Unismuh Dukung 652 Dosen Segera Menjadi Profesor

0
59
Berfoto bersama pemateri workshop

Makassar, KampusDesa.or.id.–“Karir dosen harus maksimal sampai puncak, menuju satu titik, yakni profesor,” ujar Abdul Rahman Rahim, rektor Unismuh, saat membuka Workshop Sosialisasi Pangkat dan BKD Dosen Unismuh Makassar di mini hall Fakultas Kedokteran lantai satu (6/10/2018). Saat ini Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memiliki 652 dosen, dengan rincian: 4 orang guru besar, 90 orang lektor kepala, 127 orang lektor, 179 asisten ahli, dan 252 tenaga pengajar.

Lebih lanjut Rektor Unismuh menyatakan bahwa kinerja dosen dinilai dari tiga hal, yakni pendidikan, pangkat akademik, dan sertifikasi. “Sebagai dosen, berpikir dan berupayalah segera menjadi profesor, pasti didukung. Kalau dosen hendaklah tidak berpikir menjadi rektor, selama masih ada rektor yang menjabat. Carilah pekerjaan yang tidak dipersoalkan,” ujarnya disambut tawa hadirin. Beberapa kali rektor berhasil mencairkan suasana dengan humornya yang cerdas.

“Laporan beban kerja dosen (BKD) harus dievaluasi berdasarkan hasil temuan tim inspektorat; bahwa laporan BKD belum sesuai dengan pelaksanaan Tri Dharma PT yang dilakukan dosen, serta jumlah SKS yang dilaporkan belum mengacu pada rubrik BKD. Laporan BKD menjadi acuan pembayaran tunjangan serdos di tahun berikutnya. Hal ini sesuai dengan pasal 8 ayat (1) PP. No. 37 Tahun 2009 tentang dosen,“ jelas Abdul Razak, salah seorang narasumber.

Peserta Workshop Dosen Unismuh

Selanjutnya, pemateri dari LLDIKTI Wilayah IX itu mengatakan bahwa tujuan BKD adalah meningkatkan profesionalisme dosen dalam menjalankan tugas, meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan, meningkatkan akuntabilitas kinerja dosen, meningkatkan atmosfer akademik di perguruan tinggi, dan mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Hal ini sesuai dengan UU No. 12 Tahun 2012.


Baca Juga : Kiprah Dosen Unismuh Mewujudkan Indonesia Jaya


Selain Abdul Razak, beberapa narasumber dari LLDIKTI Wilayah IX juga hadir, seperti: Bakri, M Yan Patarru, Muzakkir. Mereka menjelaskan beberapa hal yang penting diketahui dosen, seperti: evaluasi BKD, petunjuk teknis aplikasi BKD, petunjuk teknis penyusunan jabatan akademik dosen, penilaian asesor BKD individu.

Dijelaskan pula tentang loncat jabatan. Loncat jabatan dari tenaga pengajar ke lektor dimungkinkan sesuai dengan Permenpan dan RB No. 17 Tahun 2013 jo No. 46 Tahun 2013, dengan ketentuan memiliki 150 kum dan 10 kum di luar pendidikan, serta telah menempuh pendidikan S3.

Ketua panitia, Andi Sukri Syamsuri, mengatakan pihak Rektorat Unismuh Makassar telah  menyebarkan undangan dengan Nomor 1271/II.3.AU/F/2018 kepada 125 dosen dan pejabat terkait di Unismuh. Namun sebagian dosen berhalangan hadir karena ada kegiatan dan acara penting yang tidak dapat ditinggalkan. Panitia mencatat sekitar 57 dosen telah menandatangani daftar hadir.

Suasana workshop ini berlangsung dengan menyenangkan. Beberapa peserta tampak antusias bertanya saat dibuka kesempatan tanya-jawab.

Kaprodi Fakultas Kedokteran (FK) Unismuh Makassar, Ami Febriza Achmad, mengakui bahwa workshop BKD yang diselenggarakan memberikan informasi kepada dosen untuk mengurus jabatan fungsional. Workshop ini sangat diperlukan oleh dosen, terutama dosen Fakultas Kedokteran yang sebagian besar belum memiliki jabatan fungsional.