Tutur Desa: Mengungkap Situs Sosial melalui Etnografi

0
103

Keberadaan nilai-nilai sosial nampaknya saat ini menjadi fokus perhatian pengamat sosial, budaya, agama, hingga hukum. Keberadaan nilai-nilai tersebut menjadi suatu hal yang menarik untuk diketahui banyak orang. Terlebih, kecenderungan perilaku masyarakat yang semakin beragam dan tidak jarang yang menjurus pada nilai-nilai asosial menarik banyak pemikir untuk terus mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik sebuah fenomena. Mengungkap nilai-nilai sosial itu berarti menyajikan latar belakang fenomena yang terjadi. Maka, bukan tidak mungkin seseorang akan memahami apa yang terjadi dengan lebih komprehesif dan memberikan berbagai usulan solusi dalam menyikapi fenomena-fenomena yang dianggap sudah mencapai taraf asosial.

Dalam kehidupan bermasyarakat, tidak jarang terdapat fenomena-fenomena asossial yang kemudian menjadi perhatian publik. Fenomena-fenomena tersebut kemudian memunculkan gerakan-gerakan sosial yang digunakan untuk menyikapi hal-hal pemicu terjadinya sebuah fenomena. Salah satu fenomena yang menarik yaitu berdirinya Pesantren Rakyat yang berada di Desa Sumberpucung Kabupaten Malang. Dulunya, masyarakat di Desa Sumberpucung terkenal dengan perilaku asosialnya. Terdapat kebiasaan meminum-minuman keras bagi sebagian pemuda di sana. Terlebih, praktik prostitusi juga sempat marak terjadi. Fenomena tersebut kemudian menarik perhatian Abdullah Sam untuk mendirikan sebuah komunitas bernama Pesantren Rakyat.

Keberhasilan pesantren rakyat dalam mengubah tatanan masyarakat telah dianggap sukses oleh berbagai pihak. Berbagai elemen, baik universitas hingga LSM ingin mencari tahu apa yang sesungguhnya telah dilakukan oleh penggerak pesantren rakyat. Dengan visi ini, kampus desa yang merupakan pecahan dari waqiah institute merespon ketertarikan dengan menyelenggarakan sebuah acara yang dikenal dengan Tutur Desa. Program Tutur Desa telah berjalan dua periode. Periode pertama dilakukan dengan model tutorial dan model kedua dengan model riset. Program Tutor Desa pada periode kedua berusaha untuk menyajikan hasil riset dengan pendekatan khusus yang sering dikenal dengan etnografi.

Etnografi sendiri merupakan salah satu pendekatan atau metode yang digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai suatu hal yang berkaitan dengan nilai, norma, dan kebudayaan yang berlaku dalam masyarakat. Pendekatan ini dapat dilakukan berawal dari cerita ataupun informasi-informasi yang berkembang di masyarakat. Kelebihan pendekatan ini adalah tidak bergantung pada suatu teori tetapi lebih menekankan pada fenomena. Untuk memperoleh kesempurnaan data dalam kajian ini, penilit tidak bisa hanya mengandalkan teori dan informasi dari berbagai berbagai sumber. Namun, kajian ini mngeharuskan seseorang untuk melakukan observasi secara langsung dan wawancara, yang keduanya menghasilkan data yang sangat variatif dan menyajikan banyak pesrpektif.

Dalam melakukan pendekatan etnografi, perspektif menjadi salah satu modal yang harus dimiliki oleh seorang peneliti. Mengapa perspektif ini penting untuk dimiliki? Perspektif digunakan untuk menentukan keberpihakan seorang peneliti dalam menanggapi suatu fenomena yang akan diteliti. Dengan menonjolkan kebepihakan ini, tulisan yang disajikan akan memiliki ciri khas tertentu dan menjadi daya tarik bagi pembaca. (Luluk Khusnia dan Mukhammad Nur Hadi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here