Kata Itu Senjata ; Kekuatan Dahsyat Tulisan

0
80

Kata itu senjata. Ibarat dua sisi koin yang berbeda. Di tangan orang jahat, kata-kata berpotensi merobek asa. Di tangan orang baik, kata-kata berkekuatan mengobati jiwa. Tiada yang melebihi keabadian kata-kata, bila telah tertulis. Tiada yang menghancurkan kemuliaan kata-kata, melainkan akhlak penulis. Itulah kuasa kata, terutama bila tertulis.

Seorang pemimpin seringkali takut kepada pena seorang jurnalis, lebih takut daripada demo ribuan rakyat yang mengatasnamakan sosialis, demokratis, agamis, atau komunis. Karena perkataan akan sirna, sedangkan tulisan itu abadi selamanya. Berhati-hatilah dengan kata-kata, apabila telah tertulis.

Tajamnya melebihi pedang. Tidak hanya dapat melukai seseorang, atau menggelapkan masa depan ribuan orang, kata-kata yang tertulis berpotensi membuat kekebasan terkekang, harapan gersang, harga menjulang, kehormatan terjengkang, silaturahmi renggang, rezim tumbang.

Kata itu senjata. Tertulis terpateri pena. Semesta peradaban berubah. Mampu mengubah sejarah. Tanpa pertumpahan darah. Waspadalah.

 

dr. Dito Anurogo, dokter digital/online di detik.com, penulis lebih dari 18 buku dan lebih dari 333 karya tulis terpublikasi, CEO/Founder Indonesia Literacy Fellowship dan Srikandi Forum Indonesia, S-2 IKD Biomedis FK UGM Yogyakarta. Email: dito.anurogo@mail.ugm.ac.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here