Seri Millenial Parenting: Seni Menciptakan Peluang di Masa Luang bagi Bujang

0
133
peluang usaha

Dalam tulisan ini mengurai beberapa seni dan strategi menciptakan peluang bagi bujang, terutama di masa pandemi Covid-19. Bagi, orangtua hendaklah memahami bahwa ananda tercinta yang masih bujang pastilah perlu arahan, dukungan, bimbingan, perhatian, dan pasangan, namun di masa Pandemi Covid-19 seperti ini, unsur kreativitas tetap diperlukan untuk mengefektifkan penggunaan waktu luang. Meskipun pandemi, mari kita bersama membangun negeri.

Kampusdesa.or.id–Di masa pandemi Covid-19 ini, ada sementara orangtua yang sibuk Work from Home (WFH), sehingga boleh jadi lupa berbagi strategi untuk putra atau putrinya yang masih lajang dan punya banyak waktu luang. Padahal banyak sekali kegiatan positif, produktif, dan inovatif yang dapat dilakukan Ananda yang masih bujang, di masa luang.

Pertama, membuat video edukatif atau informatif, berdurasi singkat, lalu memviralkannya di You Tube atau media sosial. Sekarang ini mayoritas orang menyukai hal-hal praktis, kurang suka membaca, lebih menyukai video yang ada unsur humornya. Maka video yang berunsur edutainment (ada unsur edukasi dan infotainment alias hiburan) pastilah dapat memikat banyak netizen. Tren di bulan Ramadan ini menunjukkan bahwa tayangan Islami atau video religi mengalami peningkatan jumlah penonton, like, share, dan subscribe.

Kedua, belajar singkat dari berbagai sumber terpercaya di internet. Beragam platform pembelajaran elektronik, mulai dari yang gratis hingga berbayar, dari yang bersertifikat, lisensi diploma,  hingga tanpa sertifikat tersedia di internet. Materinya pun beragam, ada tingkat pemula (basic), menengah (intermediate), hingga mahir (expert). Bidang kajiannya pun beragam, mulai dari bidang ilmu sosial, eksakta, humaniora, serta bahasa asing.

Di era pandemi Covid-19 ini, orangtua dapat mengarahkan ananda tercinta untuk mengikuti beberapa webinar, pelatihan daring, workshop digital, atau seminar virtual. Sebagian di antaranya ada yang berbayar murah, berbayar mahal, dan sebagian lagi ada yang gratis. Sarankanlah ananda untuk mengikuti yang sesuai dengan passion dan minatnya. Hendaklah orangtua juga secara bijaksana menyarankan agar ananda tercinta tidak mengikuti webinar semata karena “haus-sertifikat”.

Ketiga, mengembangkan dan mengasah bakat, minat, kreativitas, dan passion di bidang seni dan budaya. Misalnya menulis lagu, menciptakan tarian modern, menginventarisasi pakaian-tarian adat-tradisional di daerah tertentu, belajar peribahasa lokal, berlatih olah vokal, belajar tembang Macapat, merevitalisasi permainan tradisional melalui platform game edukatif berbasis Android, softwares, atau websites.

Keempat, bagi yang suka dan jago melukis, menggambar, utak-atik program atau websites, berkreasi dengan video, atau menekuni dunia desain dan komunikasi visual, maka sekaranglah saatnya yang tepat untuk menawarkan diri menjadi pengajar virtual berbasis Corel Draw, Adobe Photoshop, Camtasia, atau program lain yang relevan.

Kelima, sementara ananda yang menyukai dan berbakat menulis, orangtua dapat mengarahkan untuk membuat ebook, inspiring quotes, puisi, opini, esai, cerpen religi, hingga novel Islami. Tulisan tersebut dapat dikirimkan ke media massa cetak atau media online. Bila naskah laik terbit, maka bolehlah orangtua menyarankan agar ananda memberanikan diri untuk mengirimkannya ke penerbit mayor, seperti: Gramedia, Pustaka Pelajar Yogyakarta, PT Elex Media Komputindo, Grasindo, Penerbit Andi Yogyakarta, dsb. Alangkah lebih baik lagi bila ananda dapat menyajikan data dan fakta singkat yang dipadupadankan dengan gambar, sehingga berbentuk infografis.

Demikian telah diuraikan singkat beberapa seni dan strategi menciptakan peluang bagi bujang, terutama di masa pandemi Covid-19. Orangtua hendaklah memahami bahwa ananda tercinta yang masih bujang pastilah perlu arahan, dukungan, bimbingan, perhatian, dan pasangan, namun di masa Pandemi Covid-19 seperti ini, unsur kreativitas tetap diperlukan untuk mengefektifkan penggunaan waktu luang. Meskipun pandemi, dulo ito momongu lipu. Mari kita bersama membangun negeri. Demikian peribahasa Gorontalo.