Alat Deteksi Kecerdasan Anak Ala Indonesia Sudah Ada Lo…

0
230

Orang tua selalu bangga dengan hal sulit ataupun hal unik yang mampu dilakukan oleh anaknya. Orang tua menganggap bahwa itu adalah kecerdasan dan ketika anak tidak mampu melakukan adalah kebodohan. Lalu bagaimana makna kecerdasan itu sendiri? Bagaimana kita dapat mengetahui kecerdasan apa yang sesungguhnya dimiliki oleh anak?


ALAT tes menjadi kebanggan bagi para mahasiswa psikologi, namun sampai saat ini alat tes belum banyak yang mengalami pembaharuan. Padahal, pada dasarnya senjata dari para psikolog adalah alat tes. Dari alat tes inilah psikologi mampu menjawab problematika yang ada dan kebutuhan berkembang pada diri manusia. Tapi kenyataannya juga, alat tes yang telah ada belum menjawab keseluruhan dari kebutuhan manusia.

Relitasnya, Mahasiswa psikologi juga belum banyak mengenal mengenai alat tes yang ada, sebagian besar dari mereka mengatakan bahwa hanya belajar sekilas aja, yang diajarkan di matakuliahnya,  belum mendalami  apa sebenarnya maksud dari alat tes tersebut. Menjawab kebutuhan para mahasiswa psikologi, lembaga UPAUP (Unit Pengembangan Alat Ukur Psikologi) mengadakan agenda bulanannya yang pertama. Pada hari ini Jum’at, 4 mei 2018 yang merupakan agenda baru yang dilaksanakan oleh fakultas psikologi UIN Malang, dengan tema “Mahakarya Tes Kecerdasan Individual Pertama & Mutakhir di Indonesia”. Agenda ini diadakan dengan tujuan membantu para mahasiswa psikologi untuk lebih mengenal dekat dengan alat tes yang mereka miliki.

Pada kegiatan pertama ini pemateri para pakar statistik dan psikometri yaitu Zamroni, S.Psi, M.Si dan Umdatul Khoirot, M.Psi, mencoba mengenalkan alat tes yang baru diluncurkan kembali setelah sekian lama belum banyak dikenal orang yaitu tes kognitif AJT. Alat tes ini mencoba untuk menyempurnakan alat-alat tes kognitif sebelumnya. Tes ini disusun oleh Tim Psikologi dari Universtas Gadjahmada Yogyakarta dan PT Melintas Cakrawala Indonesia.

Hal lain yang begitu membanggakan ternyata dalam penyusunan  alat tes ini, beberapa alumni dari Fakultasi Psikologi UIN Malang ikut terlibat dalam prosesnya. Hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa seorang mahasiswa psikologi tidak hanya menggunakan alat tes yang telah ada, namun juga turut andil dalam proses pembuatannya.

Tes kognitif AJT merupakan alat tes untuk mengukur domain kognitif individu usia 5-18 tahun. Tes ini memiliki kelebihan yang luar biasa yaitu ramah anak disabilitas dengan beberapa paket yang telah disusun oleh Tim. Berbeda dengan tes-tes intelegensi yang telah digunakan di indonesia, dalam proses penyusunan norma alat tes kognitif AJT ini dilakukan di indonesia.

Contoh praktik penggunaan alat tes AJT

Tes ini menjadi sangat penting untuk diperkenalkan kembali karena satu tes yang menjadi tolak ukur manusia yaitu untuk mengetahui kecerdasan. Sebagian besar seseorang dipandang hebat oleh orang lain adalah karena kecerdasan yang dimilikinya, dari tes ini kita dapat mengetahui beberapa tipe kecerdasan yang dimiliki oleh anak.

Karena alat tes kecerdasan diperuntukkan untuk anak, saya menjadi sangat tertarik mengikuti alur diskusinya. Berangkat dari pengalaman-pengalaman yang telah saya dapat dari para orang tua, saya berfikir bahwa tes ini akan mampu menjawab kekhawatiran dan  kecemasan yang mereka hadapi.

Orang tua selalu menginginkan anaknya menjadi seorang yang pintar, cerdas dan kreatif. Sebagian besar orang tua selalu menuntut anaknya untuk bisa dalam segala bidang, namun para orang tua ini belum cukup banyak tau kecerdasan mana yang dimiliki oleh anaknya. Banyak orang tua yang khawatir bahkan menganggap jika anak tidak dapat menyelesaikan suatu hal adalah sebuah kebodohan, mereka belum mengetahui sisi lain yang ada pada diri anak yang bisa mereka sebut kecerdasan.

Kecerdasan manusia banyak bentuknya, tipe-tipe kecerdasan dibagi menjadi beberapa bentuk, kecerdasan visual, matematik, musik, natural, intrapersonal, kinestetik, linguistik, interpersonal dan banyak yang lainnya. Beberapa kecerdasan tersebut pasti dimiliki oleh anak, namun dengan tes AJT ini mampu melihat kecerdasan mana yang lebih unggul yang dimilki oleh anak. Alat tes ini masih dalam proses penyempurnaan, namun alat tes ini telah mampu memberikan jawaban dari para orang tua tentang kekhawatiran yang mereka alami.

Anak tidak pandai dalam berhitung bukan berarti anak itu bodoh, namun ada kecerdasan lain yang melekat yang dimiliki oleh anak, mungkin saja anak tersebut cerdas dalam berbahasa atau mungkin saja cerdas dalam hal yang lain, jangan terlalu cepat memberi label bodoh pada diri anak, karena setiap manusia dilahirkan dengan tipe kecerdasannya sendiri-sendiri. menuntut anak untuk mampu dalam bidang yang bukan merupakan potensi yang dimiliki anak bukanlah hal yang baik, namun mencoba untuk memahami dan membantu anak untuk mengasah potensi yang dimilikinya itu merupakan pemenuhan tanggung jawab yang sesuai.

Dengan munculnya alat tes ini diharapkan dapat melahirkan beberapa kemajuan dari bidang ilmu yang akan dipelajari oleh para mahasiswa psikologi. Pembaharuan-pembaharuan inilah yang akan membangun jiwa para generasi muda untuk lebih semangat dalam berproduksi terutama di bidang pendidikan. Karena sejauh ini kebanyakan alat tes yang ada merupakan adopsi dari ilmuwan luar negeri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here