Tutur Desa: Menuturkan Potensi menuju Desa Berdikari

0
60

KampusDesa News_Kamis, 07 September 2017 Komunitas Kampus Desa melalui kegiatan Tutur Desa mengajak para cendekiawan dan juga peneliti untuk melakukan pre-report methodology dalam mempersiapkan kegiatan yang bertujuan untuk melakukan miniriset dengan pendekatan metode kualitatif etnografi serta membangun budaya publikasi yang mengutamakan keunggulan desa dengan segala keunikannya.

Dalam kegiatan ini, Ibu Ulfa sebagai narasumber diawali membuka forum dengan mengajak peserta untuk membangun sebuah perspektif dalam melihat sebuah fenomena. Perspektif yang dimaksud adalah untuk membekali peserta agar tidak ngglambyar dalam melihat fenomena yang disampaikan dalam tuturnya “ Sebenarnya kegiatan Tutur Desa ini juga untuk mendokumentasikan sumber daya yang ada pada desa terssebut, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang dimiliki desa tersebut, jadi sebelum mendokumentasikan potensi yang ada kalian harus memiliki perspektif yang akan menjadi fokus kalian masing-masing, tapi kegiatan ini dirancang dalam miniriset dan dipublikasikan secara nasional”. Dari pemaparan tutur beliau bisa di garis bawahi bahwa peserta mampu mengeksplorasi fenomena dengan sudut pandang yang fokus dan konsisten. Misalnya dalam melihat fenomena di sebuah desa, mana sudut pandang yang akan dipakai, apakah nilai-nilai kebudayaan, potensi alam, potensi SDM, atau yang lainnya. Perspektif sangat penting untuk dijadikan landasan, karena dari ini peserta/penulis bisa fokus dan mampu lebih dalam menyelami sebuah fenomena.

Selain itu, Koordinator kegiatan Tutur Desa yang bernama Agus sedikit memberi gambaran umum kepada peserta kegiatan yang sebagian besar belum memahami apa itu Tutur Desa maupun Kampus Desa ini bahwa mempunyai misi untuk menuturkan atau pun menginformasikan kepada masyarakat umum atas potensi yang dimiliki oleh desa tersebut dengan research, data dan juga studi literasi. Diharapkan dari kegiatan ini, peserta mampu memunculkan potensi-potensi desa yang tidak terlihat, tapi sebenarnya sangat terasa dan nyata, dimunculkan lewat tulisan biasa dan sederhana tapi sangat memperhatikan isi dan subtansi.

“Saya merasa sangat beruntung dapat bergabung dalam kegiatan ini, karena saya mendapatkan pandangan baru dalam melihat fenomena dengan persepektif yang jarang dipahami bahkan tidak disadari banyak orang” ungkap salah satu peserta yang bernama Ade mahasiswa dari Fakultas Psikologi UIN Malang. (Yuni Maratus Sholicha dan Ade Novit Rachmawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here