Pramuka Digital, Melampaui Simbol Bendera Semaphore

0
309
Lomba baris berbaris dengan seragam Pramuka.

Menyanyi, semaphore, menyanyi, tali-temali, ya, memang penting dalam kegiatan Pramuka. Tetapi gempuran teknologi informasi skill remaja telah bergeser begitu rupa. Jika tidak terinovasi kedalam kreatifitas digital, sepertinya tak juga semata disalahkan jika anak-anak remaja enggan tidak ikut Pramuka. Begitukah menurut Anda?

Kampusdesa.or.id–Pada momentum hari Pramuka ini perkenankan saya menyampaikan “Selamat Hari Pramuka ke-58. Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI.”

Apa yang ada dalam benak Anda ketika mendengar dan membaca ‘Pramuka’ sampai hari ini yang sudah memasuki era digital? Tentu di antaranya tetap lekat dalam benak kita adalah seragam coklat tua dan muda dengan dasi atau scarf berwarna merah putih dengan sebutan hasduk. Selain itu pula kita tidak bisa lupa bahwa di dalam Pramuka ada SKU (Syarat Kecakapan Umum) dan SKK (syarat Kecakapan Khusus). Penjelasan SKU dan SKK ini ada dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka Pasal 9 ayat 3 disebutkan bahwa salah satu metoda pendidikan kepramukaan adalah Sistem Tanda Kecakapan. Sistem tanda kecakapan ini terdiri atas dua golongan yaitu tanda kecakapan umum dan tanda kecakapan khusus. Syarat tanda kecakapan umum (SKU) meliputi berbagai bidang dan semua Pramuka pada waktunya harus mencapainya. Sedangkan SKK (syarat tanda kecakapan khusus) meliputi hanya satu bidang saja. Selanjutnya lebih jauh mengenai SKK sesuai ketentuan tentang kecakapan khusus diatur oleh Gerakan Pramuka dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor: 134/KN/76 Tahun 1976 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kecakapan Khusus dengan 5 bidang kecapakan sebagai berikut.

Lima bidang SKK tersebut adalah:

  1. Bidang agama, mental, moral, spiritual, pembentukan pribadi dan watak. Contoh SKK bidang agama, mental, moral, spiritual, pembentukan pribadi dan watak adalah SKK Sholat, SKK Penabung, SKK Khotib, SKK Muadzin,SKK Qori
  2. Bidang patriotisme dan seni budaya. Contoh SKK bidang patriotisme dan seni budaya adalah SKK Pengatur Ruangan (khusus Pramuka siaga), SKK Pengatur Rumah, SKK Pengatur Meja Makan, SKK Pemimpin Menyanyi, SKK Menyanyi, SKK Pelukis, SKK Juru Gambar, SKK Pengarang.
  3. Bidang Kesehatan dan ketangkasan. Contoh SKK bidang kesehatan dan ketangkasan adalah SKK Gerak Jalan, SKK Pengamat, SKK Perenang, SKK Penyelidik, SKK Juru Layar, SKK Juru Selam, SKK Pendayung, SKK Ski Air.
  4. Bidang Ketrampilan dan teknik pembangunan. Contoh SKK bidang ketrampilan dan tekhnik pembangunan adalah SKK Juru Kebun, SKK Juru Potret, SKK Berkemah, SKK Peternak Ayam, SKK Pengumpul Perangko, SKK Juru Semboyan, SKK Menjahit, SKK Pengendara Sepeda, SKK Juru Masak, SKK Pencinta Dirgantara, SKK Pengenal Pesawat Terbang, SKK Juru Peta, SKK Navigasi Laut, SKK Komunikasi, SKK Penenun, SKK Perahu Motor.
  1. Bidang sosial, perikemanusiaan, gotong royong, ketertiban masyarakat, perdamaian dunia dan lingkungan hidup. Contoh SKK sosial, perikemanusiaan, gotong royong, ketertiban masyarakat, perdamaian dunia dan lingkungan hidup antara lain SKK Pemadam Kebakaran,SKK Pengaman Lalu-Lintas, SKK Pengamanan Kampung/Desa, SKK Penunjuk Jalan, SKK Juru Bahasa, SKK Penerima Tamu, SKK Korespondensi, SKK PPPK, SKK Pembantu Ibu (khusus Pramuka siaga), SKK Perawatan Anak.

