Terapi Menulis Quantum, Harapan Menjadi Baik Dibalik Bui Itu Terbuka

0
121
Iin Wahyuni : Sedang memberi penjelasan terapi menulis

Menulis mampu mengurai masalah. Menulis juga menata harapan yang rumit menjadi lebih jelas disistematisasi. Menulis meletakkan hasrat mencapai mimpi tanpa obsesi membabi buta tanpa tahu bagaimana menata jalan pasti dengan cara sistematis, mantab dan lebih teratur. Menulis bisa menjadi medan doa ketika dihayati dalam sebuah kekuatan hingga terhubung dengan yang Kuasa. Menulis mampu melejitkan harapan untuk bisa segera tergapai. Bahkan merupakan jalan baik bagi orang-orang yang sedang dalam bui.

Memasuki area Lapas Wanita Malang untuk pertama kalinya membuatku takjub. Besar, bagus, bersih dan nyaman. Bukan seperti penjara yang seram. Lebih mirip sebuah kampus pendidikan yang ramah.

Kedatangan saya dan tim adalah dalam rangka Baksos Sosialisasi dan Sarasehan tentang manfaat Menulis. Banyak surprise yang kutemui. Sampai di dalam, salah satu petugas yang mengawal kami ternyata adalah anggota Grup WA Berbagi Ilmu dari Buku yang kukelola. Baru kali ini kami bertemu. Di grup kami juga tidak pernah berinteraksi karena beliaunya silent reader. Yang sering menulis baru admin dan satu dua orang yang memang suka menulis saja. Itung-itung kopdar jadinya.

Kejutan paling seru adalah dari Kasi Binadiknya sendiri, Ibu Wahyu. Subhanallah! Ternyata beliau adalah penulis dan pecinta grafologi. Orangnya ramah dan renyah, langsung nyambung frekuensi obrolan kami!

Yang mengharukan, background ruang ternyata sudah terpampang dengan cantik dan rapi dengan tulisan putih dan latar merah. Hasil karya mbak-mbak binaan Bu Wahyu. Jadi tidak masalah banner jumbo tidak kami bawa.

Tentang air minum dan kertas untuk praktek yang rencananya kami usahakan sendiri dengan membelinya di koperasi Lapas juga sudah disediakan oleh para petugas. Hal ini sungguh sangat membantu, karena ketika sudah memikirkan tentang materi dan prosedur acara yang protokoler untuk pertama kalinya seperti ini saja sudah membuat kami sangat nervous. Alhamdulillah, Allah membuatNya sangat mudah dan lancar (LoA yang saya tulis tentang pelaksanaan baksos dikabulkanNya oi. Subhanallah) !

Besar harapan saya Terapi Ganda dalam Menulis yang diusung oleh Tinta Mulia yang bersinergi dengan dahsyatnya ilmu Quantum dari Institute of Quantum Life (IQL) bisa teraplikasi dengan baik dan menjangkau keseluruhan peserta saat Baksos berlangsung. Untuk turut mewarnai dan mencerahkan harapan para penghuni Lapas ini.
Terapi ganda dalam menulis itu nyaman bagi para pasien maupun terapisnya. Tidak butuh waktu terlalu lama, penanganannya bisa dilakukan secara massal dengan rasa personal.

Konon kapasitas buat penghuni Lapas ini sebenarnya hanya sekitar 150-an orang saja. Namun saat ini jumlah penghuninya berada di kisaran 600-an orang. Bisa dibayangkan bagaimana ngoyonya para pengurus dan petugas dalam mengasuh, mendidik, mengawal dan mengontrol orang-orang binaan itu. Bagi para penghuni sendiri, walau suasana lingkungan sangat nyaman, dengan kapasitas overloaded seperti itu pasti memunculkan kegalauan dan antrean tersendiri bagi mereka untuk memperoleh bimbingan khusus. Jika mengandalkan psikolog atau psikiater saja, pastinya penanganannya secara individual. Dari sudut pandang di atas, betapa besarnya peluang para quantumer untuk beramal sholih di medan jihad sektor ini.

Menulis membantu menata file pikiran kita agar tidak bertumpang-tindih antara harapan kebaikan dan luapan emosional.

Menulis itu menata dan mengingatkan. Menata pikiran kita agar tidak semrawut seperti lemari baru dibongkar. Manusia memang banyak tahu. Hanya tidak jelas apa maunya. Katanya ingin menyelesaikan persoalannya. Tapi masih terus menginventarisir kesalahan orang lain. Bukan meletakkan egonya dalam genggaman Tuhan, malah terus mendikte Tuhan untuk menaklukkan lawan. Menulis membantu menata file pikiran kita agar tidak bertumpang-tindih antara harapan kebaikan dan luapan emosional.

Menulis juga sangat membantu mengingatkan kita saat faktor penentu dikabulkanNya doa-doa kita malah terdepak entah ke mana. Sudah tahu bahwa energi Quantum baru akan bekerja optimal saat kita berada pada frekuensi cinta kasih yang tulus. Eh bisa-bisanya kita berteriak meminta tolong pada Allah dengan penuh kejengkelan pada orang lain.

Menulis membantu kita keluar dari zona pribadi untuk mengamati pikiran dan perkataan kita sendiri secara obyektif.

Menulis membantu kita keluar dari zona pribadi untuk mengamati pikiran dan perkataan kita sendiri secara obyektif. Misalnya, saat kita menuliskan kemarahan kita pada orang lain, tanpa sadar file pikiran kita juga akan menyorongkan sisi-sisi kebaikan yang pernah kita temui padanya.

Mana ada sih manusia berada 100% dalam sisi kegelapan? Lalu kita segera tersadar bahwa pikiran kita sudah didominasi oleh emosi yang menyesatkan. Perlahan kita beringsut ke zona netral, istighfar, kembali pada tuntunan. Tanpa menulis, jalan pikiran kita sering tidak sistematis dan anarkhis. Melupakan tuntunan, sibuk dengan tuntutan. Pantas kan selalu terjebak kebuntuan?

Nah itulah yang dilakukan metode Terapi Ganda dalam Menulis. Pada Baksos di Lapas itu Terapi Ganda dalam Menulis berperan menguras emosi negatif , lalu mengarahkan dan menguatkan vibrasi peserta pada hal-hal positif. Tanpa mengorek-ngorek masalah yang bersangkutan dengan baper dan melelahkan. Tuh…di sini tuh titik temunya dengan ilmu quantum, khususnya Quantum Emotional Healing!

Quantum: Senjata dan Kendaraan Canggih

Seseorang tidak akan pernah bisa hijrah ke dunia Quantum yang indah, nyaman dan penuh peluang sementara sebelah kaki dan tangannya masih lengket dengan masa lalu yang kelam. Kita harus membimbingnya untuk menjadi tegas realistis dengan masa depannya.

Menulis membantu seseorang membaca medan situasi dan menemukan arah tujuan.

Menulis membantu seseorang membaca medan situasi dan menemukan arah tujuan. Lha kendaraannya apa? Senjata yang akan membantunya mengatasi gangguan sepanjang jalan? Ilmu Quantum namanya.

Jadi sesi Afirmasi dan LoA kemarin itu bukan sekedar hiasan, melainkan kekuatan presentasi yang diletakkan sebagai penutup. Sebagai penawar kepahitan. Ketapel canggih yang akan melesatkan harapan-impian peserta jauh tinggi ke angkasa. Agar segera direspon alam semesta! Bukankah Allah menciptakan alam semesta dan seisinya untuk melayani manusia?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here