Psikologi AIR, Kiat Beradaptasi Untuk Berinovasi

0
192
Psikologi AIR
Psikologi AIR

0Shares
0

Apapun yang manusia kerjakan di dunia ini, pasti membutuhkan ilmu psikologi. Sebab, manusia secara personal merupkan objek study dari ilmu psikologi, selama ada interaksi antar individu disitulah ilmu ini dibutuhkan. Science yang dahulu disebut sebagai ilmu jiwa ini mampu meningkatkan kualitas manusia di segala bidang, seperti aktivitas belajar, hubungan persahabatan dan performa kerja. Kualitas yang menjadikan manusia lebih bernilai dalam hidupnya bermuara pada satu semboyan psikologi yaitu “ Kesehatan Mental.”

Kampusdesa.or.id-Pernahkah teman-teman mendengar ungkapan “Air mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah” atau “Air selalu mengikuti bentuk wadahnya ? “. Bagiku psikologi mirip seperti air, alirannya membawa kebaikan, sifatnya yang tenang mampu menyelaras dalam setiap perubahan. Sebagai akademisi di bidang keilmuan psikologi, sudah sepatutnya kita memiliki karakter seperti air. Air versi tulisan ini memiliki tiga singkatan makna yaitu Adaptation, Innovation, Reward (AIR). Mari kita bahas apa itu AIR, siapkan secangkir kopi, seduh dan lanjutkan membaca!

Makna yang pertama adalah adaptation, pernah tidak teman-teman berada dalam suasana ingin tampil tapi merasa malu, ingin mundur karena merasa rugi, ingin mengobrol namun merasa canggung, ingin belajar tapi males hingga akhirnya teman-teman hanya ingin keluar dari zona tersebut. Artinya teman-teman belum bisa beradaptasi dengan lingkungan yang ada disekitar. Bisa saja teman-teman mencari lingkungan baru yang sesuai dengan karakter teman-teman, tetapi dengan keilmuan psikologi, teman-teman tidak harus mengambil jalan itu. Saat teman-teman menginginkan lingkungan baru, maka akan ada banyak faktor yang harus dipahami. Lingkungan yang baru akan mempertemukan kita dengan banyak orang, mengeluarkan banyak pikiran, mengorbankan banyak perasaan, dan aneka ragam perilaku lainnya yang tentunya tidak asing di dunia Psikologi.

Lingkungan yang baru akan mempertemukan kita dengan banyak orang, mengeluarkan banyak pikiran, mengorbankan banyak perasaan, dan aneka ragam perilaku lainnya.

 

Daripada mencari lingkungan baru, alangkah lebih baik bila teman teman sedikit lebih keras mencoba beradaptasi dengan lingkungan yang ada. Dalam KBBI, adaptasi adalah penyesuaian terhadap lingkungan, pekerjaan dan pelajaran. Beradaptasi berarti teman-teman memiliki kemampuan untuk berdamai, menerima, rela, bersyukur, berusaha dan lebih positif dengan lingkungan. Adaptasi artinya teman-teman sudah menyelesaikan level pertama untuk meneladani karakter AIR.

Mari kita sedikit menyinggung konsep air dari sudut pandang Islam. Dalam kehidupan sosial, Islam tidak serta merta mengabaikan kondisi sosial seperti budaya atau tradisi. Karena Islam sesungguhnya hadir bertujuan untuk menuntun kehidupan seluruh makhluk di bumi. Ketika Islam hendak mengatur kehidupan manusia dengan ayat dan sunahnya, maka Islam pasti mempertimbangkan kondisi dan situasi kehidupan manusia. Seperti halnya Wali Songo saat menyebarkan agama Islam di Nusantara, para waliyullah tersebut menggunakan atribut budaya yang kental akan tradisi keberagaman suku, adat serta agama, khusunya agama Hindu. Inilah strategi adaptasi yang dicontohkan oleh Wali Songo.

Makna yang kedua adalah innovation, untuk menjadi lebih inovatif, hal yang harus dilakukan adalah mengenal lebih dekat dengan lingkungan disekitar. Artinya, sebelum berinovasi, usahakan sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan. Jika kreatif adalah kemampuan untuk mencanangkan suatu hal yang berbeda dan orisinil, maka inovasi adalah proses penerapan atau penciptaan suatu hal baru yang memiliki nilai lebih dihadapan orang lain. Inovasi adalah hal yang dapat diukur karena nilainya dapat dirasakan oleh lingkungan.

Menurut Pervaiz K. Ahmed dan Charles D. Shepherd, inovasi tidak hanya terbatas pada benda atau barang, tetapi juga mencakup sikap hidup, perilaku, atau gerakan-gerakan menuju proses perubahan di dalam segala bentuk tata kehidupan masyarakat. Psikologi menjadi “penolong” terbentuknya akal yang kreatif dan inovatif agar setiap orang memiliki nilai dalam hidupnya. Sebagai contoh, lampu, telepon, mobil, AC, laptop, dan handphone adalah hal yang tercipta dari proses inovasi. Pertanyaannya adalah, apa inovasi teman-teman psikologi untuk saat ini dan nanti ?.

