Waspadai Anak dari Narkolema, Perusak Pre-frontal Cortex Otak

0
150

Pre Frontal cortex merupakan bagian kecil otak yang berada diatas mata kanan manusia, fungsinya  sebagai  pusat pengambilan keputusan, pusat perencanaan sesuatu, mengontrol emosi diri, empati dan pusat moral manusia. Bisa anda bayangkan jika pre-frontal cortex ini rusak, apa yang akan terjadi pada diri anak ?

Setiap anak memiliki hak untuk hidup lebih baik. Pendidikan, pola asuh  dan dukungan yang baik adalah jaminan kesejahteraan seorang anak. Akan tetapi ada variabel lain yang mengancam jaminan tersebut, yaitu penyebaran narkoba dan pornografi secara global.

Pada tahun 2017, Kemenkominfo dalam konferensi pers di Jakarta, menjelaskan bahwa terdapat 30 Juta web pornografi menyusupi dunia maya Indonesia.  Kemenkominfo baru berhasil memblokir 700 ribu web haram tersebut. Tentu kita perlu mengapresiasi langkah yang sudah diambil oleh pemerintah, akan tetapi sangat perlu rasanya bagi orangtua untuk tetap waspada. Sebab Situs yang terblokir masih bisa dibuka dengan kecanggihan pengetahuan IT.

Entah karena alasan kreatifitas, komersial atau apa, banyak tutorial tutorial Unblock Internet, Aplikasi Virtual Private Network, Video Downloader dan akun akun Web porno  terus berkembang membuat NARKOLEMA semakin sulit dibendung dan berulang kali dapat diakses ,tentu ini adalah ancaman yg nyata!

Bukan hal yang unik, para orangtua lebih awas terhadap penyalahgunaan narkoba ketimbang paparan pornografi atau bisa disebut dengan (NARKOLEMA) narkoba lewat mata, Padahal kerusakan pre frontal otak yang diakibatkan oleh pornografi sangat fatal,  lebih parah dari dampak penggunaan narkoba. Seperti ulasan awal, Pre frontal cortex merupakan satu satunya pembeda antara hewan dan manusia.

Ketika individu melihat pornografi, terjadi peningkatan kimia seperti dopamine, serotonin, oxystocin pada otak, hal ini kan menimbulkan ketergantungan aktitifas kimia untuk memunculkan rasa kenikmatan, reaksi tersebut akan memicu rusaknya prefrontal cortex manusia. Sementara dalam tinjauan Psikologis, pornografi akan mengajarkan kepada pecandu NARKOLEMA bahwa kenikmatan tubuh manusia lebih penting daripada perasaan, pemikiran, cinta dan kasih sayang.

Mari kita kenali lebih dalam kemungkinan yang terjadi pada anak. Generasi muda saat ini disebut dengan generasi Milenials, generasi ini memiliki ciri multitalent dan sangat dekat dengan kemajuan teknologi. Sedangkan orangtua saat ini merupakan generasi tahun 60-an atau 70-an dimana pengetahuan tentang media informasi sangatlah minim, disisi lain fokus orangtua dalam mencari nafkah akan mengurangi bahkan meniadakan pengawasan  terhadap batasan batasan anak dalam bermedia sosial dan internet.

Dengan adanya pengawasan pun, orangtua tidak akan pernah tau hal hal apa saja yang diakses oleh anak. Apa yang dilihat, apa yang didengar dan apa yang dibaca anak melalui gadgetnya. Disinilah kerumitan pencegahan NARKOLEMA, cybersex (internet pornography, adult-chat-room, aplikasi yang mengumbar aurat) merupakan kejahiliyaan teknologi saat ini.

Sesulit apapun tantangannya, kita tetap harus berjuang menyelamatkan generasi muda Indonesia. Mari tingkatkan kasih sayang terhadap anak dengan lebih tegas dalam mendidik anak. Kuatkan pendidikan agama dan libatkan anak dalam kegiatan spiritual. Doronglah anak untuk mengikuti kegiatan positif, latihlah anak dalam memanagement  waktu, berapa menit waktu untuk menggunakan gadget, kapan harus belajar dan kapan harus bermain. Sementara untuk orangtua dan akademisi, perlu keterbukaan diri untuk mempelajari lebih banyak tentang parenting serta isue-isue seputar anak.

Sebagai penutup ibnu Qayyim Al Jauziyah menjelaskan, “kebanyakan kerusakan anak disesbabkan karena orangtua mereka. Mereka menelantarkannya dan tidak mengajarkan anak ilmu dasar dasar agama dan sunnah-sunnahnya. Mereka menyianyiakan anak di masa kecil mereka“ (Tuhfatul Maulud hal 387).

Malang 03/08/18

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here