Tanah Air Kita Adalah Pinjaman Anak Cucu Kita Bukan Warisan Nenek Moyang Kita

0
321

Kalimat tersebut sangat populer bagi orang-orang yang bergerak dalam lingkungan hidup dan para pecinta alam. Slogan tersebut dimaksudkan agar setiap warga negara dan juga para pemimpin hendaknya arif dan bijaksana dalam menggunakan dan mengekplorasi sumber daya alam yang ada di negara kita.

Kampusdesa.or.id- Jika lingkungan hidup yang ada di negara kita rusak, maka generasi penerus kita yang merupakan anak cucu kita akan memperoleh banyak masalah, khususnya berkaitan dengan bencana alam.

Kerusakan alam dapat diakibatkan oleh banyak hal antara lain terkait dengan eksplorasi tambang dengan tidak terukur, penggunaan air tanah, polusi dari limbah pabrik yang mencemari tanah, air, dan udara, perusakan hutan, alih fungsi hutan yang tidak terukur, penebangan liar, dan juga jenis-jenis perilaku masal dari masyarakat yang potensial akan merusak dan mencemari lingkungan hidup. Kerusakan alam akibat berbagai perilaku tersebut kemudian dapat berlangsung puluhan bahkan ratusan tahun untuk dapat kembali sebagaimana semula.

Keserakahan dapat terjadi pada berbagai level, yang sangat berbahaya adalah jika terjadi pada level pengambil kebijakan strategis.

Perusakalan lingkungan hidup, selain terkait dengan keserakahan, juga terkait dengan pengetahuan dan budaya yang berkembang di masyarakat. Keserakahan dapat terjadi pada berbagai level, yang sangat berbahaya adalah jika terjadi pada level pengambil kebijakan strategis. Pengambilan kebijakan yang salah tentang pemberian ijin kepada suatu perusahaan tambang misalnya dapat berdampak rusaknya alam dalam jangka waktu ratusan bahkan ribuan tahun dengan kompensasi yang memberikan kesejahteraan rakyat tidak terlalu besar. Juga pengambilan kebijakan tentang pemberian ijin alih fungsi hutan kepada perusahaan-perusahaan perkebunan juga seringkali berdampak pada perusakan lingkungan dan pengurangan debit air tanah.

Keserakahan juga terjadi dengan pemberian ijin untuk konversi dari lahan pertanian subur menjadi pabrik atau area industri. Pencurian kayu di hutan-hutan kita juga masih sering terjadi dalam ribuan meter kubik, pengeboran air tanah oleh industri-industri yang tidak memiliki ijin sehingga mengakibatkan berkurangnya air sumur penduduk, bahkan juga menjadi keruh atau keringnya sumber air yang digunakan oleh masyarakat sekitar industri. Pembuangan limbah yang tidak memenuhi syarat ke sungai, yang kemudian berdampak luas pada kehidupan sungai dan masyarakat sekitar sungai. Dan berbagai dampak dari keinginan untuk mendapatkan materi yang lebih dengan sedikit mengeluarkan biaya, serta tidak mempedulikan masyarakat.

Kepemimpinan seharusnya mampu mengambil kebijakan-kebijakan strategis untuk dapat melindungi lingkungan hidup dan kekayaan didalamnya baik itu fauna maupun hayati untuk dapat tetap lestari.

Kepemimpinan seharusnya mampu mengambil kebijakan-kebijakan strategis untuk dapat melindungi lingkungan hidup dan kekayaan didalamnya baik itu fauna maupun hayati untuk dapat tetap lestari. Pembangunan juga harus didesain dan dirancang sebaik mungkin agar mampu menjadi bangunan yang hemat energi dan ramah lingkungan, konversi tanah-tanah pertanian menjadi industri harus benar-benar atas pertimbangan yang sangat matang. Industri dengan limbah berat juga harus didirikan dengan standar limbah yang sangat baik, konversi hutan menjadi perkebunan juga harus dilakukan dengan sangat bijak. Dengan demikian, kita akan dapat melindungi bumi ini dengan baik. Kita akan dapat mengembalikan “pinjaman” bumi yang kita tempati bersama ini kepada generasi penerus kita nanti dalam keadaan yang lebih baik.

Pendidikan untuk dapat mencintai lingkungan hidup juga harus dilakukan terus menerus disemua jenjang pendidikan, sehingga mencintai lingkungan hidup kemudian menjadi budaya dalam kehidupan warga negara kita. Budaya-budaya tersebut dapat berupa mencintai kebersihan, menggunakan bahan-bahan yang dapat didaur ulang, menolak produk-produk yang menggunakan bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan, atau produk-produk yang dihasilkan oleh industri yang mencemari lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, menyortir sampah antara sampah organik dan anorganik.

Pendidikan juga harus menggambarkan bagaimana jika bumi ini terjaga dengan baik, dan pola kehidupan masyarakatnya merupakan pola yang mencintai lingkungan hidup.

Dalam pendidikan anak-anak juga harus dikenalkan tentang bagaimana beban bumi ini jika manusia yang ada diatasnya hidup dengan sembarangan, dan juga bagaimana penderitaan manusia yang akan lahir berikutnya jika bumi yang kita tempati ini rusak. Pendidikan juga harus menggambarkan bagaimana jika bumi ini terjaga dengan baik, dan pola kehidupan masyarakatnya merupakan pola yang mencintai lingkungan hidup. Bagaimana kebijakan negara-negara yang pemimpinnya mampu melindungi lingkungan hidup dengan baik, mampu menumbuhkan partisipasi masyarakat untuk dapat berbuat dan merawat lingkungan hidupnya dengan baik.

Pendidikan biologi misalnya harus mampu menanamkan kecintaan anak didik pada tanaman dan hewan sebagai bagian dari lingkungan hidup. Sekolah dan lembaga pendidikan lainnya juga harus memberikan teladan terhadap lingkungan hidup yang baik. Teladan ini dapat berupa adanya lahan hijau yang mencukupi, perawatan tanaman dan kebun yang terawat dengan baik, sungai yang mampu menjadi daya tarik yang tinggi karena kebersihan dan keterawatannya, sehingga biota sungai dapat tumbuh dan berkembang secara baik. Dengan demikian pendidikan lingkungan hidup adalah pendidikan yang tidak sekedar mentransfer ilmu, tetapi juga menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya lingkungan hidup tersebut bagi kehidupannya dimasa sekarang, akan datang, dan kehidupan sesudahnya.

Negara kita yang telah berusia 74 tahun tentu seharusnya sudah memiliki pengalaman yang cukup untuk menjadikan Indonesia ini sebagai surga bagi warganya dan surga bagi bumi. Sebutan-sebutan tentang paru-paru dunia, zamrud khatulistiwa dan berbagai sebutan indah lainnya harus kita kejar kembali untuk benar-benar menjadi kenyataan. Al Quran yang selalu menyebut bahwa surga dengan sungai-sungai yang mengalir dibawahnya harus benar-benar menjadi cita-cita yang dapat diwujudkan untuk dapat menjadikan pemerintah bersama masyarakat mengembangkan pengelolaan sungai yang baik, sehingga dapat menjadi “surga” bagi orang-orang yang berada disekitarnya. Lembaga pendidikan juga harus mampu mengembangkan pemahaman dan budaya tentang pentingnya lingkungan hidup. Sehingga kemudian kita mampu mengembalikan tanah air yang telah kita pinjam ini kepada generasi penerus dalam kondisi yang lebih baik. Bukan merusaknya karena tanah air kita bukan milik kita yang harus kita gunakan sembarangan karena warisan nenek moyang kita.