Inovasi tidak hanya terbatas pada benda atau barang, tetapi juga mencakup sikap hidup, perilaku, atau gerakan-gerakan menuju proses perubahan di dalam segala bentuk tata kehidupan masyarakat.

 

Dalam Islam, ada beberapa teladan dari para Nabi dalam berinovasi. Salah satunya adalah kisah Nabi Nuh AS yang diperintahkan untuk membuat perahu raksasa. Perahu itu dipersiapkan untuk menghadapi air bah yang diramalkan akan menenggelamkan seluruh isi bumi kecuali orang yang beriman. Tahu kah anda bahwa di zaman itu belum ada prototipe perahu yang sanggup menampung ratusan orang, inilah inovasi Nabi Nuh AS.

 

وٱصْنَعِ ٱلْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا وَلَا تُخَٰطِبْنِى فِى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ ۚ إِنَّهُم مُّغْرَقُونَ

Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim itu, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan “ (Q.S. Hud: 37)

Ada banyak surah di dalam Al Quran dimana Allah SWT mendorong manusia untuk berpikir agar dapat menghasilkan sesuatu yang baru dan inovatif dalam hal apapun.

Terakhir adalah reward atau hadiah, hal ini penting sebagai bentuk penghargaan dari sebuah proses berperilaku baik, lebih unggul, berprestasi dan bersumbangsih. Hadiah adalah suatu hal yang harus ada sebagai upaya menguatkan motivasi individu. Penghargaan dalam bentuk apapun dibutuhkan oleh setiap orang. Menghargai diri sendiri maupun orang lain dapat dilakukan dengan pemberian reward. Menurut Skinner, tokoh aliran psikologi behavioristik, reward adalah salah satu bentuk penguatan konsekuensi perilaku. Penguatan dibutuhkan untuk memperkuat perilaku positif yang diinginkan sehingga perilaku tersebut dapat diulangi pada masa mendatang.

Contoh hadiah bisa berupa pemberian waktu istirahat, pemenuhan kebutuhan pokok, pujian, hadiah spesial, atau dukungan sesama sahabat untuk saling menguatkan. Setelah teman-teman berinovasi dengan menyita banyak tenaga, harta, pikiran dan perasaan, sepatutnya teman teman mendapatkan reward dari orang lain atau penghargaan dari diri sendiri. Reward sangat ampuh untuk me refresh kembali energi yang terkuras saat berinovasi.

Dalam bahasa Arab, reward atau ganjaran diistilahkan dengan kata tsawab. Kata ini banyak ditemukan dalam Al-Quran, terutama penjelasan mengenai apa yang akan diterima oleh seorang hamba di dunia maupun akhirat dari amal perbuatan. Kata tsawab selalu diterjemahkan dengan arti “ balasan yang baik”. Al-Quran Surat Ali Imron ayat 148, Allah SWT telah menjanjikan ganjaran atau reward kepada umat manusia yang telah berbuat kebaikan.

فَـَٔاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ ثَوَابَ ٱلدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ ٱلْءَاخِرَةِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

Karena itu Allah memberikan mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan “ (Q.S. Ali Imran: 148)

Teruntuk mereka yang sulit untuk bekerja, para mahasiswa yang tertunda tugas akhirnya, kawan kawan yang kebingungan mencari tempat magang, orang-orang yang sebagian hidupnya mengalami perubahan drastis, dan khusus untuk teman-teman psikologi yang harus memahami dinamika tingkah laku manusia. Mulailah mencoba menerima keadaan dan berbaur dengan lingkungan sekitar. Percayalah hidup ini terlalu indah untuk disesali.

Adaptation, Innovation, Reward (AIR) merupakan rangkaian cara untuk membentuk pribadi yang sadar akan problematika sosial. Ketika sadar bahwa Indonesia sedang tidak baik baik saja, maka saatnya bagi kita pejuang psikologi untuk hadir menawarkan sepaket kontribusi, inspirasi dan solusi. Seperti air yang selalu menyesuaikan dengan wadahnya, memahami dan lebih banyak mendengar adalah kunci memanusiakan manusia.

Tentang penulis:

Yansa Alif Mulya (yansaalif18@gmail.com) Kelahiran 15 juli 1998, di Kota Lumajang, sedang menempuh pendidikan S1 di Psikologi UIN Malang. Mantan Senat Mahasiswa Psikologi UIN Malang. Founder ActPsy Team UIN Malang. Founder Sekolah ALAM ORZIE.CO. Aktif menulis di blog pribadi ganeshahandayani.wordpress.com