Benarkah Puasa Menjadikan Kita Lebih Sehat? (1)

0
111
puasa, menyehatkan
puasa ramadhan

0Shares
0

Ibadah puasa mengandung segudang hikmah. Salah satunya adalah menjadi sarana meningkatkan kesehatan kita. Bahkan, bukan hanya kesehatan fisik atau jasmani, tapi juga kesehatan ruhani. Kedua kesehatan dimensi diri ini memang harus seimbang. Percuma fisik sehat, tapi ruhaninya sakit. Begitu pun sebaliknya.

Kampusdesa.or.id–Kebanyakan orang berasumsi bahwa puasa itu membebani baik secara fisik atau psikis. Kesalahpahaman ini terjadi karena faktor ketidaktahuan dan kemiskinan literasi kita bahwa semua ibadah termasuk ibadah puasa sangat bermanfaat untuk menyeimbangkan kembali kondisi kehidupan kita. Dalam kata lain, ibadah puasa itu diibaratkan sebagai perawatan terhadap mobil kita.

Kebetulan penulis punya mobil Sigra jenis Daihatsu warna putih tahun 2016. Secara berkala mobil itu mesti dicek minyak remnya, radiator, minyak power steering, ganti oli, timing belt dan onderdil lainya di Bengkel Resmi Daihatsu Jember. Hal ini penulis lakukan karena mobil sering beroperasi keluar kota mulai dari Surabaya, Yogyakarta, Magelang, Semarang, dan Purwoketo. Jika tidak, mobil bisa dipastikan akan cepat rusak sebelum waktunya. Hal ini, bukan sesuatu yang membebani. Bukan sesuatu yang luar biasa. Ini adalah sebuah kewajiban kita sebagai pemilik mobil, akan tetapi bukan sebuah keterpaksaan.

Baca Juga: Tiga Tingkatan Orang Berpuasa Menurut Imam Ghazali

Nah, begitu juga dengan puasa kita saat ini adalah kewajiban bukan keterpaksaan. Fungsinya persis seperti perawatan mobil kita. Jika kita belum pernah melakukan puasa selama hidup, otomatis akan mengalami problem dalam kesehatan baik yang bersifat fisik ataupun psikis.

Dr. Paavo Airola, pakar Nutrisi Biokimiawi dari Finlandia mengadakan penelitian bahwa stres yang terjadi kepada kita secara berkepanjangan bisa menyebabkan antibody kita lemah dan sulit mempunyai keturunan. Kesimpulan dari penelitian ini, orang yang gila kerja tanpa jedah selama beberapa bulan, dan tahun akan berimplikasi kepada tekanan psikis yang over. Jika kita tidak segera menyeimbangkan diri dari tekanan itu, bisa dipastikan akan menimbulkan problem kesehatan.

Tahun kemarin, penulis didatangi pasangan muda yang sudah lama menikah namun bertahun-tahun belum dikarunia seorang anak. Keduanya konsultasi kepada penulis berbasis kitab Abu Ma’syar al-Falaki,

“Kalian insyaallah berdasarkan rumus dalam kitab ini masih berpotensi punya keturunan namun yang perlu diperhatikan oleh kalian jangan sampai gila kerja sehingga lupa untuk istirahat.”nasehat penulis. “Wah, betul sekali ust, suami saya ini berangkat pagi pulang malam waktu untuk keluarga hanya sebentar sekali”respon sang isteri.”Begitu juga, dengan ibu jangan terlalu protektif dan cerewet agar suami betah dirumah”lanjut penulis. “Betul ust, ia seperti maklampir, nyerocos terus sehingga saya tidak betah dirumah.”kata sang suami.

Baca Juga: Puasa Itu Melatih Kejujuran

“Bapak kan kuliah doktor di Malang setiap Minggu, tolong isterinya dibawa dan nginep di hotel atau sewa Villa satu atau dua hari di sana, buat suasana romantis seperti bulan madu lagi dan produksi anak disana.”kelakar penulis disambut senyum yang tersungging di bibir keduanya. Alhamdulillah, satu bulan dari itu penulis mendapat kabar kalau isterinya sudah hamil.

Oleh sebab itu, berpuasalah karena dengan puasa itu kita akan sehat jasmani dan rohani seperti halnya yang sudah pernah disabdakan oleh Rasulullah Saw:

“Berpuasalah maka kalian akan sehat.”

 

Lanjut ke Bagian 2 – Benarkah Puasa Menjadikan Kita Sehat