Apa Itu Kampus Desa

Kampus Desa adalah perwujudan cinta anak negeri sebagai bakti pada ibu pertiwi dan menjadi wadah belajar bagi masyarakat desa untuk mempertemukan ilmu pengetahuan dan kearifan lokal dalam bentuk produk ilmu dan perilaku budaya bangsa.

Mengapa Ada Kampus Desa

Desa menyimpan aneka potensi dan kearifan masyarakat yang melahirkan warisan kehidupan dalam beragam pengalaman budaya. Sejumlah ilmu pengetahuan pun telah lahir dari proses kreatif masyarakat desa. Potensi itu mulai pudar ketika pengembangan desa menggunakan pendekatan pemaksaan penerapan kebijakan dan ilmu pengetahuan dari luar yang menyingkirkan proses kreatif, berbudaya dan tatanan ilmu pengetahuan masyarakat desa.

Masyarakat desa semakin menjadi obyek pasar dari proses pembangunan yang ditetapkan dari luar. Mereka menjadi pembeli produk dan tidak mempunyai kemampuan untuk membuat dan memasarkan produk. Begitu juga produk-produk ilmu pengetahuan terapan dari luar juga sudah merupakan hasil jadi tanpa melibatkan proses kerjasama kreatif bersama orang desa dalam mengembangkan aplikasi ilmu bagi kemajuan masyarakat desa.

Di bidang pendidikan formal, seperti Peguruan Tinggi (kampus), ilmu pengetahuan dipraktikkan lebih tekstual, beorientasi kelas dan laboratorium yang azas manfaatnya sebagian menjadi dokumen kampus. Hasilnya menjadi terbatas dan hak paten keilmuan menjadi privelege ilmuwan. Kondisi ini menciptakan kesenjangan praksis dalam menyumbangkan kemajuan karena hasil ilmu terapannya tidak langsung berdampak pada fungsi dan kelangsungan hidup masyarakat desa karena terputus oleh dokumentasi yang tersimpan di perpustakaan atau paten laboratorium. Meskipun tidak semuanya begitu dan tidak banyak, tetapi sebagian besar penemuan-penemuan tersebut hanya melibatkan partisipasi masyarakat pada proses pengumpulan data saja tidak sampai pada partisipasi hasil kepemilikan paten ataupun produk pengetahuan.

Kampus Desa sebagai wadah belajar masyarat desa dan memberi kesempatan mengembangkan pengetahuannya sampai mereka mampu membangun ilmu pengetahuannya secara mandiri. Kampus Desa menjadi pijakan budaya yang dibangun melalui kekuatan pengetahuan orang-orang desa. Kita tahu peradaban nusantara dan ilmu pengetahuan yang tertinggal banyak direproduksi dari kreatifitas orang desa, begitu juga teknologi seperti pertanian, kearifan lokal orang desa telah melahirkan teknik panen yang berproses dari waktu ke waktu berdasarkan temuannya sendiri. Begitu juga praktik budaya masyarakat, berbagai produk budaya telah banyak dilahirkan dari daya nalar masyarakat desa.

Oleh karena itu kampus desa menjadi tempat mereproduksi pengetahuan budaya sehingga anasir pertumbuhan ilmu pengetahuan dapat tereproduksi dari dalam masyarakat secara berkelanjutan. Sudut pandang tersebut memberi peluang pembangunan yang menghidupi kearifan lokal dengan tidak hanya menempatkan masyarakat sebagai konsumen ilmu pengetahuan tetapi sebagai subyek pencipta dan sekaligus pengambil manfaat dari ilmu pengetahuan. Kampus Desa menampung orang-orang desa yang ingin terus mengembangkan diri yang tidak punya kesempatan melanjutkan  bangku kuliah, mereka bisa merasakan dan mengalami proses belajar sebagaimana di perguruan tinggi.

Semboyan dan cita-cita

Semboyan kampus desa adalah kekuatan bersama dengan semangat “dari desa membangun bangsa.”

Cita-cita perintisan kampus desa adalah berusaha “menumbuhkan desa mandiri dengan ilmu pengetahuan.”

Semangat Umum

  1. Berbagi ilmu pengetahuan untuk memperluas azas manfaat bagi kemajuan masyarakat desa
  2. Perjumpaan ilmuan kampus dengan pembelajar masyarakat sebagai praktik pertukaran membangun ilmu pengetahuan terbarukan
  3. Membangun semangat kemandirian desa melalui usaha-usaha merawat dan mengembangkan pengetahuan desa untuk ketahanan mental masyarakat desa
  4. Terbukanya kesadaran kritis yang membebaskan masyarakat desa dari berbagai kepentingan luar yang berusaha mematikan kreatifitas masyarakat desa.
  5. Menjembatani diseminasi ilmu pengetahuan dari desa untuk bangsa, baik skala lokal, regional hingga internasional atas hasil-hasil pembelajaran bersama.

Kaidah Umum Penyelenggaraan Kampus Desa

Inisiatif Kampus Desa dibidani oleh para profesional pengajar perguruan tinggi yang tergabung dalam Jamaah Waqiah dan yayasan The Waqiah Institute. Mereka memiliki latar belakang profesional yang beragam dan riwayat pendidikan formal yang berkualitas.

Penyelenggaraan kegiatan Kampus Desa ditempatkan di sebuah desa terpilih dengan seorang direktur pelaksana kelas Kampus Desa. Kegiatan Kampus Desa harus sepengetahuan stakeholder desa dan memperoleh dukungan dalam bentuk surat keterangan penunjukan yang ditandatangani oleh pemilik otoritas tertinggi di desa dan beberapa saksi yang kompetens.