Sudah saatnya mengemas tolak ukur penilaian capaian masing-masing SKK dengan kemasan yang diminati para generasi muda (generasi Z) dengan melibatkan perangkat digital dengan atau tanpa jaringan internet.

Mencermati jenis-jenis SKK yang seharusnya dicapai oleh anggota gerakan Pramuka ini, sudah saatnya mengemas tolak ukur penilaian capaian masing-masing SKK dengan kemasan yang diminati para generasi muda (generasi Z) dengan melibatkan perangkat digital dengan atau tanpa jaringan internet.

Upacara Peringatan Hari Pramuka. MI Darul Faizin, Catakgayam, Mojowarno, Jombang.

Kita tahu bahwa gerakan Pramuka dijadikan ekstrakurikuler wajib di sekolah pada kurikulum 2013. Namun apakah hal ini akan menjadikan para siswa pasti mampu menjiwai visi misi dan tujuan gerakan Pramuka itu sendiri? Sepertinya sama dengan mata pelajaran lain, kemasan penyajian yang tidak peka jaman dan peka teknologi akan menyebabkan gerakan kepanduan ini tetap dikalahkan oleh aktivitas warnet-warnet yang dipenuhi para generasi muda, si Gen-Z ini. Tuntutan pengemasan kegiatan Pramuka yang peka digital ini akan menjadikan Pramuka sebagai kegiatan sekolah yang menarik, karena memang sasaran kegiatan Pramuka adalah para generasi muda yang hidup di era digital.

Saya kira kemasan kegiatan Pramuka yang melek digital tidak mengurangi makna dari ideologi kepanduan yang dicetuskan Bapak Pramuka sedunia Robert Baden Powell “Be prepared.

His idea was that Scouts should prepare themselves to become productive citizens and strong leaders and to bring joy to other people. He wanted each Scout to be ready in mind and body and to meet with a strong heart whatever challenges await him (13th/latest edition of the Boy Scout Handbook).

Dalam praktek kekinian, menyelaraskan ideologi “be prepared” kegiatan Pramuka seharusnya mampu menstimulasi anggotanya (para siswa) agar menghasilkan karya yang memaksimalkan perangkat digital. Sehingga perangkat digital tidak hanya digunakan untuk ngegame, chat, dan aktivitas sosial media. Kegiatan Pramuka menjadi aktivitas yang menyenangkan tidak saja bagi para anggotanya tapi juga bagi orang-orang di sekelilingnya. Kegiatan Pramuka selain dipotret dan dibuat video untuk diunggah di akun sosial media, juga mampu memberi solusi pada dinamika kebutuhan hidup. Membuat catatan penting untuk disebarkan di sosial media atau media daring lainnya,  menyajikan foto dan video sebagai sumber informasi penyelesaian masalah yang bersesuaian dengan 5 bidang SKK, tentu akan menjadikan gerakan Pramuka ini lebih bermakna dan akan tetap diminati siswa. Pelibatan perangkat digital ini juga sangat memungkinkan anggota Pramuka menciptakan aplikasi yang terkait dengan salah satu atau bahkan 5 bidang SKK.

Jika kegiatan rutin Pramuka di sekolah masih seputar bernyanyi, membuat sandi, semaphore,  ketrampilan tali-temali dan pendalaman kegiatan yang merujuk kepada 5 bidang SKK, jangan beri sanksi kepada siswa yang tidak hadir dalam kepramukaan. Mari evaluasi, masih update-kah materi kegiatan Pramuka dengan kebutuhan dan peminatan siswa jaman digital ini.