masih belajar di paket B (setara SMP). Berlanjut mencari sendiri bengkel yang dia bisa banyak magang, tujuannya yaitu supaya bisa belajar dan berkesempatan dipercaya bawa kendaraan dari mobil balap hingga alat angkut (towing) mobil balap.

Menyadari Abinya yang juga empot-empotan membangun satuan pendidikan alternatif, dia berusaha mencari pendana dari hobinya itu. Maklum menjadi Pembalap butuh modal yang tidak sedikit. Pernah saya ketemu sama pemilik mobil yang dipakai race di lintasan, dia perlu beli mobil seharga 500 juta dan masih butuh lagi sekitar 200 juta, biaya yang bagi saya sudah bisa membuat 3 rumah pohon yang nyaman bagi anak di komunitas “Sekolah Dolan”.

Alhamdulillah potensi bakat competition, focus, dan maximizer yang dimiliki membuat dia makin dipercaya menjadi marketing bengkel drag-nya, mengelola usaha jasa transpotasi (towing) dan sekaligus berkesempatan bisa ikut seri balapan diberbagai kota.

Beberapa pembalap memang akhirnya memutuskan selesaikan pendidikan SMA nya dengan homeschooling (legalitas paket C) karena dengan jalur itu dia bisa lebih leluasa menata jadwal belajarnya dan membuat kurikulum model pembalap yang harus rutin berlatih dan mbengkel tiap pekan.

Di antaranya ada mas Hidayat Fathan yang kuliah di UB juga punya banyak prestasi Balap bergengsi, masih ada Hafidz yang keluar dari MAN Jl. Bandung demi meraih preatasi dan lulus paket C sekarang kuliah di Jurusan Pengairan UB, masih ada lagi Mas Dimas yang lulus tahun ini paket C nya dan diterima di Sistim Informasi UB.

Meski tidak terlalu menonjol di akademiknya (biasa kebanggan Kakek, Nenek dan yang lain kan selalu tanya ranking berapa? Sekolah di mana? Favorit bukan sekolahnya? Dia bisa jawab dengan kemandirian, kepekaan pada kebutuhan keluarga, mengelola bisnis sejak SMA dan memiliki banyak teman karena dalam talents mapping juga ada potensi bakat lain yang dia punya yaitu relator.

Menikmati hubungan yang dekat atau erat dengan orang lain secara pribadi dan menemukan kepuasan mendalam saat bekerja keras dengan teman-temannya untuk mencapai tujuan. Kemarin dia pamit berangkat ke Jogja untuk evient seri Nasional, setelah sehari sebelumnya full tidur di bengkel. Sewaktu salim pada abi dan umminya dia masih merengek “sangunya dong Bi,” he he…

Saya yang lagi asyik baca, wah pembalap harus punya modal dong! Dia menjawab, iya ini hotel sudah dibayarin, mobil disiapkan saya hanya butuh untuk makan kok, maka sayapun janji untuk transfer sangunya esok hari karena udah malam.

Selamat ya Nak… Selalu bermanfaatlah bagi banyak orang. Semoga itu yang bisa membawamu sukses. Tetap belajar berproses sembari menjawab pesimis dengan menjadi juara. Nikmati petualangan pendidikanmu di bisnis-bisnis kreatif. Sehingga nantinya bisa membantu banyak orang yang butuh ilmu yang kamu pelajari. Aamiin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here