Ngaji Tani 1 : Hilangkan Rasa Malas Petani, Ayo Membuat Pupuk Sendiri !

2
406

Sore itu, di sebuah kampung tampak sekelompok orang berduyun mendekati mobil pickup lalu satu persatu mengangkat bersak-sak pupuk untuk dibawa ke lahannya masing-masing. Begitulah mereka setiap kali akan memupuk tanamannya mereka selalu tergantung pada kehadiran mobil pickup pengantar pupuk milik kios langganannya ini.

Meski kadang tepat waktu bahkan juga tidak mesti sesuai jadwal yang diharapkan, apalagi mereka harus merogoh isi kantong yang tidak sedikit untuk membelinya.

Alhasil, sejak mulai diadakan kegiatan ngaji tani yang melatih petani warga kampung untuk membuat pupuk, secara perlahan mereka mulai sadar dan paham bahwa banyak potensi di sekitar lingkungannya yang bisa dijadikan bahan untuk membuat pupuk.

Subahri (37 th), petani cabe dikampung yang dikenal dengan kampung cabe ini sangat bersemangat setelah mengetahui bahwa kencing sapi piaraannya yang awalnya disia-siakan ternyata kini bisa dia jadikan pupuk cair yang baik untuk tanamannya.

Baca juga : Kampung Cabe, Kemandirian Pangan Melalui Ngaji Tani

Dia mengaku pertumbuhan tanaman cabenya sangat terbantu dengan aplikasi pupuk Bio Urine buatannya sendiri ini. Pupuk ini juga bisa lebih menghemat biaya pemakaian pupuk kimia/pabrikan yang selama ini ia gunakan meski tidak langsung berhenti total.

Ilmu membuat pupuk yang didapatnya melalui kegiatan ngaji tani dirasanya cukup memberi wawasan, memancing nyali dan kreatifitasnya agar bisa membuat pupuk sendiri untuk tanamannya.

Inilah salah satu cara diantara banyak cara untuk membantu petani, yaitu mengkondisikan petani agar tidak malas membuat pupuk sendiri.

Kini, Subahri (37th) berinisiatif akan berusaha terus memproduksi lebih banyak lagi pupuk cair Bio Urine ini untuk kebutuhan sendiri dan juga petani di komunitasnya (jamaah ngaji tani) yang membutuhkan.

Jika anda juga butuh dan ingin membuktikannya, silakan berkunjung ke Kampung Cabe (Cakap Bertani) ! bersambung. #SalamNgajiTani

Abdus Salim. Founder Komunitas NgajiTani, Inisiator dan Pembakti Kampung Cabe. Selalu berusaha mengajak para petani untuk mandiri. Alumni Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here