Tiga Sikap yang Seharusnya Dilakukan Mukmin untuk Menangkal Hoax

0
201
(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar. (QS. An-Nur:15)

Zaman milenial, yang mana kecanggihan teknologi menembus jarak yang paling jauh sekalipun. Berita yang dahulu hanya bisa menghebohkan satu kampung, sekarang sangat memungkinkan untuk diketahui seluruh dunia. Namun, semakin ke sini, semakin berat juga menahan diri untuk tidak jatuh ke dalam kubangan penyebar atau penyalur berita hoax, meski bukan mustahil untuk menjauhinya.

Tepat tanggal 13 Oktober kemarin, ketika saya menghadiri majelis ilmu atau kami biasa menyebutnya Ma’dubatullah Learning Center di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang mana di dalamnya menyelami tentang hikmah dan indahnya ayat-ayat Allah dengan pemateri luar biasa lulusan Jerman dan Australia, Bapak Mokhammad Yahya. Kebetulan hari itu kami membahas tentang surat An-Nur yang di dalamnya terdapat klarifikasi pembelaan Allah kepada istri tercinta Rasulullah, sayyidatina Aisyah RA serta teguran keras bagi yang menyebarkan Isu tidak benar dari mulut ke mulut.

Saya kira sangat relevan jika dikaitkan dengan zaman sekarang, zaman berita “hoax” yang semakin tidak terbendung dan begitu menjamur. Sedikitnya ada tiga hal yang seharusnya dilakukan ketika mendengar berita yang tidak tahu kebenarannya, Di antaranya:

Stop! Jangan semakin disebar luaskan

Sikap pertama kali yang harus dilakukan mukmin ketika mendengar berita hoax adalah “berhenti” menyebarluaskan. Yang namanya saudara, jelas tidak akan tega untuk saling mengumbar kesalahan (apalagi menyebarkan isu yang tidak jelas atau tidak benar). Kita diibaratkan seperti anggota tubuh, jika satu anggota merasa sakit, maka anggota yang lain juga ikut sakit. Maka benar jika disebutkan di dalam hadits bahwa yang dimaksud muslim sejati ialah orang yang selamat dari lisan dan tangannya (tidak menyakiti saudaranya). Karena lisan dan tangan inilah yang sangat berpotensi menyakiti baik fisik maupun batin.

Ucapkan “subhanak”

Langkah selanjutnya, ucapkan “subhanak” (Maha Suci Engkau ya Allah). Dalam artian bukan heran terhadap berita yang baru didengar, akan tetapi tasbih mengingat Allah sembari menyadari bahwa tidak ada hal yang dipastikan suci kecuali Allah. Manusia tentu memiliki aib masing-masing, maka jangan pernah mengumbar aib orang lain sebagaimana diri kita yang tidak ingin diketahui aibnya oleh orang lain. Jangan terlalu mengurusi personal lifenya seseorang, setiap orang memiliki ujian hidup masing-masing serta mencari solusi sesuai dengan kemampuan dirinya. Biarkan menjadi urusan dia dan Allah, kita tidak usah nyinyir atau memperkeruh suasana.

Segera bertaubat agar dijauhkan dari prasangka buruk terhadap saudara

Segeralah beristighfar atau bertaubat memohon ampun kepada Allah atas apa yang terlintas di otak dan hati kita (atas praduga buruk tak berdasar) terhadap saudara. Sesungguhnya manusia memang tempat salah dan dosa, namun selalu lah bertekad memperbaiki kualitas diri dari hari ke hari. Agar Allah sayang dan memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang beruntung yang mendapat rahmat-Nya.

Begitu indah, Allah begitu menjaga privasi dan urusan hamba-Nya. mungkin hal ini menjadi alarm bagi diri saya sendiri untuk senantiasa berpikiran positif dan tidak mudah negative thinking kepada orang lain. Terakhir, mohon perlindungan Allah dari segala bentuk fitnah dan petaka yang membuat luntur kepercayaan orang-orang yang menyayangi kita. Jangan takut untuk terus melangkah dalam kebenaran. Allah pasti menolong hamba-Nya yang yakin pertolongan-Nya. Say No to Hoax!


Atika Mustaghfiroh. Mahasiswa Penerima LPDP Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Relawan Masjid Sabilillah dan Pegiat Literasi Publik. Tulisannya anda bisa akses di web ini.


Reference

https://www.mutiarahadits.com/56/83/75/seorang-mukmin-adalah-orang-yang-kaum-muslimin-selamat-dari-lisan-dan-tangannya-htm

www.suara-islam.com/read/sirah/sirah-nabawiyah/8144/Haditsul-Ifki-Berita-Bohong

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here