Pendidikan Seks Kunci Sukses Progam KB di Masa Pandemi

0
176
pendidikan seks
Pentingnya pendidikan seks (www.dictio.id)

0Shares
0

Di tengah pandemi Covid-19, pendidikan seks sangat penting untuk mencegah kehamilan di saat kesaharusan 24 jam lebih banyak yang isolasi (stay at home). Memberdayakan dengan informasi tersebut menyebabkan efek positif lain yang memungkinkan keluarga dan masyarakat menjadi lebih sehat dan ekonomi lebih kuat.

Kampusdesa.or.id–Tanggal 29 Juni adalah Hari Keluarga Nasional (Harganas). Seperti biasanya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan kampanye program Keluarga Berencana (KB) “dua anak cukup” untuk menekan ledakan penduduk.

Sayangnya, adanya pandemi virus Corona atau Covid-19 menyebabkan pencapaian program dari BKKBN tersebut terganggu. Data BKKBN Jatim bulan April 2020, di Jawa Timur angka kehamilan meningkat hingga 2.9 % dengan jumlah sekitar 227.260 orang dari 7.849.073 Pasangan Usia Subur.

Peningkatan angka ibu hamil karena pengguna KB menurun dan ada kecenderungan para ibu rumah tangga tidak keluar rumah (lockdown), sehingga saat tiba saatnya ber-KB tidak dijalani. Tentu penyebab utamanya bukan karena pandemi corona, akan tetapi kurangnya pengetahuan tentang pendidikan seks (sex education).

Baca Juga: Mendesaknya Pendidikan Seksual Sejak Dini

Pendidikan seks (sex education) menurut Abduh dan Wulandari (2016) dalam bukunya Model “Pendidikan Seks pada Anak Sekolah Dasar Berbasis Teori Perkembangan Anak” adalah suatu pengetahuan yang membahas mengenai fungsi kelami sebagi alat reproduksi, perkembangan alat kelamin pada perempuan dan pada laki-laki, menstruasi, mimpi basah, sampai pada masalah perkawinan dan kehamilan.

Pendidikan seks (sex education) adalah suatu pengetahuan yang membahas mengenai fungsi kelami sebagi alat reproduksi, perkembangan alat kelamin pada perempuan dan pada laki-laki, menstruasi, mimpi basah, sampai pada masalah perkawinan dan kehamilan.

Namun dalam hal ini pendidikan seks yang penulis maksud adalah khusus yang sudah menikah atau memiliki pasangan sah. Karena banyak di luar sana kadang menyalahi tujuan dari pendidikan seks. Program ini tidak mempromosikan pergaulan bebas dan memberikan cara aman melakukan seks agar tidak hamil.

Perlu diketahui khususnya anak-anak remaja, pendidikan seks sesungguhnya untuk mengetahui bahayanya -agar dapat melakukan upaya preventif. Khusus yang sudah menikah atau punya pasangan tentu untuk menginformasikan kepada pasangannya bagaimana perilaku seks sehat dan aman serta tanggung jawab di saat pandemi.

Pendidikan seksualitas pada dasarnya secara komprehensif mengajarkan perempuan bahwa mereka memiliki hak untuk memutuskan jumlah dan jarak kehamilan mereka. Ini juga mengajarkan mereka tentang kesehatan seksual dan reproduksi mereka, dengan cara penggunaan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Sehingga dengan pemahaman ini dapat menekan jumlah penduduk saat terjadi ledakan kelahiran anak akrena banyak ibu yang mengandung.

Di tengah pandemi Covid-19, pendidikan seks terhadap pasangan muda lebih utama karena hasrat seksual lebih tinggi. Bagaimana mencegah kehamilan di saat kesaharusan 24 jam lebih banyak yang isolasi (stay at home). Memberdayakan dengan informasi tersebut menyebabkan efek positif lain yang memungkinkan keluarga dan masyarakat menjadi lebih sehat dan ekonomi lebih kuat.

Dengan manfaat ini juga, menjadi salah satu alasan banyak negara di luar sana mengambil langkah-langkah untuk menyediakan informasi yang holistik dan akurat tentang kesehatan reproduksi dan pendidikan seksual.