Deskripsi
Perjalan menjadi orang tua, bagi saya adalah kitab suci kehidupan yang memberikan gambaran bagaimana saya dan istri saya belajar terus menerus tiada henti. Uji nyali datang dan silih berganti. Dari harapan yang antahberantah menuju optimisme untuk berharap dan selalu merawat kepercayaan terhadap anak. Istri saya selalu bilang, “siapa yang akan mempercayai anak kita, jika bukan orang tua sendiri.” Kata-kata ini membuat saya sebagai penulis buku ini telak. Meski dapat membuat teori dan penjabaran tentang pengasuhan, saya seperti “goblok ndadak” dalam menyikapi uji nyali dalam mengasuh anak. Buku ini, dengan demikian adalah kitab suci kehidupan yang berusaha mendokumentasikan refleksi panjang menjadi orang tua atas dua anak saya yang sudah
masuk dewasa awal.
Etnografi pengasuhan, menjadi dokumen reflektif saya yang tersusun dari hubungan pengasuhan di rumah dan berbagai peristiwa penting profesional saya. Sudut pandang
etnografi perlu saya sampaikan bahwa tulisan ini lahir dari ide yang melingkupi cara saya dan istri menjalani orang tua dengan dua anak. Dari problematika dan peluang berdaya kami, lahirkan berbagai tema yang tersaji di buku ini. Begitu juga buah dari interaksi saya dengan orang tua, bersama para profesional lain yang bekerja dalam dunia pendidikan dan berinteraksi dengan anak-anak, serta refleksi di kelas membersamai mahasiswa belajar, saya tempatkan sebagai pengalaman budaya. Untuk itu, sudut pandang etnografi adalah perjalan reflektif yang saya tuangkan sebagai bagian dari kehidupan saya berbudaya.
Buku ini berisi beberapa sub-bab yang dapat dibaca secara terpisah, tidak harus urut. Isi buku mencakup;
- Menjadi Orang Tua yang Terus Berubah
- Dunia Anak adalah Bermain
- Pengasuhan dan Dunia Pendidikan Anak-anak
- Mengasuh Anak dengan Kuadran Kanan
- Perkembangan Anak dan Revolusi
Industri 4.0








Ulasan
Belum ada ulasan.