Mronjo Kian Serius Kelola Potensi Desa Wisata

0
216
Winartono | Tenaga Ahli Pendamping Desa Kab. Malang

0Shares
0

Kampusdesa.or.id-Setelah melewati hari pertama, Sabtu (26/9/2020) pelatihan pengelolaan desa wisata, warga Mronjo Blitar makin serius mengelola potensi wisata pada hari kedua pelatihan. Hal itu dibuktikan dengan makin banyaknya peserta yang datang saat pelatihan dan antusiasme warga saat mengikuti pelatihan pada Minggu (27/9/2020).

Pelatihan hari pertama diisi dengan pemetaan usaha dan identifikasi kebutuhan. Tak hanya itu, beberapa unit yang dianggap potensial, ditentukan pada hari tersebut seperti unit pengelolaan joglo desa, unit wisata perahu dan unit media sosial. Beberapa identifikasi kebutuhan yang sudah tertulis kemudian dibahas lebih lanjut pada pelatihan hari kedua.

Hanif Nanda Zakaria Kanan) | Diskusi dengan pemuda melek digital untuk belajar pemasaran di media sosial memerkuat pengembangan desa wisata Mronjo

Pelatihan hari kedua banyak membahas tentang pendalaman dan pemantapan program kerja wisata dessa. Pendalaman program tersebut mendapat penguatan dari Winartono, Tenaga Ahli Pendamping Desa.

Cak Win, sapaan Winartono, bercerita tentang pengalamannya ketika mendampingi desa. Tidak sedikit desa yang sukses ia dampingi, meski tak sedikit juga desa yang tidak sesuai dengan harapannya. Salah satu desa yang sukses ia dampingi berada di Pasuruan.

“Desa itu, banyak yang bilang kalau desanya ruwet, tidak kondusif. Banyak pihak bertanya kepada saya mengapa saya mau mendampingi desa yang seperti itu. Saya bilang, saya hanya ingin mengabdi saja”, tutur cak Win.

Perlahan, desa tersebut berubah melalui sentuhan magis cak Win. Banyak penduduk desa tak acuh dengan program-program dari cak Win, perlahan mau bergabung untuk memberi kontribusi positif bagi desa. Ketua ISNU kota Malang itu menambahkan, perubahan positif itu tak lepas dari peran semua pihak mulai pejabat desa hingga warganya.

Selanjutnya, pelatihan dipandu oleh M. Mahpur dan Yusuf Ratu Agung. Kedua pemateri dari Kampus Desa Indonesia tersebut membagi peserta yang hadir menjadi 3 kelompok, sesuai klaster hari pertama. Tiap klaster yang ada mendapat tugas membuat daftar kebutuhan dan analisis unit usaha.

Foto di pinggiran wisata air. Ini salah satu rintisan awal Desa Wisata | Desa Mronjo, Kec. Selopuro, Kab. Blitar

Setelah tiap kelompok selesai membuat analisis kebutuhan, selanjutnya masing-masing kelompok melaporkan hasilnya di depan forum. Dari paparan tersebut, tiap anggota forum memberi saran dan masukan tambahan.

“Dengan adanya kegiatan ini, saya berharap nantinya potensi desa wisata Mronjo mendapat respon positif dari masyarakat sekitar”, harap Galuh, salah satu peserta pelatihan dan warga desa Mronjo.